Hikmah dan Manfaat Wudhu

Wudhu merupakan salah satu cara membersihkan anggota tubuh yang wajib dilakukan saat seseorang hendak melaksanakan shalat. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar wudhunya dilakukan dengan benar sehingga shalatnya menjadi syah.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allahswt dalam Al Quran: :Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mendirikan shalat, maka basuhlah mukamu dan kedua tanganmu hingga siku, dan usaplah kepalamu, dan basuhlah kedua kakimu sampai mata kaki. (Surah Al Maidah, 5: 7)

Dari ayat diatas didapati bahwa terdapat empat bagian dari anggota tubuh kita yang harus dibersihkan saat berwudhu, yaitu:

  1. Membasuh muka dengan sempurna
  2. Membasuk kedua tangan hingga sampai siku
  3. Menyapu dengan air sebagian dari kepala
  4. Membasuk kedua belah kaki sampai mata kaki

Kaki disebut sesudah kepada, bukan karena kaki dimaksudkan untuk hanya diusap seperti kepada, tetapi sebab kaki itu gilirannya datang terakhir dalam tertib tersebut.

Hal ini jelas dari kenyataan bahwa karena kata arjula  (kaki-kaki) dipakai dalam bentuk penderita (accusative) dalam bacaan yang baku, seperti kata-kata wujuka (muka-muka) dan aidiya (tangan-tangan), dengan demikian hal itu menunjukkan bahwa seperti halnya muka dan tangan, kaki juga dalam bentuk akusatif dikuasai oleh kata kerja “cuci” dan bukan oleh kata depan baa’ (pada) yang menguasai kata ru’uus (kepala-kepala) saja.

Jika dari antara fardhu-fardhu ini tertinggal maka wudhu tidak sah. Empat hal poko itulah yang harus dilakukan, namun supaya lebih afdal perlu juga sebelumnya untuk meneguhkan niat untuk berwudhu dan juga meleksanakan keempat bagian itu dengan tertib atau berurutan.

Dari Utsman bin Afan, beliau berkata: “Rasulullah bersabda, ‘barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya maka keluarlah dosa-dosanya dari tubuhnya bahkan dosa-dosa itu keluar dari bawah kukunya juga keluar’”. – HR. Muslim no. 245.

Baca juga: Hikmah Dan Manfaat Shalat Berjamaah

Hal-hal yang Mewajibkan Wudhu

Hal-hal yang menyebabkan harus berwudhu diantaranya adalah sebagai berikut:

Buang hajat, yakni wudhu akan batal apabila kencing, buang air besar, atau keluar air dari saluran kencing, keluar angin, disuntik, atau tidur sambil berbaring dan pingsan.

Setelah mengalami hal-hal semacam ini, ketika hendak mengerjakan shalat maka harus berwudhu terlebih dahulu lalu baru kerjakan shalat. Karena tanpa itu shalat tidak sah.

Apabila seseorang menderita penyakit keluar angin terus menerus, kencing keluar sedikit-sedikit (anyang-anyangan) atau istihadhah  yakni  darah yang keluar selain pada hari-hari haid dan nifas, yang karenanya wudhu tidak dapat bertahan, maka dia tergolong ma’dzur (orang yang mengalami udzur atau halangan).

Untuk itu sekali berwudhu untuk setiap shalat sudah cukup baginya. Dalam keadaan seperti itu dia bisa mengerjakan shalat yang diinginkannya dengan wudhu itu. Karena itu  tidak akan batal karena penyakit tersebut.

Perlu juga diperhatikan air yang akan digunakan untuk bersuci adalah air bersih dan suci (tidak bau, tidak kotor, atau tercampur bahan lainnya).

Hal-hal yang Disunnahkan

Selain yang pokok diatas, ada juga beberapa sunnah yang bisa dilakukan agar wuhdunya betul-betul sempurna dan mendapat keberkatan. Beberapa diantaranya adalah,

  1. Membaca basmalah
  2. Membasuh kedua telapak tangan.
  3. Berkumur atau bahkan menggosok gigi.
  4. Membersihkan lubang hidung dengan air.
  5. Menyapu air ke seluruh kepala.
  6. Membasuh kedua telinga (bagian dan luar).
  7. Menggosok celah-celah jari tangan, kaki, dan janggut jika panjang.
  8. Mendahulukan yang kanan.
  9. Melakukan setiap bagiannya sebanyak 3 kali.
  10. Diakhiri dengan doa

Baca juga: Hikmah dan Manfaat Shalat Sunnah Dan Nafal

Guna dan Manfaat Lain dari Wudhu

Selain untuk keperluan shalat, wudhu juga dilakukan untuk keperluan-keperluan lain, diantaranya:

  1. Thawaf di Ka’bah
  2. Hendak menyentuh atau membaca al-Qur’an
  3. Ketika hendak tidur, sehingga saat badanya bersih diharapkan jiwanya pun demikian, senantiasa mendapat perlindungan dari Allah Ta’ala dan bisa cepat bangun
  4. Sebelum mandi wajib, hal ini disunahkan oleh Rasulullah saw
  5. Ketika marah, dengan berwudhu diharapkan amarhnya bisa mereda
  6. Ketika Melantunkan azan dan iqamat
  7. Ziarah ke makam Nabi Muhammad

Tata Cara Wudhu

Ketika seseorang hendak berwudhu maka

  1. Bacalah bismilllah
  2. cuci tangan sampai pergelangan tangan dengan air bersih
  3. Lalu berkumur-kumur sebanyak tiga kali
  4. Hendaknya gunakanlah siwak atau sikat gigi untuk membersihkan mulut dengan baik dan jika ini tidak tersedia maka  bersihkanlah  gigi dengan jari.
  5. Ambil air dengan telapak tangan  lalu masukkan ke dalam hidung dan bersihkanlah dengan benar.
  6. Kemudian basuhlah seluruh muka sebanyak tiga kali. Jika berjanggut lebat maka lebih bagus dengan menusukkan jari-jari tangan ke dalam janggut tersebut.
  7. Setelah itu cucilah tangan sampai siku sebanyak tiga kali.
  8. Kemudian usaplah seluruh kepala dan telinga. Yakni, basahi tangan dengan air lalu usapkan ke seluruh kepala dan usaplah telinga bagian dalam dengan jari telunjuk sedangkan bagian luar dengan ibu jari.
  9. Kemudian cucilah kaki sampai mata kaki sebanyak tiga kali. Pertama-tama (cucilah) anggota tubuh yang kanan baru yang kiri.
  10. Selain itu juga harus memperhatikan urutannya dan mencuci anggota tubuh sampai basah. Tapi ketika muka sudah dibasuh, maka tidak pula harus membasuhnya kembali apabila sudah kering.

Seseorang bisa mengerjakan beberapa shalat dengan satu kali bersuci. Karena selama hal-hal yang membatalkannya tidak terjadi maka wudhu tetap ada.

Baca juga: 5 Syarat Shalat Beserta Penjelasannya

Hikmah dan Manfaat Wudhu

Hal-hal yang mewajibkan wudhu menimbulkan penyakit dan kelalain yang hanya dapat dihilangkan dengan wudhu. Sehingga tubuh menjadi segar bugar lalu bisa fokus dan konsentrasi untuk beribadah kepada Allah.

Kesucian jasmani semacam ini bisa mengarah kepada kesucian batin. Seakan-akan manusia berdo’a dalam bahasa kiasan, bahwa sebagaimana air yang zahir ini sedang menghilangkan kotoran-kotoran anggota tubuh, begitu pula air tobat akan menghilangkan kotoran-kotoran batin yang telah timbul akibat kesalahan-kesalahan anggota tubuh.

Membasuh 7 anggota tubuh mengisyarahkan kepada tobat dari dosa-dosa yang timbul akibat anggota-anggota tubuh tersebut. Lidah, mata, telinga, otak, tangan, kaki dan kemaluan.

Ini semua adalah 7 anggota tubuh yang bisa menjadi penyebab ketidak patuhan dan ketidak ta’atan manusia kepada Allahswt. Dalam bahasa kiasan, harapan untuk meperoleh kesucian secara batin diwujudkan dengan mencuci anggota-anggota tubuh secara nyata.

Terbukti dari pengalaman ahli pijat refleksi bahwa aliran nafsu-nafsu dan khayalan-khayalan  dapat dirubah dengan mendinginkan jari-jari tangan dan kaki. Lalu, dengan wudhu pikiran manusia dapat diarahkan kepada zikir Ilahi dengan menghentikan aliran khayalan-khayalan yang kotor.

Dengan begitu pikiran akan stabil. Selain itu, anggota tubuh yang dicuci ketika wudhu  pada umumnya terbuka sehingga debu selalu menempel padanya.

Oleh karena itu dengan mencucinya manfaat pertama yang diperoleh adalah anggota-anggota tubuh tersebut akan menjadi bersih dan yang kedua mencucinya pun mudah karena tidak perlu membuka pakaian dan yang lainnya.

Di dalam batalnya wudhu karena keluar angin terkandung suatu hikmah yang khas, yakni supaya kesucian mesjid tetap terjaga.

Pada saat ada majlis dan perkumpulan yang sampai suatu batas tertentu dari awal sudah ada ketidak nyamanan akibat tidak bebasnya dalam bernafas maka suasana akan bertambah keruh akibat keluarnya angin tanpa terkendali.

Rasulullahsaw bersabda, “Sebagaimana debu tidak akan tersisa pada tubuh orang yang mandi lima kali sehari. Seperti itu pula shalat lima waktu adalah penjamin kebersihan ruhani.”

Baca juga:

(Visited 49 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan