Hikmah Ditetapkannya Waktu-waktu Sholat

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

hikmah-ditetapkannya-waktu-sholat

Sholat adalah tiang agama. Orang yang mengerjakan sholat secara teratur berarti dia telah menegakkan agama dan orang yang meninggalkan sholat berarti dia telah menjatuhkan agama dan telah meruntuhkan bangunannya. Perbedaan Islam dan orang bukan Islam terletak pada sholat. 

Suatu kali Rasulullahsaw bersabda,  “Pada hari kiamat yang paling pertama dihisab adalah sholat.“ Di lain kesempatan beliausaw dalam menjelaskan keutamaan sholat di hadapan para sahabat bersabda, “Orang yang di samping rumahnya terdapat sungai yang airnya bersih dan dia mandi di situ lima kali sehari, dengan begitu tidak akan ada kotoran tersisa di badannya. Begitu juga orang yang mengerjakan sholat lima waktu dalam sehari  maka tidak akan tersisa ketidak bersihan di dalam batinnya dan juga tidak akan tersisa kotoran kesalahan dan dosa di dalam batinnya.” (HR. Bukhari).

Tujuan Dasar Sholat

Tujuan dasar sholat adalah mengingat Allah Ta’ala Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri untuk beberapa saat.

Misalnya, saat musim panas seseorang terus meminum air seteguk dua teguk supaya terus basah kerongkongannya dan tubuhnya tetap segar.

Begitu pula ketika berada dalam panasnya kekafiran dan keingkaran, Allah Ta’ala telah menciptakan beberapa saat waktu untuk mengerjakan shalat guna menjaga ruh manusia tetap hidup dan segar.

Baik dalam keadaan suka maupun duka, melalui shalat manusia masih mendapatkan kesempatan untuk mengingat Allah Ta’ala. Ketika keindahan dunia yang penuh tipuan menariknya, maka dengan pertolongan shalat dia dapat sujud kepada Allah Ta’ala.

Baca juga: Tata Cara Sholat Jumat Dan Penjelasannya

Hikmah Ditetapkannya Waktu-waktu Sholat

Mengapa sholat ditetapkan waktu-waktu pelaksanaanya? Apa manfaat dan himkahnya? Berikut ini penjelasannya:

Hikmah Waktu Sholat Zuhur

Setelah matahari terbit manusia sibuk dalam urusan-urusan duniawi dan ketika siang hari dia merasa perlu untuk sedikit beristirahat dan makan. Dalam saat-saat itu juga ditetapkan sedikit waktu untuk mengingat Allah Ta’ala.

Supaya manusia bisa bersyukur kepada Tuhan-nya atas taufik yang diberikan dalam urusan-urusannya dan bisa berdoa supaya di masa mendatang dapat memperoleh berkat-berkat yang lebih banyak lagi. Ketika matahari tergelincir manusia diingatkan bahwa sebagaimana mulai adanya perubahan dalam cahaya matahari, begitu juga masa muda manusia bisa mengalami kemunduran dan qalbunya bisa saja kehilangan kemurniannya karena karat kelalaian.

Oleh karena itu manusia hendaknya mengambil pelajaran dari perubahan ini. Hendaknya manusia menaruh perhatian kepada sumber cahaya dan kebahagiaan yang tidak pernah dihinggapi kemunduran. Sehingga ruhnya terus terjaga dari pengaruh-pengaruh kemunduran  dan kesehatan jasmaninya pun terus stabil.

Dalam hadits tertera bahwa ketika Zuhur pintu-pintu langit ruhani dibukakan dan amal-amal yang dilakukan dari pagi sampai tengah hari diangkat ke atas. Dalam waktu ini sholat merupakan faktor ketinggian ruhani dan baginya  disediakan suatu kesaksian yang baik.

Hikmah Waktu Sholat Ashar

Ketika Ashar, manusia berfikir untuk mengumpulkan pekerjaan. Oleh karena itu kesibukan sampai pada puncaknya. Berbagai macam urusan menarik perhatian manusia ke arahnya.

Tujuan menetapkan sholat dalam waktu ini adalah untuk membuktikan bahwa barang siapa yang merupakan hamba Tuhan maka dalam keadaan seperti ini sekalipun dia tidak melupakan Tuhan-nya dan setelah memalingkan perhatiannya dari hal-hal lain dia mengarahkan perhatiannya kepada Tuhan-nya.

Meskipun ada berbagai macam hambatan, dia tetap hadir di haribaan Tuhan-nya. Kemudian waktu ini juga merupakan waktu istirahat dan bermain. Dengan memerintahkan sholat pada waktu ini  bertujuan untuk memberikan perhatian kepada manusia supaya hendaknya dia selamat dalam segala hal dari hal-hal yang melampaui batas dan tidak bertujuan.

Hendaknya dia tidak lalai dari kewajiban-kewajiban dasarnya disebabkan permainan. Dan juga diarahkan perhatiannya kepada hal ini yakni, sebagaimana matahari di langit, matahari kehidupan manusia pun perlahan-lahan terus meredup dan akan mendekati masa terbenamnya.

Oleh karena itu hendaknya dia menganggap masa itu sebagai harta kekayaan dan hendaknya tidak menyia-nyiakannya.

Baca juga: Cara Sholat Hajat Lengkap Dengan Doanya

Hikmah Waktu Sholat Maghrib

Pada waktu Maghrib matahari sudah terbenam. Bayang-bayang kegelapan mulai menyelimuti. Saat-saat  berbahaya mulai datang. Hamba-hamba kezaliman mulai mempersiapkan keburukan-keburukan.

Dengan menaruh ibadah dalam saat-saat seperti ini (bertujuan untuk menarik perhatian manusia bahwa dalam keadaan seperti ini tidak ada tempat berlindung selain Allah Ta’ala dan untuk memperoleh keselamatan dari zalimnya kegelapan hanya ada satu  matahari yang menerangi alam semesta, yang cahayanya abadi.

Hikmah Waktu Sholat Isya

Melalui sholat Isya sebelum tidur diberikan kesempatan berdo’a untuk mengingat Allah Ta’ala, mensyukuri karunia-karunia-Nya dan memperoleh keselamatan dari musibah-musibah.

Waktu ini  juga merupakan waktu istirahat. Pada saat ini tabiat manusia cendrung untuk beristirahat dan bersantai. Jika seseorang tidak ada kecendrungan untuk beribadah maka waktu akan habis hanya untuk hal-hal buruk dan sia-sia. Dalam keadaan seperti ini  disebabkan kesibukan-kesibukan dia akan tidur dengan begitu lama. Dengan begitu dia akan telat bangun pagi.

Dia juga tidak akan bisa sholat Subuh dengan tepat waktu dan juga tidak akan bisa memulai  pekerjaan-pekerjaan penting yang lain dengan tepat waktu.

Selain itu, dengan menetapkan sholat pada waktu ini juga bertujuan untuk menarik perhatian  manusia bahwa hendaknya dia membersihkan amalnya sebelum tidur supaya apabila maut datang ketika tidur maka dia akan selamat dari api penghisaban dan penyesalan.

Kemudian  apabila manusia tidur dalam khayalan-khayalan maka itu akan terus berputar di kepalanya sepanjang malam. Tapi setelah mengerjakan sholat dan zikir Ilahi maka bersamaan dengan itu pikiran-pikiran yang sucilah yang akan ada di dalam otaknya. Begitu pula mimpi-mimpinya akan menjadi bagian dari ibadah.

Baca juga: Cara Sholat Istikharah, Manfaat Dan Hikmahnya

Hikmah Waktu Sholat Subuh

Bangun untuk mengerjakan sholat Subuh merupakan penyebab datangnya berkat. Karena ini merupakan waktu turunnya berkat-berkat Ilahi. Harapan untuk mengambil bagian dari berkat-berkat itu merupakan tuntutan dasar dari keimanan sejati.

Sebagaimana  dengan terbitnya matahari akan menyinari tempat yang gelap, begitu pula dengan cahaya shalat dan doa, gelapnya keputusasaan akan lenyap dan aroma kebahagiaan akan menyebar ke empat penjuru.

Lima Perubahan Batin Manusia

Hikmah dalam penetapan 5 waktu sholat ini juga merupakan gambaran dari lima perubahan batin manusia dan tuntutan dari fitrat manusia. Karena keadaan kehidupan manusia mengalami 5  perubahan ruhani. Berikut penjelasan singkatnya:

Hikmah Pertama

Pertama, ketika manusia mengetahui bahwa akan datang suatu musibah kepadanya. Misalnya dari pengadilan datang surat penahanan atas dirinya, maka keadaan ini akan merusak ketentraman hatinya dan mempengaruhi kebahagiaannya. Keadaan seperti ini sama dengan tergelincirnya matahari.

Sebab dengan itu ketentraman dan kebahagiaannya mulai surut. Maka untuk selamat dari dampak-dampak buruk keadaan yang mengkhawatirkan ini ditetapkanlah sholat Zuhur.

Baca juga: Tata Cara Mengerjakan Sholat Witir Dan Penjelasannya

Hikmah Kedua

Perubahan kedua terjadi pada manusia ketika dia sangat didekatkan kepada tempat musibah. Misalnya, apabila  dia ditahan atas surat perintah penangkapan, lalu dihadapkan ke hadapan hakim.

Pada saat itu darah manusia seakan-akan kering karena ketakutan dan sinar ketentraman mulai terpisah dari dirinya. Serta manusia mulai dihampiri keadaan sedemikian rupa yang dipenuhi harapan, rasa takut dan kekhawatiran.

Jadi keadaan itu sama dengan saat ketika cahaya matahari menjadi pudar dan tampak dengan jelas  bahwa kini saat tenggelamnya hampir tiba. Sebanding dengan keadaan itu untuk menghilangkan ketidak tentraman ruhani ditetapkanlah sholat Ashar dan untuk memproleh keselamatan dibutuhkan perjuangan.

Hikmah Ketiga

Perubahan ketiga terjadi pada diri manusia tatkala harapan untuk memperoleh keselamatan dari musibah itu putuslah sudah dan keputus asaan mulai menyelimuti.

Misalnya, seperti keadaan bila vonis bersalah dijatuhkan dan saksi-saksi yang memberatkan mulai diajukan. Itulah saat ketika perasaan manusia mulai memberikan jawaban dan ia mulai merasa diri sendiri sebagai seorang tahanan.

Maka keadaan itu memiliki persamaan dengan keadaan ketika matahari terbenam  dan habislah sudah segala harapan mengenai kecerahan siang hari. 

Sesuai dengan keadaan itu untuk selamat dari serangan keputus asaan ruhani maka ditetapkanlah sholat Maghrib. Seakan-akan diperlukan perjuangan yang lebih untuk memperoleh keselamatan.

Baca juga: Cara Sholat Tahajud Dan Manfaatnya

Hikmah Keempat

Perubahan keempat terjadi pada diri manusia tatkala dia benar-benar telah terjerumus ke dalam musibah dan kegelapan pekat mulai menyelimutinya.

Misalnya, ketika saksi-saksi telah selesai diperdengarkan, hukuman telah dijatuhkan dan polisi memasukkan si narapidana ke dalam penjara.

Maka keadaan itu bersesuaian dengan saat ketika malam telah tiba dan gelap gulita telah menyelimuti. Sesuai dengan keadaan di mana ruhani tidak mampu lagi menanggung segala kegelisahan maka untuk menyisakan ketentraman ruhani, seakan-akan sebagai upaya terakhir ditetapkanlah sholat Isya yang di dalamnya terdapat pelajaran, bahwa Tuhan sajalah Dzat yang memiliki segala kekuatan. Sehingga ke mana lagi manusia harus pergi  berlindung dan kepada siapa lagi dia mesti menyampaikan keluh-kesahnya kecuali kepada Allah Ta’ala.

Singkatnya, hanya di pintu singasana-Nya lah manusia menjatuhkan diri dan di haribaan-Nya lah manusia menyampaikan segala keluh-kesahnya.

Perubahan kelima terjadi pada diri manusia ketika perjuangan dan keluh kesahnya sampai pada puncaknya. Sehingga kasih sayang Tuhan mulai bergelora, awan-awan musibah mulai lenyap dan pada akhirnya setelah kegelapan, harapan akan datangnya pagi mulai menampakkan wujudnya.

Lalu sinar siang hari mulai nampak bersamaan dengan cahayanya yang berbinar-binar. Maka sesuai dengan keadaan yang penuh harapan dan kebahagiaan itu ditetapkanlah sholat Subuh sebagai bentuk sujud syukur atas kebahagiaan ruhani.

Singkatnya, waktu-waktu sholat adalah gambaran dari perubahan-perubahan ruhani dan sholat adalah penawar untuk musibah-musibah yang menimpa.

Manusia tidak tahu bahwa takdir apa yang akan terjadi pada hari-hari mendatang. Jadi sebelum mereka menghadapi hari-hari mendatang hendaknya dia memohon kepada Penolong-nya yang hakiki. Supaya Dia menganugrahkan hari-hari mendatang yang penuh kebaikan dan berkat.

Demikianlah hikmah ditetapkannya waktu-waktu sholat yang dikutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat, jazakumullah ahsanal jaza.

Baca juga: Cara Sholat Dhuha Dan Manfaatnya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan