Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Hud

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

surah-hud

Surah Hud adalah surah kesebelas setelah surah Yunus, terdiri dari 124 ayat dan 10 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat dan kandungan surah Hud yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Pengenalan Surah

Menurut Ibn ‘Abbas, Al-Hasan, Ikrimah, Mujahid, Qatadah, dan Jabir bin Zaid, Surah ini diturunkan di Makkah; dan menurut hasil Muqatil seluruhnya termasuk masa Mekkah, kecuali ayat-ayat 13, 18, dan 115, yang dianggap diturunkan di Madinah.

Surah yang sebelumnya telah menggolongkan musuh-musuh para rasul Tuhan dalam tiga golongan: Mereka yang dibinasakan sama sekali, mereka yang seluruhnya terpelihara, mereka yang sebagian terbinasa dan sebagian lagi terpelihara.

Tafsir Singkat Surah Hud

Dalam surah ini Al Quran membicarakan golongan pertama dan menyatakan, bahwa Tuhan membinasakan kaum Nabi Hudas sedemikian rupa, sehingga tiada jejak mereka yang tertinggal, sebagai gantinya, Allahswt telah membangkitkan kaum lain, yang dengan perantaraan mereka mulailah suatu zaman baru dalam kegiatan umat manusia.

Surah ini menjelaskan pula, bahwa Allahswt mengawasi manusia dan memperlakukan mereka sesuai dengan amal-per buatannya dan menyediakan sarana-sarana petunjuk bagi mereka selaras dengan apa yang dikehendaki oleh keadaan.

Karena sarana itu diadakan untuk kebaikan diri mereka, maka mereka yang tidak mau mengambil faedah dari sarana itu menderita kamatian rohani. Dengan cara demikian proses itu berjalan terus. Dan sebagai mana bila suatu generasi manusia lenyap, maka generasi lain menggantikannya, demikian pula bila suatu pergerakan agama hancur, maka kedudukannya akan diambil alih oleh agama lain.

Surah ini selanjutnya menyatakan, bahwa di mana kemajuan duniawi mungkin terjadi untuk sementara waktu tanpa mengindahkan perintah-perintah Allah, sukses yang kekal hanya dianugerahkan kepada suatu kaum yang setia lagi benar terhadap Allah dan manusia, mereka akan tetap hidup dalam lembaran sejarah dunia.

Sesudah itu diberikan alasan-alasan mengapa orang-orang yang beriman memperoleh keunggulan atas orang-orang kafir dan mengapa orang-orang kafir gagal dalam perjuangannya terhadap kebenaran.

Surah ini melukiskan sunnah Ilahi tersebut dengan menceritakan contoh kaum-kaum yang memperoleh kekuasaan dan kekuatan serta keungguhlan dalam jumlah, tetapi mengalami kehancuran, ketika mereka bangkit melawan para pengikut utusan-utusan Aallah yang nampaknya lemah, seperti kaum Nabi Nuh, Hud, Shaleh, Luth, Syu’aib.

Nabi Ibrahimas yang agung itu pun disebut-sebut juga, tetapi secara sambil lalu, dalam jalan ceritera mengenai Nabi Luthas. Singungan tentang Nabi Ibrahim diikuti oleh riwayat singkat tentang Nabi Musaas , tidak dalam hubungan dengan Bani Israil, tetapi dengan Firaum, yang bersama-sama dengan kaumnya yang congkak itu dibinasakan, karena ia menolak amanat Ilahi.

Kemudian orang-orang beriman diperingatkan agar jangan bercampur gaul dengan kaum yang telah ditakdirkan akan ditimpa azab Ilahi, sebab dapat diperhitungkan, bahwa perhubungan dengan kaum demikian, dengan sendirinya akan melibatkan diri mereka dalam azab yang diperuntukkan bagi kaum itu.

Sesudah itu kepada Rasulullahsaw diberitahukan agar tidak cemas mengenai kehancuran yang mengancam golongan dari antara kaum beliau yang tidak mau percaya, sebab banyak sekali kaum nabi-nabi sebelum beliau telah mengalami nasib yang sama, ketika mereka itu menentang dan menolak kebenaran.

Begitu besar tekanan diberikan kepada tanggung jawab Rasulullahsaw yang berat itu, sehingga beliau di riwayatkan pernah bersabda, “Surah Hud telah menjadikan aku tua sebelum waktunya” (Durr Mantsur).

Maksudnya bahwa isi surah Hud ini begitu berat menekan pikiran beliau, sehingga sebagai akubatnya beliau menjadi tua sebelum waktunya. Tetapi akhirnya Rasulullahsaw dihibur dan ditenteramkan oleh khabar gaib, bahwa kemajuan dan kesejahteraan agung menunggu para pengikut beliausaw.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al A’raf

Isi Kandungan Tiap Ruku Surah Hud

Berikut ini bebebrapa isi kandungan penting yang terdapat dalam tiap-tiap ruku surah Hud:

Isi kandungan Surah Hud Ruku Ke-1, Ayat 1-9

Isi kandungan surah Hud ruku pertama diantaranya yaitu, menyebutkan tentang ajaran pokok Islam yang begitu jelas dan tepat, sehingga tidak dapat ditentang. Tetapi untuk mengetahui seluruh kebenaran mengenai Islam, maka mempelajari ajaran-ajarannya, baik yang pokok maupun yang rinci, kedua-duanya sangat perlu; akan tetapi rincian-rinciannya itu harus tunduk kepada ajaran-ajaran yang bersifat pokok.

Kemudian, taraf tobat itu datang kemudian dan lebih tinggi daripada istighfar dalam perkembangan rohani manusia. Tobat itu merupakan perbuatan unutk menghadap kembali kepada Tuhan dengan ikhlas dan sepenuh hati, setelah memohon perlindungan Tuhan terhadap akibat-akibat buruk dan dosa-dosa yang sudah-sudah. Cara apakah yang dapat diperkirakan lebih baik daripada cara ini untuk mencapai kedekatan kepada Tuhan?

Kemudian, orang-orang kafir menyembunyikan keragu-raguan dan keberatan- keberatan yang menghinggapi pikiran mereka, dan tidak membukakan keraguan mereka itu kepada orang lain supaya dapat dihilangkan. Yang menjadi sebab bagi mereka terhalang untuk menerima kebenaran, ialah penolakan mereka untuk membuka hati supaya keraguan mereka dapat dihilangkan.

Selanjutnya, Allahswt telah menyediakan bagi semua makhluk-Nya, bahkan Dia telah menyediakan bahan-bahan kehidupan bagi cacing dan binatang melata yang tinggal di lubang bumi sekalipun. Akal manusia tak sampai unutk memahami, bagaimana dan dari mana cacing dan serangga yang begitu banyak terdapat di permukaan dan di dalam bumi, mem peroleh makanannya.

Manusia merasa telah memacahkan rahasia-rahasia alam semesta, tetapi sebenarnya masih belum mengenal sepenuhnya segala bentuk kehidupan mereka. Tetapi Allah telah memberikan perbekalan hidup lebih dari cukup kepada semua makhluk itu.

Allahswt yang telah menyediakan keperluan jasmani bagi makhluknya yang paling sederhana itu, pasti tidak akan mengabaikan untuk memberikan perbekalan hidup yang sepadan bagi kepentingan akhlak dan rohani manusia, yang merupakan pemuncak bagi ciptaan-Nya.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Anfal

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-2, Ayat 10-25

Isi kandungan surah Hud ruku kedua diantaranya adalah, Allahswt memberikan jaminan, bahwa Al Quran senantiasa akan tetap tak dapat disaingi dalam banyak sekali sifat-sifatnya yang luhur dan sempurna itu.

Tiga dalil telah dikemukakan untuk mendukung kebenaran Rasulullahsaw, pertama, yang berdiri atas dalil yang nyata dari Tuhan-nya. Penjelasannya, dalil yang nyata dari Tuhan-nya ialah revolusi besar dalam akhlak, yang telah diadakan oleh Rasulullahsaw dalam kehidupan kaumnya yang sebelum itu bobrok dan mundur keadaannya.

Kedua, ia akan disusul oleh seorang saksi dari-Nya. Saksi-saksi yang membuktikan kebenarannya ialah imam-imam rabbani dari antara pengikut beliausaw, yang dengan ajaran dan perbuatannya akan menegakkan kebenaran Islam dan Al Quran dalam tiap abad. Saksi yang paling sempurna ialah kedatangan Almasih yang dijanjikan diakhir jaman ini.

Ketiga, yang sebelumnya telah di dahului oleh Kitab Musa. Hal ini menunjuk kepada nubuatan-nubuatan yang terdapat dalam Bible tentang Rasulullahsaw.

kemudian, suatu perumpamaan yang indah telah dikemukakan bahwa, untuk menjelaskan perbedaan antara keimanan dan kekafiran. Orang mukmin digambarkan sebagai orang yang mempunyai daya melihat dan mendengar yang sempurna, sedang orang kafir diibaratkan sebagai orang buta dan tuli.

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-3, Ayat 26-36

Isi kandungan surah Hud ruku ketiga diantaranya adalah “Azab yang sangat pedih “ itu berbeda dari “azab Hari yang sangat pedih“. Ungkapan yang kedua mengandung kesangatan yang lebih besar.

Azab-azab tertentu memang sangat pedih, tetapi ada “hari-hari tertentu” yang bila teringat kepadanya terus menghantui dan menyebabkan rasa pedih, sekalipun ratusan tahun telah lewat. Di mana “azab” itu sendiri hanya menimbulkan rasa sakit pada mereka yang tertimpa olehnya, maka bayangan tentang “azab Hari yang sangat pedih” itu bahkan menakutkan mereka yang datang di masa  kemudian.

Sayang sekali bahwa orang-orang biasanya menguji penda’waan seorang rasul Allah dengan patokan dan ukuran yang mereka canangkan sendiri; dan bila beliau tidak memenuhi patokan dan ukuran itu, mereka menipu diri mereka sendiri dengan anggapan, bahwa mereka telah menilai penda’waan-penda’waannya dengan perasaan dingin serta pikiran terbuka dan memperoleh kesimpulan, bahwa penda’waan-penda’waan itu palsu.

Kemudian, Nabi Nuhas tidaklah berdoa untuk kehancuran kaumnya karena sangat marahnya kepada mereka oleh sebab mereka tidak percaya. Nabi Nuhas telah mendoa untuk kebinasaan mereka, bukan atas kehendak sendiri, melainkan Allah lah Yang menghendaki supaya beliau berbuat demikian.

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-4, Ayat 37-50

Isi kandungan surah Hud ruku keempat diantaranya yaitu dalam ruku ini terdapat kisah tentang Nabi Nuhas

Nabi Nuhas telah diberi khabar tentang putusan Allahswt, bahwa selanjutnya tak seorang pun dari antara kaumnya akan beriman kepada beliau selain orang-orang yang telah beriman sebelumnya.

Karena keingkaran dan penolakannya, maka kaum Nabi Nuh pun ditenggelamkan oleh Allahswt.

Selanjutnya, penuturan Al Quran mengenai hal ihwal berbagai nabi tidaklah dimaksudkan hanya sekedar ceritera selingan belaka. Riyawat-riwayat itu dicantumkan dalam Al Quran kerena menunjuk kepada peristiwa-peristiwa yang serupa, dan yang akan terjadi dalam kehidupan Rasulullahsaw sendiri.

Baca juga: Isi Kandungan Surah At Taubah

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-5, Ayat 51-61

Isi kandungan surah Hud ruku kelima yaitu pada ruku ini disebutkan tentang kisah Nabi Hudas dimana nama surat ini berasal, beliauas diutus kepada kaum ‘Ad.

Nabi Hud menyampaikan dakwahnya kepada kaum ‘Ad namun nampaknya mereka menolaknya. Kecuali sedikit dari mereka yang beriman.

Mereka pun kemudian diazab oleh Allahswt karena keingkaran mereka. Kehancuran mereka disebabkan oleh bertiupnya angin taufan, yang mengubur kota-kota utama mereka dibawah timbunan pasir dan debu (QS. Al Qomar, 59: 20).

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-6, Ayat 62-69

Isi kandungan surah Hud ruku keenam yaitu di ruku ini membahas tentang Nabi Shalehas yang diutus kepada kaum Tsamud.

Sama seperti Nabi Hudas, Nabi Shalehas menyampampaikan ajakan kepada kaumnya untuk meninggalkan kemusyrikan dan menyembah Allahswt, sayangnya kebanyakan dari mereka menolaknya. Sama seperti kaum ‘Ad, kaum Tsamud pun karena keingkarannya itu diazab oleh Allah.

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-7, Ayat 70-84

Isi kandungan surah Hud ruku ketujuh berisikan tentang kisa Nabi Ibrahimas yang kedatangan “utusan-utusan”.

Ada banyak perbedaan pendapat mengenai siapa “utusan-utusan” itu. Beberapa sumber menganggap mereka itu manusia, yang lainnya menyangka mereka itu malaikat-malaikat.

Pendapat pertama nampaknya lebih mendekati kebenaran serta kenyataan. karena Nabi Ibrahimas dan Luthas kedua-duanya merupakan orang-orang asing di daerah itu. Mungkin sekali Allahswt telah memerintahkan beberapa orang shaleh dari daerah itu untuk membawa Nabi Luthas ke suatu tempat yang aman, sebelum azab itu benar-benar menimpa kaumnya.

Baik diingat pula, bahwa “utusan-utusan” itu tidak datang untuk memberi peringatan pertama tentang azab itu. Kaum Nabi Luthas sebelumnya pun telah diancam dengan azab.

“Utusan-utusan” itu datang hanya untuk memberi khabar kepada beliau, bahwa saat yang telah ditetapkan berkenaan dengan azab yang diancamkan itu telah tiba.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Yunus

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-8, Ayat 85-96

Isi kandungan surah Hud ruku kedelapan yaitu tentang Nabi Syu’aib yang menyampaikan dakwahnya kepada kaum Madyan.

Sama seperti kaum ‘Ad dan Tsamud, orang-orang Madyan pun menolak ajakan Nabi Syu’aibas agar mereka hanya menyembah Allahswt, karena penolakkannya itu merekapun diazab oleh Allahswt.

Isi Kandungan Surah Hud Ruku Ke-9, Ayat 97-110

Isi kandungan surah Hud ruku kesembilan yaitu berisikan tentang Nabi Musa yang diutus kepad Firaun.

Sebagaimana diketahui, Firaun pun dibinaskan oleh Allahswt karena keingkaran dan perlawanannya kepada utusan Allah, Nabi Musaas.

Al Quran berulang kali menekankan, bahwa Allahswt tidak pernah menghukum suatu kaum dengan tidak adil, dan bahwa perbuatan-perbuatan buruk mereka sendirilah, yang menyebabkan turunnya azab atas mereka.

Al Quran menolak teori suratan takdir atau bahwa manusia itu korban nasib buta. Al Quran menyangkal pula pendangan bahwa Tuhan telah membuat bangsa-bangsa bangkit dan jatuh  sekehendak-Nya tanpa adanya sebab yang adil dan benar. Itulah sebebnya, mengapa bila pun Al Quran membicarakan azab, maka senantiasa ditambahkannya penjelasan, bahwa siksaan dan ganjaran itu adalah akibat perbuatan manusia sendiri.

Demikianlah tafsir singkat dan isi kandungan surah Hud. Pemaparan ini hanya singkat saja, oleh karena itu tidak ada yang lebih baik selain membaca ayat-ayatnya dan menelaahnya langsung dalam Al Quran sehingga mendapatkan pemahaman yang utuh dan lengkap.

Pada akhirnya, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam dan Yang Maha Mengetahui. Semoga Allahswt memberi kita pengetahuan dan kebijaksanaan sehingga bisa memahami isi kandungan Al Quran. Wallahu A’alam.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Yunus


0 Komentar

Tinggalkan Balasan