Manfaat Bismillahirrahmanirrahiim Ayat Pertama Setiap Surah

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

manfaat-bismillah

Bismillahirrahmanirrahiim atau Bismillah atau juga Basmalah adalah ayat pertama setiap surah dalam Al Quran, kecuali Surah Al Bara’ah. Apa saja keutamaan dan faedah yang terkadung dalam bismillah, berikut ini penjelasannya:

Ayat Pertama Setiap Surah

بِسْمِ اللهِ الّرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmnirrahiim

Artinya: “Aku baca dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

Semua surah  pada Al Quran dimulai dengan bismillahirrahmanirrahiim, kecuali surah Al Bara’ah. Menurut pendapat yang lebih shahih tentang ini adalah bahwa Al Bara’ah bukanlah surah yang terpisah berdiri sendiri tetapi ia adalah kelanjutan dari surah Al Anfal karena itu ia tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahiim.

Di dalam kitab hadits Abu Dawud ada riwayat dari Ibnu Abbasra yaitu:

اِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَي اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَاَنَ لاَيَعْرِفُ فَصْلَ السُوْرَةِ حَتَّي يَنْزِيْلُ عَلَيْهِ بِسْمِ اللهِ لّرَحْمَنِ الرَّحِيْمِ

“Sesungguhnya Rasulullahsaw tidak mengetahui pergantian surah (dalam Al Quran) sehingga turun  bismillahirrahmanirrahiim. (Abu Daud, Kitabusholah bab Man jaa bsmillah)

Apabila selesai satu surah lalu turun surah yang baru maka selalu dimulai dengan bismillahirrahmanirrahiim, dan tanpa bismillah Rasulullahsaw tidak menetapkan suatu wahyu telah turun untuk surah baru. Hakim-pun di dalam Mustadrak menuliskan riwayat ini. (Ibnu Katsir). 

Dari hadits ini nyatalah bahwa setiap kali turun surah baru selalu dimulai dengan bismillahirrahmanirrahiim, dan dengan itu difahamilah bahwa surah sebelumnya telah tamat.

Dengan turunnya bismillahirrahmanirrahiim maka diberitahukanlah bahwa suatu surah baru telah dimulai.

Sedangkan sebelum surah Al Bara’ah tidak turun bismillahirrahmanirrahiim. Atau katakanlah bahwa setelah surah Al Anfal terus turun Al Bara’ah tanpa diawali dengan bismillah. Maka sesunguhnya Al Bara’ah itu bukanlah surah yang berdiri sendiri melainkan ia adalah bagian dari surah Al Anfal.

Baca juga: Surah Al Baqarah Ruku Terakhir, Ayat: 285-287

Bagian Dari Wahyu Ilahi

Dari hadits ini-pun terbukti bahwa bismillah yang termaktub pada permulaan semua surah adalah bagian dari wahyu Ilahi dan merupakan bagian Al  Quran Al Karim.

Sebagian ulama berpen dapat bahwa bismillah bukanlah bagian setiap surah, bahkan itu hanya bagian pada surah Al Fatihah. Sebagian yang lain berpendapat bahwa bismillah bukanlah bagian salah satu surah.

Pendapat itu tidak benar. Alasannya: Pertama: Hadits diatas menolak pendapat tersebut. Kedua: Banyak hadits-hadits lain yang di dalamnya Rasulullahsaw telah menetapkan bahwa bismillah adalah bagian dari semua surah.

Misalnya, bahwa bismillah adalah bagian dari Surah Al Fatihah. Daruqutni dari Abu Hurairahra meriwayatkan secara marfu’:

قَاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَليَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَمَ  اِذَا قَرَأتُمْ اَلحَمْدُ للهِ فَاقْرَؤُا بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اِنَّهَا أُمُّ القُرْآنِ وَأُمُ الكِتَابِ وَالسَّبْعُ المَثَانِيْ وَبِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اِحْدَيْ آيّتِهَا (دارقطني جلد اول باب وُجُوْبِ قِرَأَةُ بسم الله الرحمن الرحيم في الصلوة(

Rasulullahsaw bersabda, “Bila kalian membaca alhamdulillah (Surah Al Fatihah) maka bacalah selalu bismillahirrahmanirrahiim karena Surah Al Fatihah adalah Ummul Qur’an dan Ummul Kitab juga Sab’ul Matsani serta bismillahirrahmanirrahiim adalah salah satu ayat dari antara ayat-ayatnya. (Daru Qutni Jld. I, Bab Wujubi Qiraatu bismillahirrahmanirrahiim fi sholahh)

Imam  Bukhari-pun di dalam kitab tarihnya menyunting riwayat ini marfu’ dan mauquf juga. (Fathul Bayan jld I ).

Pada hadits ini pun ada isyarah bahwa bismillahirrahmanirrahiim adalah bagian dari surah-surah lain. Karena Rasulullahsaw tidak hanya bersabda bahwa bismillahirrahmanirrahiim adalah bagian Surah Al Fatihah bahkan juga memberikan dalilnya.

Dan dalil itu adalah, “Karena ia adalah Ummul Kitab dan Ummul Qur’an untuk itu bersamanya bismillah harus dibaca. Dan dalam pengertian inilah dalil ini benar adanya. Jika ayat ini adalah juga bagian dari surah-surah yang lain dan dikatakan sebagai dalil pertama bahwa bismillahirrahmanirrahiim adalah bagian dari surah-surah lain.

Bukti Lain Dari Hadits Bahwa Bismillah Bagian Tiap Surah

Disamping keterangan-keterangan tersebut  banyak lagi dalil-dalil lainnya mengenai hal ini. Misalnya:

Dari Anasra berkata bahwa suatu kali Rasulullahsaw bersabda, “ Kepada-ku baru saja turun satu surah yaitu: “Bismillahirrahmanirrahiim inna ‘ataina kalkautsar“. (HR. Muslim)

Jadi dari hadits ini terbukti bahwa Rasulullahsawsaw menetapkan bahwa bismillahirrahmanirrahiim adalah bagian Surah Al Kautsar.

Demikian juga riwayat surah-surah yang lainnya. Riwayat ini dapat mengundang kritik karena surah ini surah Makiyah. Dan Anasra adalah dari kaum anshor yang ketika terjadi hijrah beliau masih anak-anak yang berumur 8 atau 9 tahun.

Matan hadits memberitahukan bahwa Rasulullahsaw mengatakan hal ini saat baru saja surah ini turun. Lalu bagaimana mungkin Anasra telah mendengarnya? Kalau tidak ada dalil lain yang mendukung perkataan ini maka kritikan ini dapat melemahkan hadits ini.

Namun dengan adanya dalil-dalil lain maka kritikan ini tidak banyak mendapat kesempatan. Karena sebagian sahabahra meriwayatkan setelah mendengar dari sahabah yang lain, dan hal ini dibenarkan.

Yakni bila ada sahabah yang memansubkan suatu riwayat kepada Rasulullahsaw maka itu dianggap benar. Karena tidak terbukti bahwa seorang sahabah dikatakan berdusta. Jika Anasra memansubkan riwayat ini kepada Rasulullahsaw maka itu artinya beliaura mendengar dari seorang sahabah muhajir dan jika riwayat ini sampai kepada sahabah maka kebenarannya tidak diragukan lagi.

Baca juga: Surah Al Baqarah Ayat: 1-5, Terjemah Dan Tafsir Singkat

Perintah Membaca Basmallah Setiap Memulai Suatu Pekerjaan

Rasulullahsaw secara istimewa menekankan keutamaan basmalah. Beliausaw bersabda :

كُلُّ أَمْرٍ ذِيْ بَالٍ لاَيُبْدَاءُ فِيْهِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ اَقْطَعُ (اَرْبَعِيْنُ حَافِظُ عَبْدُ الَقادِرُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ بِحَوَالِهِ الدُرِالمَنثُوْرِ(

Pekerjaan besar yang dimulai tanpa membaca bismillah tidak ada berkatnya. Rasulullahsaw membiasakan sunnah ini dalam ummat beliausaw. Yaitu hendaknya orang orang muslim memulai semua pekerjaannya dengan membaca bismillah. Ada sebuah hadits berbunyi :

أُغْلُقْ بَابَكَ وَاذْ كُرِسْمَ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَاِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا وَاطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْ كُرِسْمَ اللهِ وَخَمِّرْ اِنَاءَكَ وَلَوْ بِعُوْدٍ تَعْرِضَهُ وَاذْ كُرِسْمَ اللهِ وَاَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْ كُرِسْمَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ  (مسند احمد بن حنبل جلد ثالث صفحه 319(

Ketika akan menutup pintu rumah pun bacalah Bismillah, ketika akan memadamkan lampu pun bacalah Bismillah, ketika akan membereskan perabot di dapur pun bacalah Bismillah, ketika akan menutup tempat airpun bacalah Bismillah.

Demikian juga terbukti dari beberapa hadits yang lain ada perintah membaca  Bismillah, ketika akan menggauli istri, ketika akan berwudhu, ketika mau makan, sebelum masuk kakus (WC), ketika akan mengenakan pakaian.

Di dalam Quran Karim ada tersebut bahwa Nabi Sulaimanas pun memulai surat beliau dengan Bismillah. Allah berfirman :

اِنَّہٗ مِنۡ سُلَیۡمٰنَ وَ اِنَّہٗ بِسۡمِ اللّٰہِ   الرَّحۡمٰنِ الرَّحِیۡم   

“Surat ini dari Sulaiman, dan dimulai dengan Bismillahirrahmanirrahiim.” (Surah An Naml: 30).

Berkenaan Nabi Nuhas pun di dalam Qur’an Karim dikata kan bahwa ketika Nabi Nuhas akan naik ke perahu, beliauas pun bersabda kepada para sahabatnya : 

  ارۡکَبُوۡا فِیۡہَا بِسۡمِ اللّٰہِ مَ‍‍جۡؔرٖىہَا وَ مُرۡسٰىہَا    

Dan ia berkata, “Naiklah ke atasnya. Dengan nama Allah berlayarnya dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhan-ku Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Surah Hud, 11: 42)

Manfaat Bismilah

1 Khazana Al Quran Tidak Dapat Dibuka Tanpa Izin Allah

Sebabnya Bismillah diletakkan sebelum tiap-tiap surah ialah karena Quran Karim berda’wa bahwa dia adalah sebuah “Khazanah” yang tidak akan dapat dibuka tanpa idzin dari Allah Ta’ala.

Allahswt berfirman dalam Al Quran:

 لَّا  یَمَسُّہٗۤ  اِلَّا الۡمُطَہَّرُوۡنَ    

“Yang tiada orang dapat menyentuhnya kecuali mereka yang disucikan.” (Surah Waqiah, 56: 80)

Hanya orang-orang yang untuk urusan ini Allah memilihnya, orang-orang lain tidak dapat memahami rahasia-rahasia Quran. Demikian pula Allah Ta’ala berfirman:

 یُضِلُّ بِہٖ کَثِیۡرًا ۙ وَّ یَہۡدِیۡ بِہٖ کَثِیۡرًا

“… Dengan ini banyak yang Dia nyatakan sesat dan dengan ini juga banyak yang Dia beri petunjuk…” (Surah Al Baqarah, 2: 26).

Allah Ta’ala menjadikan Al Quran bagi sebagian orang sebagai hidayah dan bagi sebagian yang lain menjadi penyebab kesesatan. Meskipun kalimat dan kata-katanya sama untuk semua, tetapi kesan dan buahnya berlainan.

Sekarang timbul pertanyaan. Dengan jalan apakah kita akan dapat mencapai kesan yang baik dan terhindar dari akibat buruknya serta untuk memahami rahasia-rahasia nya. Maka jawabannya adalah dengan perintah :

فَاِذَا  قَرَاۡتَ الۡقُرۡاٰنَ  فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰہِ     

“Maka apabila engkau hendak membaca Al Quran maka mohonlah perlindungan Allah dari syaitan yang terkutuk.” (Surah An Nahl, 16: 98)

Diletakannya bismillahirrahmanirrahiim pada setiap permulaan surah, yakni sebelum memulai membaca Quran Karim merupakan doa kepada Allah Ta’ala untuk melindungi diri dari serangan setan.

Kemudian, dengan perantaraan sifat rahmaniyat dan rahimiyat Allah Ta’ala akan mendapat pertolongan-Nya. Dengan demikian kita akan terhindar dari kesesatan dan mendapat hidayah.

2 Hujat atas Yahudi dan Kristen

Sebab yang kedua bismillahirrahmanirrahiim diletakkan dipermulaan setiap surah adalah karena di dalam Bibel tertulis bahwa ”Seorang matsil (seperti) Musa akan datang di ahir zaman“. Kemudian juga terdapat ayat, “ Barang siapa yang tidak mendengarkan sabda-sabda-Ku yang dikatakannya dengan menyebut nama-Ku maka aku akan menuntutnya.“ (Ulangan bab 18 ayat 19).

Bersesuaian dengan kabar ghaib ini, sudah ditakdirkan untuk matsil Musaas itu bahwa bila saja ia akan menyampaikan firman-firman Tuhan sebelumnya ia harus mengatakan bahwa “Segala yang akan kusampaikan ini semuanya dengan nama Allah, tiada satupun atas kehendakku sendiri. Karena itu disetiap permulaan surah dalam Al Quran diletakkan Basmalah – bismillahirrahmanirrahiim sesuai dengan kabar ghaib tersebut.

Supaya di satu pihak genaplah apa yang dinubuwwatkan oleh nabi Musaas dan di lain pihak menjadi peringatan bagi kaum Yahudi dan Keristen, bahwa jika mereka tidak juga mau mendengar Kalam Ilahi ini, maka mereka sudah sepatutnya mendapat hukuman sesuai dengan nubuwat Nabi Musaas tadi.

3 Hujah Khusus Untuk Orang Yahudi

Sebab yang ketiga basmallah diletakan di tiap tiap permulaan surah ialah karena di dalam Bibel tertulis “ Nabi yang demikian lancangnya berani mengatakan seusatu atas nama-Ku padahal Aku tidak menyuruhnya demikian, atau mengatakannya atas nama sesembahan lain (berhala), maka nabi yang demikian itu mesti akan dibunuh.” (Ulangan 18: 20)

Di dalam ayat ini dijelaskan bahwa barang siapa mengatakan sesuatu yang dusta atas nama Allah, maka ia mesti akan dibinasakan oleh Allah Ta’ala. Jadi menurut hukum ini diletakkannya basmallah pada permulaan tiap surah, supaya menjadi hujah bagi Yahudi dan Kristen hususnya dan bagi dunia pada umumnya.

Dan dengan adanya hukum ini bagi orang yang mencari kebenaran akan mudah dapat dimengertinya setelah menyaksiakan kemenangan dan keamajuan Rasulullahsaw bahwa segala apa yang dikatakan beliausaw itu adalah dari Allah Ta’ala. Kalau bukan demikian maka mengapa beliausaw tidak binasa ketika mengemukakan Kalam ini atas nama Allah Ta’ala.

Jadi Bismillah adalah hujah hususnya bagi Yahudi. Dengan terletaknya Bismillah ditiap permulaan surah berarti 114 kali Yahudi menjadi orang yang bersalah, serta 114 kali pula dikemukakan dalil atas kebenaran Rasulullahsaw. Kalau ayat ini hanya ada pada Al Fatihah saja maka hal ini tidak dapat diperoleh.

Baca juga: Surah Al Fatihah Lengkap Dengan Terjemah Dan Tafsirnya

4 Tuntunan Bagi Yang Membaca Al Quran

Sebab yang keempat maka ayat ini diletakkan pada tiap permulaan surah ialah orang yang membaca Quran Karim tidak lepas dari 3 keadaan. Mungkin ia kosong sama sekali tidak punya apa-apa, atau mungkin ia seorang yang banyak dosa yang telah mengobarkan kemarahan Tuhan, dan mungkin ia tidak punya suatu sarana untuk menarik karunia Tuhan, atau barang kali ia seorang yang banyak berkorban di jalan agama.

Nyatalah sudah bahwa perasaan hati ketiga macam orang ini berbeda-beda. Orang macam pertama bingung bahwa dari mana ia akan mencari kebenaran. Orang macam kedua barang kali diliputi oleh rasa kesedihan dengan fikiran bagaimana ia bisa memohon. Dan macam yang ketiga barang kali diliputi suasana apa yang sekiranya dapat dicapainya sudah mendapat kannya.

Dibawah suasana tiga kondisi hati itu orang luput dari faedah. Maka dengan diletakannya bismillahirrahmanirrahiim pada permulaan setiap surah supaya orang yang tersesat mendapat petunjuk bahwa ada satu penolong bagi orang-orang yang sedang tersesat yaitu Tuhan yang memberi karunia tanpa sarat. Dan mereka yang putusasa menyia-nyiakan haknya dinasehati yakni janganlah kecil hati.

Tuhan yang menurunkan surah ini berhasrat memaafkan dosa-dosa. Dan orang yang bangga karena pengorbanannya diperingatkan bahwa hazanah rahmat Tuhan sangat luas tak terbatas. Jangan berhenti disatu tempat karena masih panjang jalan kemajuan.

Nyatalah bahwa setelah usaha perbaikan hati semacam itu hazanah ilmu Quran yang mestinya dapat terbuka tidak dapat dibuka tanpa bismillah. Dengan demikian peletakan bismillah pada awal setiap surah telah menjadi satu sarana yang sangat hebat untuk membuka hazanah ilmu-ilmu Quran Karim.

5 Kunci Bagi Setiap Surah

Fadhilah ke 5, bismillah diletakan pada setiap permulaan surah adalah sebagai kunci bagi setiap  surah.

Semua perkara agama dan ruhani berporos pada dua sifat rahman dan rahim. Kesalah fahaman dapat dihindari dengan dua cara, kadang dengan tafshil (rinci) kadang dengan ajmal (keindahan/sempurna). Karena itu Allah Ta’ala  meletakan bismillah pada setiap permulaan surah supaya di dalam menelaah surah keragu-raguan yang timbul dengan bismillah pembaca dapat menjauhkannya.

Yakni arti yang dia fahami jika sesuai dengan rahman dan rahim maka berarti benar. Dan bila bertentangan berarti salah. Dan para mufassir dengan bantuan bismillah dan kedua sifat rahman dan rahim maka daya faham pembaca sampai pada mafhum yang benar.

Demikianlah penjelasan tentang Bismillahirrahmnirrahiim, Ayat Pertam Setiap Surah Dalam Al Quran, yang bersumber dari Tafsir Kabir karya Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Ayat Kursi, Penjelasan Dan Manfaatnya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan