[Sahabat Nabi] Basyir bin Sa’ad Berhasil Menjalankan Perintah Rasulullah

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

basyir bin saad sahabat nabi

Basyir bin Sa’ad radhiyAllahu ‘anhu tergolong Sahabat Nabi yang baiat dimasa awal dari kalangan Anshar. Beliau medapatkan karunia menerima tugas dari Rasulullah untuk memimpin beberapa ekspedisi (sariyah) dan beliau berhasil melaksanakannya

Biografi Basyir bin Sa’ad

Beliau biasa dipanggil Abu Nu’man dan nama lengkapnya Basyir bin Sa’ad bin Tsalabah bin Khalash bin Zaid bin Malik bin Tsalabah bin Ka’ab bin Al-Khazraj bin al-Harits bin Al-Khazraji Al-Anshari.

Basyir bin Sa’ad merupakan pemimpin dari Bani Aus, Kabilah Khazraj. Dari sejak sebelum Islam beliau dikenal tegas dan seorang pemberani.

Ayah beliau Sa’ad bin Tsalabah dan ibunda beliau bernama Unaisah binti Khalifah. Beliau adalah saudara Simak bin Sa’ad. Sedang nama istri beliau ialah Umrah binti Rawahah.

Beliau telah mengetahui tulis-menulis pada masa jahiliyah, padahal pada masa itu sangat sedikit orang bisa baca tulis.

Basyir bin Sa’ad ikut serta pada Baiat Aqabah kedua bersama dengan 70 Anshar lainnya.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Khallad bin Amru Bersama Ayah dan Pamannya Syahid di Uhud

Penghidmatan dalam Islam

Beliau ikut serta pada Perang Badr, Perang Uhud, Perang Khandaq dan seluruh peperangan lainnya bersama dengan Rasulullah saw.

Pada bulan Syaban 7 Hijriah, Rasulullah saw menugaskan Basyir bin Sa’ad untuk memimpin 30 pasukan dalam sebuah ekspedisi ke Bani Murrah di Fadak.

Terjadi pertempuran yang dahsyat diantara mereka dengan orang-orang dari Bani Murrah. Basyir bin Sa’ad sebagai komadan pasukan bertempur dengan penuh keberanian.

Ketika bertempur itu kaki beliau terkena sabetan pedang, beliau pun terluka dan tidak sadarkan diri. Pihak musuh menganggap beliau telah mati, sehingga beliau dibiarkan saja oleh musuh, padahal beliau hanya pingsan saja.

Ketika tiba sore hari beliau sadarkan diri, kemudian dalam keadaan luka-luka beliau berangkat ke Fadak. Beliau menginap beberapa hari di rumah seorang Yahudi di Fadak. Setelah itu beliau kembali ke Madinah.

Kaum Yahudi Fadak ialah kaum yang pada waktu itu memiliki ikatan perjanjian damai dengan Umat Islam, oleh karena itu mereka mau melindungi Basyir bin Sa’ad.

Sementara itu pasukan Basyir bin Sa’ad yang berjumlah 30 orang itu gugur dalam pertempuran itu, kecuali dua orang yang selamat, salah satunya Basyir bin Sa’ad.

Berikutnya pada bulan Syawal 7 Hijriyah, kembali Rasulullah saw mengutus Basyir bin Sa’ad untuk memimpin 300 pasukan ke Yuman dan Jawar yang terletak di antara Fadak dan Wadi al-Qura.

Di tempat itu orang-orang Ghatfaan biasa berkumpul bersama dengan Huyainah bin Hishn Al Fizari untuk merencanakan serangan terhadap Islam. Oleh karena itu Rasulullah saw mengutus Basyir untuk menghalau mereka.

Basyir bin Sa’ad menghadapi dan memporak-porandakan mereka. Sebagian ada yang terbunuh oleh pasukan Islam dan ada juga yang ditawan. Kemudian Basyir bin Sa’ad dan pasukannya kembali ke Madinah dengan membawa harta rampasan.

Pasukan Islam menyerang bukan karena ingin meraih harta rampasan perang dan tebusan dari orang-orang yang ditawan, akan tetapi karena keberadaan mereka membahayakan umat Islam, sehingga terpasa mereka dihancurkan.

Basyir bin Sa’ad berhasil menjalankan setipa misi yang dibebankan oleh Rasulullah saw, beliau melaksanakan semua perintah Rasulullah saw dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Mundzir bin Amru Berani Menyambut Kematian

Mukjizat Rasulullah saw

Terdapat satu peristiwa menarik yang berkaitan dengan Basyir bin Sa’ad saat peristiwa Perang Khandaq.

Pada kesempatan perang Khandaq, diriwayatkan bahwa putri Basyir bin Sa’d menceritakan, “Ibu saya Umrah binti Rawahah memberikan sedikit kurma dalam kain pakaian saya dan mengatakan, “Nak, berikanlah ini pada bapakmu dan pamanmu dan katakanlah bahwa ini makanan pagi kalian.”

Putri Basyir bin Sa’ad itu kemudian melaksanakan perintah ibunya, ia pergi membawa kurma-kurma tersebut untuk ayah dan pamannya. Saat ia tengah mencari-cari keduannya, secara kebetulan ia lewat di hadapan Rasulullah saw.

Rasulullah saw bersabda, “Hai nak, apa benda yang kamu punya?”

Anak itu pun menjawab, “Ya Rasulullah saw, ini kurma. Ibu saya mengirimnya untuk bapak saya, Basyir bin Sa’d dan paman saya, Abdullah bin Rawahah.”

Rasulullah saw bersabda, “Bawalah dan berikanlah kepadaku.”

Anak itu menuruti perintah Rasulullah saw, ia serahkan kurma-kurma itu pada kedua tangan Rasulullah saw.

Kemudian Rasulullah saw meletakkan kurma-kurma tersebut pada satu kain dan menutupinya dengan kain yang lain lalu bersabda kepada seseorang, “Panggillah orang-orang untuk makan.”

Saat itu juga, semua orang penggali Khandaq (parit) berkumpul dan mulai makan kurma-kurma tersebut. Sungguh ajaib, kurma-kurma itu bertambah begitu banyaknya sehingga ketika semua orang selesai makan, kurma-kurma itu masih tersisa hingga berjatuhan. (Sirah an-Nabawiyah, Ibn Hisyam, 2/218.)

Baca juga: [Sahabat Nabi] Muhammad bin Maslamah Mematahkan Pedang Pemberian Rasulullah

Syahid Pada Perang Ainut Tamar

Pada masa Khalifah Abu Bakr Shiddiq di tahun 12 Hijriah, saat Basyir bin Sa’ad ikut serta dalam perang Ainut Tamar, sebuah tempat di dekat Kufah di Iraq, di bawah panglima Khalid bin Walid. Pasukan Islam pun berhasil menguasai daerah tersebut. Di tempat itulah Basyir bin Sa’ad syahid.

Basyir bin Sa’ad terus berjuang di jalan Allah Ta’ala hingga akhir hayatnya. Beliau gugur dan meraih kesyahidan sepulang dari perang Yamamah yang dahsyat itu.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Abdullah bin Rawahah Mendapat Kesyahidan Sesuai Harapannya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan