Isi Kandungan Surah An Nisa

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

isi-kandungan-surah-an-nisa

Surah An Nisa adalah surah yang menempati urutan keempat setelah Surah Ali Imran, sesuai dengan namanya yaitu An Nisa yang artinya wanita-wanita, maka pembahasan pokok surah ini adalah tentang kaum wanita, tanggung jawab dan serta kedudukan mereka di dalam masyarakat, untuk lebih jelasnya, berikut ini isi kandungan surah An Nisa secara ringkas.

Ikhtisar Surah An Nisa

Surah An Nisa jumlah ayatnya 177 dan jumlah rukunya 24. Diturnunkan di Madinah sesuadah Perang Uhud antara tahun ke tiga dan kelima Hijrah dan pada pokoknya membahas ihwal janda-janda dan anak-anak yatim-piatu dalam jumlah besar sesudah Uhud.

Oleh karena jumlah orang-orang mukmin di Makkah pada waktu itu masih sedikit sekali dan belum merupakan masyarakat yang utuh dan masih sangat sedikit peraturan syariat diturunkan, maka orang-orang Makkah – baik orang-orang mukmin maupun kafir – semuanya dipanggil dengan kata-kata, “Hai manusia,”

Akan tetapi, sesudah Rasulullahsaw hijrah ke Madinah, perintah-perintah syar’i diturunkan dengan deras dan cepat frekuensinya, dan telah terwujud satu masyarakat orang-orang mukmin yang terpisah dari orang-orang kafir dan mempunyai ciri kepribadian  sendiri, maka mereka dipanggil dengan panggilan, “Hai orang-orang beriman.”

Tetapi, manakala yang dikehendaki adalah panggilan bersifat umum, yaitu berlaku untuk orang-orang mukmin dan orang-orang kafir juga, maka panggilan, “Hai manusia”-lah dipergunakan.

Hubungan Dengan Surah Sebelumnya

Hubungan Surah ini dengan Surah sebelumnya terletak pada kenyataan bahwa dalam Surah terdahulu, salah satu dari pembahasan yang utama ialah Perang Uhud, sedang Surah ini mengutarakan bermacam-macam masalah yang telah timbul, akibat peperangan tersebut.

Surah ini pun menerangkan dengan sejelas-jelasnya tentang kasak-kusuk jahat orang-orang Yahudi dan kaum munafik di Madinah yang sesudah Perang Uhud menyaksikan Islam sedang memperoleh kekuasaan besar di negeri itu, lalu mereka menghimpun segenap kekuatan untuk mengadakan usaha terakhir guna menghancurkan sampai ke akar-akarnya.

Dilihat dari satu segi, Surah An Nisa ini juga merupakan pemekaran masalah pokok Surah yang sebelumnya; yaitu, Surah ini meluluhkan dasar I’tikad Kristen tentang Penebusan Dosa dan membuktikan bahwa Nabi Isaas tidak wafat di atas tiang salib.

Isi Kandungan Surah An Nisa

Seperti halnya dalam Surah Ali Imran, dasar ajaran Kristen merupakan salah satu bahasan utama dalam Surah ini juga. Tetapi,  Surah ini memberikan tempat lebih luas, dalam membahas perbandingan antara kedua ajaran agama Islam dan Kristen itu secara terinci, dengan memaparkan secara istimewa kemajuan dan kekuasaan Kristen di akhir zaman.

Karena pada akhir zaman para pujangga Kristen akan menyatakan dan mengumumkan  dengan lancang bahwa Islam telah merendahkan harkat kaum wanita dengan memberikan kepada mereka peringkat lebih rendah daripada kaum pria, maka Surah ini membahas masalah-masalah yang bertalian dengan kaum wanita, membuktikan, bahwa dalam hal ini pun ajaran Islam jauh lebih tinggi daripada ajaran Kristen.

Lebih jauh berikut ini isi kandungan tiap-tiap ruku dari Surah An Nisa. Namun ini hanya berupa ringkasannya saja.

Baca juga: Surah Al Fatihah Lengkap Dengan Terjemah Dan Tafsirnya

Isi Kandungan Ruku Ke-1 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku pertama dari Surah An Nisa adalah membahas pedoman tentang poligami dan falsafahnya. Dalam hal ini hubungannya dengan perlindungan terhadap janda-janda dan anak-anak yatim.

Masalah anak-anak yatim berhubungan erat sekali dengan masalah kaum wanita, maka masalah ini pun mendapat perhatian khusus dalam Surah ini dan ini merupakan wahyu pertama yang menjaga hak anak-anak yatim dan hak kaum wanita.

Kaum wanita tidak hanya diberi semua hak yang patut dimiliki mreka secara sah, pada khususnya hak warisan, tetapi juga mereka dinyatakan menjadi penguasa dan pengatur tunggal untuk hak milik mereka sendiri.

Isi Kandungan Ruku Ke-2 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kedua dari Surah ini adalah membahas tentang hukum dan aturan pembagian hak waris. Ayat-ayat dalam ruku ini menjadi pedoman dalam masalah hukum waris.

Isi Kandungan Ruku Ke-3 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku ketiga dari Surah An Nisa adalah membahasa tentang hubungan suami istri. Seorang laki-laki atau suami bagaimanapun keadaan istrinya harus tetap berlaku adil terhadap mereka.

Isi Kandungan Ruku Ke-4 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku keempat dari Surah An Nisa adalah membahas tentang siapa yang boleh dinikahi dan siapa yang tidak boleh dinikahi.

Isi Kandungan Ruku Ke-5 Surah An Nisa

Isi kadungan ruku kelima dari Surah An Nisa adalah perintah untuk berlaku kasih sayang antar sesama manusia, tidak berbuat jahat, larangan utuk bunuh diri dan menjauhi perbuatan dosa.

Isi Kandungan Ruku Ke-6 Surah An Nisa

Isi kadungan ruku keenam adalah penegasan terhadap hubungan dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dan perempuan, masing-masing memiliki kelebihan dan kesitimewaan sesuai dengan kudratnya.

Kemudian, terdapat perintah untuk menyembah Allah dan berlaku baik terhadap kedua orang tua, keluarga, anak yatim dan orang lain.

Di ruku ini juga disinggung tentang membelanjakan harta. Perbuatan yang bakhil dan ria tidak disukai Allah.

Isi kandungan Ruku Ke-7 Surah An Nisa

Isi kadungan di ruku ini diantaranya adalah tentang huku-hukum dasar sholat. Kemudian terdapat peringatan agar tidak seperti kaum Yahudi yang tidak taat dan menolak perintah Allah.

Isi Kandungan Ruku Ke-8 Surha An Nisa

Isi kadungan ruku kedelapan dari Surah An Nisa adalah lebih jauh agar tidak berlaku seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani yang banyak melanggar perintah Allah.

Allah Ta’ala memerintahkan agara menyerahkan amant-amanat kepada orang yang berhak menerimanya (orang yang ahli dan berlaku adil.

Baca juga: Keutamaan Surah Al Baqarah, Surah Terpanjang Dalam Al Quran

Isi Kandungan Ruku Ke-9 – 12 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kesembilan hingga kedua belas ialah tentang kaum munafik. Pada akhir zaman, agama Kristen akan mendapat kekuasaan di seluruh dunia dan banyak orang Islam akan hidup di bawah pemerintahan-pemerintahan Kristen dan sebagai akibat dari kenyataan bahwa orang-orang Islam berada di bawah kekuasaan pemerintah Kristen dan ketakutan mereka akan kecaman orang-orang Kristen terhadap Islam.

Kemudian mereka akan mengambil sikap kemunafik-munafikan terhadap agama mereka sendiri, maka masalah kemunafikan dibahas dalam Surah ini bersama-sama dengan masalah kaum wanita, dan diterangkan betapa parahnya kemerosotan akhlak dan rohani yang dapat menjerumuskan orang munafik ke dalamnya.

Kaum munafik diperingatkan bahwa rasa nista dan hina akan mencakap mereka, sebab mereka lebih takut kepada manusia daripada kepada Khalik mereka.

Isi Kandungan Ruku Ke-13 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku ketiga belas dari Surah An Nisa adalah menyambung dari ruku-ruku sebelumnya, terdapat perintah untu jihad di jalan Allah baik dengan hartanya maupun jiwanya.

Ditekankan agar orang beriman tidak membunuh orang beriman lainnya, harus berhati-hati menyatakan orang lain kafir, batasannya sangat mudah orang yang mengucapkan salam dengan cara Islam maka ia seorang Islam, kecuali kalau penyelidikan membuktikan sebaliknya.

Isi Kandungan Ruku Ke-14 Surah An Nisa

Isi kandungan dalam ruku ini adalah bahwa Islam tidak cukup hanya dengan keimanan yang lemah atau pasif. Jika lingkungan hidup seorang mukmin tidak selaras bagi keimanannya, ia harus hijrah ke tempat yang lebih selaras, dan jika ia tidak berbuat demikian, ia tidak akan dipandang sebagai orang yang tulus dalam keimanannya.

Isi Kandungan Ruku Ke-15 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kelima belas dari Surah An Nisa adalah tentang tatacara melaksanakan sholat khauf.

Isi Kandungan Ruku Ke-16 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku keenam belas dari Surah An Nisa adalah  bagi umat Islam agar jangan berselisih atau bertengkar. Kemudian Istigfar merupakan kunci segala kemajuan rohani. Istigfar itu tidak semata-mata berarti minta dengan  lisan untuk pengampunan, tetapi meluas ke perbuatan-perbuatan yang membawa kepada penutupan dosa-dosa dan kealpaan-kealpaan.

Baca juga: Al Baqarah Ayat 257, Tentang Tidak Ada Paksaan Dalam Agama

Isi Kandungan Ruku Ke-17 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku ketujuh belas Surah An Nisa adalah mengenai usaha orang-orang munafik, mereka memakai bermacam-macam cara untuk mendatangkan kesusahan kepada Rasulullahsaw.

Mereka berusaha menyesatkan beliausaw didalam mengambil keputusan yang salah dalam urusan-urusan yang sangat penting. Akan tetapi, rencana-rencana jahat mereka selamanya gagal; sebab, beliausaw tetap dibimbing oleh Allahsaw ke jalan yang lurus berkenaan dengan urusan-urusan yang dapat mempengaruhi masa depan Islam.

Isi Kandungan Ruku Ke-18 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kedelapan belas dari Surah An Nisa adalah bahwa Allah tidak akan memberi ampunan kepada orang-orang yang menyekutukanNya.

Kemudian, mengemukakan inti ajaran Islam, yaitu sepenuh-penuhnya tunduk kepada kehendak Allahswt dan menyerahkan secara mutlak segala kemampuan-kemampuan dan kekuatan-kekuatan untuk berbakti kepada Dia. Nabi Ibrahimas sebagai teladan sejati untuk ditiru dan diikuti oleh seorang Muslim.

Isi Kandungan Ruku Ke-19 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kesembilan belas dari Surah An Nisa adalah pembahasan kembali tentang hubungan suami istri.

Sebagai manusia, mustahil seorang laki-laki dapat berlaku seadil-adilnya terhadap istri-istri dalam segala hal; misalnya, karena perasaan cinta itu soal hati dan orang tidak berhak ikut campur-tangan, maka seorang suami tidak bisa diharapkan mempunyai rasa cinta yang sama terhadap semua istrinya.

Akan tetapi, tentu saja ia dapat memperlakukan mereka dengan adil dalam hal-hal lainnya, dan inilah yang harus dikerjakannya. Jadi, berlaku adil terhadap istri-istri itu hanya berhubungan dengan perbuatan-perbuatan yang dapat dikendalikan olehnya.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Ali Imran

Isi Kandungan Ruku Ke-20 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kedua puluh dari Surah An Nisa adalah perintah agar seorang mumin untuk berlaku adil.

Juga terdapat ancaman hukuman dari Allah terhadap orang-orang munafik, akan tetapi kemurtadan itu dalam Islam tidak diancam dengan hukuman mati.

Isi Kandungan Ruku Ke-21 Surah An Nisa

Isi kadungan ruku kedua puluh satu dari Surah An Nisa adalah perilakuk orang-orang munafik dan orang-orang kafir. Rasulullahsaw hendak ditipu oleh orang-orang munafik, sekian banyak rencana jahat yang dilancarkan untuk menggagalkan rencana Tuhan. Oleh karena itu Tuhan sendiri akan menghukum mereka, atas tindak tanduk mereka yang penuh tipu daya itu.

Isi Kandungan Ruku Ke-22 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kedua puluh dua adalah menerangkan dan membuktikan dengan sangat meyakinkan, bahwa kepercayaan mengenai wafat Nabi Isaas di atas kayu salib itu sama sekali tidak benar dan tidak mempunyai landasan.

Seperti manusia lainnya beliau pun wafat secara wajar, dan ajaran palsu ini disangkal oleh kenyataan-kenyataan sejarah yang sudah terbukti kebenarannya, bahkan Kitab-kitab Injil sendiri tidak mendukungnya.

Isi Kandungan Ruku Ke-23 Surah An Nisa

Isi kandungan ruku kedua puluh tiga dari Surah ini adalah menerangkan bahwa risalah atau missi Nabi Muhammadsaw bukan suatu hal baru. Zabur, Kitab Hikmah yang diberikan kepada Nabi Daudas dan tentang wahyu syariat yang dianugerakan kepada Nabi Musaas. Al Quran menggabungkan di dalamnya “Hukum” dan “Hikmah.”

Allahswt mengirimkan Utusan-utusan-Nya agar orang-orang, tatkala menerima hukuman, jangan mempunyai dalih untuk mengatakan bahwa kepada mereka tidak pernah dikirim seorang Pemberi ingat yang menunjukkan perbuatan-perbuatan jahat mereka dan memperingatkan mereka.

Kemudian Allah telah mengemukakan dalam Al Quran khazanah yang berlimpah-limpah, berisikan kebenaran abadi  dan ilmu kerohanian yang menjadi bukti bahwa Al Quran itu Kalam Ilahi .

Isi Kandungan Ruku Ke-24 Surha An Nisa

Surah ini berakhir dengan mengulangi secara ringkas masalah kalalah untuk menarik perhatian kepada keadaan Nabi Isaas yang ditilik dari satu segi, adalah seorang kalalah karena tidak meninggalkan penerus rohani, sebab kenabian telah dipindahkan dari kaum Bani Israil kepada kaum Bani Ismail. Wallhu a’lam

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Baqarah


0 Komentar

Tinggalkan Balasan