Anas Bin Malik adalah termasuk Sahabat Nabi yang masuk Islam dimasa awal dari kalangan Anshar yang masih anak-anak.  Beliau menjadi pelayan setia Rasulullah saw.

Biografi Anas bin Malik

Beliau diperkirakan lahir pada tahun 612 M, tahun ke-3 kenabian atau tahun ke-10 sebelum hijrah Rasulullah saw ke Madinah.

Anas Bin Malik berasal dari Bani Najjar. Beliau putra dari Humaisah Binti Milhan atau dikenal sebagai Ummu Sulaim, sedangkan ayah beliau bernama Malik Bin Nadzar.

Ummu Sulaim termasuk Sahabaiyah yang baiat dimasa awal Islam. Ummu Sulaim, Haraam, Sulaim, dan Ummu Haraam adalah kakak-beradik putra dan putri Milhaan bin Khalid  dari Banu Adi bin An Najjar.

Malik Bin Nadzar meninggalkan Ummu Sulaim dan Anasa Bin Malik ketika beliau masih kanak-kana. Kemungkinan karena Ummu Sulaim masuk Islam sehigga Malik meninggalkannya, ia pergi ke Syam dan kabarnya terbunuh di sana.

Setelah menjanda Ummu Sulaim kemudian dinikahi oleh Abu Thalhah, sehingga Anas Bin Malik pun menjadi asuhan ayah tirinya itu.

Anas Bin Malik seorang yang terpelajar, beliau dari sejak dini sudah pandai membaca dan menulis.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Ubadah Bin Shamit Dipercaya Mengajarkan Al-Quran

Dipersembahkan Kepada Rasulullah

Saat Rasulullah saw tiba di Madinah setelah perjalanan berbahaya dalam hijrah dari Makkah, beliau saw sementara waktu tinggal di rumah Abu Ayyub Al- Anshari.

Kaum Anshar pun berlomba-lomba untuk melayani Rasulullah saw, dengan penuh semangat dan ketulusan, mereka mempersembahkan yang terbaik dari apa yang mereka miliki ke hadapan Rasulullah saw.

Ummu Sulaim pun tidak mau ketinggalan, beliau datang menghadap kepada Rasulullah saw bersama putra tercintanya, Anas bin Malik yang saat itu berumur antara 8-10 tahun.

Ummu Sulaim mengatakan: ” Wahai Rasulullah saw sungguh orang-orang anshar dan prempuan-prempuan anshar telah memberimu hadiah kecuali aku, dan aku tidak menemukan sesuatupun untuk dapat aku hadiahkan kepadamu kecuali hanya anak laki-lakiku (ini). Maka terimalah dariku. Dia akan melayani keperluanmu.”

Rasulullah saw dengan senang hati menerimanya, maka sejak saat itu Anas tinggal bersama dengan Rasulullah saw.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Muadz Bin al-Harits Pemuda Yang Ikut Menewaskan Abu Jahal

Melayani Rasulullah

Selama 10 tahun lamanya anas Bin Malik hidup bersama dan dengan setia melayani Rasulullah saw.

Namun kenyataan bagaimana perlakuan Rasulullah saw kepada Anas bukan seperti perilaku majikan terhadap pelayannya, melainkan seperti ayah kepada anak yang disayanginya. Bahkan Rasulullah saw memiliki panggilan sayang kepada Anas, yaitu Unais.

Anas bin Malik berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik akhlaknya, paling lapang dadanya dan paling besar kasih sayangnya. Suatu hari beliau mengutusku untuk suatu keperluan, aku berangkat, tetapi aku menuju anak-anak yang sedang bermain di pasar dan bukan melaksanakan tugas Rasul, aku ingin bermain bersama mereka, aku tidak pergi menunaikan perintah yang diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beberapa saat setelah berada di tengah-tengah anak-anak itu, aku merasa seseorang berdiri di belakangku dan memegang bajuku. Aku menoleh, ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tersenyum, beliau bersabda, “Wahai Unais, apakah kamu telah pergi seperti yang aku perintahkan?” Maka aku pun salah tingkah aku menjawab, “Ya, sekarang aku berangkat wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Anas Bin Menyatakan, “Demi Allah, aku telah berkhidmat kepada beliau selama sepuluh tahun, beliau tidak pernah berkata untuk sesuatu yang aku lakukan, “Mengapa kamu melakukan ini?” Beliau tidak pernah berkata untuk sesuatu yang aku tinggalkan, “Mengapa kamu tinggalkan ini?”

Dan Rasulullah saw apabila memanggil Anas, memanggilnya dengan panggilan Unais, yaitu dengan panggilan yang penuh dengan kasih sayang. Terkadang Beliau juga memanggilnya dengan panggilan wahai Anakku, panggilan yang penuh dengan keakraban.

Walaupun beliau menjadi seorang pelayan dan pesuruh Rasulullah saw, dan tetap dalam kedudukan itu sampai wafat beliau saw, Rasulullah tak pernah berucap kasar, tidak pernah menegurnya tanpa ramah dan tidak pernah memberi tugas yang lebih berat dari pada kemampuannya bekerja.

Selama Rasuluillah saw tinggal di Madinah, Anans tinggal bersama beliau saw. Oleh karena itu kesaksian Anas menyingkapkan watak Rasulullah saw selama beliau bermukim di Medinah sebagai seorang Utusan Allah dan sekaligus pemegang tampuk kekuasaan.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Sulaim bin Milhan Syahid Di Bir Maunah

Kemuliaan Dan Karunia

Selama pergaulannya bersama Rasulullah saw, Anas Bin Malik sebagai pelayan beliau saw  banyak medapatkan karunia dan keberuntungan.

Karena cukup lama tinggal bersama dengan Rasulullah saw, Anas Bin Malik banyak mendapatkan hazanah ilmu dan pelajaran langsung dari beliau saw. Anas pun termasuk Sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits setelah Abu Hurairah dan Abdullah Bin Umar, yaitu sebanyak 2286 hadits.

Anas Bin Malik mengenal akhlak Rasulullah saw yang agung, rahasia-rahasia dan sifat-sifat terpuji beliau saw yang tidak dikenal oleh orang lain.

Rasulullah saw berdoa untuk Anas bin Malik lebih dari sekali, “Ya Allah, perbanyaklah anak dan hartanya, serta masukkanlah ia ke dalam surga.” Dalam riwayat lain, “Ya Allah, perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah umurnya dan ampunilah dosanya.”

Allah Ta’ala mengabulkan doa Rasulullah saw. Anas Bin Malik menjadi salah seorang Sahabat Nabi yang palik banyak hartanya, paling banyak keturunannya, hingga anak keturnnanya mencapai 100 orang lebih.

Beliau dianugerahi umur yang panjang, hingga 103 tahun. Saat Rasulullah saw wafat beliau berumur sekitar 20 tahun dan tetap hidup 80 tahun setelahnya.

Berbagai kedudukan dan jabatan diemban oleh Anas Bin Malik, beliau pernah menjabat sebagai gubernur Madinah pada masa pemerintahan Umar Bin Abdul Aziz.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Basyir bin Sa’ad Berhasil Menjalankan Perintah Rasulullah

Wafat

Setelah wafatnya Rasulullah saw, Anas Bin Malik menetap di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Pada tahun 93 H atau 712 M, di sana beliau jatuh sakit dan meninggal. Beliau tinggal di kota Bashsrah hingga usianya lebih dari 100 tahun. Beliau termasuk Sahabat Nabi yang paling akhir meninggal dunia.

Anas Bin Malik, namanya abadi dalam sejarah Islam, menjadi orang yang terpelajar dan kaya-raya. Berumur panjang, dikarunia keturunan yang banyak dan sangat dihormati. Itulah Anas Bin Malik, Sahabat Nabi yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Rasulullah saw.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan