Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah As Syuara

Surah As Syuara adalah surah kedua puluh enam setelah Surah Al Furqon, terdiri dari 228 ayat dan 11 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah As Syuara yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah As Syuara dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Sebagian besar ulama menganggap surah ini termasuk surah Makkiyah, surah yang diturunkan di Makkah.

Surah As Syuara ini dinamakan As Syuara (ahli-ahli syair) ialah untuk menjelaskan kepada kaum Muslimin ajaran yang luhur, bahwa sukses hanya akan datang kepada suatu kaum, apabila antara pengakuan atau ucapan dan perbuatan mereka ada persesuaian, dan bahwa ucapan kosong para penyair adalah tidak mempunyai arah tujuan.

Dari Surah As Syuara ini pokok pembahasan dalam keenambelas surah yang mendahuluinya mulai ditinggalkan.

Dari mulai Surah Yunus, Al Quran mengalamatkan bahasannya kepada orang-orang Yahudi dan Kristen. Dengan surah ini ditegaskan orang-orang mukminlah yang menggantikan tempat mereka; sedangkan bentuk, sifat, dan ruang lingkup pembahasannya berubah; oleh karena itu suatu perubahan telah terjadi juga dalam Muqat-ta‘āt (huruf-huruf singkatan) yang ditempatkan pada pembukaan Surah As Syuara ini.

Surah yang mendahuluinya berakhir dengan catatan, bahwa keliru sekali jika mengira Allahswt akan membiarkan binasa tatanan atau sistem yang semenjak zaman bihari diwujudkan melalui agama-agama dunia yang besar itu. Malahan sebaliknya Dia telah menciptakan manusia guna menampakkan dalam diri mereka sifat-sifat-Nya yang agung lagi luhur, dan agar manusia mau menerima seruan-Nya.

Seandainya manusia tidak melaksanakan tujuan penciptaannya, maka tak ada alasan baginya untuk diciptakan, dan Allahswt tidak akan menangguhkan sejenak pun untuk membinasakannya jika manusia melanggar perintah.

Dalam Surah As Syara ini diterangkan kepada kita, bahwa karena kecintaan dan rasa kekhawatiran terhadap umat manusia, Rasulullahsaw merasa sedih sekali akan kemungkinan yang mengerikan itu, dan menginginkan agar manusia dapat diselamatkan.

Pembinasaan manusia tanpa memberi tenggang waktu juga jelas tidak selaras dengan rencana Ilahi. Manusia hendaknya terlebih dahulu dianugerahi kesempatan menemukan jalan kedekatan kepada Allahswt dengan kehendak dan usahanya sendiri, dan kemudian berusaha mencapai kedekatan itu.

Akan tetapi jika ia menolak untuk melakukan hal itu, ia pasti akan menerima akibat penolakannya itu.

Surah Al Furqan selanjutnya mengatakan, bahwa seandainya manusia tidak dianugerahi pertimbangan dan kemampuan memilih, niscaya ia akan menjadi layaknya sebuah mesin, alat otomatis atau robot belaka, dan tidak akan dapat menjadi bayangan Khalik-nya, sebagaimana ia telah ditentukan harus menjadi demikian.

Maka ia harus bertindak dan berbuat serasi dengan rencana Ilahi, yang tanpa itu, ia tidak dapat mencapai najat atau keselamatan yang hakiki.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nur

Tafsir Singkat dan Isi Kandungan Surah As Syuara

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan dari Surah As Syuara:

Kebenaran Al Quran

Di permulaannya, Surah As Syuara mengemukakan da’wa, bahwa Al Quran memberikan bukti-bukti dan dalil-dalil sendiri, dan tidak memerlukan bantuan atau dukungan dari luar untuk membuktikan dan menegakkan kebenaran da’wa serta ajaran-ajarannya,

Lebih lanjut mengatakan bahwa, bila Allahswt telah menciptakan pasangan-pasangan bagi segala benda di alam materi ini untuk memenuhi sarana-sarana bagi keperluan-keperluan manusia, maka akan masuk akal pula bahwa di alam kerohanian pun Allahswt tentu menciptakan pasangan-pasangan.

Maka dengan tepat sekali Surah As Syuara menuturkan beberapa nabi Allah, dan membuka keterangan itu dengan kisah Nabi Musaas, yang dalam menaati perintah Ilahi telah berhasil membawa orang-orang Bani Israil keluar dari Mesir.

Untuk lebih lanjut melukiskan bahwa kebenaran selamanya akan menang pada akhirnya, dan perlawanan terhadap kebenaran akan mendatangkan penyesalan dan kesedihan, Surah As Syuara ini memberi keterangan ringkas mengenai Nabi Ibrahimas, Nabi Nuhas, Nabi Hudas, Nabi Salehas, Nabi Luthas dan Nabi Syu’aibas.

Nabi Ibrahimas telah memperlihatkan kepada kaum beliauas betapa bodoh dan sia-sianya menyembah berhala. Penuturan tentang beliau disusul oleh penuturan tentang Nabi Nuhas yang ditolak oleh kaum beliau, sebab beliau berusaha menghilangkan segala perbedaan kelas sosial. Nabi Nuhas disusul oleh Nabi Hudas dan Nabi Salehas.

Kedua Nabi ini berusaha keras untuk membuat kaumnya insaf, bahwa bukanlah kecemerlangan dan kekuasaan duniawi, melainkan akhlak yang baik dan kekuatan rohanilah yang benar-benar menjadi andalan hidup dan kesejahteraan mereka, akan tetapi kaum beliauas menganggap tabligh dan peringatan mereka berdua sebagai angin belaka.

Kaum Nabi Luthas dan kaum Nabi Syu’aibas bernasib tidak lebih baik. Yang pertama berkecimpung dalam perbuatan dosa yang tidak wajar, sedang yang kedua biasa berlaku tidak jujur dalam perniagaan mereka.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Muminun

Al Quran Sebagai Kalamullah

Menjelang akhir, Surah As Syuara ini kembali ke pokok pembahasan yang telah dimulainya, yakni, bahwa Al Quran adalah Kalamullah (wahyu dari Allahswt) dan, bahwa Al Quran memberi dalil-dalil yang sehat lagi kokoh kuat untuk membuktikan penda’waan itu.

Dan menambahkan bahwa nabi-nabi yang terdahulu telah memberi kesaksian atas kebenarannya, dan bahwa orang-orang arif dari kalangan kaum Bani Israil juga merasa yakin dalam hati sanubari mereka bahwa Al Quran adalah Kalamullah, sebab Al Quran memenuhi nubuatan-nubuatan yang terkandung dalam kitab-kitab suci mereka.

Surah As Syuara ini mengajak orang-orang ingkar merenungkan ajaran-ajaran A -Quran, dan mengajak untuk menyaksikan apakah mungkin dengan semua kemukjizatan itu ajaran-ajaran itu adalah hasil rekayasa setan atau dibuat oleh Rasulullahsaw sendiri sebagaimana tuduhan mereka.

Surah As Syuara lebih lanjut mengatakan, bahwa ajaran-ajaran Al Quran mempunyai persamaan yang besar dengan ajaran-ajaran kitab-kitab terdahulu, dan orang-orang bersifat setan jelas tidak dapat mendekati sumber kesucian itu.

Setan-setan hanya turun kepada pendusta-pendusta dan orang-orang yang berdosa, dan kepada mereka yang mengadaadakan dusta dan membuat kepalsuan.

Penyair-penyair mendapat inspirasi dari pengikut-pengikut setia kepalsuan, dan selanjutnya mereka diikuti oleh orang-orang yang rendah akhlaknya serta tidak mempunyai dasar hidup yang tetap.

Mereka beserta pengikut-pengikut mereka asyik sekali dalam pembicaraan-pembicaraan yang muluk-muluk tapi tidak berarti, namun tidak mengamalkan apa yang mereka sendiri anut dan anjurkan.

Tugas Rasulullah

Surah As Syuara menutup uraiannya dengan menasihatkan kepada Rasulullahsaw supaya terus menerus menablighkan tauhid Ilahi kepada kaum beliausaw dan mendidik serta melatih mereka supaya meningkatkan perjuangan Islam.

Beliausaw lebih lanjut dianjurkan untuk bertawakkal kepada Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Pengasih, yang di bawah naungan dan haribaan-Nya beliausaw menempuh hidup.

Dia-lah Allah yang akan segera mengakhiri keadaan kaum Muslimin yang bercerai-berai, dan Dia yang akan menghimpun mereka di suatu tempat, dimana mereka akan hidup damai dan sejahtera. Di sana mereka akan menyembah Tuhan Yang Maha Esa nan Hakiki dengan aman dan sentosa.

“Maka jika mereka mendurhakai engkau, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku bebas dari segala apa yang kamu kerjakan.’” (Surah As Syuara, 26: 217)

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj

(Visited 55 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan