Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Qasas

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-al-qasas

Surah Al Qasas adalah surah kedua puluh delapan setelah Surah An Naml, terdiri dari 89 ayat dan 9 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Qasas yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Al Qasas dan Hubungan dengan Surah-surah Lainnya

Menurut ijma (kesepakatan para ulama), Surah Al Qasas diwahyukan di Makkah. Sementara itu, menurut Umar bin Muhammad, surah ini diturunkan ketika Rasulullahsaw ada dalam perjalanan ke Madinah pada waktu hijrah.

Ayat ke-86 yang berbunyi, “Sesungguhnya Dia yang telah mewajibkan Al Quran atasmu, pasti akan mengembalikan engkau ke tempat kembali yang telah ditetapkan”,

Hal itu menunjukkan dengan jelas, bahwa Rasulullahsaw masih ada di Makkah, yaitu ketika dikatakan kepada beliau bahwa pada mulanya beliau terpaksa harus meninggalkan Makkah sebagai pelarian. Tetapi kemudian beliausaw akan kembali ke tempat itu sebagai seorang pemenang.

Di akhir surah sebelumnya meyebutkan, “Maka barangsiapa mendapat petunjuk, maka sesungguhnya ia mendapat petunjuk itu untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa menjadi sesat, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan,’” (Surah An Naml, 27: 93).

Artinya bahwa, paksaan tidak diizinkan untuk digunakan dalam penyebaran ajaran-ajaran Al Quran. Untuk menegakkan kebenaran dakwa Al Quran itulah maka Surah Al Qasas ini diturunkan.

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al  Qasas

Surah Al Qasas ini merupakan surah ketiga dan terakhir di antara surah-surah yang termasuk kelompok Tā Sīn Mīm. Ketiga surah ini dibuka dengan huruf Muqat-ta‘āt yang sama, dan oleh karena itu mengandung persamaan yang besar sekali dalam pokok bahasannya.

Semua surah itu mulai dengan tema yang penting tentang wahyu Al Quran dan berakhir dengan tema itu juga. Dalam Surah As Syuara (surah ke-26) banyak tempat disediakan dalam mengisahkan tabligh Nabi Musaas kepada Firaun.

Dalam Surah An Naml (surah ke-27) tempat istimewa diberikan kepada penjelmaan keagungan dan kebesaran Allahswt yang nampak kepada Nabi Musaas dan kepada pengalaman rohani beliau di Wadi Tuwayang penuh berkat itu.

Akan tetapi dalam Surah Al Qasas ini pelbagai peristiwa di dalam masa kehidupan Nabi Musaas agaknya telah diuraikan dengan lebih rinci daripada uraian dalam surah lain yang mana pun peristiwa beliau diangkat dari air dengan cara ajaib, masa bayi, masa kanak-kanak, masa muda, hijrah beliau, dan nubuwah beliau mengisyaratkan, bahwa Rasulullahsaw yang merupakan pribadi serupa dengan Nabi Musaas, harus juga melalui pengalaman-pengalaman seperti itu, walaupun dalam keadaan dan peristiwa yang berlainan.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Furqan

Perbudakan Kaum Bani Israil

Surah Al Qasas dimulai dengan uraian tentang keadaan yang menyedihkan berkenaan dengan kaum Bani Israil di bawah Firaun, betapa ia dengan politik memeras dan menindas secara kejam dan berikhtiar membunuh segala sifat kejantanan yang ada dalam diri mereka.

Ketika kehinaan mereka itu telah jatuh ke taraf serendah-rendahnya, Allahswt membangkitkan Nabi Musaas, dan dengan perantaraan beliau Allah Ta’ala menimbulkan perbaikan dalam hidup mereka dengan menenggelamkan Firaun bersama balatentaranya yang gagah perkasa ke dalam lautan di hadapan mata kepala mereka sendiri.

Sesudah penuturan kisah hidup Nabi Musa As, surah ini merujuk kepada nubuatan-nubuatan yang tercantum dalam Bibel mengenai Rasulullahsaw.

Selanjutnya Surah Al Qasas ini mengatakan kepada kaum Quraisy, bahwa bila mereka menerima beliausaw, mereka akan menikmati segala rahmat dan berkat kerohanian dan kebendaan, dan Makkah sebagai pusat dan kubu agama baru itu, ditakdirkan akan menerimanya. Akan tetapi bila mereka menolak beliausaw, mereka akan mendapat murka Allahswt.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nur

Penolakan Terhadap Nabi-nabi

Surah Al Qasas lebih lanjut mengatakan, bahwa ketika orang-orang ingkar ditimpa oleh azab dari kerasnya penolakan mereka terhadap kebenaran, mereka mulai mencela dan meninggalkan pemimpin-pemimpin mereka, yang menurut mereka orang-orang kafir itu telah menyesatkan mereka dan menjadi sebab keruntuhan mereka.

Sebaliknya para pemimpin mereka menolak dan bahkan mengutuk mereka, karena telah mengikuti pemimpin-pemimpin itu dengan membabi buta.

Akan tetapi penyebab yang hakiki bagi penolakan terhadap amanat itu, demikian kata Surah Al Qasas ini, ialah, oleh karena mereka berkecimpung dalam harta kekayaan duniawi serta dininabobokan perasaan aman yang palsu.

Orang-orang kaya dan berpengaruh senantiasa menganggap sepele nabi-nabi Allah, mengejek serta, menganiaya mereka. Mereka menganggap sepi ajaran akhlak yang luhur, seperti banyak tercantum pada lembaran-lembaran sejarah.

Lebih lanjut Surah Al Qasas ini menyatakan bahwa penolakan terhadap kebenaran tak pernah akan dibiarkan berlalu begitu saja dengan tanpa mendapat hukuman, dan menyatakan bahwa kekafiran selamanya akan menyebabkan tokoh-tokohnya menemui kehancuran.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Muminun

Kesamaan Rasulullah dengan Nabi Musa

Menjelang penutup, Surah Al Qasas dengan gamblang mengingatkan pada kabar gaib luar biasa yang terkandung dalam hijrah Nabi Musaas dari Mesir ke Midian, dalam sepuluh tahun pemukiman beliauas di sana dan kemudian kembali lagi ke Mesir, serta dalam perbuatan menolong orang-orang Bani Israil dari kekejaman Firaun.

Kabar gaib itu menyatakan, bahwa seperti halnya Nabi Musaas, Rasulullahsaw pun akan meninggalkan kampung halaman beliausaw dan pergi untuk tinggal di tempat asing sepuluh tahun lamanya, dan kemudian akan kembali lagi ke tempat kelahiran agama beliau itu dan menaklukkannya, lalu menpatkan agama Islam pada sebuah pondasi yang kokoh.

Beberapa ayat terakhir Surah Al Qasas ini menyimpulkan pokok masalahnya dan mengatakan, bahwa Rasulullahsaw tidak pernah menyangka sedikit pun, bahwa beliausaw akan dijadikan pengemban tugas amanat Ilahi.

Akan tetapi karena sekarang beliausaw benar-benar telah diserahi tugas mengemban amanat agung itu, beliausaw harus memanggil seluruh umat manusia ke jalan Allah, dan bertawakal kepada-Nya serta pantang mundur atau putus asa. Beliau harus berjuang membuka jalan menuju kemenangan, sebagai pembela kebenaran yang besar dan gagah berani.

“Dan janganlah engkau menyeru bersama Allah tuhan lain. tidak ada tuhan selain Dia. Segala sesuatu akan binasa kecuali Wujud-Nya. Baginya segala hukum, dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (Surah Al Qasas, 28: 89).

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj


0 Komentar

Tinggalkan Balasan