Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Maryam

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-maryam

Surah Maryam adalah surah kesembilan belas setelah Surah Bani Israil, terdiri dari 99 ayat dan 6 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Maryam yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Hubungan Surah Maryam dengan Surah Lainnya

Para Sahabat Rasulullahsaw sependapat bahwa Surah Maryam diturunkan pada masa permulaan sekali, Di Makkah, berangkali menjelang akhir tahun ke-4 nabawi, sebelum hijrah ke Abessinia yang terjadi pada bulan Rajab pada tahun ke-5.

Hubungannya surah ini dengan Surah Bani Israil dan Surah Al-Kahf terletak pada kenyataan bahwa dalam kedua Surah tersebut telah dikemukakakan sekelumit riwayat mengenai kebangkitan dan kemajuan yang dicapai oleh umat Yahudi dan umat Kristen.

Dalam Surah Bani Israil dengan khusus telah dikemekakan, bahwa orang-orang Yahudi akan mengalami dua kali masa kemunduran nasional, dan dua kali akan mencapai kekauasaan dan kejayaan.

Para pengikut Islam pun seperti halnya orang-orang Yahudi, juga dua kali akan mencapai kemajuan dan kekuasaan, dan dua kali pula kan mengalami kemunduran dan keruntuhan.

Dalam Surah Al Kahfi pokok pembahasan ini dibahas lebih lanjut, teristimewa bagian yang bertalian dengan umat Kristen.

Dalam Surah Maryam ini dijelaskan bahwa umat Islam akan menderita kehancuran nasional di tangan para pengikut Almasih Musawi dan akan  memperoleh kembali kejayaan mereka yang telah hilang itu di bawah bimbingan dan penyuluhan Almasih Muhammadi (Almasih kedua yang datang di akhir zaman ini), maka telah diuraikan dalam Surah ini sejarah singkat perkembangan agama Kristen.

Dengan demikian, Surah Maryam ini merupakan mata-rantai ketiga dalam suatu silsilah, yang Surah Bani Israil dan Surah Al-Kahfi berturut-turut merupakan mata-rantai pertama dan kedua. Pada hakikatnya ketiga Surah itu membahas masalah yang sama dan mengikuti pola yang sama pula dalam membahas masalah itu.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Maryam

Dalam huruf-huruf singkatan (Mukataat) pada permulaan Surah, telah dikemukakan perbandingan di antara ‘itikad-‘itikad Kristen dan Islam, dan perhatian telah ditarik kepada kenyataan, bahwa kalau sumber asal agama Kristen adalah agama Tuhan maka di masa kemudian beberapa kepercayaan dan ‘itikad palsu telah masuk ke dalam ajaran Kristen.

Oleh sebab kepercayaan-kepercayaan itu berlawanan dengan sifat-sifat suci Tuhan, maka uraian singkat mengenai kelahiran Isa Almasihas telah dibentangkan untuk menyanggah ‘itikad-‘itikad itu.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nahl

Kisah Nabi Zakariya

Uraian itu telah didahului oleh penuturan singkat mengenai Nabi Zakariyaas, sebab menurut nubuatan-nubuatan Bilble, Nabi Ilyasas harus sudah turun dari langit sebelum “datang Hari Tuhan yang besar dan hebat itu” (Maleach 4-5).

Ketika Nabi Isaas di tanya oleh orang-orang Yahudi mengenai Nabi Ilyasas yang seharusnya sudah muncul sebelum beliau, pertanyaan itu dijawab oleh beliau dengan mengatakan, bahwa Nabi Ilyasas adalah Nabi Yahyaas yang telah datang dalam kekuatan dan jiwa Nabi Ilyasas. (Matius 11: 11 dan Lukas 7: 28).

Doa Nabi Zakariyaas memiliki semua unsur dalam suatu doa yang lengkap dan mustajab (manjur). Doa yang mustajab harus mengakui kelemahan dan ketidakmampuan dirinya. Ia harus memiliki keyakinan membajak akan kekuatan Tuhan untuk mengabulkan doanya. Doa Zakariaas memenuhi semua syarat tersebut.

Nabi Zakariaas telah mengerti dari nubuatan-nubuatan Bible dan dari peringatan-peringatan samawi (dari langit) yang telah disampaikan kepada orang-orang Yahudi atas penolakan mereka secara berulang-ulang kali terhadap nabi-nabi Allahswt, bahwa tidak lama lagi nikmat kenabian akan dipindahkan dari kaum Nabi Israil kepada rumpun Nabi Ismailas. Kesadaran ini membuat penasaran dan gejolak hati beliau tertuang bentuk doa, agar beliau diberi seorang putra yang shaleh.

Baca juga: Kisah Nabi Isa Terlahir Tanpa Ayah

Kelahiran Nabi Isa Tanpa Ayah

Dalam menguraikan kisah Nabi Isaas, Surah ini menjelaskan cara kelahiran beliau yang menyimpang dari kebiasaan, tanpa melalui seorang ayah dari wujud manusia.

Siti Maryam bisa mengandung Isa Almasihas tanpa adanya hubungan suami, merupakan salah satu dari rahasia-rahasia Ilahi yang pada masa ini dapat dianggap ada di luar jangkauan kemampuan manusia untuk menyelami.

Hal ini dapat dipandang sebagai di atas hukum alam yang lazim kita kenal. Tetapi ilmu manusia, bagaimana pun tingginya, tetap terbatas. Ia tidak mampu memahami semua rahasia Ilahi.

Di alam raya terdapat rahasia-rahasia yang samapi kini manusia belum berhasil memecahkannya ; boleh jadi selama-lamanya ia tidak akan dapat memecahkannya. Dia antaranya, termasuk pula kelahiran Nabi Isaas tanpa bapak.

Cara bekerja Allahswt tidak dapat diteliti, dan kekuasaan-Nya tidak terbatas. Dia yang dapat menciptakan seluruh alam dengan kata kun (jadilah), pasti dapat mendatangkan perubahan-perubahan demikian dalam suatu benda, sehingga rahasia yang nampaknya tidak terpecahkan itu, akhirnya dapat dipecahkan juga.

Lagi pula ilmu kedokteran tidak mutlak menolak kemungkinan, dilihat melalui dari segi biologi dalam keadaan-keadaan tertentu – adanya gejala alami parthenogenesis (pembuahan sepihak), atau kelahiran seorang anak dari seorang wanita tanpa adanya hubungan dengan seorang pria.

Jalan-jalan yang dipergunakan untuk mendatangkan hasil dengan cara yang luar biasa ini mengadung arti, bahwa kenabian, kini akan dipindahkan dari keturunan Nabi Ishakas kepada keturunan Nabi Ismailas, sebab pada saat itu di kalagan Bani Israil tiada seorang pun laki-laki yang layak menjadi ayah seorang nabi.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hijr

Membantah Ketuhanan Isa Almasih

Sesudah itu Surah Maryam lebih menguatkan dalil yang membantah ketuhanan Isa Almasihas dengan menyatakan, bahwa bila semua nabi mulai dari Adamas sampai kepada nabi Israili yang terakhir sebelum Isaas – yang mengenai mereka telah disinggung dengan singkat dalam Surah Maryam ini – hanyalah manusia-manusia biasa saja.

Mengapa Nabi Isaas yang juga hanya seorang nabi Allahswt harus diberi sifat-sifat Ilahi dan dianggap sebagai Tuhan atau anak Allahswt? Oleh sebab hakikat dari kebangkitan dan kehidupan sesudah mati akan ditolak secara meluas pada akhir zaman oleh umat Kristen, yang mengenai mereka itu Surah ini memberi sorotan istimewa, maka lebih banyak tekanan telah diberikan pada masalah Hari Kiamat.

Serta dalil-dalil yang usang dan menjemukan seperti dikemukakan oleh orang-orang kafir, telah dikupas dan dibantah.

Selama beberapa abad pertama dalam perjalanan hidupnya, agama Islam mencatat kemajuan yang amat pesat. Sejumlah besar orang dari tiap agama terutama dari agama Kristen – masuk ke dalam pangkuannya. Mereka membawa serta kepercayaan- kepercayaan mereka yang salah mengenai Nabi Isaas.

Oleh karena jiwa ajaran Islam yang sebenarnya belum meresap ke dalam diri mereka, maka pandangan-pandangan dan kepercayaan-kepercayaan mereka yang salah itu, kemudian lambat-laun merembesi kepustakaan Islam, sehingga akibatnya, kemudian paham-paham tersebut menjadi bagian kepercayaan-kepercayaan Islam.

Semua kepercayaan tersebut telah dibuat-buat dengan tujuan menggambarkan Nabi Isaas sebagai wujud yang amat luar biasa – suatu wujud yang jauh di atas martabat manusia. Kepercayaan-kepercayaan keliru mengenai Nabi Isaas inilah yang Al Quran hendak musnahkan dalam Surah Maryam ini.

Dengan mengemukakan persamaan di antara Nabi Yahyaas dan Nabi Isaas. Surah Maryam dan juga Surah Ali Imran bermaksud memberikan pengerian, bahwa dalam wujud Nabi Isaas tiada sifat yang membedakan beliau dengan nabi Allahswt lainnya.

Tipu Muslihat Dunia

Surah Maryam ini mengatakan, bahwa orang-orang kafir nampaknya mendapat hiburan dan kesenangan yang palsu dari kekayaan mereka, sarana-sarana kebendaan, serta jumlah bilangan yang besar, dan segala hal tersebut dikemukakannya sebagai dalil untuk mendukung penolakan mereka, terhadap kehidupan sesudah mati, dan untuk mendukung kepercayaan mereka, bahwa yang benar-benar berharga ialah kehidupan di dunia ini.

Maka mereka telah diperingatkan, bahwa hendaknya jangan teperdaya oleh kelemahan yang ada pada orang-orang mukmin dari segi kebendaan, dan tertipu oleh kekuatan, kekayaan, dan sumber-sumber kehidupan mereka sendiri yang besar itu, sebab pada akhirnya kebenaran pasti akan menang sekalipun kemajuannya berangsur-angsur dan setahap demi setahap.

Orang-orang ingkar memandang kekayaan dan anak-cucunya sangat penting serta merasa amat bangga oleh karenanya, dan dengan cara demikian pula berbuat bangsa-bangsa kafir dari barat yang sombong; dan mengenai mereka itu Surah ini membahas dengan cara isitimewa.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Ibrahim

Itika-itikad Salah Tentang Nabi Isa

Paham bahwa Isa Almasih anak Allah itu begitu mengerikan, sehingga seluruh langit, bumi, dan gunung-gunung dapat hancur berkeping-keping dan rebah ke tanah karena kejinya kepercayaan itu.

Kepercayaan itu sangat melecehkan wujud-wujud samawi, berlawanan dengan sifat-sifat Ilahi dan bertentangan dengan segala yang wujud-wujud samawi itu bela dan muliakan.

Kepercayaan ini merendahkan manusia yang mendiami bumi sebab hal ini bertentangan dengan tuntutan fitrat serta kecerdasan otak manusia sejati, dan akal manusia menolak dengan perasaan kecewa terhadap paham demikian itu.

Orang-orang yang memiliki cita-cita tinggi dan mulia seperti para nabi dan para pilihan Tuhan (al-jibal) juga menolak dan menentangnya, sebab anggapan bahwa manusia memerlukan pengurbanan orang lain untuk memperoleh keselamatan dan mencapai tingkat akhlak tinggi, adalah bertentangan dengan pengalaman ruhani mereka sendiri.

Surah Maryam berisikan pencelaan yang paling keras dan lugas terhadap itikad-itikad Kristen, terutama kepercayaan mereka yang pokok, bahwa Isa Almasih anak Allah, satu kepercayaan yang darinya terbit semua ‘itikad lainnya. Tekanan istimewa telah diberikan kepada penolakan dan pencelaan terhadap kepercayaan ini.

Perlu mendapat perhatian khusus, bahwa sifat Ar-Rahman (Maha Pengashi) telah berulang-ulang  disinggung dalam Surah ini – sifat itu telah disebutkan sebanyak enam belas kali.

Oleh karena ‘itikad Kristen yang pokok ialah pengakuan kepada Nabi Isaas sebagai anak Allah, dan akibat-akibatnya ialah ‘itikad penebusan dosa mengandung arti penolakan terhadap sifat Ar-Rahman, dan karena pokok pembahasan utama Surah ini ialah pembantahan terhadap ‘itikad ini, maka sudah seharusnya sifat-sifat Ilahi itu disebut dengan berulang-ulang.

Itikad penebusan dosa yang mengandung arti, bahwa Allahswt tidak dapat mengampuni dosa-dosa manusia, padahal sifat Ar-Rahman menghendaki, bahwa Dia dapat dan memang sering mengampuni mereka; itulah sebabnya sifat Ar-Rahman berulang kali disebut dalam Surah ini.

Allah Yang bersifat Rahman tidak memerlukan anak untuk menolong-Nya atau menggantikan-Nya, sebab Dia adalah Yang Empunya seluruh langit dan bumi dan kerajaan-Nya meliputi seluruh alam, dan juga karena semua orang adalah hamba-Nya, dan Nabi Isaas adalah salah seorang dari antara mereka.

Mengapa Al Quran Berbahasa Arab?

Surah ini berakhir dengan mengemukakan jawaban kepada pertanyaan yang tersimpul di dalamnya, yaitu mengapa bahasa Arab dipakai dan diwahyukan sebagai alat ajaran Al Quran? Jawaban yang diberikan ialah, karena orang-orang Arab yang pertama-tama diseru oleh Al Quran.

Sangat wajarlah dan masuk akal, bahwa Amanat harus disampaikan kepada suatu kaum dalam bahasa mereka sendiri, agar mereka dapat menerima dan memahaminya dengan mudah, dan sesudah mereka memahaminya, mereka harus menyampaikannya lagi kepada orang-orang lain, maka karena itu Al Quran telah diturunkan dalam bahasa Arab.

Hal itu juga merupakan suatu sarana untuk memberi peringatan. suatu peringatan keras kepada bangsa-bangsa Kristen dari barat mengenai kesudahan sangat dahsyat yang tersedia bagi mereka, bila mereka tidak menerima kebenaran serta tidak menginggalkan cara-cara mereka yang buruk itu.

Mereka sombong atas kekuasaan dan kemajuan duniawi mereka, tetapi mereka telah mengabaikan kenyataan yang pasti, bahwa kepercayaan-kepercayaan yang salah dan kehidupan yang penuh bergelimang dosa, hanya membawa kepada kehancuran belaka. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Baca juga: Surah Ar Ra’d, Tafsir Singkat Dan Isi Kandungannya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan