Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nur

Surah An Nur adalah surah kedua puluh empat setelah Surah Al Muminun, terdiri dari 65 ayat dan 9 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah An Nur yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah An Nur dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Menurut kesepakatan pendapat para ulama, Surah An Nur termasuk dalam kelompok surah Madaniyah, diturunkan di Madinah.

Kejadian yang patut disesalkan berkaitan dengan Hadhrat Siti Aisyahrah, istri Rasulullahsaw, yang disinggung secara khusus dalam Surah An Nur ini terjadi pada tahun 5 Hijrah, setelah Rasulullahsaw kembali dari gerakan militer yang dilancarkan terhadap Bani Mushthaliq dalam bulan Ramadhan pada tahun itu.

Hubungannya dengan surah sebelumnya, Surah Al Muminun, terletak pada kenyataan, bahwa dalam surah tersebut telah dikemukakan, bahwa Islam akan terus-menerus melahirkan manusia-manusia yang akan memperoleh keridaan dan Nusrat (pertolongan khas) Ilahi karena ketakwaan dan amal saleh mereka.

Surah An Nur ini membahas sarana dan cara yang dapat menarik karunia dan Nusrat Ilahi itu, dan meletakkan asas, bahwa mengikuti jalan kebaikan dan ketakwaan, menjaga dan memelihara akhlak nasional, serta mempertahankan disiplin yang sangat tinggi dalam keluarga dan kaum, adalah sangat penting untuk mencapai tujuan ini.

Itulah sebabnya mengapa sejak dari awal sekali, Surah An Nur ini memberi tekanan khusus pada pemeliharaan akhlak nasional, lebih-lebih pula pada pengaturan dan perbaikan hubungan antara pria dan wanita.

Surah yang mendahuluinya telah mengemukakan, bahwa salah satu ciri khusus pada orang-orang mukmin yang ditakdirkan akan menerima pertolongan Ilahi, ialah, mereka menjaga kesucian dirinya.

Surah An Nur ini merupakan perluasan dan penjelasan lebih lanjut dari pokok masalah yang dikandung surah sebelumnya.

Surah An Nur ini mengemukakan, bahwa suatu kaum yang ingin memperoleh dan mempertahankan falah (sukses) haruslah memiliki kecerdasan otak, cita-cita, akhlak yang suci murni, keserasian sempurna serta pengertian atas dasar saling menghargai dalam hubungan antara orang per orang maupun antara perorangan dengan masyarakat.

Di samping itu perhatian besar harus diletakkan pada disiplin dan organisasi nasional, serta pada pengutamaan kepentingan-kepentingan nasional atas kepentingankepentingan pribadi.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj

Tafsir Singkat dan Isi Kandungan Surah An Nur

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan dari Surah An Nur:

Masalah Akhlak

Surah An Nur membahas beberapa masalah khusus dan juga memberikan penekanan istimewa pada persoalan-persoalan yang merupakan fondasi dimana berdiri seluruh susunan kemasyarakatan dan akhlak manusia, yang jika diabaikan akan mendatangkan kerugian sangat besar kepada kesejahteraan akhlak suatu kaum.

Oleh karena kejahatan asusila dapat membawa akibat lenyapnya disiplin dan tata-terbit suatu kaum; dan oleh karena kejahatan-kejahatan yang beiringan dengan kejahatan asusila dapat mempengaruhi akhlak kaum, maka dalam Surah An Nur diberikan penekanan yang besar sekali untuk menghindarkan salah pengertian dalam hal-hal yang berkaitan dengan masalah seksualitas.

Orang-orang mukmin diberitahu agar jangan panik oleh adanya beberapa pribadi yang telah menyimpang dari jalan akhlak yang lurus, sebab terjadinya penyimpangan akhlak semacam itu dapat membuat seluruh kaum menjadi waspada dan hati-hati – dan dengan demikian pada akhirnya akan mendatangkan akibat yang baik.

Mengumpat dan Fitnah

Lalu pembahasan dikembangkan lebih lanjut, yaitu tentang perbuatan mengumpat dan fitnah-memfitnah yang mendapat teguran keras. Sebab, jika hanya atas dasar kecurigaan atau atas kesaksian dari saksi-saksi yang kesungguhan dan ketulusannya diragukan, fitnahan dibiarkan saja terlontar berkenaan dengan kesucian satu sama lain secara serampangan, maka kemungkinan besar kejahatan akan menjadi tersebar luas di dalam kaum itu, dan orang-orang muda akan cenderung melarikan diri dari kehidupan takwa dengan beranggapan, bahwa melibatkan diri secara bebas dalam urusan seks tidak mendatangkan kerugian apa-apa.

Selanjutnya orang-orang mukmin dianjurkan dengan sangat supaya menjaga dan memelihara akhlak nasional; dan bagi umat Islam, sangat penting untuk meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan yang ketat sekali terhadap penjagaan dan pemeliharaan akhlak. Jika kesiagaan itu dibiarkan menjadi kendur, maka kemerosotan akhlak nasional pasti akan terjadi.

Tetapi meskipun benar bahwa kejahatan seks akan mengakibatkan kemunduran dan kehancuran seluruh masyarakat bila dibiarkan meluas tanpa kontrol, orang-orang yang dicurigai melakukan perbuatan asusila hendaknya jangan dikejarkejar dan dibinasakan. Dikarenakan dalam setiap masyarakat terdapat demikian diperlakukan dengan kebijaksanaan.

Tetapi pada waktu yang sama, hendaknya kepada mereka – yang dengan kegiatan-kegiatan jahatnya terus-menerus berusaha menimbulkan kekacauan di antara orang-orang Islam, dan membiasakan mengobral kata kotor dan memfitnah – disampaikan peringatan, bahwa mereka akan dihukum di dunia ini dan juga di akhirat. Tuhan akan menampakkan kejahatankejahatan dan dosa-dosa mereka, dan akan mendatangkan noda dan kehinaan kepada mereka.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Anbiya

Pergaulan Antara Pria dan Wanita

Surah An Nur selanjutnya mengemukakan, bahwa perbuatan yang kurang hati-hati membuat manusia menjadi sasaran kecurigaan dan fitnah; dan bahwa di antara semua perbuatan yang paling sembrono, adalah pergaulan terlalu bebas antara pria dan wanita.

Untuk menghentikan kesempatan-kesempatan yang menimbulkan kecurigaan dan membawa kepada fitnah, Surah An Nur melarang orang-orang Islam memasuki sebuah rumah tanpa terlebih dahulu mendapat izin.

Lebih lanjut Surah An Nur ini mewajibkan orang Muslim pria dan wanita, supaya mengekang pandangan mata mereka jika mereka kebetulan berhadapan satu sama lain, dan supaya menjaga semua jalan yang membawa kepada dosa dan kejahatan.

Sebagai penjagaan tambahan, wanita-wanita Muslimah dianjurkan agar tidak memamerkan kecantikan mereka kepada yang bukan Mahram-nya (ayat 32), kecuali bagian-bagian tubuh yang tidak memungkinkan bagi mereka menutupinya, misalnya, potongan atau bentuk badan mereka. Untuk tujuan ini mereka harus mengenakan penutup kepala (kerudung) demikian rupa, sehingga menutupi dada mereka.

Suatu bentuk penjagaan lain untuk memperbaiki dan memelihara akhlak nasional ialah, agar hendaknya para janda jangan dibiarkan tanpa bersuami.

Dikemukakan lebih lanjut, bahwa langkah-langkah harus diambil untuk membebaskan tawanan perang sesegera mungkin; seorang tawanan yang baginya tidak mungkin memperoleh kemerdekaannya dengan segera, hendaknya ia diizinkan membayar uang tebusan dengan angsuran-angsuran ringan.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Tha Ha

Maslah Keluarga dan Umum

Menjelang akhir, Surah An Nur ini dengan kuat mendorong umat Islam supaya membenahi keadaan keluarga dan urusan nasional mereka, dan harus tetap waspada terhadap pergaulan terlalu bebas di antara laki-laki dan perempuan.

Suatu petunjuk khusus yang harus dijalankan dalam hubungan ini ialah, bahwa tawanan-tawanan perang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan bahkan anak-anak yang belum dewasa pun, tidak boleh memasuki kamar pribadi majikan-majikan mereka dan orang tua mereka sebelum fajar, di waktu tengah hari dan sesudah matahari terbenam.

Pada waktu lain semua anggauta keluarga boleh bergerak di dalam rumah dengan leluasa. Tetapi ketika anak-anak perempuan mencapai usia remaja, mereka harus menaati peraturan-peraturan bertalian dengan pardah tersebut.

Tetapi wanita-wanita lanjut usia yang tidak mempunyai keinginan atau kebutuhan untuk menikah, dapat melonggarkan peraturan mengenai pardah, jika mereka menghendaki berbuat demikian; tetapi mereka pun tidak diizinkan memamerkan perhiasan mereka kepada orang-orang yang ia tidak kenal.

Berdampingan dengan masalah pengelolaan keluarga – dan bahkan lebih penting daripada itu – ialah pengaturan sosial seluruh kaum; Surah An Nur ini tidak abai menetapkan peraturan-peraturan yang diperlukan untuk melaksanakan perkara-perkara yang bersifat nasional agar lancar dan sukses.

Selanjutnya dikemukakannya janji kepada orang-orang Islam, bahwa jika mereka melaksanakan program atau panduan hidup yang telah ditetapkan Tuhan bagi mereka, mereka akan menjadi pemimpin-pemimpin dunia, baik di bidang rohani maupun duniawi, dan agama mereka akan berdiri kokoh di dunia.

Tetapi bilamana kekuasaan mereka telah tegak dan jalan perjuangan mereka telah unggul dan berdiri kokoh, mereka harus senantiasa beribadah kepada Tuhan, menolong orang miskin serta orang yang memerlukan bantuan, dan menaati perintah-perintah nabi mereka.

“Dengarkanlah! Sesungguhnya kepanyaan Allah apa yang ada di seluruh langit dan bumi. Bahwa Dia mengetahui keadaan yang kamu ada di atasnya. Dan pada hari ketika mereka akan dikembalikan kepada-Nya, maka Dia memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Dan Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu.” (Surah An Nur, 24: 65).

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Maryam

(Visited 1.861 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan