Ibnu Khaldun: Muslim Terbaik dan Kehebatannya Diakui Dunia

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

Ibnu Khaldun: Sosok Muslim Terbaik di Masanya, Kehebatannya Diakui Dunia Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan muslim terkemuka, bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi dan ahli ilmu politik. Melahirkan karya-karya hebat, salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Muqaddimah. Riwayat hidup Nama lengkapnya Walī al-Dīn ʿAbd al-Raḥmān ibn Muḥammad ibn Muḥammad ibn Abī Bakr Muḥammad ibn al-Ḥasan Ibn Khaldūn, lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H atau 27 Mei 1332 M. Ibnu Khaldun berasal dari satu keluarga Andalusia, Spanyol keturunan Arab. Dalam otobiografinya, Ibnu Khaldun menyebutkan tentang asal usulnya yang berasal dari Hadramaut, Yaman, yang datang ke Semenanjung Iberia pada abad kedelapan pada awal penaklukan Islam. Silsilah keluarganya samapai kepada Waíl ibn Hujr, seorang sahabat Nabi Muhammad saw. Keluarga Ibnu Khaldun beremigrasi ke Tunisia setelah jatuhnya Sevilla pada saat Reconquista (penaklukan kembali Spanyol oleh raja Ferdinan pada tahun 1248. Di bawah pemerintahan dinasti Hafsiyun beberapa keluarganya memegang jabatan politik; namun Ayah dan kakek Ibnu Khaldun menarik diri dari kehidupan dan memilih menjadi sufi. Saudaranya, Yahya Khaldun, juga seorang sejarawan yang menulis sebuah buku tentang dinasti Abdalwadid. Hafal Al-Quran Dari sejak kanak-kanak Ibnu Khaldun telah hafal Al-Quran. Dasar pendidikan Al-Quran ia peroleh dari ayahnya sendiri. Ia memang anak yang cerdas dan jenius. Memiliki bakat yang luar biasa dalam menggali ilmu pengetahuan. Dan tentusaja ia tekun dan sungguh-sungguh dalam belajar. Ia sangat memuliakan Al-Quran, sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.” Selain mempelajari Al-Quran dan ilmu-ilmu keagamaan, ia juga tekun dalam menggali pengetahuan-pengethuan umum. Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula. Mukadimah Ibnu Khaldun Salah satu karyanya yang terkenal dan dipelajari oleh masyarakat dunia hingga saat ini adalah Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar), yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa. Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 masehi dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Dimana pembacanya dapat memahami secara mendalam situasi dunia Muslim pada abad pertengahan. Filsuf dan sejarawan Inggris, Arnold J Toynbee, mengagumi Muqaddimah sebagai karya paling luar biasa yang pernah ditulis dalam era kapanpun dan di manapun. Baginya, Ibnu Khaldun merupakan orang pertama yang memperlakukan sejarah sebagai sebuah ilmu. Sejarawan Inggris Arnold J. Toynbee menyebut Muqaddimah sebagai "sebuah filosofi sejarah yang tidak diragukan lagi merupakan karya terbesar dari jenisnya yang pernah diciptakan oleh pikiran manapun kapanpun atau dimanapun." Ahli antropologi filsuf Inggris Ernest Gellner mempertimbangkan definisi pemerintahan oleh Ibnu Khaldun sebagai "sebuah institusi yang mencegah ketidakadilan", sebagai yang terbaik dalam sejarah teori politik. Karya Selain Mukaddimah, karya-karya lain Ibnu Khaldun yang bernilai sangat tinggi diantaranya, At-Ta’riif bi Ibn Khaldun (autobiografi); Al-’Ibar; Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi). Karya-karya Ibnu Khaldun telah dipelajari secara luas di dunia Barat dengan minat khusus. Dan karenanya banyak yang terinsfirasi darinya dan karya-karyanya itu menjadi rujukan utama. Gagasan Ibnu Khaldun telah menginspirasi Arthur Laffer yang menemukan kurva Laffer. Egon Orowan, yang menciptakan konsep socionomy, juga dipengaruhi oleh gagasan Ibnu Khaldun tentang evolusi masyarakat. Pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) yang mengemukakan teori-teori ekonominya. Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik. Ibnu Khaldun juga diakui sebagai pelopor studi filsafat sejarah modern. Sarjana Amerika Serikat, Philip K Hitti menegaskan kontribusi besar Ibnu Khaldun dengan pujian panjang-lebar: “Belum pernah ada sebelum dia, baik itu Arab apalagi Eropa, yang memiliki pandangan komprehensif dan filosofis mengenai sejarah. Ibnu Khaldun merupakan filsuf-sejarah yang paling brilian yang pernah dihasilkan Dunia Islam. Dia termasuk yang paling besar sepanjang sejarah.” Wafat Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan muslim terkemuka, peletak dasar filsafat sejarah, bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi dan ahli ilmu politik. Di dunia Barat Ibnu Khaldun sangat dihormati dan dimuliakan seperti pada tahun 2006, Spanyol memperingati ulang tahun ke 600 kematian Ibnu Khaldun. Akhirnya, Ibnu Khaldun wafat pada 19 Maret 1406 (73 tahun), ia dihargai dan dimuliakan oleh semua orang tanpa memandang agama, suku, ras dan golongan. Ia dikenang karena jasa baik dan karya-karyanya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan muslim terkemuka, bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi dan ahli ilmu politik. Melahirkan karya-karya hebat, salah satu karyanya yang paling terkenal adalah Muqaddimah.

Riwayat Hidup

Nama lengkapnya Walī al-Dīn ʿAbd al-Raḥmān ibn Muḥammad ibn Muḥammad ibn Abī Bakr Muḥammad ibn al-Ḥasan Ibn Khaldūn, lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 732 H atau 27 Mei 1332 M.  

Ibnu Khaldun berasal dari satu keluarga Andalusia, Spanyol keturunan Arab. Dalam otobiografinya, Ibnu Khaldun menyebutkan tentang asal usulnya yang berasal dari Hadramaut, Yaman, yang datang ke Semenanjung Iberia pada abad kedelapan pada awal penaklukan Islam. Silsilah keluarganya samapai kepada Waíl ibn Hujr, seorang sahabat Nabi Muhammad saw.

Keluarga beliau beremigrasi ke Tunisia setelah jatuhnya Sevilla pada saat Reconquista (penaklukan kembali Spanyol oleh raja Ferdinan pada tahun 1248.

Di bawah pemerintahan dinasti Hafsiyun beberapa keluarganya memegang jabatan politik; namun Ayah dan kakek Ibnu Khaldun menarik diri dari kehidupan dan memilih menjadi sufi. Saudaranya, Yahya Khaldun, juga seorang sejarawan yang menulis sebuah buku tentang dinasti Abdalwadid.

Hafal Al-Quran

Dari sejak kanak-kanak Ibnu Khaldun telah hafal Al-Quran. Dasar pendidikan Al-Quran ia peroleh dari ayahnya sendiri. Ia memang anak yang cerdas dan jenius. Memiliki bakat yang luar biasa dalam menggali ilmu pengetahuan. Dan tentusaja ia tekun dan sungguh-sungguh dalam belajar.

Ia sangat memuliakan Al-Quran, sebagaimana dikatakan olehnya, “Ketahuilah bahwa pendidikan Alquran termasuk syiar agama yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia Islam. Oleh kerena itu pendidikan Alquran dapat meresap ke dalam hati dan memperkuat iman. Dan pengajaran Alquran pun patut diutamakan sebelum mengembangkan ilmu-ilmu yang lain.”

Selain mempelajari Al-Quran dan ilmu-ilmu keagamaan, ia juga tekun dalam menggali pengetahuan-pengethuan umum.   

Bahkan ketika memasuki usia remaja, tulisan-tulisannya sudah menyebar ke mana-mana. Tulisan-tulisan dan pemikiran Ibnu Khaldun terlahir karena studinya yang sangat dalam, pengamatan terhadap berbagai masyarakat yang dikenalnya dengan ilmu dan pengetahuan yang luas, serta ia hidup di tengah-tengah mereka dalam pengembaraannya yang luas pula.

Mukadimah

Salah satu karyanya yang terkenal dan dipelajari oleh masyarakat dunia hingga saat ini adalah Muqaddimah (pendahuluan atas kitabu al-’ibar), yang merupakan buku terpenting tentang ilmu sosial dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa.  

Sungguh mengagumkan sekali sebuah karya di abad ke-14 masehi dengan lengkap menerangkan hal ihwal sosiologi, sejarah, ekonomi, ilmu dan pengetahuan. Dimana pembacanya dapat memahami secara mendalam situasi dunia Muslim pada abad pertengahan.

Filsuf dan sejarawan Inggris, Arnold J Toynbee, mengagumi Muqaddimah sebagai karya paling luar biasa yang pernah ditulis dalam era kapanpun dan di manapun. Baginya, Ibnu Khaldun merupakan orang pertama yang memperlakukan sejarah sebagai sebuah ilmu.

Sejarawan Inggris Arnold J. Toynbee menyebut Muqaddimah sebagai “sebuah filosofi sejarah yang tidak diragukan lagi merupakan karya terbesar dari jenisnya yang pernah diciptakan oleh pikiran manapun kapanpun atau dimanapun.”

Ahli antropologi filsuf Inggris Ernest Gellner mempertimbangkan definisi pemerintahan oleh Ibnu Khaldun sebagai “sebuah institusi yang mencegah ketidakadilan”, sebagai yang terbaik dalam sejarah teori politik.

Baca Juga: Kareem Abdul-Jabar: Bintang NBA Muslim

Karya

Selain Mukaddimah, karya-karya lain beliau yang bernilai sangat tinggi diantaranya, At-Ta’riif bi Ibn Khaldun (autobiografi); Al-’Ibar; Lubab al-Muhassal fi Ushul ad-Diin (permasalahan dan pendapat-pendapat teologi, ringkasan dari kitab Muhassal Afkaar al-Mutaqaddimiin wa al-Muta’akh-khiriin karya Imam Fakhruddin ar-Razi).

Karya-karya Ibnu Khaldun telah dipelajari secara luas di dunia Barat dengan minat khusus. Dan karenanya banyak yang terinsfirasi darinya dan karya-karyanya itu menjadi rujukan utama.

Gagasannya telah menginspirasi Arthur Laffer  yang menemukan kurva Laffer. Egon Orowan, yang menciptakan konsep socionomy, juga dipengaruhi oleh gagasan Ibnu Khaldun tentang evolusi masyarakat.

Pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh telah dikemukakannya sebelum Adam Smith (1723-1790) dan David Ricardo (1772-1823) yang mengemukakan teori-teori ekonominya.

Karena pemikiran-pemikirannya yang briliyan Ibnu Khaldun dipandang sebagai peletak dasar ilmu-ilmu sosial dan politik.

Beliau juga diakui sebagai pelopor studi filsafat sejarah modern. Sarjana Amerika Serikat, Philip K Hitti menegaskan kontribusi besar Ibnu Khaldun dengan pujian panjang-lebar: “Belum pernah ada sebelum dia, baik itu Arab apalagi Eropa, yang memiliki pandangan komprehensif dan filosofis mengenai sejarah. Ibnu Khaldun merupakan filsuf-sejarah yang paling brilian yang pernah dihasilkan Dunia Islam. Dia termasuk yang paling besar sepanjang sejarah.”

Baca Juga: Mariya Qibtiyah: Istri Rasulullah dari Kristen Koptik

Wafat

Ibnu Khaldun dikenal sebagai seorang sejarawan muslim terkemuka, peletak dasar filsafat sejarah, bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi dan ahli ilmu politik.

Di dunia Barat beliau sangat dihormati dan dimuliakan seperti pada tahun 2006, Spanyol memperingati ulang tahun ke 600 kematian Ibnu Khaldun.

Akhirnya, Ibnu Khaldun wafat pada 19 Maret 1406 (73 tahun), ia dihargai dan dimuliakan oleh semua orang tanpa memandang agama, suku, ras dan golongan. Ia dikenang karena jasa baik dan karya-karyanya yang bermanfaat bagi orang banyak.


Ibnu Khaldun by Al Muqaddimah

0 Komentar

Tinggalkan Balasan