Pertama Kali Islam Menyebar Di Madinah

Meskipun  ditolak dan ditentang bahkan dianiaya, Rasulullah saw terusa saja berusaha menyampaikan tabligh Islam.

Saat orang-orang Mekkah tidak mau lagi mendengarkan dakwah beliau saw, beliau pun pergi ke Taif, sayangya orang-orang Taif pun menolak beliau.

Meskipun demikian beliau tidak putus asa, terus saja beliau mencari cara untuk menyampaikan tabligh Islam.

Silahkan ditonton Kisa Pertama Kali Islam Menyebar Di Madinah di chanel Jejak Mulia.

Musim Haji

Sampai akhirnya tibalah musim ziarah atau Ibadah Haji ke Ka’bah, pada musim itu masuk pada tahun ke-11 kenabian.

Dalam tradisi itu setiap tahunnya masyarakat dari seluruh jazirah Arab berduyun-duyun datang ke lembah Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji.

Sayangnya ibdah haji pada masa jahiliah itu sudah jauh menyimpang, sudah tidak seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as. Pada masa itu ka’bah dipenuhi oleh berhala-berhala.

Seperti biasa ketika musim haji tiba, Mekkah pun menjadi ramai, tidak hanya ritual ibadah, kegiatan jual beli dan tradisi lainnya menyemarakkan musim haji di masa jahiliah itu.

Kesempatan baik itu pun tidak disia-siakan oleh Rasulullah saw. Dengan penuh ketekunan dan semangat beliau saw medatangi kabilah-kabila dan orang-orang yang datang ke kota Mekkah, beliau saw dengan amat sabar dan hati-hati berbicara kepada mereka.

Sebelum memulai misinya, beliau saw terlebih dahulu meminta kepada para kepala suku untuk mau melindungi supaya beliau saw bisa berdakwah, tanpa memaksa para pemuka itu untuk menerima dakwahnya.

Beliau mengatakan kepada mereka: “Adakah orang yang bisa membawaku ke kaumnya, karena kaum Quraisy melarangku menyampaikan perkataan Rabbku?”

Banyak kabilah sudah didatangi dan didakwahi Rasulullah saw, namun tanggapan mereka tidak begitu memuaskan.

Rasulullah saw menjelaskan kepada mereka tentang tauhid dan menganjurkan untuk meninggalkan segala macam keburukan-keburukan.

Beberapa orang memperhatikan dan menjadi tertarik. Beberapa ingin mendengarkan, tetapi dihalangi dan diusir oleh orang-orang Mekkah.

Bisa jadi mereka tertarik tetapi karna rintangan dan hasutan dari orang-orang Mekkah, merak jadi ketakutan.

Baca juga:

Fakta Menarik! Ternyata Orang Afghanistan Keturunan Yahudi

Harapan Datang Dari Madinah

Tibalah pada suatu haru saat Rasulullah saw ada di lembah Mina, beliau melihat sekelompok orang yang terdiri atas enam orang.

Beliau saw mengetahui kemudian bahwa mereka ternyata dari suku Khazraj, dari kota Yatsrib.

Kota Yatsrib kelak setelah Rasulullah saw hijrah ke sana diubah namanya menjadi Madinah hingga saat ini.

Rasulullah saw bertanya kepada mereka. Apakah mereka mau mendengarkan apa yang akan beliau katakan?

Dengan nada yang penuh kasih sayang, Rasulullah saw bersabda kepada mereka, “Apakah Anda bersedia mendengarkan beberapa hal yang akan saya sampaikan?” Mereka menjawab, “Ya, silahkan.”

Sebelumnya mereka telah mendengar tentang Rasulullah saw dan mereka sangat tertarik. Mereka menyatakan bersedia. Rasulullah saw tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, beliau menghabiskan beberapa waktu untuk berbicara kepada mereka.

Beliau saw duduk lalu mengajak mereka kepada Allah, menawarkan ajaran Islam kepada mereka dan memperdengarkan beberapa ayat Al Quran.

Rasulullah saw menceriterakan kepada mereka bahwa Kerajaan Ilahi akan segera datang, berhala-berhala akan lenyap, dan Keesaan Tuhan akan menang, serta kesalehan dan kesucian sekali lagi akan berkuasa.

Mereka saling melihat satu sama lain dan berkata, “Ini adalah kesempatan baik, jangan sampai Yahudi mendahului kita.” Setelah mengatakan itu, mereka semuanya baiat, masuk Islam.

Pada masa-masa sulita dan berbahahaya bagi Rasulullah saw dan umat Islam, dimana dari penduduk Makkah sama sekali sudah tidak ada harapan. Dalam keadaan seperti itu dari Yatsrib (Madinah) timbul secercah harapan.

Baca juga:

Umat Islam Diboikot

Keadaan Di Madinah

Pada masa itu ada dua suku Arab dan tiga suku Yahudi di Madinah. Suku-suku Arab itu suku Aus dan Khazraj, dan suku-suku Yahudi itu Banu Quraiza, Banu Nadzir dan Banu Qainuqa.

Suku Aus dan Khazraj pada saat itu sedang terlibat dalam peperangan. Sementara itu dua suku Yahudi yaitu Suku Quraiza dan Banu Nadzir bersekutu dengan suku Aus, sedangkan Banu Qainuqa bersekutu dengan suku Khazraj.

Karena peperangan itu meletihkan dan tak ada hentihentinya, maka mereka cenderung kepada perdamaian.

Akhirnya, mereka sepakat mengakui kepala suku Khazraj, Abdullah bin Ubayyi bin Salul, sebagai raja Madinah.

Dari orang-orang Yahudi, masyarakat Arab dari suku Aus dan Khazraj sering mereka mendengar kabar-kabar ghaib dalam kitab suci agam yahudi.

Mereka mendengar dongengan-dongengan orang Yahudi tentang kebesaran Israil yang sudah hilang dan tentang kedatangan seorang nabi “seperti Musa”.

Kedatangan itu sudah dekat, orang-orang Yahudi biasa berkata: “itu adalah tanda kembalinya kekuasaan Israil dan kehancuran musuh-musuh mereka.”

“Sesungguhnya akan ada seorang nabi yang diutus dan waktunya sudah dekat. Kami akan mengikutinya dan memerangi kalian bersamanya sebagaimana memerangai kaum ‘Ad dan Iram”.

Ketika masyarakat Arab Madinah mendengar tentang Rasulullah saw, mereka sangat terkesan dan mulai bertanya-tanya, kalau-kalau Nabi dari Mekkah itulah orangnya yang sering mereka dengar dari kaum Yahudi.

Oleh karena itu saat Rasulullah saw mengajak orang-orang Madinah ini masuk Islam, orang-orang Madinah itu langsung menerima dakwah beliau saw, mereka pun memeluk Islam.

Dan ke 6 orang dari Madinah itu adalah,

Abu Umamah As’ad bin Zararah;

Auf bin Harits bin Rifa bin Afra ;

Rafi bin Malik bin Ajlan;

Quthbah bin Amir bin Hadidah;

Uqbah bin Amir bin Naabi bin Zaid;

Jabir bin Abdillah bin Ri-ab.

Baca juga:

Hazanah Al-Qur’an: Kisah Nabi Musa as Membelah Lautan

Pertama Kali Islam Menyebar Di Madinah

Setelah momen bersejarah dan penting itu, mereka pamit kepada Rasulullah saw untuk kembali ke Madinah dan mereka berjanji akan menyampaikan pertemuan mereka dengan Rasulullah saw kepada kaumnya di Madinah.

Ketika hendak pergi, mereka mengatakan, ”Peperangan telah membuat kami lemah. Banyak sekali perselisihan pendapat diantara kami. Kami akan pulang ke Yatsrib untuk bertabligh kepada saudara-saudara kami. Betapa baiknya jika dengan perantaraan Anda, Allah Ta’ala dapat mempersatukan kami lagi. Kami akan selalu siap untuk membantu Anda.”

Mereka juga berjanji akan kembal menjumpai Rasulullah saw pada musim haji tahun berikutnya.

Setelah sampai di Madinah, mereka menyampaikan kabar tentang Nabi Muhammad saw dan mengajak mereka kepada Islam. Berkat mereka, Islam mulai menyebar di Madinah.

Baca juga:

Hazanah Al-Qur’an: Kisah Nabi Musa as dan Tongkatnya

Secerca Harapan Dari Madinah

Terdapat harapan besar atas orang-orang dari Yathrib itu.

Rasulullah saw sering memikirkannya,beliau berkata, “Mari kita lihat apa yang tengah terjadi dengan mereka yaitu 6 orang Yatsrib yang baru baiat ini? Bagaimana akhir kehidupan mereka? Apakah ada harapan untuk mendapatkan keberhasilan di Yatsrib atau tidak?”

Bagi umat Muslim pun keadaan saat itu dari segi lahiriah merupakan masa-masa yang mencekam. Kadang ada secercah harapan dan terkadang juga diliputi rasa putus asa.

Mereka menyaksikan para pemuka kota Makkah dan kota Taif dengan keras telah menolak misi Rasulullah saw. Kabilah-kabilah lain pun satu per satu menolaknya.

Di Madinah muncul secercah harapan. Namun, siapa dapat mengatakan secercah sinar harapan ini dapat tegak dalam topan penderitaan, kesulitan dan penganiayaan?

(Visited 4 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan