Imam Muslim, Ulama Besar Penyusun Sahih Muslim

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

imam-mulim-ulama-besar-penyusun-sahih-muslim

Imam Musli adalah seorang ulama besar penysun Sahih Muslim, kitab hadits terbaik setelah Sahih Bukhari karya Imam Bukhari. Seperti apa perjalanan hidup Imam Muslim, berikut ini biografi singkat beliau yang dihimpun dari berbagai sumber.

Awal Kehidupan

Nama lengkap Imam Muslim adalah Al Imam Abul Husain Muslim bin Al Hajjaj Al Qusyairi An Naisaburi. Beliau dilahirkan pada tahun 204 Hijriah, ada juga yang berpendapat beliau lahir pada tahun 206 Hijriah di Naisabur, Persia.

Sekilas tentang Naisabur atau Nisyapur, adalah sebuah kota di Provinsi Razavi Khorasan, ibu kota dari Sahrestani Nishapur dan bekas ibu kota dari Khurasan, di timur laut Iran, terletak di dataran subur di kaki Gunung Binalud.

Naisabur, salah satu kota besar di Khurasan Raya. Pada masa Dinasti Samanid, Naisabur menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan selama lebih kurang 150 tahun.

Kota ini dikuasai oleh Islam pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan dan gubernur Abdullah bin amir bin Kuraiz pada 31 H (651/652 M). Kemudian pada abad pertengahan menjadi pusat pemerintahan kekhilafahan Islam di timur.

Tempat tinggal bagi beragam kelompok etnis dan agama, sebagai jalur perdagangan pada rute komersial dari Transoxiana dan Tiongkok, Irak dan Mesir. Kota ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-10 M hingga dihancurkan oleh invasi pasukan Mongol pada tahun 1221 M, juga gempa besar pada abad ke-13 M.

Dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.. Disana bermukim banyak ulama besar, salah satunya adalah Imam Muslim.

Menimba Ilmu

Imam Muslim sudah tekun menuntut ilmu dari sejak kanak-kanak. Beliau telah mempelajari Al Quran, Bahasa Arab, dan ilmu tata bahasa Arab.

Kemudian, salah satu yang sangat disenanginya adalam mempelajari ilmu hadits. Sejak tahun 218 H atau saat usia beliau sekitar 12 tahun, beliau telah sungguh-sungguh mempelajari hadits.

Demi menutut ilmu beliau telah pergi keberbagai tempar, seperti ke Irak, Hijaz, Syam, Mesir dan negara-negara lainnya.

Imam Muslim telah belajar kepada para ulama besar di kota-kota yang dikunjunginya, diantara guru-gurunya yaitu:

  1. Abu Bakar bin Abi Syaibah
  2. Abu Khaitsamah Zuhair bin Harab
  3. Muhammad Ibnul Mutsanna yang dijuluki Az Zaman
  4. Qutaibah bin Sa’id
  5. Muhammad bin Abdillah bin Numair
  6. Abu Kuraib Muhammad Ibnul ‘Ila
  7. Muhammad bin Basyar Al Muqallab
  8. Muhammad bin Raafi’ An Naisaburi
  9. Muhammad bin Hatim Al Muqallab yang dijuluki As Samin
  10. Ali bin Hajar As Sa’di

Masih banyak lagi guru-guru lainnya, Imam Muslim juga berguru ilmu hadits kepada Imam Al Bukhari.

Karena ketekunan dan kegigihannya dalam mempelajari hadits sehingga beliau menjadi seorang ulama hebat dalam bidang hadits.

Karya Tulis Imam Muslim

Hasil dari ketekunannya dalam menimba ilmu menjadikan beliau sebagai salah seorang ulama besar dimasanya yang melahirkan banyak karya penting yang hingga saat ini masih dipelajari. Berikut ini beberapa karya Imam Muslim:

  1. Al-Jami` ash-Shahih atau lebih dikenal sebagai Sahih Muslim
  2. Al-Musnad al-Kabir (kitab yang menerangkan nama-nama para perawi hadis)
  3. Kitab al-Asma wal-Kuna
  4. Kitab al-Ilal
  5. Kitab al-Aqran
  6. Kitab Su`alatihi Ahmad bin Hambal
  7. Kitab al-Intifa` bi Uhubis-Siba`
  8. Kitab al-Muhadramin
  9. Kitab Man Laisa Lahu illa Rawin Wahid
  10. Kitab Auladish-Shahabah
  11. Kitab Auhamil-Muhadditsin
  12. Kitab Jami’ Al Kabir ‘Ala Al Abwab
  13. Kitab At Tamyiz
  14. Kitab Man Laisa Lahu Illa Rawin Wahidin
  15. Kitab Thabaqat At Tabi’in
  16. Kitab Al Afrad
  17. Kitab Hadits ‘Amr bin Syu’aib
  18. Kitab Masyaikh Malik
  19. Kitab Masyaikh Ats Tsauri
  20. Kitab Masyaikh Syu’bah

Baca juga: Biografi Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Seorang Ulama, Wali dan Sufi

Sahih Muslim

Tentu saja dianata karya beliau yang paling temasyhur adalah Al-Jami` ash-Shahih atau lebih dikenal sebagai Sahih Muslim yang hingga kini menjadi rujukan utama setelah Al Quran dan Sahih Bukhari karya Imam Bukhari.

Kitab Shahih Muslim bersama dengan kitab Sahih Bukhari menjadi dua kitab yang  paling shahih setelah Al Quran. Kedua kitab hadits Shahih Bukhari dan Shahih Muslim biasa disebut dengan Ash Shahihain. Imam Bukhari dan Imam Muslim juga dikenal sebagai Mutafak Alaihi.

Imam Muslim menghabiskan waktu selama 15 tahun untuk menyusun dan meneliti hadits beserta riwayat-riwayatnya. Beliau menguasai 300 ribu hadits, hanya 12 ribu saja yang dimasukan kedalam Sahihnya, itu pun jika yang tak diulang dihitung maka jumlah hadits yang terdapat dalam Shahih Muslim ada 4.616 hadis.

Salah satu keunggulan dari Shahih Muslim ini merupakan kitab hadits yang lebih sistematis dan lebih berhati-hati dalam menyusun kata-kata dan redaksinya.

Imam Muslim tidak meriwayatkan suatu hadis kecuali pada perawi yang adil, kuat hafalannya, jujur, amanah, dan tidak pelupa. Beliau tidak meriwayatkan kecuali hadits yang sanadnya lengkap, bersambung (muttasil), dan disandarkan (marfu’) kepada Nabi Muhammad.

Murid-Murid Imam Muslim

Karena keahlian dan kepakarannya beliau juga menjadi guru bagi banyak ulama terkemuka.

Diantara murid-murid Imam Muslim yaitu: Abu Hatim Ar Razi, Abul Fadhl Ahmad bin Salamah, Ibrahim bin Abi Thalib, Abu ‘Amr Al Khoffaf, Husain bin Muhammad Al Qabani, Abu ‘Amr Ahmad Ibnul Mubarak Al Mustamli, Al Hafidz Shalih bin Muhammad, ‘Ali bin Hasan Al Hilali, Muhammad bin Abdil Wahhab Al Faraa’, Ali Ibnul Husain Ibnul Junaid, Ibnu Khuzaimah, dll.

Saudagar Sukses

Selain sebagai seorang ulama, Imam Muslim ternyata juga berprofesi sebagai seorang saudagar pakaian yang kaya di Khan Mahmasy dan beliau dikenal dermawan di Naisabur.

Beliau juga memiliki lahan pertanian di daerah Ustu yang menjadi sumber penghasilan keduanya.

Baca juga: Biografi Imam Al-Ghazali, Mujaddid Abad Ke-5

Komentar Para Ulama Tentang Imam Muslim

Muhammad bin Basyar, salah satu guru Imam Muslim, berkata: “Ada empat orang yang hafalan hadits-nya paling hebat di dunia ini: Abu Zur’ah dari Ray, Muslim Ibnul Hajjaj dari Naisabur, Abdullah bin Abdirrahman Ad Darimi dari Samarkand, dan Muhammad bin Ismail dari Bukhara.”

Ishaq bin Mansur Al Kausaz berkata kepada Imam Muslim: “Kami tidak akan kehilangan kebaikan selama Allah masih menghidupkan engkau di kalangan muslimin.”

Adz Dzahabi memuji Imam Muslim dengan sebutan: “Muslim Ibnul Hajjaj Al Imam Al Hafidz Hujjatul Islam”.

Al-Khatib al-Bagdadi berkata: “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, mengembangkan ilmunya dan mengikuti jalannya.” Pernyataan ini bukanlah menunjukkan bahwa Muslim hanya seorang pengikut saja. Sebab ia mempunyai ciri khas tersendiri dalam menyusun kitab, serta memperkenalkan metode baru yang belum ada sebelumnya.

Ibnu Abi Hatim mengatakan: “Muslim adalah penghafal hadits. Saya menulis hadits dari dia di Ray.”

Muhammad bin Abdul Wahhab al-Farra mengatakan, “Muslim bin al-Hajjaj adalah ulamanya seluruh kalangan. Ia seorang yang paling memahami ilmu.”

Al Hafizh Abu Ali an-Naisaburi mengatakan, “Tidak ada di kolong langit ini sebuah kitab dalam ilmu hadits yang lebih shahih dari kitabnya Muslim.”

Shiddiq bin Hasan al-Qanuji memuji Imam Muslim dengan mengatakan, “al-Imam Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Baghdadi adalah salah seorang imam dan hafizh. Salah seorang imamnya para ahli hadits. Imam masyarakat Khurasan dalam ilmu hadits setelah al-Bukhari.”

Ahmad bin Salamah mengatakan, “Aku melihat Abu Zur’ah dan Abu Hatim lebih mengunggulkan Muslim dalam pengetahuan ash-shahih dibanding ulama-ulama di zamannya.”

Al-Khatib Al-Baghdadi berkata, “Muslim telah mengikuti jejak Bukhari, memerhatikan ilmunya dan menempuh jalan yang dilaluinya.”

Imam An Nawawi mengatakan: “Para ulama sepakat tentang keagungan Imam Muslim, keimamannya, peran besarnya dalam ilmu hadits, kepandaiannya dalam menyusun kitab ini, keutamaannya dan kekuatan hujjah-nya.”

Kewafatan Imam Muslim

Akhirnya setelah berkarya dan melayani Umat, Imam Muslim wafat pada Minggu sore, dan dikebumikan di Nasr Abad, salah satu daerah di luar Naisabur, pada hari Senin, 25 Rajab 261 H atau 5 Mei 875, dalam usia 55 tahun.

Demikianlah biografi singkat Imam Muslim, ulama besar penysun Sahih Muslim yang berjasa besar dalam membingbing mencerahkan Umat. Wallahu ‘Alam.

Baca juga: Biografi Imam Bukhari, Amirul Muminin Fil Hadits


0 Komentar

Tinggalkan Balasan