Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Muminun

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-al-muminun

Surah Al Muminun adalah surah kedua puluh tiga setelah Surah Al Hajj, terdiri dari 119 ayat dan 6 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Muminun yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Al Muminun dan Hubungannya dengan Surah-surah lainnya

Terdapat cukup banyak kesaksian dari Al Quran sendiri yang menunjukkan, bahwa Surah Al Muminun diwahyukan menjelang akhir Rasulullahsaw tinggal di Makkah, Sayuthi menganggapnya surah yang terakhir diwahyukan di Makkah, tak lama sebelum keberangkatan Rasulullahsaw ke Madinah.

Sekalipun boleh jadi Surah Al Muminun ini bukan benar-benar terakhir, tetapi tentu merupakan salah satu di antara Surah-surah yang terakhir diturunkan di Makkah.

Dalam ayat-ayat penutupan surah sebelumnya, dikatakan kepada orang-orang mukmin, agar mereka menghadapkan muka kepada Allahswt dan menaati perintah-Nya, sebab dalam hal ini terletak rahasia kemajuan dan kesejahteraan mereka di masa akan datang.

Mereka diperintahkan melancarkan perang dengan pedang, agar mereka yang menghunus pedang untuk melawan Islam, mereka itu sendiri, harus tewas oleh pedang.

Lebih lanjut mereka diperintahkan berjuang di jalan Allah dengan Al Quran; dan janji diberikan kepada mereka, jika mereka berbuat demikian, Allahswt akan menolong dan menganugerahkan kepada mereka kemenangan dan kesejahteraan. Janji itu bersyarat.

Tetapi di sini telah diberi jaminan yang pasti bahwa suatu jamaah orang-orang mukmin tentu akan dilahirkan; dan karena mereka yang memenuhi syarat-syarat tersebut di atas, akan memperoleh kemenangan.

Dengan demikian, sesuatu yang telah diprakirakan ada, dalam surah sebelumnya, dalam Surah Al Muminun apa yang dida’wahkan benar-benar menjelma menjadi kenyataan.

Tafsir Singkat dan Isi Kandungan Surah Al Muminun

Berikut ini tafsir singkat dan beberapa isi kandungan Surah Muminun

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Anbiya

Janji Kemenangan bagi Kaum Mumin

Surah Al Muminun mulai mengemukakan khabar suka kepada orang-orang mukmin sejati, bahwa saat kemenangan dan kesejahteraan mereka benar-benar telah tiba, dan lebih lanjut memberikan pelukisan singkat mengenai ciri-ciri khas mereka dan tanda-tanda khusus yang menunjukkan proses pertumbuhan dan perkembangan ruhani mereka.

Pelukisan ini diikuti oleh uraian singkat tetapi indah, mengenai pertumbuhan janin manusia, dan menerangkan berbagai tingkatan yang di lalui oleh bayi – mulai tingkat berupa setetes mani sampai tingkat berupa wujud manusia yang telah mencapai perkembangan sempurna.

Selanjutnya menerangkan, bahwa sebagaimana tiap-tiap kelahiran jasmani diikuti oleh kematian dan kebangkitan kembali, demikian pula bangsa-bangsa atau kaum-kaum yang di antara mereka pada suatu ketika terjadi kebangkitan ruhani, pada waktu yang lain mereka menjadi rusak dan mundur dan pada waktunya diganti oleh suatu kaum yang lain.

Pada hakikatnya, perkembangan ruhani mempunyai persamaan yang erat dengan perkembangan jasmani. Kedua-duanya harus melalui tujuh tingkat perkembangan.

Hanya Al Quran yang Berlaku Sepanjang Masa

Selanjutnya Surah Al Muminun menggarap masalah, bahwa segala sesuatu diturunkan ke dunia sesuai dengan ukuran yang telah ditetapkan, dan tiap-tiap wujud terus ada, dan dilindungi sampai kepada saat yang telah ditentukan.

Tetapi, manakala kemanfaatannya habis, ia menjadi rusak dan akhirnya mati. Sejalan dengan itu ajaran-ajaran Ilahi yang di turunkan sebelum Al Quran, menjadi tidak berlaku lagi, bila ajaran-ajaran itu selesai memenuhi tujuannya yang dikehendaki.

Jadi kenyataannya bahwa sesuatu ajaran yang darang dari Allahswt tidak memberikan jaminan kepadanya untuk menjadi kebal terhadap kerusakan.

Hanya Al Quran sajalah jaminan kepadanya untuk menjadi kebal terhadap kerusakan. Hanya Al Quran sajalah yang telah dianugerahi kesinambungan hidup dan karena senantiasa akan menyediakan makanan ruhani untuk seluruh umat manusia buat sepanjang masa.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Tha Ha

Keperluan Ruhani Manusia

Kemudian Surah Al Muminun menyebutkan kembali beberapa karunia yang Allahswt anugerakan kepada manusia yang perlu sekali untuk kehidupan fisiknya, dan sesudah itu mengambil pelajaran moral, bahwa Allah telah menaruh perhatian begitu besar dalam menyediakan keperluan-keperluan jasmani manusia, tentu Dia menaruh perhatian yang sama besarnya, bahkan lebih besar lagi, dalam menyediakan keperluan-keperluan ruhaninya.

Selanjutnya dinyatakan, bahwa syarat paling utama untuk menjamin kemajuan ruhani ialah kepercayaan kepada tauhid Ilahi, telah diajarkan dan disiarkan oleh para nabi Allahswt semenjak dunia tercipta.

Nabi Nuhas mengajarkan dan menablighkan tauhid Ilahi. Sesudah beliau, datang silsilah demi silsilah nabi-nabi, yang semuanya mengajar kan, bahwa Tuhan itu Maha Esa; dan guru-guru ruhani yang datang di belakang mereka pun menekankan dan mengutamakan hal itu.

Tetapi mereka yang setia kepada kegelapan, selamnya melawan dan menganiaya nabi-nabi. Hasil dari adu kekuatan di antara kebenaran dan kepalsuan ialah, orang-orang mukmin senantiasa memperoleh kemenangan, dan mereka yang tidak beriman dan menolak nabi-nabi Allahswt, menderita kekalahan dan ditimpa kesedihan.

Hamba-hamba Allahswt yang shaleh takut kepada Tuhan dan beriman kepada Tanda-tanda-Nya dan mempunyai keyakinan teguh mengenai keesaan-Nya, serta dengan sekuat tenaganya melakukan amal-amal yang baik, namun mereka tetap beranggapan bahwa mereka tidak menjalankan sepenuhnya kewajiban-kewajiban dan tanggung jawab mereka. Mereka berlomba-lomba dalam mengerjakan amal shaleh.

Hukuman bagi Orang-orang Kafir

Sesudah itu, orang-orang kafir diberi peringatan, bahwa mereka akan dihukum jika bersikeras kepada menolak amanat Ilahi.

Tetapi mereka tidak berhenti dari tempuhan hidup buruk mereka, dan terus-menerus berkecimpung dalam perbuatan-perbuatan buruk, hingga ketika saat tiba menerima azab, mereka meminta-minta dan memohon-mohon, supaya diberi kesempatan terakhir untuk memperbaiki diri.

Tetapi pada saat itu permintaan mereka terlambat, dan mereka diberi kesadaran, bahwa pendiritaan dan hukuman walaupun dialami hanya waktu yang singkat, sesudah seumut hidup mereka menikmati keenakan dan kesenangan, sungguh dirasakan oleh mereka hukuman itu sangat pedih.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Maryam

Tujuan Kehidupan Manusia

Surah Al Muminun berakhir dengan menyebutkan kebenaran ruhani yang agung, bahwa manusia tidak dijadikan tanpa tujuan. Kehidupan mempunyai maksud yang sangat mulia, sebab itu, manusia hendaknya tidak ragu-ragu atau membantah-bantah kebenaran hukum Ilahi serta kebenaran para rasul Tuhan; dan harus menyadari, bahwa mereka harus mempertanggung jawabkan amal perbuatannya kelak di hadapan Allahswt.

Manusia telah dijadikan untuk memenuhi suatu tujuan agung, ialah mengembangkan dan mencerminkan dalam dirinya sifat-sifat Allahswt. Ia telah dianugerahi kepribadian yang bersifat ketuhanan, dan nyata-nyata merupakan wujud pusat di tengah segala makhluk atau sekurang-kurangnya merupakan bagian makhluk yang bertalian dengan semesta alam kita.

Oleh karena ia harus memenuhi tujuan agung; hayatnya tidak akan berakhir dengan keberangkatannya dari dunia dan dengan keluarnya ruh manusia dari badan jasmaninya yang kasar.

Ruh manusia akan melanjutkan perjalanannya yang tidak akan kunjung habis, dalam suatu alam baru, dalam bentuk baru, dan dalam badan baru. Anggapan bahwa dengan kehancuran badan jasmani, ruh manusia mengalami maut, adalah sangat berlawanan dengan hikmah Allahswt dan berlawanan dengan seluruh rencana dan tujuan Dia menjadikan alam raya ini.

“Ya Tuhan-ku, ampunilah dan kasihanilah, dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang sebaik-baiknya.” (Surah Al Muminun, 23: 119)

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Kahfi


0 Komentar

Tinggalkan Balasan