Panduan Ringkas Shalat Dan Khutbah Idul Adha

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

idul-adha-bewaramulia

Idul Adha kali ini dirayakan dalam suasana prihatin, yaitu dimasa wabah Covid 19. Meskipun demikian kita tetap berusaha untuk menjalankan ibadah shalat hari raya Idul Adha dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Shalat Idul Adha dilaksanakan di rumah dengan cara menjaga jarak dan menggunakan masker. Bagaimana pelaskanaanya, berikut ini panduan ringkas shalat dan khutbah Indul Adha:

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Shalat Idul Adha

  • Shalat Idul Adha dilaksanakan pada pagi hari tanggal 10 Zulhijah.
  • Sebelum melaksanakan shalat Id, dianjurkan untuk tidak makan dan minum terlebih dahulu. Sebagaimana disabdakan oleh Rasulullahsaw:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5/352)

  • Juga dianjurkan untuk mandi, mengenakan pakaian yang bersih atau baru jika ada.
  • Shalat Id dilaksanakan dengan berjama’ah bersama keluarga di rumah atau di masjid dengan menjaga protokol kesehatan.

Sebelum dan sesudahnya tidak ada shalat lainnya. Rasulullahsaw bersabda:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.” (HR. Bukhari no. 964 dan Muslim no. 884)

  • Shalat dilaksanakan di ruangan yang bersih

Di antara lafazh takbir adalah,

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

  • Tidak ada azan dan iqamah dalam shalat Id.

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ.

“Aku pernah melaksanakan shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.” (HR. Muslim no. 887)

Bila segala sesuatunya dirasa sudah siap, shalat pun bisa dimulai.

Baca juga: Panduan Ringkas Tata Cara Ibadah Haji Dan Umrah

Tata Cara Shalat Idul Adha

  1. Membaca takbiratul ihram (Allahuakbar) sambil mengangkat kedua tangan.
  2. Membaca takbir sebanyak 7 kali (di luar takbiratul ihram) sambil mengangkat kedua tangan.
  3. Membaca surah Al-Fatihah.
  4. Membaca surah pendek Al-Quran. Disunnahkan untuk membaca surat Qaf (surat ke 50) dan surat al-Qamar (surat ke 54) ataupun surat al-A’la (surat ke87) dan surat al-Ghasiyah (surat ke 88). Perlu diingat, imam shalat membacanya dengan suara nyaring.
  5. Setelah itu lalu ruku, sujud, duduk di antara dua sujud dan seterusnya hingga berdiri lagi  seperti shalat biasa.
  6. Pada rakaat kedua sebelum membaca surah al-Fatihah disunahkan untuk membaca takbir sebanyak 5 kali sambil mengangkat kedua tangan.
  7. Membaca al-Fatihah kemudian membaca surah pendek dari Al-Quran. Imam shalat membacanya dengan suara nyaring.
  8. Setelah itu ruku, sujud dan seterusnya hingga salam.

Baca juga: Wajib Diketahui, Dasar-dasar Kewajiban Medirikan Shalat

Tata Cara Khutbah Idul Adha

Setelah melaksanakan shalat Idul Adha, ma’mum tetap duduk untuk mendengarkan Khutbah Id, sementara itu Imam atau Khattib berdiri untuk menyampaikan khutbah.

Khutbah Idul Adha bisa dilaksanakan seperti kutbah Jum’at, dilakukan dengan dua khutbah, yaitu dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

Khutbah Pertama

  • Mengucapkan Salam
  • Membaca Tasyahud

أشْهَدُ أنْ لا إله إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيك لَهُ ، وأشْهَدُ أنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

  • Membaca Al-Fatihah/Ayat Quran lainnya

بسْمِ الله الرَّحْمَن الرَّحيم * الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمينَ * الرَّحْمَن الرَّحيم * مَالك يَوْم الدِّين * إيَّاكَ نَعْبُدُ وَإيَّاكَ نَسْتَعينُ * اهْدنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقيمَ * صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْر الْمَغْضُوب عَلَيْهمْ وَلا الضالِّينَ.

  • Menyampaikan nasihat-nasihat

Khutbah Kedua

Saat khutbah kedua, khatib bisa membaca pujian dan ayat-ayat berikut ini:

اَلْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنُؤْمِنُ بِهِ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَنَعُوْذ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ –وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَنَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ عِبَادَ اللهِ! رَحِمَكُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُبِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذكَّرُوْنَ –أُذكُرُوا اللهَ يَذكُرْكُمْ وَادْعُوْهُ يَسْتَجِبْ لَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Kemudian berdoa dan salam.

Demikian panduan ringkas mengenai tata cara shalat Idul Adha, seoga bermanfaat.

Baca juga: Doa Dan Dzikir Setelah Shalat


0 Komentar

Tinggalkan Balasan