Isi Kandungan Surah Yunus

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

isi-kandungan-surah-yunus

Surah Yunus adalah surah urutan kesepuluh setelah Surah At Taubah, terdiri dari 129 ayat dan 16 ruku. Apa saja isi kandungan Surah At Taubah? Berikut ini uraiannya.

Penjelasan Singkat

Surah ini diturunkan di Makkah, empat atau lima tahun terakhir masa tinggalnya Rasulullahsaw di Makkah. Nama surah, Yunus, diambil dari nama Nabi Yunus yangdisebut dalam surah ini pada ayat ke 99.

Bila kira merenungkan isi Al Quran, maka nampak kepada kita, bahwa bukan saja ayatnya itu sendiri mempunyai hubungan antara satu sama lain, tetapi bahkan setiap Surah mempunyai perhubungan yang halus dengan Surah sebelumnya maupun dengan sesudahnya.

Kemudian, beberapa kelompok Surah Al Quran mempunyai perhubungan pula dengan kelompok-kelompok lainnya. Dengan demikian dalam Al Quran, dari awal sampai akhir, terdapat suatu tertib yang sempurna.

Surah-surahnya yang bermacam-macam itu, satu sama lain mempunyai pertalian yang beraneka-ragam coraknya, dan apabila tertib dan susunannya diperhatikan, maka tiada ragu-ragu lagi bahwa Al Quran itu dalam gubahan kata-katanya sungguh-sungguh merupakan mukjizat besar.

Tafsir Singkat Surah Yunus

Surah ini mempunyai tiga macam perhubungan dengan Surah sebelumnya. Pertama, Surah ini merupakan kelanjutan dari Surah yang mendahuluinya. Dua masalah telah disebutkan dalam bagian-bagian terakhir dari Surah yang sebelumnya :

Turunnya Al Quran dan penolakan terhadapnya (9: 127). Kedatangan utusan Ilahi dan faedah yang dapat diambil dengan jalan mengikuti ajarannya (9: 128). Masalah itu pula dilanjutkan dalam Surah ini, yaitu, mula pertama membahas pentingnya kitab suci itu (10: 2) dan selanjutnya membicarakan tentang utusan Ilahi (10: 3).

Kedua Surah ini melengkapkan pokok pembahasan Surah sebelumnya. Dalam Surah tersebut (yang sesungguhnya bukan merupakan Surah yang terpisah melainkan bagian Surah ke-8) telah disinggung, bahwa masa kesejahteraan dan keunggulan Islam telah datang, dan bahwa janji-janji Tuhan tidak lama lagi akan menjadi sempurna dengan segala kemuliaan dan kebesarannya.

Maka orang-orang yang beriman dianjurkan untuk berusaha mensucikan hatinya agar tobatnya dapat diterima. Karena mungkin pula timbul keraguan dalam hati sebagian orang, bahwa dikarenakan besarnya dosa-dosa mereka, tobat mereka tidak akan diterima, maka Surah ini melenyapkan keraguan itu dan menekankan, bahwa rahmat Tuhan meliputi dan mengatasi segala sesuatu, meskipun unutk menarik rahmat itu di perlukan corak tobat yang setinggi-tingginya.

Ketiga, Semua Surah Al Quran, dari Surah ke-2 sampai dengan Surah ke-9 (yang sesungguhnya hanya tujuh jumlahnya, sebab seperti dinyatakan di atas, Surah ke-9 itu bukan Surah yang berdiri sendiri, melainkan bagian Surah ke-8 dan tercantum secara terpisah hanya disebabkan oleh amat pentingnya masalah pembahasannya) membahas satu kelompok masalah, sedang dengan Surah Yunus ini mulailah kelompok Surah-surah baru, yang berakhir dengan Surah ke-18.

Kelompok kedua ini membahas persoalan yang lain dan tersendiri, namun pokok pembahasannya erat hubungannya dengan pokok pembahasan kelompok pertama. Dalam kelompok pertama kebenaran Islam dibuktikan dengan menunjuk kepada Rasulullahsaw beserta hasil usaha beliau, dan diserukan kepada umat manusia agar menerima Islam berdasarkan keunggulan asas-asasnya, kesempurnaan ajarannya, keluasaan ilmu rohani yang diberikannya kepada para pencari kebenaran, hikmah-kebijaksanaan yang mendasari ajaran nya, dan pengaruhnya yang luar biasa hebagnya.

Dalam kelompok kedua, yang meliputi Surah ke-10 sampai dengan Surah ke-18, tekanan diberikan pada perlunya kenabian, penting dan perlunya agama, dan tujuan diutusnya Rasulullahsaw dengan menunjuk secara khusus kepada ukuran-ukuran dan ciri-ciri khusus kenabian, kepada da’wa dan riwayat para nabi terdahulu, dan kepada dalil-dalil yang berdasar pada dan ditunjang oleh pertimbangan akal sehat manusia.

Jadi masalah yang dibahas oleh kedua kelompok itu sangat erat hubungannya dan bertalian satu sama lain, hanya bedanya ialah, bahwa kelompok pertama mengisyaratkan kepada nubuatan-nubuatan yang dibuat pada waktu Rasulullahsaw diutus, atau yang telah disampaikan oleh para nabi terdahulu dan telah menjadi sempurna tepat pada waktunya, yang dengan demikian menjadi saksi atas kebenaran Rasulullahsaw, sedang dalam kelompok kedua ini, kebenaran Islam telah dijelaskan menurut kemanfaatannya dan atas dasar peraturan dan kaidah-kaidah kenabian.

Isi Kandungan Surah Yunus

Adapun isi kandungan surah Yunus tiap rukunya adalah sebagai berikut:

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-1, Ayat 1-11

Isi kandungan suruh Yunus ruku pertama diantaranya yaitu, orang-orang yang sudah rusak budi pekertinya, mereka itu telah kehilangan segala rasa harga diri, pula kehilangan segala kepercayaan kepada diri sendiri, sebab di sini orang-orang kafir dilukiskan telah begitu merosot keadaannya, sehingga mereka tidak dapat membayangkan, bahwa seseorang  dari antara mereka dapat bangkit dan menyelamatkan mereka dari lumpur kemun duran, yang kedalamnya mereka telah terjerumus, dan bahwa hanya seseorang dari luar saja yang dapat memperbaiki nasib mereka.

Kemudian, Allahswt mengatur segala sesuatu, menunjuk kepada cara bekerjanya alam semesta dan kepada cara-cara yang dipergunakan Allah untuk menyempurnakan takdir-Nya dan mewujudkan kehendak-Nya.

Bukan sesudah mati saja manusia akan diberi kehidupan baru – di mana kelak amal perbuatannya yang dilakukan di dunia akan diadili dan dibalas – tetapi dalam kehidupan sekarang ini juga suatu generasi manusia diganti oleh yang lain, sehingga amal perbuatan baik generasi yang terdahulu tidak akan sia-sia, dan akan membawa faedah  bagi generasi kemudian.

Penyelidikan tentang fitrah manusia membuka kenyataan penting, bahwa semua kemajuan manusia itu berhubungan erat dengan naluri-naluri harapan dan ketakutan. Usaha kita yang terbaik diilhami oleh salah satu dari kedua naluri itu. Sebagian orang bekerja dan memeras keringat karena didorong oleh harapan akan memperoleh kekayaan dan kemuliaan, sebagian lain oleh rasa takutn

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-2, Ayat 12-21

Isi kandungan surah Yunus ruku kedua diantaranya bahwa orang mencurahkan segala kekuatannya untuk memperoleh kekayaan dan mereka mengabaikan Allahswt sama sekali. Kelakuan mereka menuntut agar mereka ditimpa kemalangan. Tetapi Allah sangat lambat dalam menjatuhkan hukuman. Jika Allah menghukum mereka secepat kelayakan perilaku mereka untuk di hukum, niscaya mereka telah lama binasa.

Kemudian, disebutkannya tentang batu ujian yang amat jitu untuk menguji kebenaran seseorang yang mengaku dirinya seorang nabi. Bila kehidupan seorang nabi sebelum pendakwaan kenabiannya menampakkan kejujuran dan ketulusan hati yang bertaraf luar biasa tingginya, dan di antara masa itu dengan pengakuan kenabiannya harus diterima sebagai pendakwaan orang yang tinggi akhlaknya, orang jujur, dan benar.

Tentu saja seseorang, yang terbiasa kepada suatu sikap atau tingkah laku tertentu disebabkan adat kebiasaannya atau tabiatnya, akan memerlukan waktu yang lama untuk mengadakan perubahan besar dalam dirinya untuk menjadi orang baik atau orang buruk. Maka bagaimanakah Rasulullahsaw tiba-tiba dapat berubah menjadi seorang penipu, padahal sepanjang kehidupan beliau sebelum pengakuan kenabian beliau adalah orang yang tiada taranya dalam kejujuran dan kelurusannya?

Kemudian, terdapat dua kebenaran yang kekal: Orang-orang yang mengada-adakan dusta mengenai Tuhan dan orang-orang yang menolak dan menentang utusan-utusan Tuhan sekali-kali tidak akan luput dari azab Tuhan. Pendusta-pendusta dan nabi-nabi palsu tidak dapat berhasil dalam tujuannya.

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-Tiga, Ayat 22-31

Isi kandungan surah Yunus ruku ketiga diantaranya adalah bahwa, seperti angin sepoi-sepoi basah kadang-kadang berubah menjadi taufan yang dahsyat dan membawa kehancuran yang sangat luas jangkauannya, begitu pula kelonggaran dan penangguhan yang diberikan kepada orang-orang kafir mungkin dapat merupakan pendahuluan dari kehancurannya. Untuk menyadarkan orang-orang kafir mengenai kebenaran yang nyat ini, maka perhatian mereka ditarik kepada kenikmatan-kenikmatan dan kemudahan maupun bahaya dalam perjalanan di laut.

Terdapat perumpamaan pada ayat ke 25, “Sesungguhnya misal kehidupan dunia adalah seperti air yang Kami turunkan dari awan, lalu bercampur dengannya tumbuh-tumbuhan bumi, diantaranya dimakan manusia dan binatang ternak. Sehingga apabila bumi telah memakai perhiasannya dan indah kelihatannya, dan pemilik-pemiliknya menduga bahwa mereka berkuasa atasnya, maka datanglah kepadanya keputusan Kami di waktu malam atau siang, dan Kami menjadikannya ladang yang telah disabit seolah-olah tidak pernah ada kemarin. Demikianlah Kami jelaskan Tanda-tanda Kami bagi kaum yang berpikir.”

Maksud perumpamaan itu ialah, bahwa bangsa-bangsa menjadi congkak serta manja, dan hidup di dunia ini dipandang gampang dan ringan, maka detik-detik kemunduran mulai tiba kepada bangsa-bangsa itu dan mereka ditimpa oleh nasib malang.

Kemudian, disebutkan bahwa, ganjaran kebaikan itu berlipat-ganda, sedangkan pembalasan terhadap keburukan itu hanya setimpal.

Mereka yang melanggar hukum-hukum Allah, kehilangan dorongan untuk mencapai cita-cita tinggi dan hasrat-hasrat mulia dan hanya menjadi peniru kelakuan orang-orang lain belaka, lalu mereka kehilangan segala prakasa dan tidak pernah bercita-cita untuk menjadi pemimpin manusia. Sesudah demikian rupa jatuhnya dan memperoleh kemurkaan Tuhan, mereka kehilangan dan terluput dari pertolongan Ilahi.

Ketidak-adilan dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pelaku-pelaku keburukan itu tak mungkin tersembunyi untuk selama-lamanya; cepat atau lambat akan terbuka juga.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Maidah

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-4, Ayat 32-41

Isi kandungan surah Yunus ruku keempat diantaranya yaitu,  terdapat tertib yang indah dan sangat bijaksana. Pertama, mengenai rezeki yang merupakan sarana pemeliharaan kehidupan jasmani. Kedua, dibicarakannya indera penglihatan dan pendengaran yang merupakan alat untuk memperoleh kebijaksanaan dan keilmuan.

Ketiga, dibahasnya soal hidup dan mati, yang menunjuk kepada kekuatan manusia untuk bertindak, hal mana dengan sendirinya berlaku sesudah memperoleh hikmah dan pengertian. Dan reakhir dibicarakannya pengaturan dan pelaksanaan urusan-urusan yang sangat diperlukan jika orang mulai menggunakan kekuatannya untuk berbuat, sebab tadbir  mengandung arti menyelenggarakan suatu perkara dengan cara tertib dan teratur, dan menjaga keseimbangan yang tepat antara berbagai perbuatan.

Keempat cara yang semuanya itu perlu untuk mencapai tujuan hidup manusia ini di sini disebut dengan tertibnya yang wajar.

Kemudian, ujian sesungguhnya untuk menetukan apakah seseorang itu pencipta, ialah kemampuan untuk menciptakan  kembali apa yang pernah ia ciptakan; jika tidak demikian, maka pengakuannya itu akan menimbulkan kecaman-kecaman yang hebat, dan pengakuan demikian dapat dikemukakan oleh setiap penipu dan pendusta.

Setelah ditetapkan batu ujian Ilahi itu, ditanyakan kepada para penyembah berhala, bahwa di antara wujud-wujud yang mereka anggap Tuhan itu siapakah yang menjadi arsitek bagi sistem cipta menciptakan kembali, seperti telah berlaku sejak awal kejadian alam ini?

Tedapat lima alasan yang sangat jelas untuk memperlihatkan, bahwa Al Quran itu firman Allahswt yang di wahyukan :

  1. Alquran membahas masalah-masalah yang ada di luar kemampuan manusia untuk mengetahuinya, dan hanya mungkin diwahyukan oleh Tuhan saja.
  2. Nubuatan-nubuatan nabi-nabi terdahulu membuktikan, bahwa asal-muasal Al Quran itu dari Tuhan.
  3. Al-Quran menerangkan dan menguraikan ajaran kitab-kitab suci terdahulu dengan cara yang begitu jelas dan luas, sehingga tidak ada kitab suci lain mana pun yang pernah melakukannya dengan cara demikian.
  4. Al Quran mengandung segala alasan dan dalil yang diperlukan untuk membuktikan bahwa asal-muasalnya dari Tuhan dan tidak memerlukan pertolongan atau dukungan dari orang luar atau dari kitab lain mana pun untuk tujuan itu.
  5. Berbeda dengan kitab-kitab suci lainnya, Al Quran memenuhi kepentingan dan keperluan akhlak seluruh umat manusia dalam segala keadaan.

Terdapat tantangan kepada orang-orang kafir, bahwa seandainya sebuah kitab dengan keindahannya seperti yang dimiliki Al Quran, dapat saja dibuat oleh manusia, maka mengapakah mereka tidak membuat sendiri kitab semacam itu ? Tantang an ini berlaku sepanjang masa.

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-5,Ayat 42-54

Isi kandungan surah Yunus ruku kelima diantaranya yaitu jika orang-orang kafir tetap mendustakan maka Rasulullahsaw dan orang-orang beriman berlepas diri dan tidak bertanggungjawab terhadap apa yang mereka kerjakan.

Ditegsakan bawa, “Sesungguhnya Allahswt tidak menganiaya manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang menganiaya dirinya sendiri.”

Kemudian, beberapa kali orang-orang ingkar disebut dalam Al Quran sebagai tinggal di bumi hanya untuk sesaat saja dalam sehari. Dalam semua ayat demikian, apa yang dimaksudkannya itu bukanlah berapa lamanya mereka sungguh-sungguh tinggal di bumi, tetapi yang dimaksudkan sebenarnya ialah kutukan terhadap kesibukan mereka dalam urusan duniawi dan pengejaran cita-cita yang sia-sia.

Karena mereka membuang-buang waktu kehidupan mereka secara percuma untuk mengejar hal-hal yang sia-sia, maka tepat sekali disebut telah hidup di bumi untuk sehari saja, meskipun mereka pernah hidup untuk bertahun-tahun lamanya.

Suatu asas yang penting, bahwa nubuatan-nubuatan yang mengandung peringatan tentang akan turunnya azab itu dapat dibatalkan, sedang nubuatan-nubuatan yang mengandung janji-janji secar umum, yang tidak dikenakan kepada seorang nabi yang tertentu – tetapi merupakan peraturan umum yang dapat dikenakan kepada semua nabi – tidak dapat dibatalkan atau ditarik kembali. Tidak seharusnya semua nubuatan itu mempunyai batas waktu tertentu untuk menjadi sempurna.

Rasulullahsaw diperintahkan bertanya kepada orang-orang kafir, betapa beliau dapat mengabulkan tuntutan mereka untuk diberi azab, padahal beliau tidak berdaya untuk mendatangkan kebaikan kepada diri beliau sendiri ataupun menjauhkan keburukan dari diri beliau. Semuanya itu adalah kuasa Allahswt.

Baca juga: Isi Kandung Surah Al An’am

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-6

Isi kandungan surah Yunus ruku keenam diantaranya, pada ayat ke-58 menyebutkan bahwa Al Quran itu adalah mau’izhah  (nasihat), sebab, pertama, Al Quran mengandung ajaran-ajaran yang bertolak dari keinginan-keinginan murni untuk memberi nasihar yang baik, kedua, ajaran Al Quran itu telah diperhitungkan akan mempengaruhi dan menyentuh hati sanubari manusia sedalam-dalamnya dan ketiga, Al Quran telah mengemukakan dengan cara yang indah segala dasar dan kaidah mengenai amal perbuatan, yang menuju kepada perubahan akhlak dan sukses dalam kehidupan.

Makan dan minum itu adalah keperluan manusia yang utama, dan telah menjadi kewaji ban pertama bagi sesuatu agama untuk membimbing manusia mengenai hal ini. Tetapi pikiran yang sehat menuntut adanya alasan-alasan dari segi kesehatan, akhlak atau ke agamaan untuk menyatakan berbagai benda itu halal dan benda-benda lainnya haram. Islam telah menyediakan ajaran- ajaran yang perlu dalam urusan ini.

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-7

Isi kandungan surah Yunus ruku ketujuh diantaranya adalah bahwa, kalau beberapa benda tetap tersembunyi karena kecilnya, maka ada pula benda-benda yang bagiannya tetap tersembunyi karena besarnya benda itu.

Pandangan Allahswt itu begitu tajam dan menembus, sehingga sesuatu yang betapa pun kecilnya, dapat tersembunyi dari pandangan-Nya dan pandangan itu begitu luas jangkauannya, sehingga tiada bagian benda, berapa pun besarnya, dapat tersembunyi dari pandanganNya.

Dalam ayat 63 dikatakan, bahwa sahabat-sahabat Allahswt tak pernah bersedih hati, sedangkan menurut ayat 66, bahwa Rasulullahsaw pun suka bersedih hati, makanya beliau disuruh agar jangan bersedih hati. Perlu diperhatikan, bahwa sesungguhnya kesedihan Rasulullahsaw bukan memikirkan nasib baliau sendiri, melainkan nasib orang lain. Beliau mengeluh, menangis, dan bersedih memikirkan nasib seluruh umat manusia.

Kemudian, seperti halnya malam hari memberikan kepada anggota jasmani manusia – yang sudah letih dan lesu itu – waktu yang diperlukan untuk memulihkan kembali tenaganya kepada keadaan semula, dan memberikan kepadanya kemampuan untuk menyelenggarakan pekerjaan keesokan harinya, demikian pula masa-masa antara, yang ditandai oleh tiadanya kegiatan dan adanya kebekuan dalam kehidupan bangsa-bangsa, merupakan waktu istirahat dan pemulihan kembali kekuatan mereka, dan mempersiapkan mereka untuk melakukan pekerjaan di kemudian hari dengan menyegarkan semangat mereka dan menimbulkan gairah baru dalam diri mereka.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al A’raf

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-8, Ayat 72-83

Isi kandungan surah Yunus ruku kedelapan diantaranya adalah tentang kisa Nabi Nuhas, Nabi Musaas dan Nabi Yunusas.

Jika kita mengikuti dengan teliti riwayat ketiga nabi – Nuhas, Musaas, dan Yunusas – yang disebut dalam ayat-ayat berikut, maka akan nampak bahwa riwayat hidup mereka telah menjelma dalam bentuk kecil pada kehidupan Rasulullahsaw.

Beliausaw memainkan peranan Nabi Nuhas di Makkah, peranan Nabi Musaas Di Madinah, dan peranan Nabi Yunusas pada waktu beliau kembali ke Makkah. Hal ini sudah cukup menjelaskan, bahwa riwayat nabi-nabi yang disebut dalam Al Quran bukan hanya sekedar ceritera belaka, malainkan merupakan nubuatan-nubuatan agung tentang peristiwa-peristiwa penting yang akan terjadi dalam kehidupan Rasulullahsaw.

Adalah merupakan satu tuduhan umum yang biasa dilancarkan orang terhadap nabi-nabi Allahswt, bahwa beliau-beliau berusaha untuk memperoleh keunggulan terhadap kaum nya dengan membangkitkan pemberontakan terhadap tertib yang berlaku dengan tujuan menegakkan tertib baru di bawah pimpinan mereka sendiri. Tuduhan yang tidak beralasan itulah yang dibantah dalam ayat ini. Nabi-nabi Allahswt tidak pernah berusaha untuk memperoleh kebesaran bagi diri mereka sendiri. Kebalikannya mereka itu memilih jalan penderitaan dan darma bakti.

Allahswt tidak semau-maunya menyegel hati orang-orang kafir, orang-orang kafir itu sendirilah yang dengan penolakan yang degil untuk mendengarkan Kalamullah itu, telah meluputkan diri dari kemampuan melihat dan menerima kebenaran. Mereka sendirilah pencipta nasibnya yang buruk itu.

Kemudian, orang-orang dengan alam pikiran yang cenderung kepada keagamaan dihasut oleh musuh-musuh kebenaran, bahwa ajaran baru itu tiada lain melainkan sihr atau tipu muslihat yang dapat merusak agama negeri itu, sedang para nasionalis yang mengaku sangat menaruh perhatian kepada kesejahteraan mengenai kebendaan dari negeri mereka, dibuat takut dan menjauhi agama itu karena diberitakan, bahwa dengan menerima ajaran baru itu akan timbul perpecahan dan kekacauan di antara berbagai golongan dalam negeri, dan dengan demikian akan memberikan pukulan maut kepada persatuan dan kesatuan nasional; mubin  berarti sesuatu yang merusak persatuan atau mencerai-beraikan.

Kemudian perkara yang benar tidak memerlukan bantuan dan cara-cara yang tidak benar untuk menyiarkannya. “Tujuan menghalalkan cara” tidak pernah menjadi semboyan para nabi Allahswt dan para pengikutnya yang sejati. Kebenaran itu menjadi tersebar dan mendapat keunggulan oleh kekuatannya sendiri yang ada di dalamnya dan bukan karena kepalsuan.

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-9, Ayat 84-93

Isi kandungan surah Yunus ruku kesembilan diantaranya mengenai kaum Bani Israil bahwa perintah untuk hidup di kota tidak berarti, bahwa kaum Bani Israil sebelum itu hidup di padang belantara, bahwa perlunya dan gunanya kehidupan yang beradab dan bermasyarakat. Ada kecenderungan umum pada para anggota minoritas yang lemah untuk hidup bersama di kota-kota besar.

Orang-orang Bani Israil diperintahkan untuk hidup berdampingan akrab, sehingga dapat tolong-menolong satu sama lain pada waktu kesusahan, sebab tujuan ini hanya dapat dicapai bila orang-orang mendirikan rumah mereka berdekatan atau berhadap-hadapan.

Mereka hendaknya mengusahakan agar mereka semuanya menghadap ke satu arah, yang secara kiasan berarti, bahwa mereka hendaknya mempunyai tujuan atau cita-cita yang sama.

Semua rumah mereka hendaknya sama martabatnya, dalam pengertian bahwa rasa persaudaraan yang sungguh-sungguh antara si kaya dan di miskin harus tercapai, sehingga semuanya bersatu-padu dan merupakan satu kesatuan; sebab tidak mungkin ada rasa persaudaraan yang sungguh-sungguh, bila beberapa anggota masyarakat diam di tempat-tempat tinggal yang bagaikan istana, sedang yang lainnya tinggal di gubuk-gubuk hina.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Anfal

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-10, Ayat 94-104

Isi kandungan surah Yunus ruku kesepuluh diantaranya yaitu diserukan kepada para pembaca Al Quran agar tidak ragu dan mendustakan terhadap apa yang diturunkan Allahswt kepada Rasulullahsaw.

Kemudian menyebutkan mengenai Nabi Yunusas. Nabi Yunusas disebut pada enam tempat yang berlainan dalam Al Quran (4: 164; 6: 87; 21: 88; 37: 140; 68: 49 dan 10: 99).

Dalam Bible beliau disebut sebagai nabi Bani Israil (2 Raja-rajam 14:25), yang  diperintahkan pergi ke Ninewe, ibukota Asyir dan memberi peringatan kepada penghuninya. Tetapi menurut Al Quran beliau diutus kepada kaumnya sendiri. Beliau bukan dari Bani Israil atau beliau tidak diutus ke Ninewe, melainkan kepada sebagian dari kaumnya. Para ahli Bible sendiri tidak sepakat, bahwa Nabi Yunisas itu seorang dari Bani Israil.

Pada ayat ke 100 ditegaskan bahwa, “Dan sekiranya Tuhan engkau menghendaki, niscaya orang yang ada di bumi akan beriman semuanya. Apakah engkau akan memaksa manusia hingga mereka menjadi orang beriman?“

Dari ayat ini jelas tanpa keraguan sedikit pun, bahwa Islam tidak mengizinkan menggunakan kekerasan dalam menyebarkan ajarannya.

Isi Kandungan Surah Yunus Ruku Ke-11, Ayat 105-110

Isi kandungan surah Yunus ruku kesebelas diantaranya terdapat penegasan dan perintah tentang dakwah Islam, tidak ada sembahan selain Allah dan perintah untuk mengimaninya. Kemudian tidak berpaling dan mengambil sembahan lain selain Allahswt.

Kemudian, ada sejenis karunia yang tunduk kepada hukum alam dan dapat dicapai oleh manusia dengan usahanya sendiri. Tetapi ada pula semacam karunia yang turun kepada manusia melalui rahmat khusus dari Tuhan.

Dan akhirnya Allahswt berfirman, “Hai menusia, sesungguhnya telah datang kepada kamu kebenaran dari Tuhan mu. Maka barangsiapa mengikuti petunjuk itu bagi dirinya sendiri. Dan barangsiapa sesat, maka sesungguhnya kesesatan itu akan menimpa dirinya. Dan aku bukanlah penjaga atas kamu.”

Juga diperintahkan, “Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepada engkau dan bersabarlah, hingga Allahswt memberi keputusan. Dan Dia adalah sebaik-baik Hakim.”

Demikianlah isi kandungan surah Yunus yang bersumber dari Al Quran Dan Tafsir Singkat Editor Malik Ghulam Farid, semoga bermanfaat.

Baca juga: Isi Kandungan Surah At Taubah


0 Komentar

Tinggalkan Balasan