Menghebohkan, soal ujian semester ganjil mata pelajaran Fikih di kelas XII Madrasah Aliah di Kediri Utara, Jawa Timur mengandung konten khilafah.

Mengetahui hal itu Kementrian Agama (Kemenag) pun segera menarik soal ujian tersebut dan mengadakan ujian ulang khusus mata pelajar Fikih.

Beberapa pihak mendesak agar persoalan ini diselesaikan dengan tuntas dan membongkar dalang dibalik adanya soal ujian yang mengandung faham khilafah. Seperti yang disampaikan oleh Pengurus Wilayah NU Jawa Timur yang meminta pemerintah bertindak tegas dan memberi sanksi kepada oknum-oknum yang membuat soal tersebut.

Menanggapi hal itu, Kemenag pun berencana mengusut penyebab adanya soal ujian yang viral di media sosial itu. Direktur Kuriklum Madrasah Kemenag A Umar dalam keterangan pers resmi Kemenag menjelaskan soal tersebut dirumuskan oleh Kelompok Kerja Madrasah (KKM) tiga Kabupaten di wilayah kerja Kediri Utara, yaitu Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk.

Diketahui sebelumnya di media sosial banyak beredar soal-soal ujian semester khusu untuk madrasah yang mengadung konten khilafah dan juga buku-buku ajar madrasah yang memang mengadung muatan khilafah.

Soal-soal ujian tersebut diduga mengadung motif terselubung, menanamkan dan mengajarkan satu gerakan politik berkedok penegakkan khilafah kepada pelajar di madrasah-madrasah.

Sejatinya khilafah merupakan sistem luhur yang didirikan setelah kewafatan seorang nabi, bukan semata-mata gerakan politik yang ingin merebut kekuasaan, melainkan sebuah sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. (MADj)


0 Komentar

Tinggalkan Balasan