Umar bin Khattab ra: Penakluk Persia dan Romawi

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

umar-bin-khattab

Umar bin Khattab ra, salah satu sahabat utama Nabi saw, seorang pemberani dan tegas, dan khalifah keduan setelah Abu Bakar ra.

Umar bin Khattab ra,  merupakan salah satu sahabat utama Rasulullah saw setelah Abu Bakar ra. Beliau ra dijuluki Al-Faruq oleh Rasulullah saw, yang berarti orang yang bisa memisahkan antara kebenaran dan kebatilan. Menjadi khalifah kedua dan termasuk Khulafaur Rasyidin. Selama kekhalifahannya Islam mengalami banyak kemajuan.

Asal Usul

Nama Lengkapnya adalah Umar bin Khattab Ibn Nufail Ibn Abd al-‘Uzza Ibn Riyah Ibn Qurth Ibn Razah Ibn ‘Adiy Ibn Ka’ab Ibn Lu’aiy al-Qurasyiy al-‘Adawiy. Nasab beliau ra bertemu dengan nasab Nabi saw pada Ka’ab Ibn Luay.

Diperkirakan beliau ra lahir tahun 584 M di Makkah, Jazirah Arab. Kira-kira tiga belas tahun setelah tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi saw). Ini berarti beliau ra lebih muda tiga belas tahun dari Nabi saw. Berasal dari kalangan keluarga terpandang suku ‘Adiy yang termasuk rumpun Quraisy.

Ayahandanya, Al-Khaththab bin Nufail dari Bani ‘Adi, meskipun bukan orang yang kaya namun ia terpandang di kalangan masyarakatnya dan cerdas. Ibundanyanya, Hantamah binti Hasyim bin Mughiroh bin Abdullah bin Umar bin Makhzum.

Masa Kecil Hingga Dewasa

Masa kecilnya dilewati dengan menjadi gembala hewan ternak milik ayahnya. Dan di masa mudanya di zaman jahiliyah beliau sama seperti kawan-kawannya yang lain melakukan hal-hal yang tidak baik, seperti minum-minuman keras yang memang kebiasaan dimasa itu.

Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi seorang Muslim, ia tidak menyentuh alkohol sama sekali, meskipun belum diturunkan larangan meminum khamar (yang memabukkan) secara tegas.

Sebelum beriman, beliau ra adalah orang yang sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekkah.

Beliau ra memiliki kecerdasan yang luar biasa. Orang yang dipilih sebagai duta dari kabilahnya pada masa Jahiliyyah. Jika terjadi perselisihan di antara para kabilah, maka beliau lah orang yang diutus untuk melerai dan mendamaikan. Hal ini menandakan bahwa Umar memiliki kecerdasan, keadilan, serta kebijaksanaan.

Beliau ra tercatat melakukan beberapa kali pernikahan, baik sebelum maupun setelah beriman. Setelah menjadi khalifah, beliau ra menikah dengan Ummu Kultsum putri Ali bin Abi Thalib ra dan Fatimah az-Zahra saudara Hasan dan Husain, cucu Nabi saw.

Anak-anak beliau ra adalah Abdullah bin Umar, periwayat hadits terbanyak setelah Abu Hurairah; Ummul Mukminin Hafshah; Fathimah; ‘Ashim;  Abdurrahman al-Akbar; Abdurrahman al-Ausath; dan Abdurrahman al-Ashghar.

Bai’at

Ketika Rasulullah saw menyampaikan tabligh Islam, Umar ra termasuk yang menetangnya. Beliau paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa pengikut Rasulullah saw.

Pada puncak kebenciannya terhadap ajaran Islam, beliau ra memutuskan untuk mencoba membunuh Rasulullah saw, namun saat dalam perjalanannya ia bertemu dengan salah seorang pengikut Rasulullah saw bernama Nu’aim bin Abdullah yang kemudian memberinya kabar bahwa saudara perempuannya telah memeluk Islam, ajaran yang dibawa oleh Nabi saw yang ingin dibunuhnya saat itu.

Mendengar itu, beliau terkejut dan pulang ke rumahnya dengan maksud untuk menghukum adiknya.

Beliau mendapati saudarinya itu sedang membaca Al Qur’an surat Thoha ayat 1-8, beliau semakin marah akan hal tersebut dan memukul saudarinya.

Ketika melihat saudarinya berdarah oleh pukulannya beliau menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat dilihatnya, beliau ra menjadi terguncang oleh apa yang dibacanya tersebut.

Lantas beliau ra ingin menemui Rasulullah saw di rumah al-Arqam. Sesampainya di sana, para sahabat yang berada di dalam rumah Al-Arqam pun menjadi ketakutan.

Akan tetapi dengan tetap tenang dan berwibawa, Nabi saw menerima kedatangan Umar, dan dengan sikap yang ditunjukkan oleh Nabi tersebutlah Umar menjadi lunak dan takut.

Nabi kemudian memerintahkan Umar untuk masuk Islam. Dan seketika itu juga Umar kemudian menyatakan bai’at, menerima kebenaran Islam.

Peristiwa itu terjadi sekitar tahun ke enam kenabian, pada waktu itu beliau ra berusia dua puluh tujuh tahun.

Tentu saja hal ini membuat seisi Mekkah terkejut, orang yang selama ini terkenal paling keras menentang dan paling kejam dalam menyiksa para pengikut Nabi saw kemudian memeluk ajaran yang sangat dibencinya tersebut.

Akibatnya dari keimanannya itu beliau ra dikucilkan dari pergaulan dan tidak dihormati lagi oleh para pemuka Quraisy.

Sementara itu bagi Islam masuknya beliau ra ke dalam Islam merupakan kekuatan yang sangat besar dan berharga.

Nabi saw memberikan sebutan kepada beliau ra dengan julukan Faaruq yang artinya pembeda. Karena dengan Umar-lah Allah membedakan antara yang haq dan yang bathil.

Penghidmatan dalam Islam

Umar ra kemudian menjadi penasihat terdekat Rasulullah saw, hal itu dilakukannya sepanjang umur Nab saw.

Beliau ra ikut berperang bersama Rasulullah saw, seperti pada perang Badar, Uhud, Khaybar dan peperangan lainnya.

Beliau ra banyak berkorban harta di jalan Allah, setiap Rasulullah saw membutuhkan pengorbanan dari para sahabat, beliau ra salah satu yang terdepan dalam memberikan pengorbanan.

Seorang yang paling disegani oleh kaum Muslim pada masa itu karena selain reputasinya yang memang terkenal sejak masa pra-Islam, juga karena ia dikenal sebagai orang terdepan yang selalu membela Rasulullah saw dan Islam.

Kemudian dimasa Khalifah Abu Bakar ra, Umar ra merupakan salah satu penasihatnya. Memberi dukungan dan membela khalifah.

Menjadi khalifah

Setelah Abu Bakar ra wafat pada tahun 634, Umar ra ditunjuk untuk menggantikannya sebagai khalifah kedua dalam Islam. Masa kekhalifahannya mulai pada Jumadil Akhir tahun 13 Hijriyah atau 23 Agustus 634 hingga 3 November 644 (10 tahun, 72 hari).

Masa kekhalifahannya merupakan masa yang gemilang bagi perkembangan dan kemajuan Islam, banyak sekali prestasi yang telah diraih.

Prestasi yang dicapai meliputi banyak bidang, seperti dalam bidang perluasan wilayah, penataan administrasi negara, bidang perekonomian, keamanan dan ketertiban masyarakat, dan sebagai nya. Untuk mengungkapkan prestasi yang cemerlang dan sangat mengagumkan tersebut, bahkan ada yang mengatakan bahwa Umar bin Khattab adalah sebagai pendiri Negara Islam.

Dalam masa pemerintahannya, Umar telah melakukan usaha-usaha yang memperkuat

kedudukan agama Islam. Umar radhiyallahu‘anhu juga dikatakan sebagai pelopor perundang- undangan dalam negara Islam. membentuk badan-badan pemerintahan, dewan-dewan negara, mengatur peradilan dan administrasi, membentuk lembaga keuangan (bait al-mal), dan prestasi lainnya.

Selama masa kekhalifahannya Islam mendapatkan kemajuannya yang luar biasa. Islam mengambil alih Mesopotamia dan Persia, Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).

Selama kekhalifahannya banyak pertempuran besar yang terjadi, seperti pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut. Umar diberikan kunci untuk memasuki kota oleh pendeta Sophronius.

Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.

Wafat

Pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H atau 644 M, ketika Hadhrat Umar ra mengimami shalat subuh, seorang budak yang bernama Abu Lukluk (Fairuz), menikam beliau ra dengan sebilah belati, hal itu menyebabkan beliau ra terluka parah. Tidak beberapa lama beliau ra pun wafat.

Umar bin Khattab Inspira Studio

Sumber:

  1. Alhakam
  2. Review of Religions
  3. Wikipedia

0 Komentar

Tinggalkan Balasan