Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Kahfi

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-dan-isi-kandungan-surah-al-kahfi

Surah Al Kahfi adalah surah kedelapan belas setelah Surah Bani Israil, terdiri dari 111 ayat dan 12 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Kahfi yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Pendahuluan

Munurut Ibn Abbasra dan Ibn Zabairra, seluruh Surah Al Kahfi diturunkan di Makkah. Hampir semua ahli tafsir Al Quran nampaknya sepakat mengenai hal ini. Besar kemungkinan, bahwa surah ini diturunkan pada tahun keempat atau kelima.

Anasra meriwayatkan, bahwa Surah Al Kahfi diwahyukan sekaligus dan telah dijaga oleh tujuh puluh ribu malaikat (Mansur, jilid IV hal. 210).

Nubuatan, bahwa Rasulullahsaw akan menghadapi perlawanan sengit dari orang-orang Yahudi dan Kristen telah dibahas dengan agak mendalam dalam Surah An-Nahl.

Masalah itu dikupas lagi dengan panjang lebar dalam Surah Bani Israil yang di dalamnya telah dikemukakan, bahwa Rasulullahsaw akan dibawa ke daerah-daerah di mana beliau akan tinggal di tengah-tengah orang-orang Yahudi dan akan mengadakan hubungan-hubungan baru dengan mereka, dan kelak akan menghadapi perlawanan dari orang-orang Yahudi maupun orang-orang Kristen, serta pada akhirnya akan mengalahkan mereka.

Nubuwatan Surah Bani Israil

Surah Bani Israil menyebutkan suatu kasyaf Rasulullahsaw, yang juga mengandung nubuatan, bahwa beliau akan menaklukkan tanah suci kaum Yahudi, serta mengisyaratkan kepada dua peristiwa pemberontakan dari kaum Yahudi seperti telah dinubuatkan dalam Kitab Ulangan.

Pemberontakan pertama telah terjadi sesudah Nabi Daudas, yang sebagai akibatnya Bani Israil telah diusir dari tanah tumpah darah mereka sendiri. Mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan tanah air mereka dikembalikan lagi kepada mereka.

Tetapi mereka kembali lagi kepada perbuatan-perbuatan buruk, melanggar perintah-perintah Tuhan, dan memberontak untuk kedua kalinya di masa Nabi Isaas Keduhakaan dan pelanggaran yang kedua kali ini mendatangkan kepada mereka hukuman yang lebih keras.

Tempat-tempat suci mereka dimusnahkan dan mereka diusir dari negeri yang dijanjikan, yang sangat mereka cintai. Nubuatan-nubuatan tersebut telah menyebutkan pula keadaan-keadaaan dan hal-hal yang harus dilalui oleh angkatan pertama kaum Nabi Israil, ialah orang-orang Yahudi. Tetapi diuraikannya keadaa mereka itu menimbulkan dua pertanyaan gamblang :

Bila orang-orang Kristen yang merupakan angkatan kedua umat Nabi Musaas, telah diselamatkan dari siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang Yahudi, yang merupakan angkatan pertama umat itu, apakah hal itu tidak berarti bahwa orang-orang Kristen itu menjadi ahli waris nikmat-nikmat dan karunia-karunia ruhani yang telah dijanjikan kepada umat Yahudi?

Apa sebabnya umat Islam telah diperingatkan untuk menjaga diri agar mereka jangan mendapat kemurkaan Tuhan dengan mengikuti jejak orang-orang Yahudi, dan apakah yang dimaksudkan oleh peringatan itu, dan masa depan apakah yang menantikan mereka itu ?

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Bani Israil

Nasib Umat Nabi Musa

Kedua pertanyaan yang wajar dan sangat tepat itu telah dijawab Surah Al Kahfi ini, dan telah diberi sedikit penjelasan mengenai perubahan nasib yang harus dilalui oleh gama Kristen, yang merupakan angkatan kedua penganut agama yang dibawa oleh Nabi Musaas.

Telah diuraikan pula bagaimana umat Islam akan bertingkah laku dan menjadikan diri sendiri sasaran kemurkaan Ilahi dengan meniru cara-cara buruk orang-orang Yahudi.

Telah diberikan jawaban pula kepada pertanyaan lain lagi; apakah sebenarnya hubungan di anrara hal-hal ini dengan kisah penghuni-penghuni gua dan Dzulqarnain, Yajuj-Majujm dan tamsil “dua kebun” dan isra’  (perjalanan ruhani) Nabi Musaas?

Jawaban yang Surah Al Kahfi berikan kepada pertanyaan itu ialah, tamsil-tamsil itu melukiskan dengan bahasa kiasan, keadaan bangkit dan jatuhnya bangsa-bangsa Kristen, dan juga mengenai kesulitan-kesulitan dan percobaan-percobaan yang akan diderita oleh umat Islam di tangan umat Kristen, oleh karena keburukan-keburukan umat Islam sendiri.

Dengan tujuan memperluas jangkauan masalah ini, dan membuatnya lebih jelas lagi, isra’ Nabi Musaas telah disebut sesudah dikemukakkannya tamsil “dua kebun “ itu.

Perjalanan ruhani Nabi Musaas itu melukiskan dengan bahasa kiasan kemajuan besar dalam bidang kebendaan dan dalam bidang akhlak yang akan dicapai oleh para pengikutnya, persisi seperti kemajuan yang dicapai secara amat menakjubkan sekali oleh para pengikut Rasulullahsaw yang telah dilukiskan dalam isra’ beliau sendiri, seperti telah tersebut dalam Surah Bani Israil.

Isra’ Nabi Musaas melukiskan secara terperinci, bila dan bagaimana kemajuan yang besar ini akan mulai, dan di mana akan berhenti dan bilamana Bani Israil akan menjadi terluput dari nikmat-nikmat Ilahi yang nanti akan dipindakan kepada keturunan Nabi Ismailas.

Sesudah itu kepada kita diberitahukan, bahwa Bani Ismail, setelah menerima karunia-karunia Tuhan pada giliran mereka, akan menerima kemurkaan Ilahi karena menolak perintah-perintah-Nya, dan akan dihukum oleh Yajuj-Majuj, yang pada suatu masa akan tersebar dan berkuasa di seluruh dunia.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nahl

Dzulkarnain Kedua

Menjelang akhir surah, disebut suatu wujud Dzulqarnain – yang menjadi penghalang bagi Yajuj-Majuj untuk menguasai seluruh dunia. Dengan demikian keadaan jasmani dan ruhani umat Kristen, baik pada waktu masih dalam tingkat permulaan maupun akhir zaman, telah disoroti.

Penghuni-penghuni gua itu melambangkan orang-orang Kristen pertama dalam masa kelemahannya, sedan Yajuj-Majuj menggambarkan keadaan mereka pada puncak kejayaannya di akhir zaman.

Surah Al Kahfi berakhir dengan mengemukakan, jaminan bagi para pengikut Islam, bahwa Allahswt akan mematahkan kekuatan-kekuatan yang tidak berjiwakan agama, yang dilepaskan oleh Yajuj-Majuj; dan Dia akan membawa keselamatan bagi umat Islam dengan perantaraan Dzulqarnain kedua, yaitu Imam Mahdi atau Almasih Almau’ud (Almasih yang dijanjikan).

Oleh karena Surah Al Kahfi sangat penting, maka pada tempatnyalah untuk mengemukakan beberapa perincian tambahan mengenai pokok pembahasannya. Surah ini menyatakan, bahwa Allahswt telah mewahyukan Al Quran untuk menghilangkan kesalahan-kesalahan yang telah menyelinap dalam kitab-kitab suci yang terdahulu.

Surah Al Kahfi ini memperingatkan mereka yang menisbahkan seorang anak kepada Allah, bahwa dengan berbuat demikian mereka mengundang kemukaan-Nya. Orang-orang ini membenci Islam, tetapi keadaan permulaan mereka tidak sama dengan kesudahannya.

Mula-mula keadaan mereka sangat lemah dan mereka menjadi sasaran penindasan yang sangat keras. Allahswt menurunkan rahmat-Nya kepada mereka dan melepaskan mereka dari percobaan-percobaan dan penderitaan-penderitaan mereka serta membuka bagi mereka jalan kemajuan dan kesejahteraan.

Tetapi tatkala mereka berkembang menjadi kaya dan sejahtera, mereka beralih kembali kepada kebiasaan-kebiasaan syirik, dan daripada menghadap kepada Allah, mereka berpaling kepada dunia, dan mereka sama sekali lenyap dalam urusan itu.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hijr

Peringatan Bagi Umat Islam

Umat Islam diperingatkan untuk mengambil pelajaran dari nasib mereka dan di masa kejayaannya harus tetap waspada, teristimewa menjaga diri dari menjadi lalai dalam ibadah kepada Allahswt, dari mabuk dalam kecintaan yang berlebih-lebihan akan kekayaan dan barang-barang duniawi, dan dari kehidupan yang senang dan mewah.

Kemudian, kejayaan bangsa-bangsa Kristen, sebagai bandingan terhadap kemunduran dan kemiskinan umat Islam, telah dilukiskan secara jelas dengan “tamsil dua orang,” yang seorang kaya dan yang seorang lagi miskin. Si kaya, bangsa-bangsa yang beragama Kristen, akan menyombongkan diri atas kekayaannya; sedang si miskin akan menyandarkan diri kepada Allah.

Keangkuhan dan kesombongan akhirnya akan mendatangkan kerugian, dan keadaan-keadaan di luar kekuasaan manusia akan mendatangkan kemunduran dan kegagalan bagi si kaya.

Surah Al Kahfi selanjutnya mengemukakan sedikit perincian mengenai perubahan-peru bahan besar yang telah diwahyukan kepada Nabi Musaas dalam kasyaf beliau, yang di dalamnya beliau diberitahu, bahwa perkembangan dan kemajuan agama beliau tidak akan dapat menandingi puncak-puncak keagungan yang akan dicapai oleh suatu agama lain yang akan muncul di kemudian hari.

Agama yang akan menyusul itu, ialah Islam, akan meyempurna kan dan melengkapkan ajaran yang ditinggalkan oleh agama Nabi Musaas dalam keadaan tidak sempurna, serta akan muncul dari reruntuhan agama Kristen yang ketika itu sedang menurun dan mundur.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Ibrahim

Masa Kejayaan Islam

Sesudah membahas mundur dan jatuhnya bangsa-bangsa Kristen serta kebangkitan Islam, Surah Al Kahfi menguraikan keadaan-keadaan yang akan terbit sesudah datangnya kejayaan Islam.

Telah dikemukakan, bahwa suatu masa akan datang bila umat Islam akan membelakangi agama mereka, dan akan memusatkan segala perhatian mereka untuk mengejar kekayaan dan kekuasaan duniawi. Untuk menghukum mereka atas dosa-dosa mereka itu. Allahswt sekali lagi akan memberikan kejayaan dan kesejahteraan  kepada bangsa-bangsa dari umat Kristen, yang untuk suatu masa tertentu telah terhalang maju ke daerah-daerah sebelah selatan dan timur.

Kemudian kebinasaan besar akan menimpa dunia, dan bangsa-bangsa dunia akan terbagi dalam dua blok saling bermusuhan, yang memeluk dua paham berlawanan.

Dosa dan keburukan akan tersebar luas di dunia serta ketidak-adilan dan kezaliman akan merajalela. Apabila hal itu telah mencapai tingkatan demikian, Allahswt akan menciptakan keadaan-keadaan yang akhirnya akan mencegah dan menghentikan serangan “gelombang banjir” yang nampaknya tidak tertahan itu dan mengancam akan menggenangi serta menelan seluruh dunia.

Sementara membahas masalah itu Surah Al Kahfi dengan jelas mengisyaratkan bahwa kaum yang dahulu pernah mematahkan kekuasaan politik Yajuj-Majuj, kaum itu pula yang akan memainkan peranan penting dalam mencegah dan menghentikan gelombang pasang air bah itu – yakni para pengikut sejati Rasulullahsaw. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Baca juga: Surah Ar Ra’d, Tafsir Singkat Dan Isi Kandungannya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan