Surah Ar Ra’d, Tafsir Singkat Dan Isi Kandungannya

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

surah-ar-rad

Surah Ar Ra’d adalah surah ketiga belas setelah surah Yusuf, terdiri dari 44 ayat dan 6 ruku. Untuk lebih jelanya mengenai surat ini, berikut ini tafsir singkat dan isi kandungan surah Ar Ra’d yang bersumber dari Al Quran Dengan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid.

Pengantar

Surah Ar Ra’d diturun kan di Makka. Kandungan Surah ini pun menguatkan pandangan itu. Tetapi ada beberapa ayatnya  yang diturunkan di Madinah. Ayat-ayat itu ialah ke-44 (menurut ‘Atha), ke-32 (menurut Qatadah), dan ke-13-15 (menurut sumber-sumber tertentu lainnya).

Dalam Surah Yunus (surah ke-10) dinyatakan, bahwa bila seorang nabi diutus ke dunia, maka Allahswt menarik orang-orang untuk menerima utusan Tuhan itu, baik dengan jalan menimpahkan azab, atau dengan melimpahkan rahmat-Nya atas mereka, jika mereka layak menerimanya. Tekanan diberikan dalam Surah Hud (surah ke-11) pada azab Tuhan, dan dalam Surah Yusuf (surah ke-12) pada rahmat Allahswt.

Sedangkan Surah Ar Ra’d ini menegaskan, bagaimana janji-janji dan nubuatan-nubuatan tentang kebangkitan dan kesejahteraan Rasulullahsaw, yang tercantum dalam ketiga Surah yang mendahuluinya akan menjadi sempurna, dan bagaimana Islam pada akhirnya akan mengungguli agama-agama lainnya.

Tafsir Singkat Surah Ar Ra’d

Surah ini mulai dengan pokok, bahwa Tuhan bekerja dengan cara-cara yang tidak nampak. Cara-cara para utusan Allah swt. dan nabi-nabi-Nya mencapai kekuasaan tetap tersembunyi dari pandangan mata manusia, sebelum hasilnya – yang unutk mencapainya itu mereka berusaha dan bekerja – menjadi kenyataan.

Lebih lanjut Surah ini menarik perhatian kepada hukum alam yang tak asing lagi, bahwa berbagai macam buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dari tanah yang diairi dengan air yang sama.

Seperti itu pula halnya Rasulullahsaw yang dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan yang sama dengan kaum musyrik Makkah, telah tumbuh berkembang menjadi seorang utusan Tuhan yang besar.

Seterusnya kepada orang-orang kafir diberitahukan, supaya hendaknya mereka jangan menilai Rasulullahsaw dengan melihat keadaan beliau yang lemah pada ketika itu, dan jangan pula merasa heran tentang janji-janji kemenangan beliau pada akhirnya.

Yang mengherankan ialah bukan kemenangan beliau yang dijanjikan itu, bahkan sebaliknya akan ganjil nampaknya bila beliau tidak muncul pada saat ketika umat manusia sangat memerlukan beliau. Rasulullahsaw pasti akan berhasil dan musuh-musuh beliau pasti gagal. Perjuangan Islam akan menang dan anak-anak pemimpin orang-orang kafir sendiri akan masuk ke dalam lasykar Islam.

Tuhan akan menarik kembali pertolongan-Nya dari orang-orang kafir, dan kekuatan serta kemuliaan mereka akan lenyap. Oleh karena semua hukum dan unsur alam ada di bawah pengawasan Tuhan, Dia akan menjadikan hukum dan unsur alam itu semuanya tunduk kepada kepentingan-kepentingan perjuangan Rasulullahsaw.

Tuhan-tuhan palsu orang-orang musyrik sama sekali tidak akan berdaya merintangi atau menghentikan kemajuan agama baru itu.

Seterusnya Surah ini mengemukakan pokok pembahasan, bahwa begitu besarnya kekuatan rohani Rasulullahsaw itu, sehingga beliau tanpa bantuan siapa pun dapat mengalahkan musuh-musuh beliau seorang diri, tak ubahnya seperti seorang orang yang bermata, dapat mengalahkan sepasukan orang-orang buta.

Kemusyirikan tidak dapat bertahan terhadap i’tikad tauhid Ilahi, dan begitu pula tuhan-tuhan palsu tidak akan bertahan terhadap pembela-pembela tauhid Ilahi. Musuh-musuh kebenaran akanhancur-lebur dan lenyap sirna seperti buih dan gelembung-gelembung.

Orang yang lemah daya pikirnya hanya melihat buih dan gelombang belaka, tetapi tidak memperhatikan dan tidak pula memiliki kecerdasan untuk melihat air jernih yang ada di bawahnya. Buih dan gelombang itu lenyap, tetapi air jernih dan emas murni tinggal.

Demikian pula kepercayaan-kepercayaan orang-orang musyrik yang dangkal dan tak berarti pasti akan lenyap, dan cita-cita luhur serta mulia yang diajarkan oleh Al Quran akan bertahan; dan ajaran-ajarannya, karena sesuai dan serasi dengan fitrat manusia akan meresap ke dalam hati manusia, sehingga orang-orang berangsur-angsur akan menyadari di pihak mana kebenaran itu berada; yaitu, ketika mereka membangdingkan keadaan akhlak orang-orang beriman dengan orang-orang kafir.

Tanda-tanda hebat akan diperlihatkan, mukjizat-mukjizat agung akan terjadi dengan peran taraan Al Quran, dan hati manusia – benteng terkuat dari segala benteng-benteng duniawi – akan roboh.

Salah satu tanda-tanda itu ialah, bahwa kaum Rasulullahsaw akan mengusir beliau dari Makkah, dan akan mengangkat senjata terhadap beliau. Tetapi Islam akan terus maju, hingga Makkah – pusat kekufuran dan perlawanan – akan jatuh ke tangan Rasulullahsaw.

 Kemusyrikan akan lenyap dari tanah Arab untuk selama-lamanya, dan Islam akan berdiri tegak di sana dengan kokoh dan kuatnya. Dunia akan menyaksikan semua tanda yang akan dijelmakan bukan dengan perantaraan manusia, melainkan oleh Tangan Tuhan Yang Maha Kuasa Sendiri. Surah ini mengandung banyak nubuatan tentang kekalahan dan kehancuran para pemimpin kekufuran, dan mengkhabar-gaibkan hari depan yang cemerlang bagi Islam.

Yang diuraikan di atas merupakan masalah pokok dalam Surah ini dan sesuai dengan masalah itu, Surah ini diberi nama Ra’d  yakni guruh. Hujan membawa kilat dan guruh besertanya, dan sungguh tepat kalau dikatakan, bahwa hujan rohani – wahyu Al Quran – pun akan disertai oleh guruh dan kilat.

Islam telah membawa guruh dan kilat besertanya. Mereka yang menghunus pedang untuk melawan Islam akan hancur oleh pedang, dan mereka yang menggabungkan diri dalam Islam, akan didudukkan di atas singgasana kekuasaan dan kemuliaan.

Baca juga: Tasir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Yusuf

Isi Kandung Surah Ar Ra’d

Surah-surah sebelumnya (Surah Yunus, Surah Hud dan Surah Yusuf) mulai dengan huruf-huruf alif lam ra, maka Surah ini, yang merupakan Surah ke-13, dimulai dengan huruf-huruf alif lam mim ra.

Perbedaan dalam huruf-huruf singkatan itu menunjukkan bahwa isi kandungan Surah Ar Rad ini sedikit berlainan dengan isi kandungan tiga Surah sebelumnya. Keempat huruf singkatan itu berarti, Aku Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Melihat. Sifat “Maha Mengatahui” telah ditambahkan kepada sifat “Maha Melihat,” yang disebut dalam Surah-surah yang mendahuluinya. Untuk lengkapnya, berikut ini isi kandungan tiap ruku dari Surah Ar Rad:

Isi Kandungan Surah Ar Ra’d Ruku Ke-1, Ayat 1-8

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku pertama diantaranya yaitu, seluruh langit atau benda-benda langit memang memerlukan penopang, tetapi penopang-penopang itu tidak nampak kepada mata manusia, umpamanya, daya tarik atau tenaga magnetis atau gerakan-gerakan khusus planit-planit atau cara-cara lain, yang ilmu pengetahuan telah menemukannya hingga saat ini atau yang mungkin akan ditemukan lagi di masa depan.

Meskipun ayat ini hanya menyinggung adanya pasangan-pasangan pada buah-buahan, di tempat lain Al Quran mengatakan, bahwa Allahswt telah membuat pasangan-pasangan jantan dan betina bagi segala sesuatu (36:37 ; 51:50). Itulah suatu hakikat yang untuk pertama kalinya dikemukakan oleh Al Quran, salah satu di antara semua kitab suci. Para ahli ilmu pengetahuan mulai menemukan pasangan-pasangan itu juga pada benda-benda anorganik (mati).

Hukum tentang segala sesuatu mempunyai pasangan-pasangan itu berlaku pula pada kecerdasan manusia. Sebelum Nur Ilahi turun kepada manusia, ia tidak dapat memiliki ilmu sejati, sama dengan yang lahir sebagai paduan antara wahyu Ilahi dan akal manusia.

Bila pohon-pohon yang diairi oleh air yang sama, berbuah sangat berbeda dalam rasa dan warna, betapa Rasulullahsaw.—yang meskipun beliau tinggal di kota yang sama dan di antara kaum yang sama – tidak dapat melebihi mereka; apalagi mengingat, bahwa beliau dipupuk dengan air-kehidupan berupa wahyu Ilahi, sedang musuh-musuh beliau dibesarkan di bawah asuhan syaitan.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Hud

Isi Kandungan Surah Ar Ra’d Ruku Ke-2, Ayat 9-19

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku kedua diantaranya yaitu, bahwa rencana musuh-musuh Rasulullahsaw, baik yang terang-terangan maupun yang rahasia tidak dapat berhasil, sebab Allah, Yang benar-benar mengetahui rencana-rencana itu, adalah Penolong dan Pelindung beliausaw.

Kemudian, jalan yang benar untuk mendapat sukses dalam kehidupan ialah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya yang tepat, memberikan kedudukan kepada Allahswt kedudukan yang mustahak bagi-Nya dan memberi kepada makhluk-makhluk-Nya kedudukan, yang mereka berhak memilikinya. Hanya itu saja satu-satunya jalan untuk mencapai sukses dan kebahagian yang sejati.

Selanjutnya, terdapat satu kebenaran yang agung, yaitu segala sesuatu yang dijadikan Allahswt, mau tidak mau harus tunduk kepada hukum-hukum alam yang diadakan oleh-Nya. Lidah harus melaksanakan tugas mencicip dan telinga tidak berdaya selain mendengar. Tunduknya kepada hukum-hukum alam itu dapat disebut sebagai dipaksakan.

Tetapi manusia diberi juga kebebasan tertentu untuk berbuat, di mana ia dapat mem pergunakan kemauannya dan pertimbangan akalnya. Bahkan dalam perbuatan-perbuatan, yang untuk melakukannya ia nampaknya dianugerahi kebebasan, ia sedikit-banyak harus tunduk kepada paksaan, dan ia harus menaati hukum-hukum Allah dalam berbuat apa pun, biar suka atau tidak.

Al Quran memakai dua kata yang berlainan untuk menyatakan keesaan Allahswt : Pertama, Ahad dan yang kedua Wahid.

Ahad menunjuk kepada Keesaan Allah yang mutlak, tanpa pertalian dengan wujud lain, sementara itu Wahid  artinya “yang pertama” atau “titik tolak”, dan menghendaki yang kedua dan yang ketiga sebagai lanjutannya.

Penjelasannya, sifat Wahid (satu) memperlihatkan, bahwa Allahswt itu “Sumber” sejati, tempat terbit segala penciptaan, dan segala sesuatu menunjuk kepada-Nya, sebagaimana seharusnya benda yang kedua atau ketiga menunjuk kepada yang pertama. Tetapi ketika Al Quran menolak paham keputraan wujud-wujud yang dengan tidak sah diberikan kedudukan itu, maka dipakainya kata Ahad yakni, Dia itu Esa dan senantiasa Esa serta Tunggal dan yang tidak beranak (112: 2).

Selanjutnya, terdapat dua gambaran yang sangat tepat tentang kebenaran. Gambaran pertama “kebenaran” itu dibandingkan dengan air dan “kepalsuan” dengan buih. Mula-mula kepalsuan itu nampaknya seperti akan menang terhadap kebenaran, tetapi pada akhirnya disapu bersih oleh kebenaran, seperti sampah disapu bersih oleh arus air yang dahsyat. Gambaran kedua, kebenaran itu dipersamakan dengan emas atau perak, yang bila dicairkan, melepaskan kotorannya sambil meninggalkan logam yang murni dan berkilau-kilauan.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Yunus

Isi Kandunga Surah Ar Ra’d Ruku Ke-3, Ayat 20-27

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku ketiga diantaranya, setelah melaksanakan kewajiban mereka kepada Allahswt dengan setia orang-orang mukmin menyempurnakan kewajibannya terhadap makhluk-Nya. Melaksanakan kedua kewajiban tersebut merupakan landasan, yang di atasnya berdiri seluruh jalinan organisasi agama.

Orang-orang mukmin menempuh jalan yang paling cocok untuk membasmi keburukan. Mereka memakai hukuman, di mana hukuman akan berguna, dan mempergunakan pengampunan, bila dapat diperhitungkan membawa hasil yang diharapkan. singkatnya, hukuman atau ampunan itu akan membasmi keburukan sampai kepada akar-akarnya dengan cara apa pun sesuai dengan keadaannya.

Tiap-tiap amal shaleh yang dikerjakan seseorang, dilakukan berkat adanya bantuan atau kerja sama dari sanak saudaranya dan kaum kerabatnya dengan sengaja atau tidak. Maka mereka itu semua dibuat ikut serta, menurut besarnya sumbangan mereka dalam menikmati keuntungan yang ia peroleh.

Berbagai jenis amal shaleh orang-orang beriman itu di akhirat akan diperlihatkan sebagai sekian banyak pintu gerbang ke surga.

Isi Kandungan Surah Ar Ra’d Ruku Ke-4, Ayat 28-32

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku keempat diantaranya, telah merupakan hukum Allahswt yang tak berubah, ialah. Dia memberi petunjuk kepapda mereka yang berhasrat untuk menghadap kepada Dia, dan membiarkan tersesat orang-orang yang berpaling dari-Nya dan menolak untuk menerima petunjuk- Nya.

Mencari Tuhan merupakan keinginan yang paling mendalam pada ruh manusia, dan merupakan tujuan yang hakiki bagi kehidupannya, dan bila tujuan itu telah tercapai, maka orang akan menimmati ketenteraman hati yang sempurna, sebab saat itu seolah-olah berada dalam pangkuan Tuhan.

Al Quran memecahkan semua masalah pelik yang dihadapi manusia ; atau dapat pula berarti, bahwa Alquran telah menghapus kan tertib lama dalam segala bentuk dan telah menanamkan cara-cara baru untuk menghadapi berbagai persoalan manusia.

Al Quran dengan cepat akan tersebar di seluruh dunia. Secara harfiah kata-kata itu berarti, bahwa bagian-bagian tanah akan diambil dari wilayah musuh dan akan dihibahkan kepada orang-orang yang beriman.

Dengan perantaraan Al Quran, mereka yang secara rohani sudah mati, bukan saja akan dihidupkan kembali ke dalam kehidupan baru, tetapi akan dibuat pula mengatakan kata-kata bijaksana, dan akan menablighkan amanat Al Quran ke seluruh dunia.

Bencana demi bencana akan berturut-turut menimpa orang-orang kafir, dan mereka akan menderita kemalangan demi kemalangan, hingga nubuatan tentang hancurnya sama sekali kekuasaan mereka akan menjadi sempurna dengan jatuhnya Makkah, ibukota dan benteng mereka yang utama.

Baca juga: Isi Kandungan Surah At Taubah

Isi Kandungan Surah Ar Ra’d Ruku Ke-5, Ayat 33-38

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku kelima diantaranya yaitu, orang-orang musyrik dituntut untuk mengemukakan pekerjaan-pekerjaan apakah yang dilaksanakan oleh berhala-berhala mereka. Berhala-berhala orang-orang kafir itu begitu tiada artinya, sehingga dengan hanya menyebut nama mereka saja akan mendatangkan rasa malu kepada orang-orang kafir itu sendiri.

Sering terjadi, bila seseorang berdusta atau berlaku curang terhadap orang lain dengan tujuan mendapat keuntungan duniawi, ia sendiri lambat laun menjadi korban penipuannya, yang lambat laun nampak kepadanya sebagai sesuatu yang menarik.

Kata-kata, “buahnya kekal“ berarti buah-buahan surga tidak akan mengalami musim gugur, dan tiak pula akan menjadi busuk. Jadi berkat-berkat dan rahmat-rahmat surga akan kekal abadi tanpa ada hentinya. “Buah “ dan “naungan “ masing-masing menggambar kan karunia lahir dan batin, dan mengandung arti, bahwa orang-orang mukmin akan me-nikmati segala macam berkat di surga, baik jasmani maupun rohani.

Isi Kandungan Surah Ar Ra’d Ruku Ke-6, Ayat 39-44

Isi kandungan surah Ar Ra’d ruku keenam diantaranya yaitu, yang menjadi sebab, mengapa para nabi Allahswt biasa membaca istighfar, padahal beliau-beliau pada hakikatnya dijamin untuk mendapat perlindungan terhadap syaitan, ialah kesadaran mereka tentang kesucian dan keagungan Allah di satu pihak, dan mengenai kelemahan diri mereka sendiri di pihak lain.

Kesadaran akan kelemahan insani itulah yang mendorong mereka untuk mendoa dengang merendahkan diri kepada Allah, supaya Dia “menutupi “ mereka dengan sifat Rahman dan Rahim-nya, agar supaya wujud mereka sendiri hilang dan tenggelam sepenuhnya dalam wujud-Nya.

Segala rencana rahasia musuh-musuh Islam diketahui Allahswt, dan oleh karena itu tiada rencana dan siasat mereka dapat menggagalkan tujuan Allahswt – kemenangan mutlak pada akhirnya bagi Islam. Wallahu a’lam bish-shawabi

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Anfal


0 Komentar

Tinggalkan Balasan