Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah As Saba

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

Surah As Saba adalah surah ke-34 setelah Surah Al Ahzab, terdiri dari 55 ayat dan 6 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Ahzab yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah As Saba dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Surah As Saba diwahyukan di Makkah. Sulit untuk menetapkan waktunya yang pasti. Beberapa cendekiawan menempatkannya pada pertengahan periode Makkah.

Beberapa surah sebelumnya mengandung nubuatan-nubuatan tentang kebangkitan, kemajuan, dan kemenangan akhir agama Islam atas agama-agama lain.

Sedang dalam surah yang persis sebelum ini, yakni Surah Al Ahzab, topik ini telah dibahas dengan agak panjang lebar.

Betapa kekuatan-kekuatan jahiliyah terpadu, gagal sama sekali dalam rencana-rencana jahat mereka, dan betapa Islam kemudian keluar dari salah satu cobaan yang paling dahsyat dengan kemenangan gilang-gemilang; kekuatan dan pamornya meningkat lebih besar lagi.

Akan tetapi, di dalam Surah As Saba ini orang-orang Muslim telah diperingatkan supaya bersiap-siaga terhadap bahaya tergelincir ke dalam lembah kemaksiatan; sebab, bila harta dan kemewahan terlimpah pada suatu kaum, biasanya mereka cenderung tenggelam ke dalam kehidupan enak dan mewah.

Karena Allahswt tidak akan mempunyai hubungan khusus dengan suatu kaum tertentu selamanya, maka apabila kaum Muslimin menjalani kehidupan durhaka di puncak kejayaan dan kesejahteraan duniawi mereka sebagaimana yang dilakukan bangsa Saba atau kaum Bani Israil sepeninggal Nabi Sulaimanas maka merekapun akan mengalami nasib yang sama.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah As Saba

Surah As Saba memulai bahasannya dengan memanjatkan puji-puji kepada Allah, “Yang kepunyaan Dia-lah apa pun yang ada di seluruh langit dan apa pun yang ada di bumi,” yang mengandung maksud bahwa karena Allahswt itu Maha Besar dan Maha Kuasa, maka suatu kaum yang berusaha menentang kekuasaan-Nya, niscaya akan menemui kegagalan dan kekecewaan.

Peringatan bagi Orang-orang Ingkar

Lebih lanjut dikatakan dalam Surah As Saba, bahwa orang-orang kafir menipu diri sendiri dengan keyakinan mereka bahwa penolakan mereka terhadap Amanat Islam itu tidak akan dihukum, dan bahwa “Saat itu tidak akan pernah datang kepada mereka.”

Orang-orang ingkar itu diperingatkan bahwa kekuatan mereka akan patah dan kejayaan mereka akan hilang sirna, dan bahwa kenyataan yang segera terjadi akan menjadi bukti tentang kebenaran tugas suci Rasulullahsaw.

Kejatuhan Bani Israil

Kemudian, Surah As Saba menyinggung dengan agak terinci keadaan Nabi Daudas dan Nabi Sulaimanas yang memperoleh kemenangan demi kemenangan besar dengan menaklukkan dan menundukkan suku-suku bangsa pembangkang, yang juga di masa pemerintahan keduanya, kekuasaan serta kejayaan bangsa Bani Israil menanjak sampai di puncaknya.

Akan tetapi, dalam keangkuhan atas kekuasaan dan kesejahteraannya, bangsa Bani Israil jatuh ke dalam lembah kemaksiatan dan mereka mulai menjalani kehidupan yang bergelimang dengan dosa.

Singgungan tentang kaum Bani Israil ini diikuti oleh singgungan mengenai kaum Saba, suatu bangsa yang sangat makmur dan berkebudayaan tinggi.

Akan tetapi, seperti halnya kaum Bani Israil, mereka juga menentang dan tidak menaati perintah Ilahi, sehingga mengobarkan amarah Allah. Karena itu, merekapun bernasib seperti kaum Bani Israil. Mereka dihancurkan oleh banjir yang amat dahsyat.

Dengan menyebutkan kekuasaan, kejayaan dan kesejahteraan kaum Bani Israil di bawah pemerintahan Nabi Daudas dan Nabi Sulaimanas, dan menyebutkan kekuasaan, kejayaan, dan kesejahteraan bangsa Saba, serta dengan mengisyaratkan kehancuran kedua bangsa itu kemudian hari.

Surah As Saba memberi peringatan kepada kaum Muslimin bahwa kekayaan, kekuasaan, dan kesejahteraan akan dilimpahkan juga kepada mereka, tetapi jika di dalam masa keemasan itu seperti halnya kaum Bani Israil dan kaum Saba mereka menceburkan diri ke dalam kehidupan serba mewah dan senang, merekapun akan dihukum seperti halnya bangsa-bangsa itu.

Kebangkitan Islam

Kemudian, Surah As Saba membahas topik utamanya, yakni, kebangkitan agama Islam yang progresif, dan nasib menyedihkan yang akan menimpa kaum musyrikin dan tuhan-tuhan palsu mereka.

Orang-orang kafir ditantang supaya berseru kepada tuhan-tuhan mereka agar menghambat kemajuan Islam, dan agar mencegah kemunduran serta kemerosotan cita-cita dan lembaga-lembaga palsu mereka sendiri.

Mereka diberit tahu bahwa mereka tidak akan dapat berbuat demikian; sesungguhnya tidak ada kekuasaan di dunia dapat menghentikan laju penyebaran kebenaran.

Mereka diberi tahu, bahwa tidak ada kekuatan atau kekuasaan di dunia ini yang dapat menghentikan terjadinya hal-hal itu. Untuk menginsyafkan mereka bahwa upaya mereka telah ditakdirkan akan gagal dan Islam akan menyapu bersih segala sesuatu di hadapannya, mereka lebih lanjut diperintah untuk mempelajari berlakunya hukum-hukum alam yang semuanya terus bekerja membantu kemenangan Islam.

Menjawab pertanyaan orang-orang kafir mengenai kapan nubuatan tentang kebangkitan dan kemajuan Islam itu akan menjadi sempurna, Surah As Saba ini melangkah demikian jauh sehingga menetapkan jangka waktunya yang pasti.

Surah As Saba menyatakan bahwa tanda-tandanya akan mulai nampak kira-kira setahun sesudah hijrah Rasulullahsaw dari Makkah, ketika kaum Quraisy menjadikan diri mereka sendiri layak menerima hukuman Ilahi karena mengusir beliau dari kota kelahiran beliausaw sendiri.

Pembaharu

Kemudian, Surah As Saba ini menyatakan bahwa manakala seorang muslih rabbani (pembaharu) muncul, maka orang-orang yang mempunyai kepentingannya dan golongan-golongan yang menikmati hak-hak istimewalah yang akan menentangnya.

Mereka merasa dan mengerti bahwa kebangkitan gerakan baru itu akan melemahkan pengaruh mereka terhadap orang-orang miskin yang karena menerima amanat baru itu, tidak mau lagi diperas dan ditindas.

Maka orang-orang ingkar itu melawannya mati-matian dan berusaha membinasakannya di masa tunasnya, dan golongan-golongan yang tertindas dan terperas dipaksa dengan ancaman serta intimidasi supaya menerima kepemimpinan mereka dan menentang sang pembaharu itu.

Kebenaran Rasulullah

Menjelang penutup, Surah As Saba ini menyebut tolok ukur sederhana, yang dengan itu mudah diketahui, bahwa Rasulullahsaw itu bukan penipu atau orang yang tidak sehat pikirannya, melainkan seorang nabi Allah yang hakiki.

Orang-orang ingkar disarankan untuk mengadakan pemeriksaan secara obyektif dan netral terhadap dakwah Rasulullahsaw. Mereka dianjurkan supaya merenungkan dengan tenang tanpa prasangka dan tanpa dipengaruhi oleh cara berpikir orang banyak, apakah Rasulullahsaw menderita sakit jiwa atau kurang waras otak atau tidak.

Seorang penipu demikian kata surah ini tak pernah dibiarkan sejahtera dan pada akhirnya ia akan menemui nasib yang menyedihkan, sedangkan misi Rasulullahsaw akan terus maju.

Orang yang tidak sehat pikiran tidak mungkin dapat mendatangkan perubahan luar biasa dalam kehidupan suatu bangsa secara menyeluruh, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullahsaw.

Penentang-penentang Islam di sini diberitahu bahwa seperti penolakan-penolakan terhadap para nabi terdahulu, mereka sama sekali akan gagal melaksanakan apa yang diinginkan hati mereka – yakni kegagalan tugas Rasulullahsaw.

“Katakanlah, ‘Kebenaran telah datang, dan kebatilan tidak dapat memulai dan tidak pula dapat mengulangi.’” (Surah As Saba, 34: 50)

Baca juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan