Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Luqman

Surah Luqman adalah surah ke 31 setelah Surah Ar Rum, terdiri dari 35 ayat dan 4 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Lukman yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Luqman dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Menurut kesepakatan pendapat para alim-ulama, Surah Luqman dianggap telah diturunkan di Makkah, menjelang pertengahan masa Makkah, atau – sebagaimana dikatakan oleh beberapa di antaranya – dalam tahun keenam atau ketujuh tahun Nabawi.

Surah sebelumnya, yaitu Ar Rum, berakhir dengan keterangan, bahwa Al Quran menerangkan sepenuhnya semua ajaran yang berkenaan dengan perkembangan dan kemajuan ruhani manusia.

Akan tetapi, orang-orang kafir tak punya mata unutk melihat kebenaran karena hati mereka telah temeterai. Mereka melihat Tanda demi Tanda, namun mereka terus juga menyanyikan lagu lama, bahwa Rasulullahsaw itu seorang pendusta dan pemalsu.

Sementara itu Surah Luqman dimulai dengan penegasan penting bahwa Rasulullahsaw bukanlah seorang pemalsu dan pendusta, dan kitab ini, yakni Al Quran, telah diturunkan kepada beliau oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Maha Tahu.

Al Quran penuh dengan hikmah, dan membimbing setiap pencahari kebenaran yang tulus ikhlas ke jalan yang benar.

Dikatakan lebih lanjut dalam Surah sebelumnya, bahwa perjuangan dan cita-cita Islam akan terus tumbuh dan berjaya, sedang orang-orang kafir akan menemui kekalahan, kenistaan, dan kehinaan.

Dalam Surah Luqman ini diterangkan sedikit tentang asas-asas kesusilaan luhur, dengan mengamalkannya bangsa-bangsa dan perseorangan-perseorangan dapat mencapai keberhasilan dan kesejahteraan, dan dapat menjangkau kebesaran dan kemuliaan.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Luqman

Berikut ini tafsir singkat dan isi kandungan Surah Luqman:

Iman Sejati dan Amal Saleh

Pada permulaan Surah Luqman disebutkan persyaratan mutlak untuk mencapai keberhasilan, ialah, iman yang sejati dan amal shaleh; lalu dibahasnya beberapa asas kesusilaan universal yang lahir dari mulut Luqman, seorang orang kudus yang bukan berbangsa Arab.

Luqman sangat mungkin seorang bangsa Ethiopia. Konon dikatakan juga, bahwa beliau berasal dari Mesir atau Nubia. Oleh beberapa sumber, beliau telah dikenal sebagai orang Yunani bernama “Aesop”. Dilihat dari ajaran-ajaran moralnya yang indah, yang beliau berikan kepada putranya yang terkandung dalam ayat ini dan beberapa ayat selanjutnya, nampak Luqman itu seorang utusan Allahswt.

Asas yang pertama dan pokok semua ajaran agama ialah, keyakinan bahwa Tuhan itu Tunggal. Semua cita-cita dan asas mulia, bersemi dari paham itu. Dengan menyembah sesuatu benda atau wujud di samping Allahswt manusia menurunkan derajatnya sendiri serta merintangi, memadamkan, dan meniadakan nila kepribadiannya.

Asas pokok yang menempati kedudukan kedua dalam hal kepentingannya sesudah tauhid Ilahi bertalian dengan kewajiban manusia, dan yang paling penting di antaranya ialah kewajiban terhadap orangtua.

Di antara kedua perintah pokok ini, orang Muslim diajarkan membaktikan segala kesetiaannya kepada Tuhan dan tidak boleh membiarkan kesetiaan lainnya – sekalipun kesetiaan terhadap orangtua – bertentangan atau berlanggaran dengan kesetiaan terhadap Sang Maha Pencipta-nya.

Namun demikian, bagaimana pun sekali-kali tidak boleh berhenti berbuat baik serta memperlihatkan penuh perhatian dan hormat terhadapa mereka.

Kewajiban Orang-orang Beriman

Kemudian dinyatakan bahwa kewajiban manusia terhadap Tuhan mengambil bentuk amal nyata dalam mendirikan shalat dan menunaikan kewajiban-kewajibannya terhadap sesama manusia dalam rangka berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan buruk.

Surah Luqman mengatakan bahwa bila seorang orang mukmin sejati melaksanakan tugasnya yang mulia tetapi berat, ialah, menyampaikan kebenaran dan menganjurkan orang-orang supaya hidup bertakwa, maka kesulitan-kesulitan dan rintangan-rintangan akan menghambat langkahnya dan ia harus sanggup menerima perlawanan, penghinaan, dan aniaya. Ia dianjurkan agar menanggung segala perlawanan dan aniaya dengan sabar dan tabah.

Bila ia tidak menjadi gentar atau sedih oleh perlawanan dan aniaya yang dihadapkan kepadanya dalam menunaikan tugasnya yang besar lagi mulia, maka kemenangan akan menyongsongnya, dan orang akan berbondong-bondong menggabungkan diri kepadanya.

Pada saat ketika ia mendapat sambutan hangat dalam sorak gembira dari masyarakat, ia hendaknya jangan lupa daratan, dan terutama sekali ia harus berjaga-jaga terhadap sikap pongah dan sombong.

Surah Luqman ini kemudian menyebutkan hukum-hukum alam dalam arti bahwa hukum-hukum ini bekerja untuk kepentingan Islam.

Yaumul Hisab

Surah Luqman ini berakhir dengan peringatan kepada orang-orang kafir, bahwa yaumul hisab (hari perhitungan) bagi mereka – ketika harta kekayaan, pengaruh, kekuasaan, dan kewibawaan mereka akan ternyata sia-sia belaka – kian mendekati mereka dengan cepatnya. Bahkan anak-anak mereka akan menerima Islam dan memberlanjakan harta kekayaan mereka untuk kemajuan misi Islam.

Surah ini berakhir dengan mengulangi lagi pembahasannya yang pokok kemenangan Islam kelak; dan menyebut beberapa kenyataan penting mengenai itu:

Pertama, hanya pada Allahswt Sendiri adanya pengetahuan tentang saat keruntuhan terakhir dan memenangan bagi Islam.

Kedua, hanya Allahswt Sendiri Yang mengetahui, bilamana keadaan suatu kaum memerlukan wahyu Ilahi turun, maka karena itu Dia telah menurunkan Al Quran tepat pada waktunya.

Ketiga, hanya pada Allahswt saja ada pengetahuan apakah generasi-generasi yang masih belum dilahirkan akan menerima Islam atau akan bertahan dalam kekafiran, yaitu, apakah anak cucu para pemimpin kaum kafir, yang kini memerangi Islam mati-matian, akan masuk Islam dan akan secara sukarela menyerahkan hidup mereka untuk memperta hankan agama Islam dan melanjutkannya.

Keempat, orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa semua sepak terjang mereka dalam melawan Islam akan menjadi sia-sia dan gagal belaka.

Kelima, para pemimpin kaum kufar lah, yang telah mengusir Rasulullahsaw dan orang-orang Muslim dari Kampung halamannya, mereka sendirilah yang akan menemui ajal mereka, di tempat yang jauh dari kampung halaman mereka. dan itulah yang terjadi.

“Sesungguhnya Allah di sisi-Nya pengetahuan tentang Hari Kiamat. Dan, Dia menurunkan hujan dan Dia mengetahui apa yang ada di dalam rahim-rahim. Dan, tiada mengetahui sesuatu jiwa apa yang akan diusahakannya esok hari. Dan tiada mengetahui sesuatu jiwa di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, Dzat Yang memaklumi segala khabar.” (Surah Luqman, 31: 35)

Baca juga:

(Visited 442 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan