Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Qaf

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-qaf

Surah Qaf adalah surah ke-50 setelah Surah Al Hujurat, terdiri dari 46 ayat dan 3 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Hujurat yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Qaf dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Semua sumber yang berwewenang menetapkan Surah Qaf termasuk surah Makkiyah, yang turun pada permulaan masa Makkah. Tujuan dan kandungan Surah Qaf mendukung pandangan tersebut.

Kedua surah sebelum ini telah membahas harapan cerah akan masa depan besar untuk Islam, dan juga membahas masalah-masalah kemasyarakatan dan politik yang timbul ketika kekuasaan dan kekayaan tercapai oleh suatu kaum.

Surah yang berhuruf Muqat-ta‘āt Qāf pada permulaannya ini, menunjuk kepada kenyataan babwa Tuhan Yang Maha Kuasa mempunyai kekuasaan membuat bangsa Arab yang keadaannya lemah dan tanpa ketertiban itu, menjadi suatu bangsa yang gagah perkasa.

Dan bahwa Allahswt menjadikan hal itu sempurna dengan mempergunakan Al Quran sebagai sarana untuk mencapai tujuan itu.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Qaf

Surah Qaf merupakan yang pertama dari kelompok yang terdiri dari tujuh surah, yang berakhir dengan Surah Al-Waqi’ah.

Seperti semua surah Makkiyah lainnya, Surah Qaf ini secara khusus menekankan dengan bahasa tegas dan berbobotkan kabar gaib, tentang Al Quran sebagai Kalam Allah, tentang Hari Kebangkitan sebagai suatu kenyataan yang tidak dapat diragukan, dan teristimewa tentang kemenangan perjuangan Islam pada akhirnya.

Surah Qaf menunjuk kepada gejala alam dan sejarah para nabi terdahulu selaku penunjuk jalan, yang membawa kepada kesimpulan yang tidak dapat dielakkan ini.

Huruf Qaaf dapat mengalihkan sifat qadir Tuhan, yang artinya Tuhan Yang Maha Kuasa, atau menzahirkan pengertian al-qiyaamati haqqum, ialah, Kiamat merupakan suatu kenyataan yang tidak diragukan.

Dan Al Quran dikemukakan sebagai kesaksian, bahwa Kiamat besar (qiyamat qubra) pasti akan terjadi.

Hari Kebangkitan

Surah Qaf ini dimulai dengan membahas Hari Kebangkitan yang sangat penting dan guna membuktikan kebenaran tentang kenyataan terpenting ini, menggunakan sebagai dalilnya gejala bahwa suatu kaum yang keruhaniannya sudah berabad-abad lamanya berada dalam keadaan mati dan padam, akan menerima kehidupan baru dan bergairah kembali dengan perantaraan Al Quran.

“Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang bumi sedang kurangi dari mereka, dan pada sisi Kami ada sebuah Kitab yang memelihara segala sesuatu.” (Surah Qaf, 50: 5)

Ayat ini menyangkal keberatan-keberatan orang-orang kafir yang tersebut dalam ayat sebelumnya, yaitu, mengapa bila mereka mati dan menjadi berulang patah-patah dan menjadi zarah-zarah debu, mereka akan dibangunkan lagi.

Badan jasmanilah, yang hancur dan binasa. Ruh tidak akan binasa dan akan diberi badan baru di alam akhirat nanti untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya di dunia yang dicatat pada “sebuah kitab yang mereka segala sesuatu.”

Ayat di atas dapat juga diartikan, bahwa bahkan zarah benda-benda yang dihancurkan oleh tanah disimpan baik-baik dalam ilmu Ilahi. Ayat di atas dapat juga dipahamkan, bahwa karena pengetahuan lengkap mengenai suatu benda hingga sekecil-kecilnya membayangkan adanya kekuatan menciptakan benda itu, dan Allah Sang Pemilik pengetahuan lengkap tentang bagian-bagian tubuh (anatomi) manusia dan tentang peristiwa kehancurannya, maka oleh karena itu Dia dapat dan akan menciptakannya lagi sesudah badan itu binasa.

Bukti Keberadaan Tuhan

Lebih lanjut Surah Qaf  ini mengatakan, bahwa orang-orang kafir tidak dapat menerima

kenyataan, bahwa seorang Pemberi peringatan dapat muncul dari antara mereka untuk mengatakan kepada mereka, bahwa mereka akan dihidupkan kembali sesudah “mereka mati dan telah menjadi debu”.

Surah Qaf ini menarik perhatian kita kepada keajaiban ciptaan Allahswt – pola alam semesta yang hebat, ruang antariksa dengan planet-planet dan bintang-bintang yang indah gemerlapan dan tidak terhitung banyaknya. Bumi yang terhampar luas penuh dengan kehidupan penghuninya, manusia dan hewan.

Hal itu menunjuk kepada kesimpulan yang pasti, bahwa Sang Perencana Agung lagi Bijaksana, Sang Perencana dan Pengatur, Yang dapat menjadikan alam semesta dengan menakjubkan dan Yang menempatkan manusia di pusatnya itu, memang memiliki kekuasaan menciptakan manusia itu kedua kali sesudah kehancurannya dan memberi kehidupan baru, sesudah kematiannya.

Kehidupan Sesudah Mati

Mereka disuruh menelaah keajaiban kejadian langit dengan bintang-bintangnya dan planet-planetnya yang indah menghiasinya dan bekerja dengan teratur, cermat dan tidak pernah menyimpang, lalu dianjurkan agar mereka merenungkan penciptaan hamparan bumi, yang di atasnya tumbuh segala macam buah-buahan serta makanan bagi penghuninya.

Maka mereka akan menyadari, bahwa Sang Perencana dan Penggubah jagat raya yang hebat lagi pelik ini memiliki kekuatan dan hikmah untuk memberikan kepada manusia suatu kehidupan baru sesudah jasad jasmaninya cerai-berai.

Memang dapat masuk akal memprakirakan adanya suatu tujuan di balik alam jasmani. Tanggapan mengenai Allah sebagai Perancana dan Pencipta segala sesuatu, memberikan suatu gambaran yang tertib lagi lengkap mengenai asal-muasal, rencana, tujuannya.

Dan adanya suatu tujuan di balik penciptaan itu berarti adanya suatu kehidpuan sesudah mati, sebab beranggapan bahwa dengan kehancuran tubuh jasmaninya jiwa manusia pun mengalami kehancuran, adalah justru bertentangan dengan seluruh rencana dan kebijaksanaan Allahswt dan bertentangan pula dengan tujuan-Nya menciptakan alam semesta.

Sebagaimana Allahswt mengirimkan hujan dari langit dan menyebabkan tanah kering dan mati jadi mekar dan berbunga-bunga, lalu berdenyut-denyutlah suatu kehidupan baru lagi bergairah, dan tanah itu pun menghasilkan segala macam bunga dan buah, seperti itu pulalah Allahswt dapat dan akan memberi kehidupan baru kepada manusia sesudah ia mati.

“Dan pohon-pohon kurma yang tinggi dengan tandan-tandannya bersusun-susun. Sebagai  rezeki bagi hamba-hamba-Ku; dan dengan itu Kami menghidupkan negeri yang mati. Demikianlah kebangkitan.” (Surah Qaf, 50: 11-12)

Tujuan Manusia Diciptakan

Surah Qaf ini kemudian menunjuk kepada kejadian manusia yang penuh tujuan itu makhluk Allahswt yang paling tinggi dan hasil karya-Nya yang paling mulia dan menunjuk kepada kebebasan bertindak dan pertanggungjawaban sepenuhnya atas amal perbuatannya.

Surah Qaf berakhir dengan keterangan, bahwa penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia sebagai puncaknya, menunjukkan bahwa Al-Khaliq Yang Mahabijaksana itu niscaya tidak akan mewujudkan alam semesta yang pelik ini tanpa tujuan besar di balik penciptaannya itu.

Hal itu membawa kepada kesimpulan bahwa pasti ada dan memang ada kehidupan, di balik liang kubur itu.

“Sesungguhnya, Kami Yang menghidupkan dan mematikan, dan kepada Kami tempat kembali.” (Surah Qaf, 50: 44)

Baca juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan