Tata Cara Shalat Dan Khutbah Idul Fitri

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

idul fitri

Puasa Ramadhan tahun ini tinggal beberapa hari lagi, setelah puasa sebulan penuh tibalah hari yang ditunggu-tunggu, yaitu hari raya Idul Fitri. Dimana semua orang bergembira dan berbahagia.

Ada yang istimewa di Idul Fitri tahun 1441 H atau 2020 M ini, karena adanya Covid 19 maka shalat Idul Fitri akan dilaksanakan di rumah masing-masing. Bagaimana caranya? Berikut ini panduan ringkas shalat dan khutbah Indul Fitri di rumah:

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum shalat Id

1- Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada pagi hari tanggal 1 Syawal.

2- Sebelum melaksanakan shalat Id, dianjurkan untuk makan dan minum terlebih dahulu.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5/352)Juga dianjurkan untuk mandi, mengenakan pakaian yang bersih atau baru jika ada.

3- Shalat dilaksanakan dengan berjama’ah bersama keluarga

4- Sebelum dan sesudahnya tidak ada shalat lainnya.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.” (HR. Bukhari no. 964 dan Muslim no. 884)

5- Shalat dilaksanakan di ruangan yang bersih

6- Sebelum melakukan shalat Idul Fitri, dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir.

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.” (As Silsilahh Ash Shahihah no. 171)

Di antara lafazh takbir adalah,

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Tidak ada azan dan iqamah dalam shalat Idul Fitri.

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ.

“Aku pernah melaksanakan shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.” (HR. Muslim no. 887)

Bila segala sesuatunya dirasa sudah siap, shalat pun bisa dimulai.

Baca juga: 7 Tempat Bersejarah Yang Istimewa Di Makkah

Tata cara shalat Idul Fitri

  1. Membaca takbiratul ihram (Allahuakbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca surah Al-Fatihah.
  4. Membaca surah pendek Al-Quran. Disunnahkan untuk membaca surat Qaf (surat ke 50) dan surat al-Qamar (surat ke 54) ataupun surat al-A’la (surat ke87) dan surat al-Ghasiyah (surat ke 88). Perlu diingat, imam shalat membacanya dengan suara nyaring.
  5. Setelah itu lalu ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya hingga berdiri lagi  seperti shalat biasa.
  6. Pada rakaat kedua sebelum membaca surah al-Fatihah disunahkan untuk membaca takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat kedua tangan.
  7. Membaca al-Fatihah kemudian membaca surah pendek dari Al-Quran. Imam shalat membacanya dengan suara nyaring.
  8. Setelah itu ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.

Tata Cara Khutbah Idul Fitri

Setelah melaksanakan shalat Idul Fitri, ma’mum tetap duduk untuk mendengarkan Khutbah Id, sementara itu Imam atau Khattib berdiri untuk menyampaikan khutbah.

Khutbah Idul Fitri bisa dilaksanakan seperti kutbah Jum’at, dilakukan dengan dua khutbah, yaitu dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Hamzah bin Abdul Muthalib Sang Singa Allah

Khutbah Pertama

1- Mengucapkan Salam

2- Membaca Tasyahud

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

3- Membaca Al-Fatihah/Ayat Quran lainnya

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ.

4- Menyampaikan nashita

Baca juga: 7 Objek Wisata Paling Bersejarah Di Madinah

Khutbah Kedua

Saat khutbah kedua, khatib bisa membaca pujian dan ayat-ayat berikut ini:

اَلْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ –وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ عِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ –أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Kemudian berdoa dan salam.

Demikian panduan ringkas mengenai tata cara shalat Idul Fitri, seoga bermanfaat.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan