Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah At Talaq

Surah At Talaq adalah surah ke-65 setelah Surah At Taghabun, terdiri dari 13 ayat dan 2 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah At Talaq yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah At Taalaq dan Hubungan dengan Surah Sebelumnya

Surah At Talaq diturunkan di Madinah, kira-kira pada tahun kelima atau keenam Hijriyah. Yang menjadi pokok sebab mengapa surah ini diturunkan, agaknya Talaq yang dijatuhkan oleh Abdullah bin Umar terhadap istrinya di waktu ia sedang datang bulan (haid), suatu prosedur perceraian yang Surah At Talaq ini bermaksud melarangnya.

Dalam surah sebelumnya telah diberikan peringatan terhadap beberapa istri dan anak-anak orang-orang yang beriman karena kadang-kadang mereka turut menjadi penghalang kaum laki-laki yang mau mengadakan pengorbanan harta untuk kepentingan kebenaran.

Hal ini mungkin dapat menjurus kepada menjadi longgarnya pertalian antara suami-istri dan akhirnya menjurus kepada perceraian, atau, perceraian itu mungkin akibat ketidakserasian tabiat dan watak mereka atau akibat dari beberapa sebab lain.

Maka menjadi keharusan untuk menetapkan prosedur yang tepat bagi perceraian. Hal itu dapat dipandang sebagai perhubungan langsung antara Surah At Talaq ini dan surah sebelumnya. Tetapi, di samping itu ada pula perhubungan yang lebih mendalam dalam pembahasan Al Quran secara keseluruhan.

Merupakan ciri khas dalam gaya Al Quran bahwa, bila salah satu dari surah-surahnya membahas masalah tertentu pada ayat-ayat permulaan, maka untuk memberikan tekanan mengenai kepentingan masalah itu, surah itu dengan singkat tetapi tegas menyebut kembali masalah yang sama dalam ayat-ayat penutupnya.

Cara demikian telah dipergunakan dalam Al Quran mengenai seluruh surah. Jadi, beberapa masalah sosial politik yang dibahas secara terinci dalam permulaan surah-surah Madaniyah, seperti Al-Baqarah, Ali Imran, Al Nisa, sekali lagi secara singkat dibahas dalam sepuluh surah Madaniyah terakhir.

Masalah perceraian yang dibicarakan secara ringkas dalam Surah At Talaq ini telah dibahas secara terinci dalam Surah Al Baqarah.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah At Talaq

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan Surah At Talaq:

Aturan Talak

Surah At Talaq dimulai dengan prosedur yang harus ditempuh bila seseorang berniat menceraikan istrinya dan perlakuan yang harus dijalankan terhadap istrinya itu sesudah perceraian diikrarkan dan wanita itu habis masa iddahnya.

“Hai Nabi, apabila kamu menceraikan perempuan-perempuan, maka hendaklah kamu menceraikan mereka menurut ‘iddah mereka (waktu yang telah ditentukan), dan hitunglah ‘iddah itu, dan bertakwalah kepada Allah, Tuhan-mu ; janganlah kamu mengusir mereka dari rumah mereka, dan janganlah mereka keluar, kecuali kalai mereka berbuat kekejian yang nyata. Dan itulah batas-batas Allah. Dan barangsiapa melampaui batas-batas Allah, maka sesungguhnya ia menganiaya dirinya sendiri. Engkau tidak mengetahui, semoga Allah menzahirkan sesudah itu suatu hal yang lain.” (Surah At Talaq, 64: 2)

Ini adalah salah satu dari ayat-ayat Al Quran yang di dalamnya terdapat seruan kepada Rasulullahsaw dan sesungguhnya, ditujukan pula kepada seluruh orang mukmin. Karena Rasulullahsaw dicegah dari menceraikan salah seorang dari istri-istri beliau (Surah Al Ahzab,33: 53), perintah itu jelas ditujukan kepada para pengikut beliau.

Ikrar menjatuhkan talak hendaknya disampaikan pada masa selang di antara dua waktu haid, yang di dalam waktu itu suami-istri hendaknya tidak mengadakan sanggama.

Hal itu menjamin agar putusan thalak itu tidak diambil secara tergesa-gesa dalam suasana panas atau di bawah pengaruh beberapa dorongan yang tiba-tiba muncul, tetapi sesudah mengadakan pertimbangan secara tenang dan hati-hati.

Tambahan pula, wanita yang diceraikan hendaknya harus tetap tinggal di rumahnya hingga waktu iddah (waktu yang ditentukan) habis.

“Kemudian apabila mereka sampai akhir iddah mereka, maka tahanlah mereka dengan baik atau pisahkan mereka dengan cara yang wajar, dan jadikanlah saksi dua orang yang adil dari antara kamu ; dan berikanlah kesaksian karena Allah. Demikianlah diberi nasihat dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia akan membuat baginya suatu jalan keluar. (Surah At Talaq, 64: 3)

Bila perselisihan di antara suami-istri itu disebabkan kemiskinan sang suami. Allaswt akan menjaminnya dari sumber-sumber yang ia tidak akan pernah dapat membayangkan, asalkan saja ia takut kepada Allah dan berusaha dengan jujur mengatasi keadaan yang sulit itu.

“Dan, Dia akan memberikan rezeki kepadanya dari mana tidak pernah ia menyangka. Dan, barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Dia memadai baginya. Sesungguhnya Allah menyempurnakan urusan-Nya. Sesungguhnya Allah telah menetapkan ketentuan bagi segala sesuatu.” (Surah At Talaq, 64: 4)

Prosedur perceraian itu diperintahkan, karena mungkin dalam masa ‘iddah itu sebab-sebab pertengkaran dapat lenyap dan rujuk dapat terjadi di antara dua pihak yang putus ikatannya itu.

Ditentukannya bahwa dalam masa iddah sang wanita, harus dijamin segala keperluan hidupnya, sesuai dengan kekuatan keuangan suaminya.

Adalah sangat bermakna bahwa empat kali dalam lima ayat pendek Surah At Talaq ini, orang-orang mukmin dianjurkan supaya memelihara rasa takut kepada Allah dalam pergaulan mereka.

Dalam lima ayat sebelumnya orang-orang yang beriman berulang-ulang telah dinasehati agar takut kepada Allah. Hal itu menunjukkan bahwa dalam urusan perceraian, pada umumnya, kaum laki-laki cenderung berbuat aniaya terhadap istri-istri mereka yang diceraikan dan meluputkan mereka dari hak mereka seadil-adilnya.

Hal itu menunjukkan bahwa dalam urusan perceraian para suami pada umumnya, tergoda untuk memperlakukan istri-istri mereka yang diceraikan itu dengan tidak adil.

Oleh karena itu perintah berulang-ulang diberikan, supaya rasa takut kepada Allahswt tetap dipelihara.

“Demikianlah perintah Allah, yang diturunkan-Nya kepada kamu. Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Dia menghapuskan darinya keburukan-keburukannya dan memperbasar ganjaran baginya.” (Surah At Talaq, 64: 6)

Tetap Bertanggungajwab terhadap Istri yang Diceraikan

“Tempatkanlah mereka di mana kamu tinggal menurut kemampuanmu, dan janganlah kamu menyusahkan mereka sehingga menimbulkan kesempitan pada mereka. Dan, jika mereka hamil, maka berikanlah nafkah kepada mereka hingga mereka melahirkan kandungan mereka, dan jika mereka menyusui anak  bagi kamu, berikanlah kepada mereka upah mereka, dan bermusyawarahlah di antaramu dengan cara yang baik ; tetapi, jika di antara kamu menemui kesulitan satu sama lain, maka biarlah seorang wanita lain menyusui baginya.” (Surah At Talaq, 64: 7)

Dalam masa iddah, wanita yang diceraikan harus dipelihara oleh suaminya dengna peliharaan dan perhatian yang sama seperti ketika ia masih menjadi istri di rumahnya, menurut sebaik-baik kemampuannya, hingga bekas istrinya itu meninggalkan dan bebas menempuh jalan hidup yang dipilihnya.

“Hendaklah orang yang mempunyai kelapangan rezeki  menafkahkan sebagaian dari kelimpahannya. Dan hendaklah orang yang disempitkan atasnya rezekinya menafkahkan sebagian dari apa yang Allah berikan kepadanya. Allah tidak membebani suatu jiwa melainkan apa yang telah Dia berikan kepadanya. Allah akan segera menjadikan sesudah kesempitan kelapangan.” (Surah At Talaq, 64: 8)

Menaati Perintah Allah

Dari masalah perceraian yang dibahas dalam ayat-ayat sebelumnya ayat ini pindah kepada hal tidak mengindahkan perintah dan peraturan Ilahi, sebab mereka yang melawan perintah-perintah Ilahi, Sesungguhnya telah meluputkan diri mereka sendiri dari rahmat Tuhan.

“Berapa banyak kota yang telah mendurhakai perintah Tuhan-nya dan rasul-rasul-Nya, lalu Kami membuat perhitungan dengan mereka perhitungan keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.” (Surah At Talaq, 64: 9)

“Maka mereka merasakan akibat buruk amal perbuatannya dan kesudahan perbuatannya itu adalah kerugian.” (Surah At Talaq, 64: 10)

“Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras ; maka bertakwalah kepada Allah, hai orang-orang yang berakal dan yang beriman. [a] Sesungguhnya Allah telah menurunkan kepadamu seorang Pemberi ingat.” (Surah At Talaq, 64: 11)

“Seorang rasul yang membacakan kepadamu Tanda-tanda Allah yang menerangkan supaya ia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan berbuat amal shaleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan berbuat amal shaleh, Dia akan memasukkannya ke dalam kebun-kebun yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, tinggal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah telah memberikan rezeki yang baik kepadanya.” (Surah At Talaq, 64: 12)

Baca juga:

(Visited 123 times, 2 visits today)

Tinggalkan Balasan