Ibnu Sina: Salah Satu Ilmuan Islam Terhebat Sepanjang Masa

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

Ibnu Sina: Salah Satu Ilmuan Islam Terhebat Sepanjang Masa

Ibnu Sina atau Buali Sina atau juga Avicenna adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter terkenal. Ia juga penulis yang produktif. Karyanya yang sangat terkenal al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb merupakan rujukan di bidang kedokteran. Sehingga ia dianggap sebagai Bapak Kedokteran Modern.

Latar Belakang

Nama lengkapnya Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā. Ia lahir bulan Shafar 370 H atau Agustus 980 M di Afsana, sebuah desa dekat Bukhara (sekarang dikenal dengan Uzbekistan), ibukota Samaniyah, sebuah dinasti Persia di Central Asia dan Greater Khorasan.

Ibunya bernama Setareh, berasal dari Bukhara; ayahnya, Abdullah, adalah seorang Ismaili yang dihormati, sarjana dari Balkh, sebuah kota penting dari Kekaisaran Samanid (sekarang provinsi Balkh, Afghanistan). Ayahnya bekerja di pemerintahan Samanid di desa Kharmasain.

Tekun dan Rajin dalam Belajar

Dari sejak kanak-kanan Ibnu Sina mempelajari Al-Quran dan sastra. Ia telah hafal Quran sejak usia 10 tahun. Ia belajar aritmetika dari Mahmoud Massahi, belajar Fiqih dari Ismail al-Zahid, ulama Sunni Hanafi, belajar filsafat dari Abu Abdillah an-Natili, dalam waktu yang singkat Ibnu Sina berhasil menguasai filsafat sehingga membuat kagum gurunya. Ia juga belajar berbagai disiplin ilmu lainnya.

Beliau sangat tekun dan rajin dalam belajar. Ia juga sangat cerdas. Ia mampu memepelajari berbagai disiplin ilmu melalui guru-guru maupun mempelajarinya dari buku-buku di perpustakaan.

Rasa ingin tahunya terhadap pengetahuan sangat besar, sehingga diusia muda ia sudah menguasai berbagai disiplin ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu keduniaan.

Beliau menghabiskan waktunya untuk mengadakan penelitian-penelitian, menulis dan membaca buku-buku yang bermanfaat bagi kemajuan berbagai ilmu.

Ilmu Kedokteran

Salah satu ilmu yand dipelajari dan dikuasainya adalah bidang kedokteran. Dari sejak muda ia sudah menguasainya dan menjadi doketer yang terkenal ke seluruh penjuru negeri.

Orang-orang yang tertarik di bidang kedokteran mulai mendatangi Ibnu Sina untuk menimba ilmu darinya. Mereka juga mengadakan eksperimen-eksperimen mengenai berbagai cara pengobatan di bawah pengawasan dan bimbingan Ibnu Sina.

Tetapi Ibnu Sina tidak mau menjadikan ilmunya alat untuk mencari kekayaan dunia. Ia mau mengajar dan menolong orang-orang yang sakit dengan ikhlas karena dan terdorong rasa kemanusiaan semata.

Beliau menemukan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi kesehatan. Ia adalah dokter yang pertama kali melakukan penyuntikan pasien, dan menggunakan cara pembiusan untuk mengobati luka.

Darinyalah lahir berbagai inspirasi kedokteran yang hingga kini masih dijadikan rujukan dan dipelajari masyarakat Eropa ketika itu sehingga mereka berhasil meraih kemajuan.

Baca juga: Ibnu Khaldun: Muslim Terbaik dan Kehebatannya Diakui Dunia

Karya

Selama hidupnya Ibnu Sina diperkirakan telah mengarang 450 buku dalam berbagai disiplin ilmu. Seperti agama, astronomi, bahasa, kebudayaan, sastra, musik, arsitektur, logika, dan ketuhanan, sebagian besarnya dalam bidang filsafat dan kedokteran.

Di antara tulisan Ibnu Sina yang sangat terkenal dan berpengaruh adalah al-Qanun (Kedokteran) 10 jilid yang dijadikan rujukan wajib bagi mashasiswa kedokteran, al-Syifa 8 jilid, al-Isyarat (filsafat), dan as-Siyasah.

Dan beberapa diantaranya: Al-Majmu’ (Himpunan), Al-Biir wa a-l Itsm (Perbuatan baik dan dosa), Al-Arshad al-Kulliyyat (Petunjuk Lengkap), Al-Hashil wa Al-Mahshul (pokok-pokok), An-Najad (pembebasan), Al-Inshaf (keputusan), Al-Hidayat (petunjuk).

Karya-karya tulis Ibnu Sina menjadi sangat khas dan istimewa berkat isinya yang berbobot, pembahasannya yang cukup mendalam, keterangannya yang jelas dan kepintarannya dalam mengolah informasi menjadi tulisan yang mudah dipahami.

Baca juga: Ibnu Haytham: Sosok Dibalik Kamera

Akhir Hayat Ibnu Sina

Ibnu Sina telah meninggalkan karya-karya agung yang dapat membantu meningkatkan keluhuran harkat umat manusia. Tidak berlebihan jika para penulis Prancis memberinya gelar “Aristoteles Islam” atau juga “Hipocrates Islam”.

Ibnu Sina dikenal aktif dalam urusan-urusan pemerintahan, pendidikan, penulisan, kedokteran atau kesehatan dan lain-lain.

Ibnu Sina dalam kehidupannya banyak menyumbangkan hartanya untuk fakir-miskin, membela orang-orang yang tertindas, menolong orang yang lemah, memerdekakan budak, dan tekun membaca Al-Qur’an.

Beliau wafat di Hamadzan, Persia (Iran) pada hari jum’at di bulan Ramadhan 428 H atau Juni 1037 dalam usia 58 tahun, dan dimakamkan di kota tersebut dan hingga sekarang masih ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru dunia.

Semoga di masa ini lahir sosok-sosok hebat seperti Ibnu Sina dalam dunia Islam, yang sungguh-sungguh dan tekun dalam menggali pengetahuan, berkarya dan bermanfaat untuk kepentingan orang banyak.


Ibnu Sina by icha kushina

0 Komentar

Tinggalkan Balasan