Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Az Zumar

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-az-zumar

Surah Az Zumar adalah surah ke-39 setelah Surah Sad, terdiri dari 76 ayat dan 8 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Az Zumar yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Az Zumar dan Hubungannya dengan Surah Lain

Surah Az Zumar mempunyai gaya bahasa dan tema pembahasan yang sama dengan lima surah yang mendahuluinya dan diturunkan pada masa permulaan risalah Rasulullahsaw.

Sebagian terbesar dari para cendekiawan cenderung berpendapat bahwa Surah Az Zumar diturunkan pada permulaan masa hidup Rasulullahsaw di Makkah.

Tema pembahasan utama dalam keenam surah, yang diawali oleh Surah As Saba, ialah, wahyu Ilahi dengan penyebutan secara khusus turunnya Al Quran dan kepercayaan akan Tauhid Ilahi.

Kenyataan bahwa ada satu Perancang, satu Pengatur, dan satu Pencipta alam semesta, tak ayal lagi dapat membawa kepada kesimpulan bahwa ada urutan, kesesuaian, keserasian, dan koordinasi meliputi alam semesta, dan yang terhadap kenyataan itu semua, ilmu pengetahuan memberi kesaksian yang tidak dapat ditolak.

Keberhasilan rasul-rasul Allah dengan sumber-sumber daya yang serba sangat terbatas dalam perlawanan terhadap musuh yang jauh lebih besar dan lebih kuat merupakan dalil lain lagi, guna membuktikan adanya Allahswt serta Keesaan-Nya.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Az Zumar

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan Surah Az Zumar:

Tujuan Diturunkannya Al Quran

Surah Az Zumar dimulai dengan masalah turunnya Al Quran dan lebih lanjut membahas keperluan, maksud serta tujuan agung semua kitab wahyu dan nabi-nabi Allah, yaitu, menegakkan Tauhid Ilahi di bumi ini.

Rintangan terbesar, yang menghalangi jalan pencapaian tujuan yang besar lagi mulia itu, terletak pada kenyataan bahwa manusia cenderung menyembah tuhan-tuhan palsu berhala-berhala ciptaannya sendiri.

Manusia cenderung menyembah tuhan-tuhan palsu, berhala-berhala ciptaan sendiri, seperti wali-wali dan orang-orang suci; kekayaan, kekuasaan dan hawa nafsu; kepercayaan dan adat kebiasaan turun-temurun, dan sebagainya, senantiasa mengkhayalkan bahwa kesemua-nya itu dapat menolongnya memahami dan mengerti hakikat Dzat Ilahi.

Dari semua bentuk syirik, mungkin yang paling menjijikkan dan paling meluas serta paling merugikan perkembangan rohani seluruh masyarakat ialah kepercayaan bahwa Nabi Isa dikatakan sebagai anak Allah.

Dalil Keesaan Allah

Surah Az Zumar membentangkan rencana dan susunan yang paling indah dan sempurna dalam alam semesta sebagai dalil yang mendukung kepercayaan bahwa hanya ada satu Maha Perencana di belakang segala penciptaan.

Ketiga tingkatan yang dilalui oleh Mudghah (janin) sebelum tumbuh menjadi manusia dewasa, telah dikemukakan sebagai dalil tambahan.

Sesudah membahas dengan cara singkat maksud dan kepentingan wahyu Ilahi, Surah Az Zumar memberikan dua buah dalil yang sangat kuat dan sehat dalam mendukungnya.

Pertama, mereka yang mengadaadakan dusta terhadap Allahswt, dan mereka yang menolak kebenaran, tidak pernah berhasil seumur idupnya. Kegagalan dan kenistaan menguntit setiap langkah mereka.

Kedua, nabi-nabi Allah dan orang-orang yang menerima serta mengikuti bimbingan mereka senantiasa berhasil dan perjuangan mereka menang.

Kedua dalil itu merupakan ukuran yang tidak mungkin meleset untuk menguji kebenaran seseorang, yang menda’wakan diri telah menerima wahyu Ilahi.

Diuji dengan ukuran itu, kebenaran da’wa Rasulullahsaw sebagai rasul Allah dan kebenaran Al Quran sebagai wahyu samawi, sungguh tiada bandingannya dan terbukti tidak meragukan.

Wahyu Ilahi telah diungkapkan dengan selengkap-lengkapnya dan sesempurna-sempurnanya dalam Al Quran. Al Quran telah disebut kitaaban mutasyaabihan, (kitab yang ayat-ayatnya saling menguatkan), yang berarti, bahwa Al Quran itu sebuah kitab, yang mudah diberi bermacam-macam penafsiran, yang semuanya saling menyelerasi dan saling menguatkan.

Di tempat mana pun dalam Al Quran tidak terdapat pertentangan atau ketidakserasian. Hal itu merupakan salah satu dari keutamaan-keutamaannya yang tidak ada tara bandingannya.

Keutamaan Al Quran yang lainnya lagi terletak pada kenyataan bahwa Alquran telah menggunakan kiasan, perlambang, dan perumpamaan atau tamsilan. Hal itu menambah keindahan dan keluwesan gaya bahasa-nya, dan menjamin keluasan arti dalam jumlah perkataan yang seminimal-minimalnya.

Al Quran juga disebut Matsaani (diulang-ulang), yang maksudnya bahwa Al Quran menjelaskan kepercayaan-kepercayaan yang asas-asas pokoknya berulang-ulang dan dengan cara dan bentuk yang berbeda untuk menegaskan kepentingan, keperluan, dan tujuannya.

Kata itu berarti pula bahwa sebagian ajaran Al Quran menyerupai ajaran-ajaran Bible dan Kitab-kitab suci lainnya dan sebagaian lagi ada yang menerangkan topik baru dan tidak terjangkau dan tidak tertandingi dalam keutamaan-keutamaan dan keindahan-keindahannya.

Al Quran berisikan amanat paling sempurna bagi seluruh umat manusia, karena ternyata Al Quran telah membahas secara luas semua asas dan ajaran, yang mempunyai makna mendalam bagi perkembangan ruhani dan akhlak manusia, dan pula bagi segala perkara yang dapat membuat hidupnya berguna dan menyenangkan. Al Quran telah memberikan penyuluhan dalam hal keimanan dan perilaku.

Kesempatan bagi Orang-orang Berdosa

Kemudian Surah Az Zumar menyampaikan sekelumit pesan harapan dan hiburan kepada orang-orang berdosa dengan mengatakan kepada mereka bahwa Allahswt itu Maha Pemurah dan Maha Pengampun. Sifat Rahmaniah-Nya meliputi segala sesuatu.

Allahswt hanya menghendaki perubahan hati pada pihak orang berdosa. Manusia harus membentuk takdirnya sendiri, dan pengurbanan siapapun tidak akan menyelamatkannya.

Tetapi, ia diberi amanat banyak kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri; akan tetapi, jika ia terus menerus dengan sengaja menempuh jalan yang buruk, ia akan mendapat siksaan keras.

Berulang-ulang Al Quran menjanjikan rahmat dan ampunan Allahswt (Surah Al Anam, 6: 55; Surah Al Araf, 7: 157; Surah Yusuf, 12: 8; Surah Al Kahfi, 18 :59), tiada amanat hiburan dan penenteramkan hati yang lebih bagi mereka yang sedang berhati lara dan masygul, lebih besar daripada itu.

Mereka diperingatkan bahwa, mereka harus membentuk nasib sendiri dengan menaati hukum-hukum Ilahi.

Banyak kesempatan diberikan kepada manusia yang berkecimpung dalam kancah dosa untuk bertaubat dan mengadakan perubahan dalam dirinya.

Bila penolakan kebenaran dilakukan dengan sengaja dan dengan berulang-ulang, dan bila ia melampaui batas yang sah dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bila hari perhitungan atas dia telah berlaku, maka pada hari itu keluh kesah dan penyesalannya tidak ada gunanya lagi bagi dia.

Hari Kebangkitan

Menjelang akhir, Surah Az Zumar ini mempergunakan beberapa ayat bagi pemberian gambaran tentang Hari Kebangkitan.

Sifat-sifat Allahswt akan menampakkan penjelmaan yang paling sempurna pada Hari Pembalasan dan para malaikat yang bertugas akan menyanyikan puji-pujian dan sanjungan kepada Dzat Yang Maha Suci.

Keesaan Allah akan berdiri mapan di Arabia, dan abdi-abdi Allah yang benar di dunia bersama-sama dengan para malaikat di seluruh langit, akan menyanjung puji-pujian kepada Tuhan seru sekalian alam.

“Dan, mereka akan berkata, ‘Segala puji bagi Allah, Yang telah membenarkan kepada kami janji-Nya dan telah mewariskan kepada kami bumi, kami akan bertempat tinggal di surga di mana pun kami menghendaki.’ Maka alangkah baiknya ganjaran orang-orang yang beramal.” (Surah Az Zumar, 39: 75)

Baca juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan