Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hasyr

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-as-saba

Surah Al Hasyr adalah surah ke-59 setelah Surah Al Mujadilah, terdiri dari 25 ayat dan 3 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Mujadilah yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Al Hasyr dan Hubungannya dengan Surah-surah Lain

Surah Al Hasyr surah ketiga di antara ketujuh surah Madaniyah terakhir. Surah yang mendahuluinya membahas persekongkolan dan persekutuan rahasia orang-orang Yahudi dari Medinah terhadap Islam.

Sedang Surah Al Hasyr ini membicarakan hukuman bagi mereka, terutama membicarakan pengusiran Banu Nadhir dari Madinah, salah satu dari antara tiga suku Yahudi Banu Qainuqa, Banu Nadhir, dan Banu Quraizhah selang beberapa bulan sesudah Pertempuran Uhud dalam tahun keempat Hijrah.

Pengusiran itu merupakan tindakan yang sangat bijaksana dan merupakan pandangan politik yang pernah diambil Rasulullahsaw yang jangkauannya jauh ke muka.

Sebab, andaikata orang-orang Yahudi dibiarkan terus tinggal di Madinah, maka kelak akan terbukti bahwa mereka menjadi sumber bahaya yang senantiasa mengancam Islam, karena mereka tidak jemu-jemu mengadakan kasak-kusuk dan perkomplotan rahasia.

Kemudian, Surah Al Hasyr membicarakan kaum munafikin Madinah yang tidak menunjukkan kesetiaan baik terhadap kaum Muslimin maupun terhadap orang-orang Yahudi. Orang-orang munafik pada dasarnya orang pengecut dan seorang pengecut tidak pernah tulus ikhlas atau setia terhadap siapa pun.

Kaum munafikin Madinah ternyata tidak setia terhadap orang-orang Yahudi pada saat mereka itu dihadapkan kepada bahaya.

Surah Al Hasyr dimulai dengan penyanjungan terhadap Tuhan dan berakhir dengan anjuran kepada kaum Muslimin, supaya memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang, yang telah merontokkan rencana jahat musuh-musuh mereka, sementara benihnya belum matang, dan telah membuka harapan gemilang untuk kemajuan dan kesejahteraan mereka.

Surah Al hasyr mempunyai persamaan yang dekat sekali dengan Surah Al-Anfal. (Surah ke 8)

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hasyr

Berikut ini tafsir singkat dan isi kandungan Surah Al Hasyr:

Pengusiran Orang Yahudi Madinah

Surah Al Hasyr mula-mula menyebutkan tentang pengusiran orang Yahudi di kota Madinah.

Di Medinah tinggal tiga golongan suku Yahudi, Banu Qainuqa’, Banu Nahdir, dan Bani Quraizhah. Surah Al Hasyr ayat 3, mengisyaratkan kepada pengusiran Banu Nadhir dari Medinah.

Suku ini sama seperti Suku Qainuqa’ sebelum mereka, telah berlaku khianat teradap kaum Muslimin pada beberapa peristiwa. Mereka menjalin jaringan komplotan dan memasuki persekutuan-persekutuan rahasia dengan musuh-musuh Islam untuk tujuan mengadakan perlawanan terhadap kaum Muslimin.

Orang-orang Yahudi Berulang-ulang melanggar perjanjian mereka dan mengkhianati persetujuan-persetujuan resmi untuk tetap berdiri netral di antara Rasulullahsaw dengan musuh-musuh beliau, dan bahkan telah berkomplot hendak membunuh beliau.

Pemimpin mereka, Ka’b bin Asyraf, pergi ke Makkah untuk mengumpulkan bala bantuan dari kaum Quraisy dan dari suku-suku musyrik lain di sekitar Makkah untuk mengusir kaum Muslimin dari Madinah.

Sesudah kekalahan sementara yang diderita oleh kaum Muslimin di Uhud, kasak-kusuk dan perlawanan terhadap Rasulullahsaw kian menjadi-jadi. Maka setelah keaniayaan mereka melampaui batas serta kehadiran mereka di Madinah ternyata selalu merupakan sumber bahaya kematian kaum Muslimin dan negara Islam, baru pada saat itulah Rasulullahsaw mengambil tindakan terhadap mereka.

Beliau mengepung benteng mereka dan, setelah mereka dengan sia-sia bertahan selama 21 hari, pada akhirnya mereka menyerah. Mereka diperintahkan meninggalkan Medinah lalu mereka semua berangkat ke Siria, kecuali  dua keluarga memilih tetap tinggal di Khaibar.

Rasulullahsaw luar biasa baik hati dan lemah lembutnya terhadap mereka. Beliau mengizinkan mereka membawa harta benda dan ternak mereka.

Mereka bertolak dengan aman dari Madinah, tetapi mereka tidak berbuat demikian sebelum mereka dihinggapi rasa putus asa dari mendapat bantuan yang dinanti-nanti mereka dari sekutu-sekutu mereka di benteng mereka, yang mereka duga tidak terbobolkan itu, ternyata tidak dapat menyelamatkan mereka.

Mengingat rencana jahat dan tipu daya mereka, persengkongkolan- persengkongkolan dan perkomplotan-perkomplotan rahasia mereka, serta perbuatan khianat dan kepalsuan yang dibuktikan mereka berulang-ulang, pula pelanggaran perjanjian-perjanjian resmi yang terjadi setiap kali, maka hukuman yang dijatuhkan atas mereka itu sungguh amat ringan sekali.

Isyarat di dalam kata-kata pada waktu pengusiran pertama, dapat ditujukan kepada pengusiran teradap Banu Qainuqa dari Medinah sesudah Pertempuran Badr, atau kata-kata itu dapat pula tertuju kepada pengusiran dari Medinah terhadap ketiga suku Yahudi tersebut di atas oleh Rasulullahsaw itulah pengusiran mereka ynag pertama.

Tetapi, Sayyadina Umar, Khalifah kedua Rasulullahsaw mengusir seluruh orang Yahudi dari daerah Arab selebihnya, untuk yang kedua kalinya dan yang terakhir, Jadi kata-kata itu dapat dianggap mengandung suatu khabar gaib, bahwa sesudah suku-suku bangsa Yahudi Medinah diusir oleh Rasulullahsaw semua orang Yahudi akan mengalami nasib yang sama pada waktu kemudian.

Permbuangan Banu Nadhir dari Madinah merupakan suatu Hukuman yang amat ringan. Mereka selayaknya mendapat hukuman yang lebih berat lagi; dan seandainya mereka tidak dibuang, niscaya mereka telah mendapat hukuman keras dengan suatu cara lain.

Atas perintah Rasulullahsaw, pohon-pohon korma milik Banu Nadhir yang seperti dinyatakan dalam ayat 3, telah mengurung diri mereka di dalam benteng-benteng mereka sebagai tentangan terhadap perintah Rasulullahsaw supaya mereka menyerah.

Setelah pengepungan berlangsung beberapa hari, Rasulullahsaw memerintahkan untuk memaksa mereka menyerah dengan menebangi pohon-pohon korma mereka dari jenis linah, yang mutu buahnya sangat buruk dan sama sekali tidak berguna untuk dimakan manusia.

Baru saja enam pohon ditebang, mereka menyerah. Perintah Rasulullah saw itu sangat ringan, lunak, dan sungguh sesuai dengan hukum perang yang beradap.

Persatuan Musuh-musuh Islam

“Mereka tidak akan memerangi kamu bersama-sama kecuali dalam kota-kota berbenteng atau dari belakang dinding-dinding. Peperangan di antara mereka pun sangat hebat. Engkau mengira mereka bersatu-padu padahal hati mereka terpecah-belah. Yang demikian itu disebabkan mereka adalah kaum yang tidak berakal.” (Surah Al Hasyr, 59: 15)

Surah Al Hasyr ayat 15 di atas berarti bahwa orang-orang kafir, terutama orang-orang Yahudi dan orang-orang munafik Madinah tampak seakan-akan bersatu dalam satu front melawan Islam, akan tetapi mereka tidak mempunyai tujuan bersama untuk diperjuangkan dan kepentingan mereka bermacam-macam dan berlainlainan, oleh karena itu tidaklah mungkin terdapat kesatuan di antara mereka.

Pada saat itu di Arabia terdapat tiga golongan yang nampaknya bersatu-padu melawan negara Islam – orang-orang Yahudi, orang-orang munafik Medinah, dan orang-orang musyrik Quraisy asal Mekah.

Kaum Quraisy melihat di dalam kebangkitan kekuatan dan kekuasaan Islam ada bahaya besar terhadap keunggulan mereka dalam segala bidang, sedang orang-orang munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay melihat bahaya terhadap pengaruhnya di Medinah, dan orang-orang Yahudi melihat ancaman terhadap organisasi dan supremasi rasial mereka.

Karena mereka tidak mempunyai tujuan yang sama maka persatuan semu itu tidak mempunyai dasar yang nyata dan tidak pernah terwujud pada saat-saat berbahaya.

“Sekiranya Kami menurunkan Al-Quran ini kepada gunung, niscaya engkau akan melihatnya tunduk dan menjadi berkepingkeping karena takut kepada Allah. Dan inilah perumpamaanperumpamaan yang Kami kemukakan untuk manusia supaya mereka berpikir.” (Surah Al Hasyr, 59: 22)

Surah Al hasyr ayat 22 di atas dapat mengandung arti bahwa orang-orang musyrik Makkah yang congkak itu – yang sebelum Islam tiada ajaran dapat menghentikan mereka dari itikad dan amal musyrik, dan yang laksana batu karang kokoh kuat, tetap tidak tergoyahkan dan gigih berperang dengan kuat pada adat istiadat Bedui, tidak tersentuh oleh pengaruh kegemilangan dan kecermelangan peradaban Kristen di negeri sebelah – akan ditundukkan oleh ajaran Islam yang sempurna dan perkasa, dan dari hati mereka yang mulamula laksana batu karang itu, akhimya akan terbit sumber-sumber cahaya dan ilmu yang memancar dengan derasnya.

Baca juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan