Keutamaan Surah Al Baqarah, Surah Terpanjang Dalam Al Quran

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

hikmah-surah-al-baqarah

Surah Al Baqarah adalah surah terpanjang dalam Al Quran yang di turunkan di Madinah dalam empat tahun pertama sesudah Hijrah. Apa saja himkah Surah Al Baqarah dan mengapa ditempatkan pada urutan kedua setelah Surah Al Fatihah? Berikut ini penjelasannya.

Latar Belakang Nama Al Baqarah

Surah Al Baqarah diturunkan di Madinah yang terdiri dari 287 ayat termasuk Bimilah dan memiliki 40 ruku.

Surah ini diturunkan secara berangsur-angsur pada waktu yang berbeda. Dan menurut sebagian orang salah satu ayatnya turun pada hari-hari terahir Haji Wada dihari pengurbanan (Al Baqarah: 282) ayat ini menerangkan masalah riba.

Nama “Al Baqarah” disebut oleh Rasullahsaw sendiri. Surah ini sepertinya mendapat nama dari ayat-ayat 68-72, ketika peristiwa penting dalam kehidupan kaum Yahudi dituturkan dengan singkat.

Untuk masa yang panjang, orang-orang Yahudi pernah tinggal di Mesir sebagai hamba dan budak di bawah perbudakan yang sangat keji para Firaun, penyembah sapi.

Seperti kebiasaan kaum penjajah, mereka pun telah mengambil dan meniru secara membabi buta, banyak kebiasaan dan adat-adat orang Mesir, dan akibatnya mereka mempunyai kecintaan yang begitu mendalam kepada lembu, sehingga mendekati penyembahan.

Ketika Nabi Musaas memerintahkan mereka, agar mengorbankan lembu tertentu yang menjadi lambang persembahan mereka, agar mengorbankan lembu tertentu yang menjadi lambang persembahan mereka. Mereka hingar-bingar tentang perintah itu. Peristiwaitulah yang dituturkan oleh ayat-ayat 68 – 72.

Selain Al Baqarah, Surah ini mempunyai nama lain, yaitu Az Zahra (Yang Cemerlang). Surah Al Baqarah dan Ali Imran bersama-sama dikenal sebagai Az-Zahrawan (Sang Dwi Cemerlang) (HR. Muslim).

Berkenn dengan nama surah ini ada diriwayat diantaranya di dalam kitab Tirmizi yaitu: 

عن ابي هريرة  قال قال رسول الله صلي الله عليه وسلم  لكل شئ سنام وان سنام القران سورة البقرة  وفيها اية هى سيدة اي القران هي اية الكرسي

“Setiap sesuatu ada bagian puncaknya dan bagian puncak al-Qur’an adalah surah al-Baqoroh di dalamnya ada satu ayat yang merupakan kepala seluruh ayat qur’an karim dan itu adalah Ayat Kursi.” (HR. Tirmizi, jld. 2 Awabu Fadhail Qur’an).  

Baca juga: Surah Al Baqarah Ayat: 1-5, Terjemah Dan Tafsir Singkat

Ihktisar Surah

Surah ini ditempatkan sesudah Al Fatihah karena Surah ini mengadung jawaban terhadap semua persoalan penting, yang tiba-tiba dihadapkan kepada pembaca, bila sesudah mempelajari Al-Fatihah sebagai surah pembuka Al Quran.

Meskipun Al Fatihah pada umumnya mempunyai hubungan dengan semua Surah lainnya, tetapi ia mempunyai perhubungan khusus dengan Surah Al Baqarah  yang merupakan  pengabulan doa, “Tunjukilah kami pada jalan yang lurus” Sungguh, Al Baqarah dengan uraian-uraiannya mengenai Tanda-tanda Allah, Al-Kitab, hikmah dan jalan untuk mencapai kesucian (2: 130) merupakan jawaban yang tepat lagi padat terhadap doa agung itu.

Kadang-kadang dikatakan bahwa Al Quran itu mulai dengan Surah Al Baqarah, seperti ditunjukkan oleh ayat pembukaan, ialah, “Inilah Kitab yang sempurna; tiada keraguan didalamnya,” sedang Al Fatihah yang dalam kedudukannya seakan-akan Al Quran dalam bentuk kecil, meskipun merupakan bagian yang tak terpisahkan, mempunyai kedudukan mendiri dan istimewa (15: 88).

Isi Surah yang panjang ini disimpulkan dalam ayat ke-130. Ayat itu berisi doa Nabi Ibrahimas yang di dalamnya beliau memohon kepada Tuhan, agar membangkitkan seorang Rasul diantara kaum Makkah. Adapun tuga Rasul itu adalah sebagai berikut:

(1) membacakan kepada mereka Tanda-tanda Tuhan

(2) memberi kepada dunia suatu Kitab yang berisikan hukum syariat yang sempurna

(3) menerangkan hikmah yang menjadi dasarnya

(4) akan menetapkan pokok-pokok dan peraturan-peraturan tingkah laku manusia, yang akan menimbulkan perubahan spiritual yang lengkap dalam kehidupan mereka dan akan menjadikan mereka satu bangsa yang besar dan berkuasa, cakap memimpin seluruh dunia.

Keempat tujuan agung yang untuk itu Nabi Ibrahimas mendoa, telah dibahas dalam Surah Al Baqarah ini dalam tertib yang sama, seperti beliau mendoakan bagi mereka. “Tanda-tanda” itu dikupas dalam ayat-ayat 1 – 168, “Kitab” dan “Hikmah” dalam ayat-ayat 169 – 243, dan akhirnya “Sarana-sarana kemajuan nasional dalam ayat 244 – 287.

“Pembacaan Tanda-tanda” menunjuk kepada bukti-bukti kebenaran Rasullullahsaw, “Ajaran Kitab dan Hikmah” kepada hukum-hukum syariat yang ditetaplan dalam Surah Al Baqarah ini dan hikmah atau falsafah yang mendasarinya, dan terakhir sekali sebagai penjelasan masalah perubahan rohani yang disebut dalam doa Nabi Ibrahimas. Surah Al Baqarah meyebutkan asas-asas yang mendatangkan kebangkitan nasional.

Kehebatan Surah Al Baqarah

Berkenaan dengan Surah Al Baqarah ada satu kisah yang menarik, terdapat seorang penyair Arab terkenal dizaman jahiliyah, Lubeid bin Rabiah. Satu qasidahnya termasuk salah satu dari 7 kasidah Arab terbaik. Penyair ini masuk Islam disaat-saat ahir umurnya.

Dia sedemikian terkesimanya oleh fasahat wa balagat (kefasihan dan sastra) bahasa Al Quran sehingga dia berhenti menulis syair.

Satu kali Hadhrat Umar bin Khattabra memintanya membacakan syair terbaru gubahannya. Dia menjawabnya dengan membacakan ayat-ayat Al Baqarah. Umarra berkata, “Saya minta kamu membacakan syairmu sendiri.“ Dia menjawab:  

ما كنت لاقول بيتا من الشعربعد اذ علمنى الله البقرة وألعمران

“Jika Allah Taala telah mengajarkan aku Surah Al Baqarah dan Surah Ali Imran, setelah itu satu syair-pun tak akan aku buat.”

Mendengar jawaban itu Umarra sangat senang sehingga gaji Lubeid yang biasanya diberi 2000 dinar setahun dinaikan menjadi 2.500 dinar.  (asdal ghabah jld 4 – riwayat Lubaid bin Rabi’ah hal.262). 

Walaupun itu hanya satu cerita biasa, namun jika kita perhatikan derajat Lubeid di dalam lingkungan peradaban Arab yang telah dicapainya di zaman itu yang disebut-sebut sebagai puncak ilmu dan peradaban serta zaman dimana karya-karya para penyair dizaman itu hingga sekarang masih dianggap sebagai karya kalam terbaik.

Kemudian, bila kita melihat seorang penyair yang demikian hebatnya, yang di juluki penyair kerajaan telah terkesima oleh ketinggian gaya bahasa Surah Al Baqarah, meninggalkan syair yang selama itu merupakan gizi bagi kehidupan ruhnya dan yang merupakan sarana mencapai kehormatannya dan yang telah mendudukannya pada posisi sebagai pemimpin kaumnya dilingkungan kerajaan telah luntur begitu saja, terkesima oleh gaya bahasa Surah Al Baqara.

Ketika dia diminta memperdengarkan gubahan syairnya yang terbaru dengan sangat mengherankan dia menjawab, “Aapakah setelah turunnya surah baqoroh masih diperlukan suatu kalam lain?”  Maka kita harus mengakui bahwa hanya kekuatan mu’jizat kalam yang dapat memberikan satu pengaruh semacam itu dan hal itu tidak dapat dilahirkan oleh suatu kalam lain.

Baca juga: Surah Al Baqarah Ruku Terakhir, Ayat: 285-287

Keutamaan Surah Al Baqarah

Menjadi Komandan Pasukan Karena Hafal Surah Al Baqarah

Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairahra bahwa Rasulullahsaw mengirim satu pasukan pilihan dalam satu misi. Beliausaw mengetes mereka semua dengan hafalan Al Quran.

Pada ahirnya perhatian beliausaw tertuju kepada seseorang dari antara mereka yang paling muda. Beliausaw bertanya kepada pemuda itu,“Berapa banyak kamu hafal Al Quran? ”. Ia menjawab, “selain surah-surah anu saya juga hafal surah Al Baqarah.

Rasulullahsaw mempertegas, “Apakah kamu hafal surah Al Baqarah?. Ia menjawab, “Benar saya hafal yaa Rasulallahsaw. Maka beliausaw bersabda, “Bailkah, kalau begitu ditetapkan kamu lah kepala pasukan tentara ini”.

Karena hafal Al Quran Surah Al Baqara seorang pemuda terpilih menjadi kepala pasukan.

Atas hal itu seorang dari antara pemuka kaum itu berkata, “Demi Tuhan saya berhenti menghafal Surah Al Baqara hanya karena saya sering lupa.”

Mendengar itu Rasulullahsaw bersabda, “Pelajarilah Quran dan bacalah secara dawam karena orang yang mempelajari Quran dan selalu membacanya serta mengamalkannya permisalannya bagaikan kantong yang penuh dengan minyak wangi. Semerbak harumnya menyebar keseluruh rumah. Dan orang yang setelah mempelajari Qur’an lalu tidur, dalam kondisi itu Quran ada pada dirinya. Misal orang seperti itu bagaikan kantong yang terikat rapat. Minyak wangi ada di dalamnya.” (Tirmizi, jld. 2 Abwab Fadhail Quran Ibnu Majah pun mengambil riwayat ini).        

Rasulullahsaw mengangkat seorang pemuda menjadi pimpinan lasykar karena ia hafal Surah Al-Baqarah, kebijakan beliausaw ini mengandung banyak hikmah.

Pertama, Rasulullahsaw memotivasi yang lain agar berhasrat menghafal Quran sebanyak-banyaknya. Kepemimpinan Iaskar Islam tidak bergantung pada harta benda. Akan tetapi kebahagin bapak ruhaninya yang tertanam dihati sahabat hanya dapat dikenal oleh yang memiliki kecintaan.

Kedua, dizaman itu pada umumnya pimpinan lasykarlah yang menjadi imam sholat. Dan kepadanyalah orang-orang bertanya segala sesuatu. Dan di dalam Surah Al Baqarah banyak diterangkan berbagai masalah ketimbang surah-surah yang lainnya. Ibnu Arabi pernah berkata, “Saya mendengar dari seorang ustad bahwa di dalam Surah Al Baqarah terdapat seribu hukum, seribu larangan, seribu ketetapan, dan seribu kabar.” (Qurtubi).

Pengusir Syetan

Ibnu Mardawiyah dari Abdullah bin Masudra meriwayatkan bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al Baqara, syetan lari keluar darinya. (Ibnu Katsir).

Demikian pula Darimi dalam Musnadnya dari Abdullah bin Masudra menulis riwayat bahwa orang yang membaca 10 ayat Surah Al Baqarah dimalam hari hingga subuh, syetan tidak akan masuk kedalam rumahnya. Yakni 4 ayat pertama Surah Al Baqara, ayat kursi, dan setelah itu 2 ayat, dan 3 ayat terahir Surah al Baqarah yang dimulai dari  Lillahi Maa Fissamaawaati…. (Ibnu Katsir).

Ini masalah kesufiyan, tetapi memang hal ini tidak dapat dipungkiri, bahwa di dalam Surah Al Baqarah masalah hukum-hukum Islam dan beragam masalah lainnya sedemikian luas yang tidak terdapat di dalam surah-surah yang lainnya.

Sabda beliausaw bahwa rumah yang di dalamnya dibacakan Surah Al Baqarah syetan tidak akan datang, yang berarti juga bahwa di dalam surah ini ada penangkal syetani. Yakni dengan menelaah isi surah ini syetan tidak bisa masuk kedalam rumah.

Dan yang dikatakan “hingga subuh syetan tidak datang” mengisyarahkan bahwa ta’lim betapapun hebatnya jika tidak dilakukan berulang-ulang tidak akan berpengaruh penuh pada hati. Dan pengaruh baik betapapun kuatnya jika selang beberapa waktu tidak diperbaharui akan pudar.

Dan sabda Nabisaw “Orang yang membaca 4 ayat pertama Surah Al Baqarah, dan ayat kursi, dan 2 ayat bersamanya, dan 3 ayat terahir  syetanpun lari keluar dari rumahnya“.  Maksudnya adalah didalam ayat-ayat ini terdapat intisari ajaran Islam.

Di dalam ayat-ayat pertama Surah Al Baqarah tergambar praktik kehidupan yang bersih, di dalam ayat kursi terdapat sifat-sifat Allah Ta’ala dan didalam 3 ayat terahir Al Baqarah terdapat doa-doa yang mensucikan hati.

Dan 3 hal ini yakni,  pertama, menta’ati kalam Ilahi menimbulkan amal baik, kedua, merenungkan sifat sifat Ilahi. Dan yang ketiga, bila bersama 2 hal tersebut sibuk memanjatkan doa, dan bersujud di singgasana Ilahi bila ketiga hal itu bersatu maka hati manusia menjadi suci bersih dan syetan lari terpontang-panting.

Demikianlah penjelasan singkat tentang keutamaan Surah Al Baqarah, surah terpanjang dalam Al Quran yang bersumber dari Tafsir Kabir karya Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Surah Al Fatihah Lengkap Dengan Terjemah Dan Tafsirnya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan