Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Naml

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-an-naml

Surah An Naml adalah surah kedua puluh tujuh setelah Surah As Syuara, terdiri dari 94 ayat dan 7 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah An Naml yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah An Naml dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Menurut Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair, Surah An Naml diturunkan di Makkah. Ulama-ulama lainnya juga mendukung pendapat ini.

Menjelang akhir surah sebelumnya, tuduhan orang-orang ingkar bahwa Rasulullahsaw, na’udzubillah, adalah seorang penyair dan setan-setan turun kepada beliausaw, disangkal dengan jitu sekali.

Dinyatakan pula, bahwa setan hanya turun kepada pendusta-pendusta dan pemalsu-pemalsu durhaka, yang mencampur baurkan kepalsuan dengan kebenaran.

Pencampurbauran antara kepalsuan dan kebenaran walaupun sedikit, samasekali tidak dapat mendatangkan hasil baik.

Surah An Naml lebih lanjut menyatakan, bahwa penyair-penyair tidak mempunyai tujuan besar atau rencana hidup yang tetap, dan mereka berkelana di setiap lembah seolah-olah kebingungan. Mereka tidak mengamalkan apa yang mereka gembar-gemborkan. Untuk melanjutkan dan menjelaskan masalah itu.

Surah An Naml ini dimulai dengan sebuah pernyataan tegas, bahwa Al Quran adalah Kalam dari Sang Ilahi Sendiri.

Kemudian, Surah An Naml menerangkan sepenuhnya dan selengkaplengkapnya segala persoalan yang menyangkut bidang kehidupan rohani manusia, dan mendukung segala asas serta cita-citanya dengan keterangan-keterangan yang sehat dan kuat.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Furqan

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Naml

Kalau surah yang sebelumnya dibuka dengan muqaththa’at Tā Sīn Mīm, maka Surah An Naml dimulai dengan huruf-huruf Tā Sīn karena huruf Mīm dihilangkan. Hal ini menunjukkan, bahwa pokok pembahasan Surah An Naml ini meneruskan pokok pembahasan surah sebelumnya, kendatipun dalam bentuk yang sedikit berbeda.

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan dari Surah An Naml:

Kasyaf Nabi Musaas

Surah An Naml dimulai dengan menceritakan secara ringkas mengenai kasyaf, ketika Nabi Musaas melihat penjelmaan keagungan Allahswt.

Apa yang telah nampak kepada Nabi Musaas bukanlah api sebenarnya. Sekiranya demikian, beliau niscaya akan mempergunakan ungkapan, “aku telah melihat api itu,“ di sini (ayat 8) Nabi Musaas mengatakan, “aku telah melihat suatu api.”

Pada hakikatnya pemandangan yang nampak kepada Nabi Musaas adalah sebuah kasyaf (pemandangan gaib); “api” melambangkan cinta Ilahi.

Patut diperhatikan, bahwa kebanyakan kejadian utama yang bertalian denga Nabi Musaas seperti telah di cantumkan dalam Al Quran bukanlah kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi di alam jasmani ini, melainkan hanyalah kasyaf-kasyaf yang melambangkan pertanda-pertanda besar dalam rangka perkembangan ruhani beliau dan tugas kenabian beliauas.

Di samping kasyaf mengenai “tongkat”, ada tersebut contoh-contoh penting lain mengenai kasyaf-kasyaf semacam itu dalam Al Quran (7: 144), seperti ayat yang sedang dibahas dalam Surah An Naml ini memberikan satu contoh demikian.

Lebih lanjut, dalam Surah An Naml ini memaparkan kisah agak terperinci mengenai Nabi Daudas dan Nabi Sulaimanas, yang dalam pemerintahan mereka berdua, kemenangan-kemenangan, kekuatan, dan kejayaan duniawi kaum Bani Israil telah mencapai puncaknya.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nur

Iman kepada Allah

Sesudah itu, Surah An Naml membahas dengan agak panjang lebar dua Rukun Iman yang bersifat paling dasar dan pokok adanya Tuhan dan kehidupan sesudah mati.

Untuk mendukung dan memperkuat Rukun Iman yang pertama, Surah An Naml mengemukakan dalil dari alam, dari keadaan batin manusia, dan dari kehidupan masyarakat, setelah sebelumnya mengisyaratkan pada fakta bahwa kekuasaan Allahswt yang agung menjelma dalam berlakunya hukum alam yang menakjubkan.

Surah An Naml ini juga mengemukakan pengabulan doa oleh Allahswt, sebagai dalil yang tidak dapat dibantah dalam menopang eksistensi atau keberadaan Dzat Ilahi.

Sebuah dalil lain yang dapat dijawab dan diberikan oleh Surah An Naml ini ialah, bahwa Allahswt menzahirkan Dzat-Nya kepada utusan-utusan-Nya dan kepada orang-orang yang muttaqi, serta menganugerahkan kepada mereka pengetahuan tentang hal-hal gaib, yang contoh-contohnya dapat disaksikan dalam setiap abad.  

Kehidupan Sesudah Mati

Kemudian Surah An Naml ini membahas kehidupan sesudah mati. Setelah secara singkat menunjukkan dalil-dalil lain, Surah An Naml mengemukakan revolusi besar dalam bidang akhlak dan rohani yang dibawa oleh Rasulullahsaw di tengah-tengah kaum beliau sebagai bukti yang tidak dapat diabaikan untuk mendukung adanya kehidupan pasca kematian, dan lebih lanjut menerangkan panjang lebar hal ihwal perubahan itu. Dalil itu mulai dan maju dengan cara ini.

Pengatahuan dan akal saja, tidak dapat melepaskan kerinduan jiwa manusia, tidak dapat pula secara menyakinkan membuktikan adanya Allahswt dan adanya kehidupan sesudah mati, kedua rukun uman yang pokok itu, sebab pengertian yang sepenuhnya ada di luar jangkauan akal manusia.

Hanya makrifat yang diperoleh dengan perantaraan wahyu Ilahi dapat menimbulkan dan memang benar-benar menimbulkan keyakinan dalam pikiran manusia tentang hal itu.

Pengatahuan manusia dengan semujur-mujurnya hanya dapat menjurus kepada kesimpulan, bahwa memang mungkin Dzat Ilahi dan kehidupan sesudah mati itu ada, tetapi hanya wahyu Ilahi-lah yang dapat mengubah kemungkinan itu menjadi kepastian.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Muminun

Nasib Bangsa Arab

Orang-orang Arab sama sekali telah berputus asa mengenai masa depan mereka. Mereka berleha-leha sambil berkubang di lumpur kemaksiatan dan menolak untuk percaya, bahwa mereka harus mempertanggung-jawabkan amal perbuatan mereka di hari kemudian.

Dari segi akhlak dan kerohanian, mereka sesungguhnya adalah orang-orang mati. Akan tetapi kemudian mereka menerima kehidupan baru melalui Al Quran. Air wahyu Ilahi menyirami tanah Arab yang kering dan gersang, lalu tanah itu tumbuh dan berkembang, kemudian suatu kehidupan baru berdenyut di urat nadinya.

Dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam, bangsa Arab yang tadinya merupakan sampah masyarakat dunia, akhirnya menjadi pemimpin-pemimpin serta pengajar dan pendidik.

Revolusi yang menakjubkan itu merupakan bukti nyata, bahwa Allahswt yang dapat membangkitkan suatu kaum yang dari segi kerohanian sudah mati, pada kehidupan baru juga berkuasa menghidupkan kembali yang mati secara jasmani.

Surah An Naml berakhir dengan catatan, bahwa Allahswt telah memilih Makkah untuk menjadi pusat syariat-Nya yang terakhir, dan bahwa dari kota ini akan memancar nur Ilahi yang akan menyinari seluruh dunia.

“Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah, Dia akan segera memperlihatkan kepadamu Tanda-tanda-Nya dan kamu akan mengenalinya.’ Dan tidaklah Tuhan engkau lalai mengenai apa yang kamu kerjakan.” (Surah An Naml, 27: 94).

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj


0 Komentar

Tinggalkan Balasan