Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

tafsir-singkat-dan-isi-kandungan-surah-al-hajj

Surah Al Hajj adalah surah kedua puluh dua setelah Surah Al Anbiya, terdiri dari 79 ayat dan 10 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat Surah Al Hajj yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Surah Al Hajj dan Hubungannya dengan Surah-surah Sebelumnya

Menurut pendapat para ulama, sebagian surah ini diturunkan sebelum Hijrah dan sebagian lagi sesudahnya. Tetapi Dahhak berpendapat, bahwa seluruhnya diwahyukan sesudah Hijrah.

Dalam Surah Al Anbiya telah dinyatakan, bahwa azab Allah terus-menerus membuntuti orang-orang ingkar, karena mereka menolak kebenaran.

Dalam ayat terakhir Surah Al Anbiya, Rasulullahsaw diperintahkan untuk memohon azab atas orang-orang ingkar, disebabkan mereka tak jemu-jemunya memperlihatkan sikap tidak bersahabat.

Ayat pertama Surah Al Hajj, merupakan jawaban terhadap doa beliau. Itulah hubungan langsung Surah Al Hajj ini dengan Surah Al-Anbiya.

Tetapi ada hubungan lebih luas dan pertalian lebih mendalam antara pokok pembahasan beberapa surah dengan Surah Al Hajj. Masalah yang bermula dalam Surah Maryam dan kemudian dikembangkan dan diuraikan panjang lebar dalam Surah Tha Ha dan Surah Al Anbiya, telah dilengkapkan dalam Surah Al Hajj ini.

Dalam Surah Maryam asas-asas pokok kepercayaan agama Kristen telah diuraikan dan dibantah secara jitu, sebab tanpa bantahan itu tidak ada alasan yang sah untuk adanya suatu amanat baru.

Rasulullahsaw menda’wakan telah membawa suatu amanat baru dan hukum syariat yang baru untuk seluruh umat manusia.

Jika dapat diperlihatkan kepada seluruh dunia, bahwa agama Kristen terwujud di dunia ini dalam keadaan kemurniannya seperti semula, dan jika di dunia sebelumnya telah terdapat suatu agama yang menda’wakan diri sebagai agama yang benar, praktis, dan dapat diamalkan, maka keperluan akan suatu agama yang baru tidak akan timbul. Oleh karena itu harus dibuktikan, bahwa asas-asas pokok kepercayaan agama Kristen tidak benar dan tidak mempunyai dasar.

Permasalahan itu disampaikan dalam Surah Maryam, dengan menjelaskan kejadian kejadian di sekitar waktu kelahiran Nabi Isaas telah membuktikan, bahwa beliauas dalam keadaan apapun tidak berbeda atau melebihi utusan-utusan Allahswt lainnya.

Dalam Surah Tha Ha doktrin agama Kristen, bahwa hukum syariat merupakan laknat, telah dibantah sepenuhnya dan selengkapnya; sedang dalam Surah Al Anbiya masalah itu telah dibahas dengan cara yang lain, dan telah diperlihatkan, bahwa itikad adanya dosa pertama (dosa warisan), sama sekali tidak dapat dipertahankan.

Telah dijelaskan, bahwa jika manusia harus menanggung akibat dosa sebagai warisan dosa-pertama, dan dikarenakan tidak mempunyai kemauan bebas, ia tidak dapat melepaskan diri darinya, maka tujuan dan maksud diutusnya rasul-rasul Allah telah menjadi gagal, niscaya manusia tidak dapat lagi dianggap bertanggung jawab terhadap amal-perbuatannya.

Sedang dalam Surah Al Hajj ini kita diberitahu, bahwa seandainya Nabi Isaas telah mencapai martabat kesempurnaan rohani paling tinggi, maka tidak perlu ada hukum syariat baru dan rasul baru.

Tetapi kenyataannya Rasulullahsaw telah datang menda’wakan diri sebagai rasul dan sebagai pembawa syariat baru. Itu adalah merupakan suatu tantangan terhadap doktrin Kristen tersebut.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Kahfi

Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj

Pokok pembahasan Surah Al Hajj terbagi dalam lima bagian utama:

Pertama

Orang-orang kafir diancam dengan hukuman Ilahi, karena mereka menolak penda’waan Rasulullahsaw yang bersandar pada dasar-dasar kebenaran yang kuat, sebagai berikut:

(a) Ajaran Rasulullahsaw mutlak sekali diperlukan untuk umat manusia dan berlandaskan pada kebenaran dan hikmah serta mempunyai dalil-dalil yang sehat dan kuat untuk membuktikan kemanfaatannya yang abadi serta membuktikan kehampaan sanggahan orang-orang ingkar;

(b) Tanda-tanda Ilahi membenarkan perjuangan Rasulullahsaw – pengikut-pengikut beliau menjadi makmur, baik dari segi kebendaannya maupun segi kerohaniannya; dan musuh-musuh beliau seperti musuh-musuh nabi-nabi terdahulu menderita kekalahan di tangan beliau;

(c) Beliau akan diberkati dengan rahmat-rahmat dan berkat-berkat Ilahi dengan cara yang luar biasa;

(d) Ajaran beliau direncanakan untuk mendatangkan keamanan, keserasian, dan kemauan baik di antara bangsa-bangsa dunia;

(e) Semua kepercayaan dan sistem keagamaan yang tidak benar, termasuk agama Kristen, akan terdesak mundur oleh derap maju Islam yang tangguh, dan pada akhirnya akan dikikis habis sampai ke akarakarnya.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Bani Israil

Kedua

Semua utusan Ilahi selalu ditentang dan orang-orang yang menjadi alat setan meletakkan segala macam rintangan dan hambatan pada jalan para utusan Ilahi itu. Tetapi Allahswt menyingkirkan semua rintangan tersebut dan perjuangan kebenaran akhirnya mencapai kemenangan.

Ketiga

Pengutusan Rasulullahsaw telah memenuhi tujuan Ilahi. Untuk itu Nabi Ibrahimas telah memanjatkan doa kepada Allahswt di lembah Makkah yang kering gersang, ketika beliau meninggalkan putra beliau, Nabi Ismailas dan istri beliau, Siti Hajar di sana.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nahl

Keempat

Rasulullahsaw telah mengalami perlawanan yang berlangsung lama dan sengit; dan beliausaw menanggung kesusahan-kesusahan yang tidak terkatakan dengan penuh kesabaran dan ketabahan, dan kini saatnya telah tiba beliausaw diberi izin berperang melawan musuh guna membela diri.

Peperangan membela diri bukan saja diizinkan, bahkan sangat terpuji bila kepentingan kebenaran itu sendiri berada dalam bahaya, dan pertolongan Ilahi senantiasa datang kepada mereka yang berperang membela kebenaran.

Jika berperang membela kebenaran tidak diizinkan, manusia akan kehilangan kebebasan hati nuraninya – yang merupakan pusaka paling berharga – dan Allahswt tidak akan disembah dan dosa serta kezaliman akan merajalela di dunia.

Kelima

Ajaran Ilahi itu laksana hujan yang segar yang memberi kehidupan dan tenaga baru kepada dunia yang ditilik dari segi kerohanian telah mati; karena itu, (ajaran) pasti akan berhasil. Perputaran – wahyu lama berganti dengan wahyu baru – berlangsung terus.

Ketika suatu ajaran tertentu menggenapi jangka kehidupan yang ditentukan baginya dan menyelesaikan tujuan yang dikehendaki untuknya, suatu ajaran baru mengambil tempatnya dan menjadi kendaraan iradah (kehendak) dan tujuan Ilahi.

Surah Al Hajj berakhir dengan janji Allahswt, bahwa pertolongan dari langit akan datang kepada Rasulullahsaw, sebab beliau adalah Guru yang Dijanjikan.

Karena itu para pengikut beliausaw harus memperlihatkan kesetiaan yang penuh dan tanpa syarat kepada beliausaw. Itulah jalan kemenangan dan kesuksesan. Wallahu a’lam bish-shawabi.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hijr


0 Komentar

Tinggalkan Balasan