Siapa Khalifah Islam Saat Ini?

Salah satu perkara penting yang selau menjadi perhatian adalah mengenai khilafah atau kekhalifahan dalam Islam, sudah banyak sekali upaya yang dilakukan untuk menegakkanya, tanpa disadari bisa jadi khalifah Islam saat ini sudah ada.

Siapa Khalifah Islam Saat Ini?

Kata Khilafah berarti suksesi atau penggantian, dan Khalifah adalah penerus seorang Nabi Allah yang tujuannya adalah melanjutkan tugas-tugas reformasi dan tarbiyat akhlak yang disemaikan oleh Nabi.

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dari antara kamu dan berbuat amal shaleh, bahwa Dia pasti akan menjadikan mereka itu khalifah di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan khalifah orang-orang yang sebelum mereka.” (Q.S An-Nuur [24]: 56).

 Dalam ayat diatas Allah SWT telah menjanjikan kepada umat Islam yang beriman dan beramal saleh sebuah nikmat yaitu nikmat kekhalifahan.

Janji tersebut terbukti kebenarannya, setelah Nabi Muhammad saw wafat maka tegaklah kekhalifahan.

Janji itu pastinya juga berlaku untuk saat ini dan dimasa yang akan datang selama syaratnya terpenuhi, yaitu adanya orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

Jadi pertanyaannya, bagi orang-orang beriman dimasa ini, siapakah khalifah Islam saat ini?

Baca juga: Biografi Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad, Imam Mahdi dan Al-Masih Yang Dijanjikan

Jamaah Ahmadiyah

Pada tahun 1891 Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai pendiri Ahmadiyah mengumumkan bahwa Nabi Isa as yang ditunggu-tunggu kedatangannya kedua kali itu telah wafat dan tidak akan datang lagi ke dunia ini.

Kedatangan Nabi Isa as kedua, adalah orang lain yang akan datang dengan sifat dan cara seperti Nabi Isa as, yaitu Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad sendirilah orangnya.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad telah mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi dan Al Masih Mau’ud (Almasih Yang Dijanjikan kedatangannya diakhir jaman ini).

Meskipun menimbulkan pergolakan yang sangat hebat, tapi pengikut beliau terus bertambah, diseluruh penjuru dunia hingga saat ini diperkirakan berjumlah ratusan juta orang.

Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah organisasi agama yang sepenuhnya mendanai sendiri organisasinya dan tidak memiliki ambisi politik sama sekali.

Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad lahir pada hari Jum’at tanggal, 13 Februari 1835 M atau 14 Syawal 1250 H, di Qadian, distrik Gurdaspur, India. Kemudian beliau wafat pada tanggal 26 Mei 1908.

Baca juga: Sunni (Ahlussunnah Wal Jamaah), Kelompok Islam Terbesar Di Dunia

Khalifah Islam saa ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad memimpin shalat

Khalifah Ahmadiyah

Ternyata setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad wafat maka pada tanggal 27 Mei 1908, dipilihlah penggantinya yang kemudian dikenal sebagai Khalifatul Masih, yaitu kekhalifahan yang terbentuk setelah Almasih yang dijanjikan. 

Kekhalifahan yang terbentuk setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad inilah satu-satunya rangkayan khalifah Islam saat ini yang berjalan di dunia.

Saat  ini Jamaah Muslim Ahmadiyah adalah satu-satunya golongan Islam di dunia yang bersatu di bawah seorang pemimpin yang disebut sebagai khalifah.

Berikut ini lima nama khalifah Islam saat ini yang telah dan sedang berjalan di dunia:

1. Hadhrat Maulana Hakim Nuruddin

Satu hari setelah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad wafat maka, Hadhrat Maulana Hakim Nuruddin yang pertama terpilih sebagai khalifah Islam saat ini yang tegak.

Beliau menjalanan hidup yang rendah hati, penuh kebaikan, kesabaran dan pengorbanan diri yang menjadikan beliau disayangi oleh semua orang di sekitar beliau.

Perhatian utama beliau adalah memperbaiki kondisi orang-orang miskin. Kedermawanan menjadi bagian tingkah laku beliau.

Baca juga: 11 Fakta Penting Tentang Khalifah Ahmadiyah Yang Jarang Diketahui

2. Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad

Khalifah Ahmadiyah yang kedua adalah Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Beliau lahir 12 Januari 1889 di Qadian, India. Beliau merupakan putra dari pendiri Ahmadiyah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad.

Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad kemudian dikenal sebagai Muslim Mau’ud (Reformer yang Dijanjikan).

Pada hari Jumat, 13 Maret  1914, Hadhrat Khalifatul Masih I wafat, maka esok harinya yaitu tanggal 14 Maret 1914, anggota Jemaat Ahmadiyah sepakat memilih Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad sebagai Khalifah Ahmadiyah kedua atau Khalifatul Masih II.

Dari tanggal 14 Maret 1914 sampai tanggal 7 November 1965, masa sekitar lima puluh dua tahun, masa kekhalifahannya, banyak kemajuan dan prestasi yang diraihnya.

Diantaranya, beliau berhasil mendirikan pusat-pusat dakwah Islam di 46 negeri dan mengirim para mubaligh ke seluruh dunia.

Beliau memiliki ilmu rohani yang mendalam dan menguasai pemahaman tentang Al-Qur’an,

Hadharat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad menulis ratusan buku yang bermutu, karya besarnya berupa tafisr Al-Qur’an Tafsir Kabir sebanyak sepuluh volume dan Tafsir Sagir.

Beliau menjadi tokoh politik penting di India sebelum kemerdekaan dan memiliki hubungan dekat dengan kepemimpinan Liga Muslim India.

3. Hadhrat Mirza Nasir Ahmad

Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad dianugerahi seorang putra yang lahir pada tanggal 16 November 1909. Anak itu kemudian diberi nama Nasir Ahmad. Hadhrat Mirza Nasir Ahmad telah hafal Al-Qur’an dari sejak masa mudanya.

Setelah Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad wafat maka keesokan harinya, yaitu tanggal 8 November 1965, Hadhrat Mirza Nasir Ahmadterpilih sebagai khalifah ketiga atau Khalifatul Masih III.

Sebagai penerus dari rangkayan khalifah Islam saa ini, Khalifatul Masih III melanjutkan dan memperluas kegiatan dakwah Islam diseluruh dunia, khususnya di Afrika dan Eropa.

Salah satu keberhasialn beliau adalah melalui skema Nusrat Jahan, skema ini didedikasikan untuk melayani masyarakat Afrika dengan menjalankan berbagai klinik medis dan sekolah.

Di bawah petunjuk Hadhrat Mirza Nasir Ahmad, Jemaat Ahmadiyah terus maju dengan sangat pesat dalam hal penyebaran Islam ke seluruh dunia dengan jalan membangun dan mengelola sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, pusat dakwah, masjid, penerjemahan dan penerbitan Al-Qur’an.

Baca juga: Apakah Ahmadiyah Itu? Berikut Ini Penjelasannya

4. Hadhra Mirza Tahir Ahmad

Khalifatul Masih III, Hadhrat Mirza Hafiz Nasir Ahmad wafat pada 9 Juni 1982 dan pada hari berikutnya Hadhrat Mirza Tahir Ahmad terpilih sebagai Kahalifah Ahmadiyah yang keempat atau Khalifatul Masih IV.

Tindakan penganiayaan atas nama agama di Pakistan telah memaksa khalifah keempat untuk meninggalkan negeri itu dan menetap di Southfields, London di Masjid Al-Fadhal pada bulan April 1984. Tempat ini kemudian menjadi pusat kegiatan Jamaah Ahmadiyah.

Disamping menjalankan tugas-tugas kerohanian, beliau juga sebagai seorang ahli pengobatan Homeopathy yang masyhur diseluruh dunia dan seorang penulis yang melahirkan karya-karya bermutu.

Di masa Hadhrat Khalifatul Masih IV sebagai khalifah Islam, Jamaat Ahmadiyah telah tersebar di 174 negara di seluruh dunia. Jamaah Ahmadiya telah melewati suatu masa yang sangat dinamis dalam peningkatan jumlah anggota dari 10 juta menjadi lebih dari 200 juta.

Pada masa kepemimpinannya berhasil menerjemahkan Al-Qur’an dalam lima puluh satu bahasa di dunia dan telah diterbitkan.

5. Hadhrat Mirza Masroor Ahmad

Khalifah Ahmadiyah yang kelima adalah Hadhrat Mirza Masroor Ahmad. Beliau lahir pada tanggal 15 September 1950 di Rabwah, Pakistan. Terlahir dari pasangan Mirza Mansoor Ahmad dan Nasira Begum Ahmad.

Setelah menyelesaikan pendidikan master di bidang Ekonomi Pertanian pada tahun 1977 di Universitas Pertanian Faisalabad, Pakistan, Mirza Masroor Ahmad kemudian mengabdikan hidupnya untuk mengkhidmati Islam.

Dari tahun 1977 sampai 1985, beliau menjalankan proyek-proyek sosial, pendidikan dan pertanian di Ghana.

Karena keahlian dan dedikasinya luar biasa, beliau berhasil menanam gandum di tanah Ghana untuk pertama kalinya dalam sejarah negara di Afrika itu.

Setelah wafatnya khalifah keempat, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad terpilih sebagai khalifah Ahmadiyah yang kelima atau Khalifatul Masih IV pada tanggal 22 April 2003. Sehingga beliau lah khalifah Islam saat ini yang memegang jabatan itu.

Khalifah Islam saa ini, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad bersama Perdana Menteri Kanada

Baca juga: 4 Faktor Penyebab Terjadinya Perselisihan Dimasa Awal Islam

Beliau mengemban amanat sebagai pemimpin rohaniah dan administratif suatu organisasi keagamaan skala internasional yang memiliki pengikut ratusan juta yang tersebar di 210 negara.

Hadhrat Mirza Masroor Ahmad adalah sosok pemimpin Muslim dunia yang mendorong perdamaian dan kerukunan antar umat agama.

Sejak terpilih menjadi Khalifah, beliau  telah memimpin kampanye di seluruh dunia untuk menyampaikan pesan Islam yang damai.

Beliau telah mengadakan perjalanan ke seluruh dunia untuk menyiarkan dan memfasilitasi hal-hal yang berkaitan dengan gerakan kemanusiaan.

Beliau menaruh perhatian khusus untuk mengurangi penderitaan negara-negara berkembang, dengan membantu mereka meningkatkan sistem pertanian, fasilitas memperoleh makanan, air bersih dan listrik.

Di bawah kepemimpinan beliau, Jamaah Muslim Ahmadiyah telah mendirikan banyak sekolah dan rumah sakit dengan fasilitas kelas satu di daerah-daerah terpencil dunia.

Dan melalui berbagai skema Jamaah Muslim Ahmadiyah, beliau sebagai khalifah Islam saat ini telah mendanai biaya sekolah dan pendidikan para pelajar kurang mampu di seluruh dunia, tanpa melihat latar belakang agama mereka.

Demikianlah satu-satunya lembaga kekhalifahan atau khalifah Islam saat ini yang tegak ternyata terdapat di dalam Jamaah Ahmadiyah.

Baca juga: 11 Fakta Penting Tentang Khalifah Ahmadiyah Yang Jarang Diketahui

(Visited 175 times, 1 visits today)

2 pemikiran pada “Siapa Khalifah Islam Saat Ini?”

  1. Assalamu’alaikum MasyaAllah mantap artikelnya. Ini yang sdang dibutuhkan masyarakat muslim dan dunia saat ini. Khilafah ruhani, bukan politis

    Balas

Tinggalkan Balasan