Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Ibrahim

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-ibrahim

Surah Ibrahim adalah surah keempat belas setelah surah Ar Ra’d, terdiri dari 53 ayat dan 7 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat dan isi kandungan surah Ibrahim yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Tafsir Singkat Surah Ibrahim

Pokok pembahasan Surah sebelumnya diteruskan dan diterangkan dengan lebih lengkap dan lebih jelas dalam Surah ini.

Surah Ibrahim ini bertujuan membuktikan kebenaran ajaran Al Quran atas dasar pengamatan, dengan mengambil kesimpulan-kesimpulan yang bertalian dengan itu dari fakta-fakta sejarah.

Ditegaskan, bahwa dalam suasana seperti yang dialami oleh Rasulullahsaw, utusan-utusan Tuhan telah berhasil di zamannya sendiri, sekalipun mereka menghadapi perlawanan yang sangat kuat. Maka Rasulullahsaw pun sudah ditakdirkan menang dalam tugas beliau, meskipun serba kurangnya sarana-sarana yang beliau miliki.

Kemudian Surah ini melanjutkan dengan mengatakan, bahwa tujuan yang sebenarnya wahyu Al Quran ialah menyampaikan petunjuk kepada seluruh umat manusia, yang meraba-raba dalam kegelapan, dan Rasulullahsaw telah dibangkitkan untuk mengeluarkan mereka dari kegelapan yang tebal itu dan membawanya ke alam yang terang.

Surah Ibrahim ini menyingkapkan rahasia, bahwa yang menjadi sebab utama bagi kemenangan-kemenangan utusan-utusan Allah atas lawan-lawan mereka ialah, mereka beribadah kepada Tuhan dan menyebarkan kebenaran.

Sesudah membahas masalah itu, Surah ini mengemukakan beberapa tanda yang me nonjol dan ciri-ciri khas Kalam Allahswt serta ukuran-ukuran yang dengan itu kebenaran dapat diuji. Ditimbang dengan ukuran-ukuran itu, Al Quran itu mutlak terbukti firman Allahswt sendiri.

Kemudian kaum Muslimin diberitahu bagaimana caranya mengambil faedah sebaik-baiknya dari cita-cita dan ajaran-ajarannya yang luhur itu. Kemudian Surah ini menegaskan, bahwa perubahan yang tidak lama lagi akan terjadi di Arabia dengan perantaraan amanat Al Quran itu, telah ditakdirkan oleh Allahswt Yang Maha Kuasa itu berabad-abad sebelumnya.

Telah menjadi rencana dan tujuan Ilahi, sejak Nabi Ibrahimas pergi ke padang belantara Paran, dan di sanan menempatkan putra beliau Ismailas dan istri beliau, Siti Hajar, supaya kelak pada suatu hari, daerah yang kering dan gersang itu akan menjadi pusat gerakan agama terbesar, yang seperti itu dunia belum pernah menyaksikannya.

Makkah didirikan untuk menyempurnakan rencana Ilahi itu. Itulah sebabnya, mengapa – meskipun tanahnya mati dan gersang – Tuhan senantiasa menjamin bagi penghuni-penghuninya sarana-sarana dan bahan-bahan keperluan hidup mereka dalam jumlah yang besar.

Ketika Nabi Ibrahimas sedang membangun kembali Baitullah bersama dengan putranya, Ismailas, beliau mendoa, semoga Tuhan membangkitkan dari antara kaum Makkah itu, seorang rasul yang akan membacakan kepada mereka Tanda-tanda-Nya. Mengajarkan kitab dan hikmah kepada mereka, dan mensucikan mereka (2: 130). Doa itu terpenuhi dalam wujud Rasulullahsaw.

Surah ini mengingatkan orang-orang beriman, bahwa kewajiban dan tanggung jawab mereka telah diterangkan sebelumnya kepada mereka oleh Nabi Ibrahimas, dan bahwa hendaknya mereka sekali-kali jangan lengah terhadapnya.

Surah ini berakhir dengan mengemukakan peringatan kepada orang-orang kafir, bahwa oleh karena Makkah didirikan untuk menjadi pusat dan benteng guna menablighkan dan menyiarkan akidah Tauhid, maka hendaknya mereka meninggalkan kemusyrikan. Segala usaha dari pihak mereka unutk menentang rencana Ilahi, pasti akan berakhir dengan kegagalan dan kehancuran sepenuhnya.

Isi Kandungan Surah Ibrahim

Berikut ini isi kandungan tiap-tiap ruku dari surah Ibrahim:

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-1, Ayat 1-7

Isi kandungan surah Ibrahim ruku pertama diantaranya adalah, Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab, sebab bangsa Arab merupakan bangsa yang pertama-tama diseru.

Bahasa Arab juga sebagai bahasa yang paling jelas, fasih, sangat luas, adalah sangat tepat unutk menjadi kendaraan guna menyampaikan amanat Al Quran, dengan perantaraan mereka amanat itu harus disebarkan ke seluruh dunia, dan bahwa diturunkannya dalam bahasa Arab itu, bukan karena dimaksudkannya hanya untuk bangsa Arab saja.

Syariat yang dibawa oleh Rasulullahsaw tidak hanya terbatas kepada bangsa Arab saja. Beliausaw utusan Allahswt yang dikirim untuk seluruh dunia (7: 159 dan 34: 29).

Bukan hanya Al Quran yang menyatakan Rasulullahsaw sebagai rasul untuk seluruh dunia, bahkan juga Rasulullahsaw sendiri menurut riwayat pernah bersabda, “Aku dikirimkan kepada bangsa yang berkulit hitam dan berkulit merah,” maksudnya kepada seluruh umat manusia” (HR. Bukhari).

Baca juga: Surah Ar Ra’d, Tafsir Singkat Dan Isi Kandungannya

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-2, Ayat 8-13

Isi kandungan surah Ibrahim ruku kedua diantaranya menyebutkan tentang pentingnya bersyukur. “Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak padamu ; dan jika kamu tidak mensyukuri, sesungguhnya azab-Ku amat keras.”

Syukur itu terdapat tiga macam: (1) Dengan hati atau pikiran, ialah dengan satu pengertian yang tepat dalam hati mengenai manfaat yang diperolehnya. (2) Dengan lidah, ialah dengan memuji-muji, menyanjung atau memuliakan orang yang berbuat kebaikan. (3) Dengan anggota-anggota badan, ialah dengan membalas kebaikan yang diterima setimpal dengan jasa itu.

Syukur  bersitumpu pada lima dasar : (1) kerendahan hati dari orang yang menyatakan syukur itu kepada dia, yang kepadanya syukur itu dinyatakan, (2) kecintaan terhadapnya, (3) pengakuan tentang jasa yang dia berikan, (4) sanjungan terhadapnya untuk itu, (5) tidak mempergunakan jasa itu dengan cara yang ia (orang yang telah memberikan nya) tidak akan menyukainya.

Kita hanya dapat benar-benar bersyukur kepada Allahswt, bila kita mempergunakan segala pemberian-Nya dengan tepat.

Kemudian, nabi-nabi telah dibangkitkan pula di antara bangsa-bangsa yang bukan keturunan Nabi Ibrahimas, sebab suku-suku ‘Ad dan Tsamud disusul oleh beberapa kaum lainnya yang tentang mereka “sekarang tiada yang mengetahui mereka kecuali Allahswt,” sedang nabi-nabi yang muncul di antara keturunan Nabi Ibrahimas telah disebut, baik dalam Al Quran maupun dalam Bible.

Penciptaan seluruh langit dan bumi dikemukakan untuk membuktkan bahwa ajaran-ajaran yang diberikan kepada nabi-nabi itu asalnya dari Allahswt. Karena Allah yang menjadikan langit dan bumi, maka tak masuk akal untuk menganggap, bahwa sesudah menjadikan manusia, Allahswt akan membiarkan tanpa petunjuk.

Juga tidak masuk akal untuk menduga, bahwa Allahswt – Yang telah menyediakan segala sesuatu bagi kemakmuran jasmani manusia dengan menjadikan seluruh langit dan bumi – telah mengabaikan jaminan bagi kesejahteraan rohaninya.

Utusan Allahswt yang dikirimkan untuk memberi petunjuk kapada manusia dan untuk menjadi contoh bagi mereka, haruslah terdiri dari seorang manusia yang serupa dengan wujud mereka sendiri; sebab, jika seorang utusan itu bukan berwujud manusia seperti mereka sendiri, beliau tidak dapat menjadi contoh bagi mereka.

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-3, Ayat 14-22

Isi kandungan surah Ibrahim ruku ketiga diantaranya yaitu, Al Quran telah memakai bentuk mufrad dan juga jamak kedua-duanya untuk kata pengganti bagi wujud Yang Maha Agung itu.

Di mana kekuasaan dan kemuliaan Tuhan yang hendak di nyatakan, maka bentuk jamaklah yang dipakai; di mana sifat Ghani  (Yang Maha Cukup dalam dzat-Nya sendiri) dan Shamad  yang dipergunakan. Atau seperti dinyatakan oleh beberapa alim ulama rabbani, di mana Tuhan bermaksud menimbulkan suatu hasil dengan perantaraan malaikat-malaikat, maka dipakailah bentuk jamak.

Tetapi di mana satu pekerjaan akan dilaksanakan dengan perantaraan suatu takdir Ilahi yang khas, maka mufradatlah yang dipakai.

Kemudian, datangnya kematian dari setiap penjuru berarti, bahwa sekian banyaknya dosa-dosa dan keburukan-keburukan orang-orang kafir akan mengambil berbagai bentuk kematian bagi mereka.

Bukan semata-mata perbuatan buruknya sendiri, yang mendatangkan kejatuhan bagi suatu kaum, tetapi yang terutama mendatangkan kejatuhan itu ialah terbukanya kelemahan mereka.

Setelah kelemahan menjadi nampak, maka gengsi dan nama baik mereka – yang melebihkan hasil karya mereka, dan merupakan penolong utama untuk sukses mereka – mendapat pukulan maut dengan jatuhnya mereka di mata kaum-kaum lawan mereka, hal mana di ikuti oleh kemunduran dan kemerosotan.

Selanjutnya, suatu kaum yang ditakdirkan binasa, suka mengalah kepada rasa putus asa dan dengan serta-merta menyerah kepada nasibnya yang rendah.

Baca juga: Tasir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Yusuf

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-4, Ayat 23-28

Isi kandungan surah Ibrahim ruku keempat diantaranya yaitu, Firman Allahswt diumpamakan sebatang pohon, yang mempunyai empat macam sifat yang penting:

Pertama, kalam Tuhan itu baik, artinya bersih dari segala ajaran-ajaran yang kiranya bertentangan dengan akal dan kata hati manusia atau berlawanan dengan perasaan dan kepekaan tabiat manusia.

Seperti sebatang pohon yang baik, akarnya dalam serta buahnya subur; Kalam Tuhan itu mempunyai dasar yang kuat dan kokoh, dan menerima hayat serta jaminan hidup yang tetap segar dari sumbernya; dan laksana sebatang pohon yang kuat, firman Tuhan itu tidak merunduk oleh tiupan angin perlawanan serta kecaman yang timbul dari rasa permusuhan, tetapi berdiri tegak di hadapan segala taufan badai.

Kedua, Firman Tuhan itu mendapat hayat dan jaminan hidup hanya dari satu sumber dan oleh karena itu tidak ketidak-serasian atau pertentangan dalam prinsip-prinsip dan ajarannya.

Cabang-cabangnya menjulang ke langit; yang berarti, bahwa dengan mengamalkannya, orang dapat menanjak ke puncak-puncak kemuliaan rohani tertinggi.

Ketiga, Kalam Tuhan itu menghasilkan buahnya yang berlimpah-limpah di segala musim ; yang berarti, bahwa berkat-berkatnya nampak di sepanjang masa.

Keempat, Kalam Tuhan itu di sepanjang abad terus-menerus membuahkan orang-orang yang karena beramal sesuai dengan ajaran-ajarannya mencapai perhubungan dengan Tuhan, dan karena kejujurannya serta kesucian dalam tingkah lakunya, menjulang tinggi dan mengatasi orang-orang yang sezaman dengan mereka. Al Quran memiliki semua sifat itu dalam ukuran yang sepenuhnya.

Berbeda dari pohon yang baik, kitab yang diciptakan oleh seorang pemalsu, adalah seperti pohon yang buruk. Ia tak memiliki kekekalan atau kemantapan. Ajarannya tidak didukung oleh akal maupun hukum-hukum alam.

Kitab semacam itu tak dapat bertahan terhadap kritikan, dan asas-asas serta cita-citanya terus berubah bersama dengan berubahnya keadaan manusia dan lingkungannya. Ia merupakan ajaran yang campur aduk, dikumpulkan dari sumber-sumber yang meragukan.

Kitab semacam itu tidak bisa melahirkan orang-orang yang dapat menda’wakan pernah mengadakan perhubungan yang hakiki dengan Allahswt. Kitab itu tak menerima daya hidup yang baru dari sumber Ilahi dan selamanya terancam keruntu han dan kemunduran.

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-5, Ayat 29-35

Isi kandungan surah Ibrahim ruku kelima diantaranya menyebutkan bahwa balasan bagi orang-orang yang ingkar dan menyekutukan Allah adalah jahanam.

Kemudian bagi orang-orang yang beriman diperinthakan untuk shalat dan berkorban harta di jalan Allah, baik dengan cara terbuka diketahui oleh orang lain, atau dengan cara diam-diam, tidak ada orang lain yang mengetahuinya.

Allahswt telah menciptakan segala sesuatu di alam raya ini adalah untuk kepentingan manusia, semuanya itu adalah nikmat dari Allahswt, sayangnya manusia kurang mensyukurinya.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Hud

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-6, Ayat 36-42

Isi kandungan surah Ibrahmi ruku keenam diantaranya adalah, Doa Nabi Ibrahimas, yang disinggung di sini menunjukkan bahwa beliau tahu, bahwa kemusyrikan pada suatu hari akan merajalela di Makkah ada di negeri sekitarnya. Jadi doa itu merupakan cetusan hasrat beliau untuk memelihara keturunan beliau dari kemusyrikan ; dan doa itu dipanjatkan beratus-ratus tahun silam.

Kemudian, Nabi Ibrahimas telah menempatkan Nabi Ismailas dan ibundanya, Siti Hajar, di belantara Arabia. Nabi Ismailas masih kecil pada waktu Nabi Ibrahimas – yang oleh karena patuhnya kepada perintah Ilahi dan untuk memenuhi rencana Tuhan – membawa beliau dan ibunda beliau, Siti Hajar, ke daerah yang kering dan gersang, tempat sekarang terletak kota Makkah.

Pada saat itu tiada satu pun tanda adanya kehidupan dan tiada syarat untuk hidup di tempat itu (Bukhari). Tetapi Allahswt telah merencanakan sedemikian rupa sehingga tempat itu menjadi medan kegiatan bagi amanat terakhir dari Allah untuk umat manusia. Nabi Ismailas telah terpilih sebagai alat untuk melaksanakan rencana Ilahi itu.

Doa Nabi Ibrahimas ini telah memperoleh perwujudan yang sempurna dalam diri Rasulullahsaw, sebab sebelum beliau hanya orang-orang Arablah yang berkunjung ke Makkah untuk mempersembahkan kurban-kurban mereka, tetapi sesudah kedatangan beliausaw, bangsa-bangsa dari seluruh dunia mulai berkunjung ke kota itu.

Doa itu diucapkan pada saat, ketika tiada sehelai pun rumput nampak tumbuh dalam jarak bermil-mil di sekitar Makkah. Namun nubuatan itu telah menjadi sempurna dengan cara yang menakjubkan, sebab buah-buahan yang paling terpilih didatangkan orang berlimpah-lim pah ke Mekkah pada setiap musim.

Selanjutnya, yang menjadi sebab, mengapa para nabi Allahswt biasa membaca istighfar, padahal beliau-beliau pada hakikatnya dijamin untuk mendapat perlindungan terhadap syaitan, ialah kesadaran mereka tentang kesucian dan keagungan Allah di satu pihak, dan mengenai kelemahan diri mereka sendiri di pihak lain.

Kesadaran akan kelemahan insani itulah yang mendorong mereka untuk mendoa dengang merendahkan diri kepada Tuhan, supaya Dia “menutupi “ mereka dengan sifat Rahman dan Rahim-nya, agar supaya wujud mereka sendiri hilang dan tenggelam sepenuhnya dalam wujud-Nya.

Isi Kandungan Surah Ibrahim Ruku Ke-7, Ayat 43-53

Isi kandungan surah Ibrahim ruku ketujuh atau ruku terakhir, diantaranya yaitu, di ruku ini memberikan gambaran yang jelas tentang kebingungan dan kegemparan orang-orang Makkah, ketika mereka dengan tiba-tiba mendapati Rasulullahsaw ada di pintu gerbang Makkah disertai oleh pasukan yang terdiri dari 10.000 prajurit, tanpa adanya alamat atau tanda sedikit pun tentang kedatangan beliau sebelumnya.

Dengan jatuhnya Makkah dan tegaknya Islam di Arabia sebagai satu kekuatan dahsyat, maka seolah-oleh terwujudlah satu alam semesta baru dengan langit dan bumi baru. Tertib lama telah dilenyapkan dan diganti oleh tertib baru, yang sama sekali berbeda dari yang lama. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Yunus


0 Komentar

Tinggalkan Balasan