Syammas bin Utsman: Sahabat Nabi yang Syahid di Uhud

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

syammas

Dalam perang Uhud, Hadhrat Syammas bin Utsman ra dengan penuh keberanian menjadi perisai bagi Rasulullah saw. Hingga akhirnya beliau ra syahid, dan termasuk kedalam 70 orang sahabat Nabi yang syahid di Uhud.  

Biografi

Nama lengkapnya Syammas bin Utsman bin Asy Syarid bin Suwaid bin Haramy bin ‘Amir bin Mahzum Al Qurasy Al Mahzumi.

Sebagaian para ahli menyatakan bahwa nama Syammas adalah nama panggilan, sedang nama aslinya adalah Utsman bin Utsman.

Beliau ra dikenal dengan nama Syammas bermula ketika di masa jahiliyah kota Mekkah kedatangan seorang pelayan gereja (syamaamasah) yang berwajah tampan. Orang-orang pun merasa kagum dengan ketampanan pelayan gereja tersebut.

Kemudian Utbah bin Rabiah, paman dari Syammas ra mengatakan; “aku akan datangkan kepada kalian dengan Syammas (dalam bahasa Yunani maknanya adalah pelayan) yang lebih baik darinya. Maka didatangkanlah Utsman bin Utsman.

Karena itulah Utsman bin Utsman kemudian dikenal dengan nama Syammas, yang memang seorang yang memiliki wajah yang tampan.

Ibundanya bernama Shafiyah bintu Rabiiah bin Abdis Syams bin Abdi Manaf bin Qusay, saudari Syaibah bin Rabiiah dan Utbah bin Rabiiah.

Beliau ra memiliki beberapa istri, yaitu Na’ma bintu Hisaan, Shafiyah bintu Ubaid bin Rabiiah bin Abdi Syams, dan Ummu Habiib bintu Sai bin Yarbuk bin ‘Ankasyah bin ‘Amir bin Mahzum. Ummu Habiib termasuk wanita muhajirat yang pertama ke Negeri Habasyah. Dari Ummu Habiib lahirlah putra beliau bernama Abdullah.

Bai’at

Hadhrat Syammas ra ba’iat ketika di masa awal pendakwaan Rasulullah saw sehingga beliau termasuk As Sabiqunal awwalun.

Sehingga beliau termasuk sahabat Nabi saw yang banyak menerima ujian dan penentangan dari orang-orang kafir Qurayis.

Oleh karena itu ketika Rasulullah saw mengizinkan umat Islam yang masih sedikit dan lemah itu untuk berhijrah ke Negeri Habasyah demi membela dan mempertahankan agamanya, maka beliau pun adalah salah satu sahabat Nabi ikut hijrah ke Habasyah kedua bersama tujuh puluh sekian orang Muhajirin.

Ketika Rasulullah saw memerintahkan umat Islam untuk hijrah ke Madinah, beliau ra juga  termasuk yang ikut hijrah ke Madinah. Oleh karenanya beliau adalah sahabat Nabi saw yang mengalami dua kali hijrah.

Baca juga: Umar bin Khattab ra: Penakluk Persia dan Romawi

Perang Uhud

Hadhrat Syammas ra ikut serta dalam perang Badar dan perang Uhud.

Perang Uhud terjadi pada tanggal 7 Syawal 3 H atau 22 Maret 625 M. Terjadi kurang lebih setahun lebih seminggu setelah Perang Badr. Disebut Perang Uhud karena terjadi di dekat bukit Uhud yang terletak 4 mil dari Masjid Nabawi dan mempunyai ketinggian 1000 kaki dari permukaan tanah dengan panjang 5 mil.

Pasukan Islam berjumlah 700 orang sedangkan pasukan kafir Qurayis berjumlah 3.000 orang.

Rasulullah saw menempatkan pasukan Islam di kaki bukit Uhud di bagian barat. Sayap kanan berada di kaki bukit Uhud sedangkan sayap kiri berada di kaki bukit Ainain (tingginya 40 kaki dan panjangnya 500 kaki).

Pasukan musuh bisa memutari bukit Ainain dan menyerang dari belakang, untuk mengatasi hal ini Rasulullah saw menempatkan 50 pemanah di Ainain, yang dipimpin oleh Abdullah bin Zubair ra.

Rasulullah sw memerintahkan pasukan pemanah itu menyerang musuh dengan anak panah mereka, dan apapun yang terjadi mereka tidak boleh meninggalkan pos mereka.

Ketika paruh pertama peperangan nampak dimenangkan oleh pasukan Islam, pasukan musuh berlarian menyelamatkan diri. Melihat kemenangan itu pasukan Islam yang ada di atas bukit Ainain sebagian besar mereka turun dan bergabung dengan pasukan yang tempur yang ada di bawah.

Melihat banyak pasukan dari pihak islam yang meninggalkan pos di atas bukit, Khalid bin Walid yang saat itu memimpin pasukan kafir memerintahkan pasukannya yang tersisa untuk berbalik kembali dan menyerang pasukan Islam.

Pos di atas bukit direbut oleh mereka dan pasukan Islam yang tersisa di sana dibunuh, termasuk Hamzah ra, paman Rasulullah saw.

Akhirnya, kemenangan pasukan Islam yang sudah di depan mata itu pun berubah menjadi kekalahan.

Terdapat 70 orang sahabat Nabi saw yang syahid, gugur sebagai pahlawan Islam pada peristiwa perang Uhud tersebut, dan salah satunya adalah Hadhrat Syammas ra.

Baca juga: Abu Hurairah ra: Dari Ahli Shuffah Menjadi Gubernur Bahrain

Syahidnya Hadhrat  Syammas ra

Kisah meninggalnya Syammas, layaknya kisah kepahlawanan yang terus menimbulkan decak kekaguman. Perjuangan beliau adalah potret keberanian, kegigihan, kesabaran, pengorbanan, dan kecintaan terhadap Allah, Rasul-Nya, dan agamanya.

Beliau meninggal dalam kancah Perang Uhud, di tahun ketiga hijriyah. Kisah tentang kepahlawanan beliau saat Perang Uhud, begitu agung.

Beliau ra menjadikan badan beliau sendiri sebagai perisai bagi Rasulullah saw. Demi menyelematkan wujud suci Rasulullah saw, beliau ra  dengan sengaja menjadikan tubuh beliau sebagai sasaran senjata musuh.

Shamaas berdiri di depan Nabi saw laksana perisai, hingga ia benar-benar terluka parah karena serangan musuh. Hadhrat Syammas yang tangguh dan penuh keberanian itu akhirnya dapat ditumbangkan oleh Ubay bin Khalaf Al Jumahi.

Saat pertempuran berakhir, Hadhrat Syammas ra masih hidup, namun tubuhnya dipenuhi oleh luka-luka yang mengerikan.

Beliau ra dibawa ke rumah Ummul Mukminin Aisyah rah. Namun, Ummul Mukminin Ummu Salamah rah mengatakan, “Ia adalah anak paman saya, saya lebih berhak merawatnya.”

Maka Rasulullah saw memrintahkan agar membawa Syammas ra kepada Ummu Salamah rah. Namun setelah dua atau tiga hari, Hadhrat Syammas ra pun menghembuskan nafasnya yang terakir. Beliau ra gugur sebagai salah satu syuhada Uhud.

Rasulullah saw memerintahkan agar beliau ra dimakamkan di Uhud bersama para syuhada lainnya. Dengan tetap mengenakan pakaian yang ia pakai seperti para syuhada lainnya. Hadhrat Syammas saat itu berumur umur 34 tahun.  

Baca juga: Khabbab bin Al-Arat, Sahabat Nabi yang Disiksa karena Keimanannya

Teladan Hadhrat Syammas ra

Tentang pengorbanan dan kecintaan Hadhrat Syammas ra kepada Rasulullah saw, beliau saw sendiri bersabda:

مَا وَجَدۡتُ لِشَمَّاسٍ شَبيهًا إِلَّا بِالۡجُنَّةِ

“Aku tidak mendapati Syammas kecuali bagaikan sebuah tameng.”

Hadhrat Rasulullah saw juga bersabda: “Jika saya membandingkan Shamas dengan sesuatu apapun maka saya akan menyamakannya dengan perisai, karena ketika pertempuran Uhud, ia ibarat perisai bagai saya. Ia menjaga saya dari depan, belakang, kanan, kiri dan berjuang hingga nafas akhirnya.”

Hadhrat Shammaas bin Utsman ra merupakan teladan kecintaan kepada Rasulullah saw dan beliau memperlihatkan keberanian dalam membela Rasulullah saw.

Syair pujian untuk Rasulullah saw/MTA USA Studios

0 Komentar

Tinggalkan Balasan