Umat Islam Diboikot

Penganiayaan yang dilakukan oleh kaum Mekkah kepada kaum Muslimin semakin lama-semakin keras dan tak tertanggungkan.

Banyak orang Muslim telah meninggalkan Mekkah, mereka hijrah ke Abesinia, sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah saw.

Sementara itu, mereka yang tinggal di Mekkah harus menderita lebih lagi dari masa-masa sebelumnya.

Walaupun demikian, mereka tidak menyimpang sedikit pun dari jalan yang telah mereka pilih. Hati mereka makin membaja, iman mereka kokoh dan kuat.

Keimanan mereka kepada Tuhan Yang Tunggal makin meningkat seperti juga kebencian terhadap berhala-berhala Mekkah.

Penyiksaan dan penganiayaan terhadap kaum muslimin tidak membuat mereka meninggalkan keimanan mereka.

Bahkan Islam terus meraih kemajuan, diantaranya dengan berimannya Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab.

Awal Pemboikotan

Mengetahui kenyataan itu, kaum Quraish Mekkah berkumpul di kampung Banu Kinanah, di lembah al Mahshib. Mereka mengadakan musyawarah besar untuk memutuskan, apa yang harus dilakukan terhadap Rasulullah saw dan Islam.

Pada rapat itu mereka memutuskan untuk memboikot total kaum Muslimin, juga Bani Hasyim dan Bani al-Muththalib yang tetap melindungi Rasulullah saw.

Kaum Mekkah memutuskan semua hubungan dengan kaum muslimin termasuk keluarga besar Rasulullah saw, Banu Hasyim dan Banu Abdul Muttalib, yang memberi dukungan dan perlindungan kepada Rasulullah saw, baik yang sudah beriman maupun yang belum beriman.

Kecuali Abu Lahab, salah satu paman Rasulullah saw yang medukung boikot itu.

Kaum Quraisyh melarang pernikahan antara mereka dengan Banu Hasyim dan Banu Abdul Muthalib, juga tidak boleh mengadakan jual beli dengan mereka.

Keputusan permufakatan jahat mereka itu, mereka buat dalam bentuk tulisan dan digantungkan di didinding Ka’bah.

Peristiwa pemboikotan itu terjadi pada tahun 616 M atau tahun ke- 7 kenabian, yang diprakarsai oleh para pemimpin Bani Makhzum dan Bani Abdu Syams, dua kabilah penting Quraiys.

Umat Islam dipaksa untuk menyingkir di sebuah lembah sempit milik Abu Thalib atau dikenal sebagai Shib Abi Thalib atau Shib Abi Hasyim.

Tanpa uang dan bekal hidup, kaum muslimin dan kaum kerabat Rasulullah saw sangat menderita oleh tindakan blokade itu.

Akibat dari boikot ini, Bani Hasyim dan Bani Abdul Muthalib mengalami kesusahan dan menanggung derita teramat berat.

Tidak hanya orang-orang Mekkah, orang-orang dari luar pun dilarang untuk berhubungan apapun dengan kaum Muslimin.

Ada juga segelintir orang Quraish yang baik hati, seperti Hisyam bin Amr yang dengan sembunyi-sembunyi menyuplai makanan, namun hal itu sangat tidak memadai.

Tambah lagi, orang-orang Quraisy akan menghukum orang-orang yang ketahuan mengirimkan makanan ke kerabatnya di Bani Hasyim atau Bani Muthalib.

Karena tidak ada makanan, terkadang mereka makan apa saja yang ada, seperti dedaunan yang tumbuh di lembah itu, bahkan untuk menahan lapar mereka sengaja mengganjal perut mereka dengan batu.

Baca juga: 7 Tempat Paling Bersejarah Peninggalan Islam Di Istanbul

Teguh Dalam Keimanaan

Kondisi umat Islam amat memperihatinkan dan terus memburuk. Namun mereka tetap tabah dan bersabar atas ujian yang mereka hadapi itu.

Tidak ada rasa putus asa atau berpaling dari keiaman yang telah mereka pegang erat.

Melaui boikot itu, kaum kufar Mekkah tadinya berharap Bani Hasyim dan Bani Mutahalib mau melepaskan perlindungan terhadap Rasulullah saw sehingga mereka bisa membinasakan beliau saw. Namun hal itu tidak terjadi.

Mereka menginginkan Rasulullah saw menghentikan aktifitasnya menyampaikan kebenaran Islam kepada orang-orang, kenyataanya Rasulullah saw tetap bersemangat menyampaikan dakwahnya.

Boikot yang keji itu juga sama sekali tidak membuat umat Islam berpaling dari keimanan mereka, malah sebaliknya mereka tambah yakin akan keimanan yang mereka pegang.  

Akhir Pemboikotan

Boikot itu berlangsung sekitar tiga tahun lamanya. Umat Islam benar-benar dalam penderitaan dan kesulitan yang luar biasa.

Dalam keadaan seperti itu akhirnya, lima orang Quraisyh tergerak hatinya untuk mengakhiri pemboikotan yang tidak berperi kemanusiaan itu.

Tokoh-tokoh yang berperan dalam mengakhiri boikot itu ialah Hisyam bin ‘Amr bin Hârits, Zuhair bin Abu Umayyah, Muth’im bin ‘Adi, dan Zam’ah bin Aswad, serta Abul-Bahtari bin Hisyâm bin Harits.

Hisyam bin ‘Amru dari suku Bani ‘Amir bin Lu-ay, dialah yang secara sembunyi-sembunyi sering menyuplai bahan makanan kepada Bani Hasyim.

Mereka menjumpai sanak-saudara mereka yang ikut terkurung, menawarkan penghapusan boikot dan mengajak mereka keluar dari kurungan.

Abu Thalib keluar dan menyesali kaumnya. Pelanggaran blokade lima orang itu kemudian diketahui seluruh Mekkah, sehingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengakhiri boikot itu.

Konon, saat papan keputusan tentang pemboikotan yang ditempel didinding Ka’bah akan dicabut, ternyata papan itu telah hancur dimakan rayap.

Boikot berakhir pada tahun 619 M, sekitar bulan Muharram tahun ke-10 dari kenabian.

Umat Islam dan keluarga besar Rasulullah saw kembali ke rumah mereka masing-masing dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.

Baca juga: Jafar Bin Abi Thalib, 1 Dari 3 Panglima Islam Syahid Di Mutah

Khadijah Dan Abu Thalib Wafat

Boikot telah lewat, tetapi dampaknya tidak. Dalam beberapa hari istri Rasulullah saw, Khadijah rha, wafat dan sebulan kemudian paman Rasulullah saw, Abu Thalib juga wafat.

Rasulullah saw kini kehilangan kawan hidup dan bantuan Khadijah, dan beliau bersama kaum Muslimin kehilangan perlindungan dan bantuan Abu Thalib.

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Terjadinya Perselisihan Dimasa Awal Islam

Kejahatan Kaum Kufar Mekkah

Diakhirnya boikot terhadap umat Islam oleh kaum Kufar bukan berarti mereka bertobat atau sadar akan kekeliruan mereka.

Melunaknya mereka hanya sesaat saja, tidak lama setelah itu mereka kembali mengobarkan kebencian dan permusuhan kepada Rasulullah dan Islam. Bahkan lebih hebat lagi.

Dalam waktu yang singkat kaum Mekkah berhasil membangkitkan rasa permusuhan terhadap Rasulullah dan umat Islam.

Abu Lahab mengambil keputusan untuk menentang Rasulullah saw lebih hebat dari sebelumnya.

Perhubungan antara orang-orang Muslim dan kaum Mekkah semakin tegang. Tiga tahun lamanya boikot dan blokade telah memperbesar jurang yang memisahkan mereka.

Segala cara mereka lakukan untuk membendung dakwah Rasulullah saw, namun beliau saw tetap berusaha menyampaikan kebenaran Islam kepada mereka.

Baca juga: Sunni (Ahlussunnah Wal Jamaah), Kelompok Islam Terbesar Di Dunia

Umat Islam Diboikot by Jejak Mulia
(Visited 99 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan