Isi Kandungan Surah Al Maidah

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

isi-kandungan-surah-al-maidah

Surah Al Maidah adalah surah kelima setelah Surah An Nisa, terdiri dari 121 ayat dan 16 ruku, apa saja isi kadungan Surah Al Maidah ini? Berikut ini ulasannya.

Waktu Diturunkan Dan Hubungannya Dengan Surah Lain

Menurut para mufasirin Surah Al Maidah ini termasuk surah yang diturunkan di Medinah. Siti Aisyahrha, seperti diriwayatkan oleh Hakim dan Ahmad, pernah menyatakan bahwa Surah ini adalah Surah terakhir diwahyukan kepada Rasulullahsaw.

Surah ini diwahyukan di dalam tahun-tahun terakhir masa kenabian Rasulullahsaw dan beberapa ayatnya adalah benar-benar termasuk di antara wahyu-wahyu yang terakhir.

Imam Ahmad berkata, menurut Asma’, putri dari Yazid, bahwa seluruh Surah ini diturunkan sekaligus pada satu waktu.

Surah ini, seperti halnya Surah Ali Imran dan Surah An Nisa, pada pokoknya membahas ajaran-ajaran kristen dan istimewa mencela paham yang mengatakan bahwa syariat adalah kutukan.

Isi Kandungan Surah Al Maidah

Berikut ini beberapa isi kandungan dari tiap-tiap ruku dari Surah Al Maidah, dari ruku pertama hingga ruku keenam belas:

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-1, Ayat 1-6

Isi kandungan ruku kesatu surah ini berisi perintah bahwa semua perjanjian harus ditepati dan bahwa hukum-hukum mengenai apa yang halal dan apa yang haram perlu ditetapkan.

Selanjutnya, Surah ini menyatakan bahwa Alquran telah meletakkan tata tertib yang dimaksud untuk perkembangan akhlak dan kerohanian manusia dengan sesempurna-sempurnanya dan dalam hal inilah Alquran merupakan syariat yang terakhir dan tak dapat dibatalkan, untuk seluruh umat manusia.

Pernyataan Al Quran ini terkandung dalam ayat keempat Surah ini yang juga berarti bahwa karena hukum syariat itu sangat penting dalam upaya memberi bimbingan rohani dan kemajuan akhlak manusia. maka keliru sekali kalau menganggap syariat sebagai kutukan.

Surah ini selanjutnya menetapkan hukum-hukum Islam berkenaan dengan barang-barang yang boleh dimakan dan menentukan bahwa barang-barang itu haruslah halal , yakni diperkenankan oleh syariat dan thayyib (baik lagi murni), yaitu mempergunakannya hendaknya jangan sekali-kali bertentangan dengan atau melanggar kaedah-kaedah ilmu kedokteran atau ilmu kesehatan.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-2, 7-12

Isi kandungan ruku kedua Surah Al Maidah diantara adalah berisi perintah berwudhu sebelum melaksanakan sholat dan tata cara melaksanakannya.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-3, Ayat 13-20

Isi kandungan ruku ketiga dari Surah Al Maidah diantaranya adalah menyatakan bahwa sementara orang-orang Yahudi dan Kristen tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk menentang Islam, mereka sendiri telah menjadi demikian rusaknya sehingga tidak lagi mengamalkan ajaran-ajaran Kitab-kitab Suci agama mereka, dan mereka kian menjadi buta terhadap ajaran-ajaran agama mereka sendiri.

Dikatakan kepada mereka bahwa, apabila mereka tidak melihat jalan untuk menerima Islam, sekurang-kurangnya mereka harus mengikuti Kitab-kitab Suci mereka dan berpegang pada syariat mereka sendiri.

Akan tetapi, bila oleh sebab berada di bawah kekuasaan politik Islam, mereka kadang-kadang terpaksa harus mencari perlindungan hukum pemerintah Islam, keputusan hukum itu akan dan tidak boleh tidak, harus menurut hukum Al Quran.

Kemudian perhatian umat Islam ditarik kepada perubahan besar yang telah terjadi atas kedudukan politik mereka. Dikatakan kepada mereka bahwa, karena kekuatan kaum musyrik akhirnya telah patah dan orang-orang Kristen sekarang akan menjadi musuh utama mereka, sedang orang-orang Yahudi yang kendatipun tidak bersahabat terhadap Kristen tentu akan memihak kaum Kristen. Mereka (umat Islam) hendaknya bersikap waspada terhadap kedua golongan itu.

Kemudian beberapa keterangan diberikan, mengenai siasat dan permufakatan jahat yang dilancarkan musuh-musuh Islam, untuk membelokkan orang-orang Islam dari agama mereka dan merendahkannya dalam penilaian mereka sendiri.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-4, Ayat 21-27

Isi kandungan ruku keempat dari surah ini adalah kisah perjuangan Nabi Musaas membawa kaumnya menuju tanah yang dijanjikan, namun karena kemalasan dan ketidak taatan kaum Bani Israel, merekapun tertahan hingga 40 tahun lamanya.

Ketika orang-orang Bani Israil bertingkah bagai orang-orang pengecut Allahswt menakdirkan mereka harus terus-menerus mengembara di padang belantara selama 40 tahun agar kehidupan keras padang pasir akan menempa mereka dan memasukkan ke dalam diri mereka suatu jiwa baru dan akan memperkokoh moral mereka.

Dalam masa itu generasi tua boleh dikatakan telah hilang dan generasi muda tumbuh dengan memiliki sifat keberanian serta kekuatan yang cukup untuk menaklukkan Tanah Yang Dijanjikan.

Hal ini merupakan pelajaran berharga bagi umat manusia atau umat Islam agar senantiasa menaati perintah Allah Taala jika ingin meraih kemenangan.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-5, Ayat 28-35

Isi kandungan ruku keempat dari Surah Al Maidah adalah cerita tentang dua anak Adam,  Sebutan “kedua anak Adam,” secara kiasan maksudnya ialah dua pribadi siapa saja dari antara segenap keturunan umat manusia.

Perumpamaan itu pun menggambarkan sikap tidak bersahabat kaum Bani Israil terhadap keturunan Bani Ismail. Oleh karena silsilah kenabian telah berpindah dari mereka kepada kaum Bani Ismail dalam pribadi Rasulullahsaw.

Apa yang diisyaratkan ialah suatu peristiwa yang serupa dengan apa yang tersebut di sini mengenai kedua putra Adam, tetapi peristiwa yang mengadung arti yang jauh lebih luas lagi penting itu, akan terjadi kelak di kemudian hari.

Seorang nabi akan muncul di antara saudara-saudara Bani Israil. Nabi yang dimaksud adalah Raulullahsaw. Kenyataan ini akan menimbulkan kemarahan kaum Bani Israil terhadap nabi itu dan mereka akan menjadi haus darah karena disulut oleh rasa iri hati, persis seperti Kain telah menjadi haus darah terhadap saudaranya, Habel.

Kemudian, Islam tidak ragu-ragu mengambil tindakan-tindakan yang paling keras bila kepentingan negara atau masyarakan luas menghendaki demikian untuk membongkar sampat ke akar-akarnya suatu kejahatan yang berbahaya.

Islam menolak tenggang-rasa palsu yang berdasar emosi hayali; namun, pada waktu menjatuhkan hukuman atas pelanggarang yang mengganggu ketertiban umum, Islam menggunakan akal dan pertimbangan-pertimbangan yang sehat. Hukuman yang ditetapkan di sini terdiri atas empat kategori. Bentuk hukuman yang dijatuhkan dalam suatu perkara tertentu akan bergantung pada suasana dan lingkungan. Memberikan atau menjaduhkan hukuman adalah menjadi wewenang pemerintah dan bukan wewenang perseorangan.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-6, Ayat 36-44

Isi kandungan ruku keenam dari Surah Al Maidah yaitu perintah untuk bertakwa, berupaya mendekatkan diri kepada Allah dan berjuang di jalan Allah.

Kemudian perintah potong tangan bagi pencuri, “Dan, laki-laki pencuri dan perempuan pencuri, maka potonglah tangan keduanya sebagai pembalasan atas apa yang telah diusahakan mereka, inilah  sebagai hukuman dari Allah dan Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.” (Surah Al Maidah, 5: 39)

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-7, Ayat 45-51

Isi kandungan dari ruku ketujuh dari Surah Al Maidah ini adalah mengenai syariat Yahudi dan juga syariat Nasrani, seandaiya mereka benar-benar mengikuti ajaran mereka dengan sebaik-baiknya niscaya mereka akan dengan mudah menerima ajaran dan syariat Islam.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-8, Ayat 52-57

Isi kandungan dari ruku kedelapan dari Surah Al Maidah ini yaitu perintah agar jangan menjadikan orang-orang Yahudi sebagai penolong.

Akan tetapi harus dicermati betul bahwa, larangang ini tidak boleh diartikan seolah-olah melarang atau mencegah perlakuan adil dan baik terhadap orang-orang Yahudi, Kristen, dan kaum kufar lainnya (60: 9). Larangangan ini hanya mengisyaratkan kepada orang-orang Yahudi atau Kristen yang telah berperang dengan kaum Muslimin dan senantiasa mengadakan permufakatan- permufakatan jahat terhadap Islam.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-9, Ayat 58-67

Isi kandungan ruku kesembilan dari Surah Al Maidah diantaranya adalah larangan bagi umat Islam untuk menjadikan orang-orang kafir yang mengolok-olok dan merendahkan Islam sebagai penolong.

Alasanya jelas, yang melecehkan dan menodai Islam, sehingga tidak berarti bahwa orang-orang Islam dihalang-halangi mempunyai hubungan bersahabat dalam bentuk bagaimana pun dengan orang-orang kafir atau berbuat baik terhadap mereka dan memperlakukan mereka itu dengan baik.

Baca juga: Surah Al Fatihah Lengkap Dengan Terjemah Dan Tafsirnya

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-10, Ayat 68-78

Isi kandungan dalam ruku kesepuluh ini adalah jaminan dari Allahswt baik orang-orang beriman dan Yahudi, Shabi dan Nasrani, barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Kemudian serta beramal saleh, maka tidak akan ada ketakutan atas mereka dan tidak pula mereka bersedih.

Allah Taala menegaskan bawa ajaran Kristen yang meyakini Almasih sebagai tuhan dan ajaran Trinitas adalah batil. Almasih hanyalah seorang utusan Allah sama seperti para nabi lainnya dan Allah Taala itu Esa, tidak ada sekutu bagiNya.

Namun sama sekali di dalam ayat-ayat di ruku ini tidak ada perintah memerangi atau membunuh mereka. umat Islam hanya diperintahkan untuk memberi nasehat dan peringatan, sebagaimana firmanNya:

“Hai Ahlikitab, janganlah kamu melampaui batas dalam urusan  agamamu dengan cara tanpa hak, dan janganlah kamu mengikuti keinginan kaum yang telah sesat sebelum ini dan menyesatkan pula banyak orang, dan mereka telah sesat dari jalan lurus.” (Al Maidah, 5: 78)

Sesudah itu kepentingan tabligh Islam ditekankan kapada kaum Muslimin. Dikatakan kepada mereka bahwa cara sesungguhnya untuk mengalahkan kegiatan orang-orang Yahudi dan Kristen dengan jitu, ialah menablighkan amanat Islam kepada mereka dan menyampaikan kebenarannya dari sumber Kitab-kitab Suci mereka sendiri.

Hendaknya dijelaskan kepada mereka bahwa, kini keselamatan mereka terletak pada Islam dan bahwa kepercayaan syirik mereka itu palsu; khususnya paham yang menyatakan bahwa Nabi Isaas itu anak Allah.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Al Baqarah

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-11, Ayat 79-87

Isi kandungan dalam ruku kesebelas dari Surah Al Maidah ini diantaranya yaitu, kaum Bani Israel telah membuat menderita dan menganiaaya Nabi Daudas dan Nabi Isaas. Merea berusaha membunuh Nabi Isa dengan cara disalib namun gagal, mereka juga membuat Nabi Daud menderita sehingga mereka berdua mengutuk kaum Bani Israel.

Kaum Bani Israel juga tidak mengimani Rasulullahsaw, padahal kedatangannya telah dinubuwatkan dalam kita suci mereka.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-12, Ayat 88-94

Isi kandungan ruku kedua belas diantaranya yaitu perintah untuk makan makanan yang halal dan baik, jangan mengaramkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah dan jangan melampaui batas.

Arak, judi, berhala-berhala dan panah-panah undian (berundi) merupakan perbuatan syetan, Allah memerintahkan untuk menjauhinya.

Perhatian mereka ditarik kepada kesalahan-kesalahan dan kealpaan-kealpaan mereka yang sudah-sudah. Berhubung orang-orang Kristen itu lebih siap menerima kebenaran daripada orang-orang Yahudi, perintah-perintah tentang apa yang halal dan apa yang haram, perintah-perintah tentang sumpah, tentang penggunaan arak dan judi, dan tentang berburu; juga perintah-perintah berkenaan dengan cara upacara keagamaan dan tentang kesaksian.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-13, Ayat 95-101

Isi kandungan ruku ketiga belas dari Surah Al Maidah ini yaitu perintah tidak bolehnya membunuh bintang saat menjalankan ibadah haji dan tentang kesucian Ka’bah.

Kemudian disebutkan juga bahawa Rasulullahsaw tugasnya hanyalah menyampiakan saja, tidak diberi kuasa untuk memaksa atau menghukum orang-orang yang tidak mau beriman, mengenai hal itu keputusannya diserahkan kepada Allahswt.

Baca juga: Isi Kandungan Surah Ali Imran

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-14, Ayat 102-109

Isi kandungan ruku keempat belas dari Surah Al Maidah adalah perintah kepada orang-orang beriman agar jangan banyak bertanya yang justru anak menyusahkannya sendiri, seperti kaum Bani Israel yang banyak bertanya sehingga mempersulit mereka sendiri dan akhirnya mereka melanggar perintah itu sendiri.

Kemudian ditetapkan aturan mengenai kesaksian suatu perkara adalah syarat adanya dua orang saksi.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-15, Ayat 110-116

Isi kandungan ruku kelima belas dari Surah Al Maidah adalah disebutkannya dengan agak terinci tentang keadaan-keadaan tertentu masa kenabian Nabi Isaas dan diperlihatkan bahwa keadaan-keadaan itu mempunyai persamaan yang erat dengan nabiullah lainnya dan bahwa karena itu sama sekali tidak ada sifat atau ciri Ketuhanan dalam diri beliau dan bahwa segala kemajuan kebendaan umat Kristen itu berkat doa beliau.

Tetapi, mereka telah menyalahgunakan kemajuan dan kemakmuran kebendaan mereka, lalu telah terjerumus ke dalam kepercayaan dan perilaku musyrik.

Tuhan akan membuktikan dosa mereka pada Hari Pembalasan dan mereka akan dibuat malu oleh perkataan Nabi Isaas sendiri.

Isi Kandungan Surah Al Maidah Ruku Ke-16, Ayat 117-121

Isi kandungan dari ruku keenam belas dari Surah Al Maidah adalah pernyataan bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allahswt dan Dia berkuasa atas segala sesuatu. Hal itu mengandung isyarat adanya kepercayaan bahwa, kerajaan Tuhan hanya ada di langit saja, sebagaimana dikatakan oleh orang-orang Kristen, adalah tidak berdasar sama sekali.

Demikianlah isi kandungan dari Surah Al Imran dari ruku pertama hingga ruku yang terkahir. Terkandung didalamnya hikmah dan manfaat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Wallahu a’lam.

Baca juga: Isi Kandungan Surah An Nisa


0 Komentar

Tinggalkan Balasan