Tasir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Yusuf

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-yusuf

Surah Yusuf berisikan kisah menarik dan cukup terperinci tentang Nabi Yusuf as. Untuk lebih jelasnya mengenai surah ini, berikut ini tafsir singkat dan isi kandungan surah Yusuf yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Tafsir Singkat surah Yusuf

Surah Yusuf adalah surah kedua belas setelah Surah Hud, terdiri dari 112 ayat dan 12 ruku. Menurut kebanyakan sahabat Rasulullahsaw, seluruh Surah ini diturunkan di Makkah; tetapi menurut Ibnu Abbas dan Qatadah, ayat-ayat 2 – 4 diturunkan sesudah Hijrah.

Seperti telah diterangkan sebelumnya, Surah 10 (Surah Yunus) membicarakan kedua macam segi perlakuan Allah terhadap manusia – baik hukuman maupun rahmat-Nya. Sedangkan Surah 11 (Surah Hud) membicarakan masalah hukuman Ilahi, maka Surah Yusuf ini (Surah 12) membicarakan rahmat Allahswt.

Surah yang membicarakan hukuman Tuhan (Surah Hud) diletakkan sebelum Surah ini yang membahas rahmat-Nya – sebab musuh-musuh Rasulullahsaw kemudian akan dikasihani, setelah mereka itu dihukum karena perbuatan buruknya.

Tetapi Surah ini mempunyai suatu keistimewaan. Seluruhnya membahas riwayat hidup hanya mengenai seorang nabi saja, yaitu Nab Yusufas. Dalam hal inilah Surah ini berbeda dari surah lainnya.

Alasan adanya keistimewaan itu, ialah, karena kehidupan Nabi Yusufas mengandung persamaan yang sangat erat dengan kehidupan Rasulullahsaw, bahkan dalam urusan-urusan kecil sekalipun.

Seluruh Surah ini dikhususkan untuk menceriterakan riwayat yang agak terperinci tentang kehidupan Nabi Yusufas agar dapat digunakan sebagai peringatan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi dalam kehidupan Rasulullahsaw.

Dalam Surah 10 riwayat Nabi Yunusas telah dipilih unutk melukiskan rahmat Tuhan, sedang dalam uraiannya yang disajikan secara rinci dalam Surah ini, riwayat Nabi Yusufas telah dikemukakan sebagai contoh untuk melukiskan tujuan  yang sama. Dua alasan dapat diberikan untuk itu:

Kehidupan Nabi Yunusas dan kehidupan Rasulullahsaw menunjukkan persamaan –persamaan antara satu sama lain, hanya pada tahap terakhir, tetapi kehidupan Nabi Yusufas menyerupai kehidupan Rasulullahsaw sampai kepada hal-hal kecil sekalipun.

Meskipun peristiwa Nabi Yunusas menyerupai peristiwa Rasulullahsaw dalam kenyataan bahwa baik kaum Nabi Yunusas maupun kaum Rasulullahsaw akhirnya mendapat pengampunan Allah berkat kerahiman-Nya, namun persamaan antara kedua nabi itu hanya pada bagian-bagian tertentu saja.

Akan tetapi persamaan antara Nabi Yusufas dan Rasulullahsaw terutama dalam cara Allah memperlakukan saudara-saudara Nabi Yusufas dan kaum Rasulullahsaw, sangat erat dan hampir sempurna.

Kerahiman yang diperlihatkan kepada kaum Nabi Yunusas merupakan akibat langsung karunia Allah, karena tak ada campur tangan Nabi Yunusas di dalamnya. Tetapi pernyataan ampunan bagi saudara-saudara Nabi Yusufas dibuat oleh Nabi Yusufas sendiri, dan demikian pula halnya mengenai kaum Quraisy Makkah, pernyataan ampunan yang sepenuhnya dan tiada taranya itu langsung diucapkan oleh lisan Rasulullahsaw sendiri.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Maidah

Isi Kandungan Surah Yusuf

Berikut ini beberapa isi kandungan tiap ruku surah Yusuf:

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-1, Ayat 1-7

Isi kandungan surah Yusuf ruku pertama yaitu mula-mula disebutkan tentang keutamaan Al Quran, sebagai Kitabil Mubin.

Mubiin artinya terang, sebagai ism fa’il (bentuk pelaku) dari abana, yang dapat digunakan berpelengkap (transitif) maupun tak berpelengkap (intrinsitif) kedua-duanya, berarti: apa yang keadaanya sendiri jelas dan nyata, apa yang menjadikan hal-hal itu jelas, apa yang memutuskan sesuatu benda dari yang lain, dan menjadikannya beda-kentara dan terpisah dari yang lain itu.

Semua kitab lainnya hanya bersifat mustabiin (jelas tentang dirinya sendiri), tetapi Al Quran bukan saja mustabiin, melainkan juga mubiin (menghilangkan kesamaran-kesamaran yang terdapat dalam kitab-kitab lain). Apa yang lebih menambah keindahan Al Quran sebagai “kitab yang jelas dan terang “ ialah, bahwa segala ajarannya serasi dan sesuai sepenuhnya dengan fitrah manusia dan juga dengan hukum alam.

Setelah itu, dimulai kisah tentang Nabi Yusfuas. Beliauas adalah putra kesebelas dari dua belas putra Nabi Ya’kubas (yang disebut juga Israil). Nabi Yusufas dan Bunyamin dari istri yang bernama Rakhel, sedang sepuluh putra lainnya dari istri-istri yang lain.

Nabi Yusufas adalah putra sulung dari antara kedua putra dari istri beliau yang bernama Rakhel. Arti yang diberikan kepada nama itu ialah “akan menambahi” yakni, “Tuhan akan menambahi bagiku dengan seorang laki-laki yang lain pula” (Kejadian 30: 24).

Yang menjadi sebab mengapa riwayat Nabi Yusufas dalam surah ini diturunkan kepada Rasulullahsaw begitu rinci ialah, karena riwayat itu mengandung banyak sekali isyarat berupa khabar gaib mengenai kehidupan beliausaw sendiri. Seluruh riwayat itu seolah-olah akan terulang kembali dalam kehidupan Rasulullahsaw sendiri dan dalam kehidupan sanak-saudara beliau, kaum Quraisy.

Nabi Yusufas menceritakan kepada ayah beliau, Nabi Ya’kubas “Ya ayahku, sesungguhnya aku lihat dalam mimpi  sebelas bintang, matahari dan bulan, aku lihat semuanya sujud kepadaku.”

Bible mula-mula menyebut matahari dan bulan; dan sesudah itu sebelas bintang sebagai bersembah sujud kapada Nabi Yusufas (Kejadian 37: 9), sedangkan Al Quran membalikkan urutannya.

Peristiwa yang sebenarnya menurut sejarah menguatkan urutan yang dipakai oleh Al Quran, sebab saudara-saudara Nabi Yusufas (sebelas bintang) itulah, yang pertama-tama berjumpa dengan beliau dan bersembah sujud kepada beliau, sedang ayah bunda beliau datang kemudian dan bersembah sujud. Ayat ini mengadung arti, bahwa ayah-bunda dan saudara-saudara Nabi Yusufas akan tunduk kepada kekuasaan beliau.

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-2, Ayat 8-21

Isi kandungan surah Yusuf ruku kedua diataranya yaitu, saudar-saudar Nabi Yusufas merasa iri karena ayah mereka lebih menyayanginya, mereka mengatakan, “Sesungguhnya Yusuf dan saudaranya lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita, padahal kita kelompok yang kuat.” Sesungguhnya ayah kita pasti dalam kekeliruan yang nyata.

Saudara-saudara Nabi Yusufas menjadi marah, karena mengapa bukan mereka, yang menurut persangkaan mereka lebih unggul daripada beliau dalam segala segi, malah Nabi Yusuf lah yang telah menawan kasih ayah mereka dan telah menjadi pusat perhatiannya.

Begitu pulalah keadaan para pemimpin Quraisy yang mengatakan, bahwa Al Quran seharusnya diturunkan kepada salah seorang dari antara orang-orang terkemuka dari Makkah atau Thaif (QS. Az Zukhruf, 43: 32). Mereka memandang Rasulullahsaw terlalu rendah untuk memperoleh kedudukan mulia seperti nabi.

Kemudian, merek merencanakan persekongkolan untuk membunuh Nabi Yusuas dan adik beliau. Persis seperti saudara-saudara Nabi Yusufas yang bersekongkol untuk membunuh beliau, orang-orang Quraisy pun berkomplot untuk membunuh Rasulullahsaw. (QS. Al Anfal, 8: 31).

Selanjutnya diceritakan bagaiman Nabi Yusufas diperlakukan oleh saudara-saudara tirinya, beliau dimasukkan kedalam sumur, hingga beliauas ditemukan oleh kafilah dan dijualnya kepada seorang pejabat Mesir.

Baca juga: Isi Kandung Surah Al An’am

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-3, Ayat 22-29

Isi kandungan surah Yusuf ruku keeempat yaitu, orang Mesir yang telah membeli Nabi Yusufas dikenal dalam pustaka Yahudi dengan nama Potifar (Encylopedia Biblica & Kejadian 39: 1). Ia adalah komandan pasukan pengawal raja, seorang perwira yang pangkatnya cukup tinggi.

Nabi Yusuf kemudian diangkat anak oleh Potifar, di ayat ke-31 ruku keempat disebut Aziz. Beliauas tumbuh dewasa dan dianugerahi oleh Allahswt kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan, secara istimewa beliau menguasai ta’bir-ta’bir mimpi. Demikianlah cara Allahswt menyelamatkan Nabi Yusufas dan meninggikan derajatnya. 

Kemudian beliau digoda oleh istri Potifar, namun wanita yang mencoba Nabi Yusufas itu gagal dalam usahanya, dan bahwa beliauas berhasil melawan keinginan buruk dari perempuan itu.

Persis seperti adanya usaha unutk merayu Nabi Yusufas supaya keluar dari jalan kesucian dan kejujuran, demikian pula kaum musyrikin Makka telah gagal dalam usaha mereka untuk membuat Rasulullahsaw meninggalkan kegiatan menblighkan tauhid Ilahi dengan menawarkan, bahwa mereka akan menjadikan beliau raja atau mengumpulkan harta kekayaan yang besar untuk beliausaw, dan memberikan kepada beliau gadis yang paling cantik di seluruh Arab untuk dinikahi.

Tawaran itu dengan sendirinya ditolak mentah-mentah oleh Rasulullahsaw, seraya mengucapkan kata-kata bersejarah. “Sekalipun bila kamu letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan berhenti dari menyebarkan tauhid Ilahi.“ (Ibnu Hisyam)

Kemudian, cerita selanjutnya sangat jelas, bagaimana perjuangan Nabi Yusufas memelihara kesucian dan kehormatannya dari gangugan wanit itu.

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-4, Ayat 31-43

Isi kandungan surah Yusuf ruku keempat diantarannya yaitu, ketika para wanita melihat Nabi Yusufas, mereka itu begitu terpesona oleh wajah beliau yang kudus lagi elok dan rupawan, sehingga dalam keadaan tidak sadar beberapa dari antara mereka mengerat tangan sendiri dengan pisau yang sedang mereka pegang.

Menurut Talmud, jeruk telah dihidangkan kepada para tamu, dan wanita-wanita itu dengan tidak sengaja mengerat tangannya sendiri, karena asyiknya memandang Nabi Yusufas. (Jewish Enclicopedia & Talmud).

Rupa-rupanya karena desas-desus tentang istri Potifar telah tersebar, kaum keluarganya berpendapat, bahwa cara yang terbaik untuk menghentikan fitnah itu ialah dengan memenjarakan Nabi Yusufas supaya pendapat umum akan memandang beliau sebagai orang yang bersalah, dan noda itu dapat berpindah dari wanita yang berdosa itu kepada beliauas.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al A’raf

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-5, Ayat 37-43

Isi kandungan surah Yusuf ruku kelima diantaranya yaitu,  di penjara Nabi Yusufas tidak sendirian, bersamanya ada dua orang yang juga dijebloskan ke dalam penjara.

Berkata seorang di antara keduanya, “Sesungguhnya kulihat dalam mimpi, aku sedang memeras air anggur.” Dan yang lain berkata, “Sesungguhnya kulihat diriku dalam mimpi  membawa di atas kepadaku roti yang sebagiannya dimakan burung-burung. Mereka meninta kepada Nabi Yusufas agar menta’wil mimpi mereka.

Sebelum beliau menjelaskan arti mimpi kedua orang itu, terlebih dahulu beliau menyampaikan tablighnya, bahwa tidak ada sekutu bagi Allahswt. Dan setiap orang hendaknya hanya menyembah-Nya.

“Hai kedua kawanku sepenjara! Seorang di antaramu akan menuangkan minuman anggur kepada tuannya ; dan ada pun yang lain, maka ia akan disalibkan, lalu burung-burung akan memakan dari kepalanya. Perkara yang kamu berdua tanyakan itu telah diputuskan.” (12: 42)

Nabi Yusufas meminta kepada kedua orang itu, bila mereka dikeluarkan dari penjara hendaknya mereka menceritakan perihal kasus beliauas, namun mereka lupa, sehingga Nabi Yusufas dipenjara hingga beberapa tahun lamannya.

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-6, Ayat 44-50

Isi kandungan surah Yusuf ruku keenam diantaranya yaitu, raja Mesir ketika itu melihat mimpi, “Sesungguhnya aku lihat dalam mimpi  tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi kurus, dan tujuh bulir yang hijau dan yang lainnya kering. Hai pembesar- pembesar, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku itu jika kamu dapat mena’wilkan mimpi.” (12: 44)

Tidak ada seorang pun yang mampu mengartikan mimpi raja itu. Kemudian, salah seorang pemuda yang pernah sepenjara dengan Nabi Yusuf ingat bahwa beliauas bisa menjelaskan tentang arti mimpi sang raja. Nabi Yusufas pun kemudian menjelaskan arti mimpi yang dialami oleh raja.

Ia, Yusuf, berkata, “Kamu hendaknya bercocok tanam tujuh tahun lamanya terus-menerus, dan apa yang kamu ketam biarlah itu dalam bulirnya, kecuali sedikit darinya yang kamu makan ; (12: 48)

“Kemudian akan datang sesudah itu tujuh tahun paceklik, [1384] yang akan menelan apa yang telah kamu sediakan untuk  itu sebelumnya, kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan.” (12: 49)

“Kemudian akan datang sesudah itu tahun di mana akan dikabulkan permohonan-permohonan manusia dan dalam keadaan itu mereka akan dikabulkan dan dalam keadaan itu mereka akan saling  memberi hadiah.” (12: 50)

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Anfal

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-7, Ayat 51-58

Isi kandungan surah Yusuf ruku ketujuh diantaranya yaitu, menyadari bahwa Nabi Yusufas itu bukanlah orang biasa, raja bermaksud membebaskan beliau dari penjara seketika itu juga. Tetapi beliauas menolak untuk dibebaskan sebelum diadakan pemeriksaan lengkap mengenai perkara beliau, dan sebelum beliau terbukti bersih dari tuduhan yang dikenakan kepada beliau.

Lewat persidangan yang dilakukan raja, kebenaran akhirnya terungkap, Nabi Yusufas sama sekali tidak bersalah dan yang bersalah adalah istri Potifar sendiri. Beliau tidak pernah mengkhianati kebaikan dari Potifar.

Nabi Yusufas kemudian mendapat kedudkan terhormat sebagai pejabat keuangan kerajaan, seperti apa yang beliau inginkan. Allahswt telah mengangkat deraja beliausaw ketempat yang mulia, baik dalam urusan dunia maupun dalam hal kerohanian, karena keimanaan dan ketakwaannya, kemudian tetap bersabar atas segala cobaan yang ditimpakan kepada beliauas.

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-8, Ayat 59-69

Isi kandungan surah Yusuf ruku kedelapan yaitu, karena kondisi kemarau yang berkepanjangan memaksa saudara-saudara Nabi Yusuf datang ke kota, mereka menghadap kepada Nabi Yusufas sebagai pejabat keuangan untuk meminta bantuan, namun mereka tidak mengenalinya lagi, sementara beliauas mengenali mereka.

Nabi Yusufas mengatakan kepada mereka, “Bawalah kepadaku saudara kamu yang seayah dengan kamu, tidakkah kamu lihat, bahwa sesungguhnya aku memenuhi sukatan dan aku sebaik-baik penerima tamu ? “Tetapi jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka tidak ada lagi sukatan bagimu dariku, dan janganlah kamu mendekatiku.”

Selanjutnya adalah bagaimana mereka kembali dan menceritakan apa yang terjadi di Mesir kepada ayah mereka, Nabi Ya’kubas. Kemudian pada akhirnya mereka kembali ke Mesir sesuai dengan perjanjiannya dengan Nabi Yusufas, mereka membawa serta Bunyamin, adik kandung Nabi Yusufas.

Baca juga: Isi Kandungan Surah At Taubah

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-9, Ayat 70-80

Isi kandungan surah Yusuf ruku kesembilan yaitu, ketika mereka di Mesir mereka memberi kesempatan kepada Nabi Yusufas untuk berbicara berdua dengan Bunyamin.

Nabi Yusufas membuka rahasiannya kepada Bunjamin, “Sesungguhnya aku saudara engkau; maka janganlah engkau bersedih atas apa yang mereka telah perbuat.”

Kemudian, ketika mereka hendak kembali terjadi suatu peristiwa yang aneh. Tanpa disengaja, Nabi Yusufas meletakkan piala takaran ke dalam kantong pelana Bunjamin. Sehingga ia, Bunjamin dituduh sebagai pencuri.

Tidaklah benar kalau dikatakan bahwa Nabi Yusufas sendirilah yang mula-mula memerintahkan supaya piala untuk minum itu ditempatkan dalam karung adiknya, lalu menuduhnya sebagai pencuri, suatu perbuatan yang tidak mungkin dilaksanakan oleh wujud semulia beliau.

Kenyataannya ialah, sebuah piala minumlah (siqayah) yang telah Nabi Yusufas perintah memasukkannya ke dalam karung adik beliau, sedangkan bejana yang dinyatakan hilang oleh tukang seru kerajaan, ialah suatu shuwa (bejana penakar, gantang).

Sepertinya, karena kesibukan membantu saudara-saudara beliau untuk mempersiapkan bagi perjalanan pulang mereka dan mengingat pendeknya waktu untuk berpisah dengan Bunyamin sesudah pertemuan yang sesingkat itu, Nabi Yusufas meresa haus dan minta dibawakan air. Air itu dibawa kepada beliau dalam piala atau bejana penakar milik kerajaan.

Piala-piala demikian pada waktu itu dipergunakan, baik sebagai penakar maupun untuk minum. Sesudah melepaskan dahaga, beliau tanpa sengaja telah meletakkan piala itu ikut terbungkus bersama barang-barang saudara beliau, kekeliruan itu telah terjadi; tetapi mengingat bahwa kesemuanya itu adalah rencana Ilahi sendiri yang mengadung maksud untuk menahan Bunyamin, maka beliau dengan bijaksana bersikap diam diri saja sebelum kafilah itu pergi.

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-10, Ayat 81-94

Isi kandungan surah Yusuf ruku kesepuluh yaitu dalam ruku ini mereka saudar-sadar Nabi Yusufas itu kembali dan melaporkan segala apa yang menimpa Bunjamin. Tentu saja hal itu membuat Nabi Ya’kubas menjadi sangta bersedih. Beliau sudah kehilangan Nabi Yusuf kini beliau juga harus kehilangan Bunjamin, juga Yehuda yang tidak mau kembali.

Nabi Ya’kubas kemudian memerintahkan mereka untuk kembali ke Mesir. Beliau mengatakan, “Wahai anak-anakku, pergilah dan selidikilah Yusuf dan saudarannya.” Nabi Ya’kubas yakin, bahwa Nabi Yusufas, Bunyamin, dan Yehuda masih ada dalam keadaan hidup di Mesir.

Akhirnya, Nabi Yusufas pun membukakan rahasianya kepada saudar-saudaranya bahwa beliau adalah Yusuf, saudar mereka yang telah mereka masukan kedalam sumur dulu.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Yunus

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-11, Ayat 95-105

Isi kandungan surah Yusuf ruku kesebelas menceritakan bahwa pada akhirnya Nabi Ya’kubas menerima kabar baik tentang Nabi Yusuf dan saudar-saudaranya. Pada dasarnya beliauas telah mendapatkan wahyu dari Allahswt tentang apa yang terjadi.

Nabi Yusufas kemudian mengundang ayah dan ibu tiri beliau – ibu kandung beliau telah tiada – ke Mesir dan memberi kemuliaan kepada mereka. 

Isi Kandungan Surah Yusuf Ruku Ke-12, Ayat 106-112

Isi kandungan surah Yusuf ruku kedua belas/terakhir merupakan penutup Surah ini. Allahswt senantiasa menurunkan utusan-Nya, bagi mereka yang beriman Allahswt berikan pertolongan dan keselamatan, sebaliknya bagi orang-orang yang mengingkarinya, banyak contoh dan bukti tentang kebinasaan mereka.

Musuh-musuh para nabi Allahswt terus bertambah dalam keburukan dan perlawanan terhadap mereka, hingga tercapailah suatu tingkatan, di mana para nabi mulai merasa, bahwa mereka yang ditakdirkan untuk beriman telah beriman; dan tentang selebihnya para nabi tidak punya harapan lagi bahwa mereka akan beriman.

Tetapi para nabi Allahswt tidak pernah putus asa tentang rahmat dan pertolongan Tuhan (15: 57). Sebaliknya para penentang mereka disebabkan oleh lambatnya kedatangan azab Allah, merasa tidak akan ditimpa azab apa pun, dan nubuatan-nubuatan tentang kemenangan terakhir dari nabi dan kekalahan musuh-musuh para nabi itu bukan apa-apa, melainkan ucapan-ucapan palsu belaka.

Perbedaan yang bersifat pokok antara sikap orang beriman dan orang kafir, di mana orang beriman berjalan dengan mata terbuka dan siap-siaga untuk menangkap isyarat sekecil-kecilnya pun dari Allah; orang yang tak beriman bertingkah laku seperti orang buta, yang tidak mau mengambil faedah dari tanda-tanda jelas dan nyata sekali pun. Wallahu a’lam bish-shawabi

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Hud


0 Komentar

Tinggalkan Balasan