Panduan Dan Tata Cara Tayamum

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

panduan-dan-tata-cara-tayamum

Jika kita hendak melaksanakan shalat tetapi tidak ada air untuk berwudhu atau memang karena kita tidak boleh terkena air karena sakit maka diperbolehkan untuk bersuci dengan menggunakan tanah atau debu yang suci, itulah yang dinamakan Tayamum.

Keterangan Al-Qur’an Tentang Tayamum

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mendekati shalat bila kamu tidak berada dalam keadaan sadar sepenuhnya, sampai kamu mengetahui apa yang kamu ucapkan, dan jangan pula ketika kamu dalam keadaan junub hingga kamu telah mandi kecuali kali kamu sedang bepergian. Dan, jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau seseorang di antaramu datang setelah buang air atau kamu campur dengan istri-istrimu dan kamu tidak mendapat air, maka hendaklah kamu tayammum dengan tanah suci, kemudian sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun.” (An-Nisa: 43)

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

“Dan jika kamu sakit atau waktu bepergian atau salah seorang dari kamu datang dari jamban, atau kamu telah menyentuh perempuan kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang suci dan usaplah mukamu dan kedua tanganmu dengan itu. Allah tidak menghendaki kamu dalam kesukaran, akan tetapi Dia berkehendak supaya Dia mensucikan kamu dan akan melengkapkan nikmat-Nya atasmu supaya kamu bersyukur.” (Al-Maidah: 6)

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Puasa Syawal

Peristiwa Tentang Tayamum

Diriwayatkan dari Aisyah rah, beliau berkata, “Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam dalam sebuah perjalanan, ketika kami sampai di suatu tempat yang bernama al-Baida atau di Dzatul Jaisy, terputuslah kalung yang kupakai, maka Rasulullah saw menyuruh rombongan berhenti untuk mencarinya dan orang-orang pun berhenti bersama beliau saw.

Sementara mereka tidak mendapati air dan tidak mempunyai air, maka orang-orang mendatangi Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan berkata, ‘Tidakkah engkau melihat apa yang telah diperbuat oleh ‘Aisyah?

Dia telah membuat Rasulullah saw berhenti dan orang-orang pun berhenti bersamanya, sementara mereka tidak mendapatkan air dan tidak memilikinya. Maka datanglah Abu Bakar ketika Rasulullah saw berbaring meletakkan kepalanya di atas pahaku sedang tertidur.

Abu Bakar mendatangiku dan berkata: “Engkau telah menahan Rasulullah dan orang-orang sementara mereka tidak memiliki air dan tidak pula mendapatkannya.” Aisyah berkata: “Maka ayahku mencelaku habis-habisan sambil menusuk-nusuk pinggangku dengan tangannya. Tidak ada yang menghalangiku untuk bergerak kecuali takut Rasulullah terganggu tidurnya. Sementara Rasululullah masih tetap beristirahat hingga pagi datang dan mereka tidak memiliki air, maka Allah Swt menurunkan waktu itu ayat mengenai tayamum, “….Maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik, usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Sungguh, Allah Maha Pemaaf, Maha Pengampun,” (Surah An-Nisa: 43).

Usa’id bin Hudhair ra berkata, “Bukanlah ini awal dari keberkahan kalian wahai keluarga Abu Bakar.” Maka Aisyah berkata, “Kemudian kami membangkitkan kendaraan tungganganku dan ternyata kalung tersebut berada di bawahnya.” (Al Bidayah Wan Nihayah Ibnu Katsir)

Abu Sa’id Al Khudri ra meriwayatkan:

خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ ، فَحَضَرَتْ الصَّلَاةُ – وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ – فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا ، فَصَلَّيَا ، ثُمَّ وَجَدَا الْمَاءَ فِي الْوَقْتِ ، فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا الصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ ، وَلَمْ يُعِدْ الْآخَرُ ، ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ ، فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ : أَصَبْت السُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْك صَلَاتُك وَقَالَ لِلْآخَرِ : لَك الْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ

“Dua orang lelaki keluar untuk safar. Kemudian tibalah waktu shalat dan tidak ada air di sekitar mereka. Kemudian keduanya bertayammum dengan permukaan bumi yang suci lalu keduanya shalat. Setelah itu keduanya menemukan air sedangkan saat itu masih dalam waktu yang dibolehkan shalat yang telah mereka kerjakan tadi. Lalu salah seorang dari mereka berwudhu dan mengulangi shalat sedangkan yang lainnya tidak mengulangi shalatnya. Keduanya lalu menemui Nabi saw dan menceritakan yang mereka alami. Maka beliau saw mengatakan kepada orang yang tidak mengulang shalatnya, “Apa yang kamu lakukan telah sesuai dengan sunnah dan kamu telah mendapatkan pahala shalatmu”. Beliau mengatakan kepada yang mengulangi shalatnya,  “Untukmu dua pahala.” (HR. Abu Dawud no. 338, An Nasa’i no. 433)

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Mandi Wajib

Sabda-sabda Rasulullah saw Tentang Tayamum

Mengenai tayamum ini Rasulullah saw bersabda:

وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ

“Dijadikan bagi kami permukaan bumi sebagai sesuatu yang digunakan untuk besuci jika kami tidak menjumpai air.” (HR. Muslim no. 522)

جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً

“Dijadikan bumi seluruhnya bagiku dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci.” (HR. Ahmad no. 22190)

الصَّعِيدُ وُضُوءُ الْمُسْلِمِ ، وَإِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ.فَإِذَا وَجَدَ الْمَاءَ فَلْيَتَّقِ اللَّهَ وَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ

“Seluruh permukaan bumi merupakan wudhu bagi seluruh muslim jika ia tidak menemukan air selama sepuluh tahun (kiasan bukan pembatasan angka), apabila ia telah menemukannya hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dan menggunakannya sebagai alat untuk besuci.” (HR. Ahmad no. 21408, Tirmidzi no. 124, Abu Dawud no. 333, An Nasa’i no. 420)

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Wudhu yang Benar

Penjelasan

Dari keempat golongan, yaitu, orang sakit, orang dalam perjalanan, orang yang datang dari tempat buang air, dan orang yang telah bercampur dengan istrinya, bila mereka tidak mendapatkan air, mereka dapat melakukan tayamum.

Bagi suami istri yang telah bercampur atau seseorang yang junub, tidak dapat mendirikan shalat kecuali sesudah mandi wajib. Namun, jika saat junub itu ditengah perjalanan, maka mandi itu tidak wajib bagi dia. Dalam hal demikian dapat melakukan tayamum  sebagaimana disebutkan dalam ayat 43 surat An-Nisa di atas.

Mengapa tanah atau debu dipilih sebagai pengganti air? Sebagaimana air mengingatkan orang kepada asal kejadiannya (77: 21), dengan demikian menimbulkan di dalam dirinya suatu rasa tawaddu (kerendahan hati); begitu pula debu mengingatkannya kepada zat rendah lainnya yang dari zat itu ia diciptakan (30: 21).

Jadi, dimana pun atau dalam kondisi apa pun tidak menghalangi seseorang untuk melaksanakan kewajiban shalat lima waktu.

Baca juga: Wajib Diketahui, Dasar-dasar Kewajiban Medirikan Shalat

Panduan Tayamum

Hal-hal yang penting diperhatikan dalam tayamum:

  1. Orang sakit yang tidak boleh terkena air
  2. Orang dalam perjalanan atau musafir yang sulit mendapatkan air
  3. Orang yang dari tempat buang air yang sulit mendapatkan air
  4. Suami istri yang sedang junub yang sulit mendapatkan air
  5. Tiba waktu shalat
  6. Tidak dapat air bersih atau tidak dapat menggunakannya
  7. Menggunakan debu yang bersih
  8. Hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan tayamum

Baca juga: 7 Objek Wisata Paling Bersejarah Di Madinah

Tata Cara Tayamum

Bagaimana caranya melaksanakan tayammum, Ammar bin Yasir ra menceritakan satu peristiwa yang dialaminya saat melaksanakan tayamum,

بَعَثَنِى رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ ، فَلَمْ أَجِدِ الْمَاءَ ، فَتَمَرَّغْتُ فِى الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَ « إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَصْنَعَ هَكَذَا » . فَضَرَبَ بِكَفِّهِ ضَرْبَةً عَلَى الأَرْضِ ثُمَّ نَفَضَهَا ، ثُمَّ مَسَحَ بِهَا ظَهْرَ كَفِّهِ بِشِمَالِهِ ، أَوْ ظَهْرَ شِمَالِهِ بِكَفِّهِ ، ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

“Rasulullah saw mengutusku untuk suatu keperluan, kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menemukan air. Maka aku berguling-guling di tanah sebagaimana layaknya hewan yang berguling-guling di tanah. Kemudian aku ceritakan hal tersebut kepada Nabi saw. Rasulullah tertawa, seraya beliau mengatakan, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukannya seperti ini”. Kemudian beliau memukulkan telapak tangannya ke permukaan tanah sekali, lalu meniupnya. Kemudian beliau mengusap punggung telapak tangan (kanan)nya dengan tangan kirinya dan mengusap punggung telapak tangan (kiri)nya dengan tangan kanannya, lalu beliau mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.”

Dalam hadits lain disebutkan,

وَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ وَاحِدَةً

“Dan beliau mengusap wajahnya dan kedua telapak tangannya dengan sekali usapan”. (Muttafaq ‘Alaihi)

Berdasarkan keterangan-keterangan di atas, dapat simpulkan bahwa tata cara tayamum adalah sebagai berikut:

  1. Memukulkan atau menempelkan kedua telapak tangan ke permukaan tanah sekali kemudian meniupnya.
  2. Mengusap punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri dan sebaliknya.
  3. Kemudian menyapu wajah dengan dua telapak tangan.
  4. Semua usapan dilakukan sekali.
  5. Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja.
  6. Bisa wajah atau tangan yang terlebih dahulu di usap.

Demikianlah perihal panduan dan tata cara tayamum, semoga bermanfaat.

Baca juga: [Sahabat Nabi] Abu Ayyub Sungguh Beruntung, Rumahnya Ditempati Rasulullah

Tayamum by KHAZANAH TRANS7 OFFICIAL

0 Komentar

Tinggalkan Balasan