Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah At Taghabun

Surah At Taghabun adalah surah ke-64 setelah Surah Al Munafiqun, terdiri dari 19 ayat dan 2 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah At Taghabun yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah At Taghabun dan Hubungan dengan Surah Sebelumnya

Surah ini diturunkan di Madinah. Surah sebelumnya berakhir dengan anjuran kepada orang-orang mukmin agar membelanjakan harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan kebenaran sebelum hari itu tiba, ketika mereka harus mempertanggung-jawabkan segala amal mereka di hadapan Allahswt.

Dalam Surah At Taghabun diberikan sekelumit lukisan tentang hari mengerikan yang disebut “hari kerugian dan keuntungan”.

Orang-orang mukmin dianjurkan lagi dengan tekanan lebih kuat, agar tidak membiarkan sesuatu pertimbangan rasa kekeluargaan menjadi rintangan bagi tekad mereka untuk membelanjakan harta kekayaan mereka di jalan Allah.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah At Taghabun

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan Surah At Taghabun:

Keagungan Allah

“Bertasbih kepada Allah apa yang ada di seluruh langit dan apa yang ada di bumi; kepunyaan Dia kerajaan dan kepunyaan Dia segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Surah At Taghabun, 64: 2)

Tiap-tiap makhluk – dengan melaksanakan tugasnya yang telah ditentukan secara seksama dan teratur, dan dengan demikian menyempurnakan tujuan kejadiannya – menyatakan bahwa Tuhan bebas dari setiap noda, cacat atau kekotoran, dan juga bahwa Tuhan itu Majikan-nya, Pencipta-nya, dan Pengatur-nya. Itulah arti sebenarnya kata tasbih.

“Dia-lah Yang menciptakan kamu, maka di antaramu ada yang kafir dan di antaramu ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Surah At Taghabun, 64: 3)

Allahswt telah menganugerahkan kepada manusia kekuatan-kekuatan alamiah yang besar dan telah memberikan kepada mereka kesempatan-kesempatan untuk mencapai kemajuan akhlak dan ruhani mereka, tetapi sementara itu ada pula beberapa dari antara mereka, karena tidak menggunakan setepat-tepatnya kekuatan-kekuatan dan kesempatan-kesempatan itu.

Mereka secara alamiah telah menolak menghargai rahmat Allah; namun, ada pula orang-orang yang, memanfaatkan kekuatan dan kesempatan itu untuk mengkhidmati sesama manusia dan dengan demikian mendapat ridha Ilahi. Itulah arti kata-kata kafir dan mukmin.

Penciptaan Alam Semesta

Dia menciptakan seluruh langit dan bumi dengan hak, dan Dia memberi kamu bentuk, maka Dia menjadikan indah rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali.” (Surah At Taghabun, 64: 4)

Seluruh alam dikuasai dan diatur oleh hukum alam yang pasti dan manusia tidaklah terjadi secara kebetulan; bahkan sebaliknya, ia telah dianugerahi kekuatan dan kemampuan yang disesuaikan dengan kedudukannya yang mulia sebagai khalifah Allah Taala di muka bumi. Ia wajib mempertanggung-jawabkan kepada Allahswt segala kelakuan dan perbuatannya.

Surah At Taghabun ini mengatakan bahwa Allahswt telah menciptakan alam semesta untuk kepentingan manusia dan memberi dia kekuatan dan kemampuan alamiah yang sangat besar agar ia dapat mencapai tujuan kejadiannya.

Sayang sekali, orang-orang yang tidak tahu bersyukur dan berterima kasih, menentang perintah Ilahi. Mereka diperingatkan agar mereka hendaknya mengadakan persiapan untuk hari itu ketika realisasi kerugian dari tidak mematuhi rasul-rasul Allah akan ditimpakan kepada mereka.

Allahswt adalah Pencipta dan Pengatur alam semesta; tiada sesuatu tersembunyi dari-Nya atau luput dari perhatian-Nya. Oleh karena itu sia-sialah kalau manusia mengira, ia dapat menghindari atau mengelakkan diri dari tanggung jawab atas perbuatannya.

“Dia mengetahui apa pun yang ada di seluruh langit dan bumi, dan Dia mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu tampakkan. Dan Allah Maha Mengetahui yang ada di dalam dada. (Surah At Taghabun, 64: 5)

Balasan bagi Orang-orang Ingkar

“Apakah tidak datang kepadamu khabar orang-orang yang ingkar sebelumnya? Mereka merasakan akibat buruk perbuatan mereka, dan bagi mereka ada azab pedih.” (Surah At Taghabun, 64: 6)

“Yang demikian itu disebabkan rasul-rasul mereka datang kepada mereka dengan Tanda-tanda nyata, tetapi mereka berkata, “Apakah manusia memberi petunjuk kepada kami ?” Maka mereka ingkar dan berpaling, dan Allah tidak memerlukan mereka. Dan Allah itu Maha Kaya, Maha Terpuji.” (Surah At Taghabun, 64: 7)

“Orang-orang yang ingkar menyangka bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah. ‘Tidak demikian, bahkan demi Tuhan-ku, kamu pasti akan dibangkitkan, kemudian kamu pasti akan diberitahu tentang apa yang telah kamu kerjakan. Dan, yang demikian itu mudah bagi Allah.’” (surah At Taghabun, 64: 8)

Adakah manusia menyangka bahwa kehidupan ukhrawi tidak ada atau bahwa ia telah dianugerahi kekuatan, sifat, atau kemampuan Allah yang besar tanpa suatu maksud, atau, adakah ia berkhayal dapat meloloskan diri dari pertanggung jawaban atas segala kelakuan dan perbuatannya?

Sungguh keliru sekali bila ia menyangka serupa itu. Memang, pasti ada kehidupan sesudah mati yang di dalam kehidupan itu kamu pasti akan diberitahu tentang apa yang pernah kamu kerjakan.

“Maka berimanlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kepada Cahaya yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surah At Taghabun, 64: 9)

Cahaya atau Nur Wahyu, kebijaksanaan, penerangan ruhani dan kesadaran dan ilmu dan daya memperbedakan yang dianugerahkan Tuhan kepada Rasulullah saw. secara khusus.

“Pada hari Dia akan mengumpulkan kamu pada Hari Berhimpun; itulah Hari kerugian dan keungungan. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan beramal shaleh. Dia akan menghapuskan darinya keburukan-keburukannya dan Dia akan memasukkannya ke dalam kebun-kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka akan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Surah At Taghabun, 64: 10)

Ungkapan yaum-at-taghaabun telah diartikan bermacam-macam, seperti: (1) Hari kerugian dan keuntungan, yaitu, ketika orang-orang mukmin akan mengetahui apa yang telah diperoleh mereka sebagai keuntungan, dan orang kafir akan mengetahui apa yang hilang dari mereka sebagai kerugian.

(2) Hari perwujudan kerugian, ialah, pada hari itu orang-orang kafir akan menyadari betapa banyaknya kekurangan mereka dalam melaksanakan kewajiban mereka terhadap Tuhan dan terhadap sesama manusia, dan dengan demikian kerugian akan menjadi jelas tampak kepada mereka.

(3) Hari ketika orang-orang mukmin akan menunjukkan noda dan cacat kepada kekurangan bijaksanaan orang-orang kafir yang lebih menyukai keingkaran daripada keimanan.

“Dan, orang-orang yang ingkar dan mendustakan Tanda-tanda Kami, mereka itu adalah penghuni Api, mereka akan menetap di dalamnya. Dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” (Surah At Taghabun, 64: 11)

“Tidaklah menimpa sesuatu musibah kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa beriman kepada Allah, Dia memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Surah At Taghabun, 64: 12)

Allah mengatur seluruh alam menurut hukum-hukum tertentu. Bila manusia menentang salah satu di antara hukum-hukum itu, ia melibatkan diri dalam kesusahan.

Tetapi, karena Allahswt itu Al-Khaliq (Maha Pencipta) semua hukum alam dan derita manusia adalah dikarenakan pelanggaran terhadap salah satu dari hukum-hukum itu atau pelanggaran terhadap takdir khas, maka kesusahan dapat dikatakan telah timbul dari-Nya atau telah terjadi atas izin-Nya.

Mematuhi Perintah Allah

Menjelang akhir Surah At Taghabun ini, kepada orang-orang mukmin diberitahukan bahwa mereka dapat mengisi kekurangan mereka, jika ada, dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allahswt dan sesama manusia, dengan mematuhi secara sempurna segala perintah Allah dan dengan menafkahkan harta mereka sebanyak-banyaknya untuk kepentingan kebenaran.

Membelanjakan harta demi kepentingan kebenaran adalah sama dengan memberikan pinjaman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Menghargai, yang dibayarkan kembali oleh-Nya dengan berlipat ganda.

“Jika kamu meminjamkan kepada Allah suatu pinjaman yang baik, [niscaya Dia akan melipat-gandakan bagimu dan akan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Menghargai, Maha Penyantun.” (Surah At Taghabun, 64: 18)

Baca juga:

(Visited 210 times, 3 visits today)

Tinggalkan Balasan