Hikmah Dan Manfaat Shalat Berjamaah

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

hikmah-dan-manfaat-shalat-berjamaah

Shalat berjamaah adalah shalat yang dilaksanakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, dimana seseorang didepan untuk memimpin atau mengimami sholat dan yang lain membuat saf-saf di belakangnya. Sebagaimana imam shalat, begitu juga mamum, orang yang mengikuti di belakangnya shalat. 

Perintah Shalat Berjamaah

Shalat berjamah penting untuk selalu dikerjakan. Tidak diperbolehkan mengerjakan shalat fardhu sendiri bagi laki-laki tanpa ada uzur dan keterpaksaan. Dalam Al Quran Allahswt berfirman:

“Dan, apabila engkau berada di antara mereka lalu engkau mengimami shalat bagi mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri bersama engkau…” (Surah An Nisa, 4: 103)

Di ayat lain Allahswt berfirman: “Dan mereka yang memelihara shalat-shalatnya. (Surah Al Muminun, 23: 10)

Ayat ini menandai tingkat perkembangan rohani yang terakhir dan tertinggi, di mana zikir Ilahi menjadi fitrah kedua bagi seorang mukmin, dan bagian yang tak terpisahkan dari wujudnya, serta penghibur bagi ruhnya.

Pada tingkat ini ia menaruh perhatian khusus kepada amal ibadah yang dilakukan berjamaah (shalat berjamaah), yang menunjukkan, bahwa perasaan dan kesadaran berkaum menjadi sangat kuat dalam dirinya dan ia membelakangkan kepentingan-kepentingan pribadi dan mendahulukan kebaikan masyarakat dan bangsa. 

Kemudian, Rasulullahsaw banyak bersabda tentang bagaimana pentingnnya shalat berjamaa, diantaranya beliau bersabda:

Dari Abu Hurairahra bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah rumah mereka dengan api.” (HR Bukhari 644, 657, 2420, 7224 dan Muslim 651).

Dari Abu Dardara bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok tetapi tidak melakukan shalat berjamaah, kecuali syetan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjamaah, sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya.” (HR. Abu Daud 547 dan Nasai 2/106).

Dari Malik bin Al Huwairits bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Kembalilah kalian kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka shalat dan perintahkan mereka melakukannya. Bila waktu shalat tiba, maka hendaklah salah seorang kalian melantunkan azan dan yang paling tua menjadi imam.” (HR. Muslim no. 292 dan 674).

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Furqan

Pengertian Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah adalah, seseorang maju untuk mengimami shalat dan yang lain membuat saf-saf di belakangnya. Dan sebagaimana dia shalat, begitu juga orang yang mengikuti di belakangnya shalat. 

Orang yang maju ke depan untuk mengimami shalat disebut imam dan orang yang berdiri dalam saf di belakangnya disebut dengan makmum.

Apa yang diniatkan imam maka itu pula yang hendaknya menjadi niat makmum. Tapi dalam waktu-waktu tertentu bisa berniat untuk shalat nafal di belakang orang yang mengerjakan shalat fardhu.

Selain itu, dalam mengamalkan shalat yang lainnya harus mengikuti imam. Hendaknya jangan terjadi makmum ruku sebelum imam ruku. Atau sujud sebelum imam sujud.  Tapi mesti mengikuti setiap gerakan imam. Makmum yang mendahului imam maka sholatnya tidak sah.

Hikmah Shalat Berjamaah

Mengapa sholat berjamaah begitu penting untuk dilaksanakan? Berikut ini beberapa hikmah dan manfaat penting dari sholat berjamaah:

  1. Melalui shalat berjamaah akan diperoleh taufik untuk berdo’a secara berjamaah. Maka dari sholat berjamaah lahir persatuan, aturan Islam, dan pentingnya ita’at kepadanya.
  2. Dari  shalat berjamaah diperoleh pencerahan fikiran dalam upaya bersama untuk kemenangan Islam dan penyebaran kebenaran.
  3. Kemudian dari berkumpul untuk shalat berjamaah diperoleh pelajaran tentang kasih sayang, saling tolong-menolong dan toleransi satu sama lain.
  4. Yang itu dikerjakan berulang-ulang oleh umat muslim sebanyak  lima kali dalam sehari. Dengan berkali-kali berkumpul akan saling mengenal satu sama lain.
  5. Akan  mengetahui keadaan orang yang tinggal di dekat kita. Dengan mudah memperoleh kesempatan untuk membantu orang-orang miskin dan orang yang membutuhkan.
  6. Akan meningkatnya perasaan pentingnya persamaan universal, persatuan dan kesatuan ruhani.
  7. Penduduk desa atau kampung bisa berkumpul lima kali sehari di mesjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Kemudian penduduk kota dan orang-orang yang tinggal di sekitar kampung bisa berkumpul sekali seminggu di mesjid besar untuk shalat jum’at dan sekali dalam setahun orang-orang dari jauh datang untuk shalat ied. Serta sekali seumur hidup orang yang mampu bisa berkumpul  di Makkah Mukaramah untuk melaksanakan haji.  Seakan-akan merupakan tingkatan-tingkatan persatuan dan tata tertib yang berbeda-beda yang ditegakkan dalam berjamaah. 

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah An Nur

Manfaat Shalat Berjamaah

Dalam hadits tertera bahwa dengan shalat berjamaah akan memperoleh pahala sebanyak 27 kali lipat. Setiap langkah ke mesjid terhitung sebagai kebaikan.

Dari Ibnu Umarra bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Sholat berjemaah itu lebih utama dari sholat sendirian dengan 27 derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim no. 650 dan no. 249).

Dari Abi Musa berkata bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Sesungguhnya orang yang mendapatkan ganjaran paling besar adalah orang yang paling jauh berjalannya. Orang yang menunggu shalat berjamaah bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang salat sendirian kemudian tidur.” (Fathul Bari jilid 2 halaman 278)

Rasulullahsaw bersabda: jika umat muslim dapat memperkirakan pahala shalat berjamah, maka sekalipun dia harus datang dengan merangkak maka dia akan datang.

Apa sebabnya shalat berjamaah pahalanya lebih banyak? Pahala lebih banyak yang ditetapkan untuk shalat berjamaah, alasannya adalah karena tercipta persatuan. Lalu untuk mewujudkan persatuan itu dalam bentuk amalan diberikan petunjuk dan penekanan sehingga kaki harus sejajar, saf lurus dan menempel satu sama lain. Dari itu maksudnya adalah seakan-akan terdapat perintah untuk menjadi satu insan, dan nur dari satu orang dapat masuk kepada yang lain.

Sehingga perbedaan yang di dalamnya terdapat keegoisan dan mementingkan diri sendiri tidak ada lagi. Ingatlah baik-baik bahwa di dalam diri manusia terdapat potensi.

Berkenaan dengan keutamaan dan pentingnya shalat yang merupakan pilar ini, Allah Ta’ala berfirman di dalam Al-Quran yang ringkasannya adalah: Allah pasti menganugerahkan kabar suka yang agung kepada orang-orang yang mendirikan shalat. Terdapat janji akan diberikannya nikmat-nikmat yang berlimpah kepada mereka.

Allah pun sangat murka kepada orang-orang yang berlaku malas dalam hal ini. Shalat adalah ciri orang-orang yang bertaqwa karena pada dasarnya, seorang mutaqi lah yang mendirikan shalat.

Didirikannya shalat pada waktunya adalah ibadah yang paling penting. Shalat mencegah perkara-perkara keji dan tidak disukai. Dengan mendirikan shalat, kita telah patuh pada Allah dan Rasul-Nya, juga melaksanakan perintah-Nya serta membuat kita mendapat taufik untuk berkorban harta di jalan-Nya.

Shalat adalah sarana terbaik untuk mengingat Tuhan dan bersyukur kepada-Nya. Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin menjadikan orang-orang yang mendirikan shalat sebagai sahabatnya. Dengan didirikannya shalat, kita mendapat kebaikan. Sedangkan kebaikan menghilangkan keburukan.

Allah Ta’ala berfirman berkenaan dengan orang-orang yang mendirikan shalat, “Mereka tidak akan takut pada sesuatu hal dan mereka tidak akan bersedih. Orang-orang yang mendirikan shalat itu memakmurkan rumah Allah yakni masjid. Mereka tidak takut kepada siapapun kecuali Allah.

Shalat menyelamatkan manusia dari syirik dan kekufuran. Shalat pun memperbaiki akhlak dan kebiasaan. Allah Ta’ala memberikan petunjuk yakni ‘Jagalah semua shalat-shalat khususnya shalat yang berada diantara kesibukan pekerjaan.’ Sarana terbaik untuk memohon pertolongan dan bantuan kepada Allah adalah shalat.

Dia berfirman bahwa, “Kebinasaanlah bagi orang-orang yang berlaku malas dalam shalat”. Terdapat dalam surah Al-Muddatsir bahwa akan ditanyakan kepada para penghuni neraka ‘Apa penyebab terbesar kalian masuk neraka?’ Mereka akan menjawab, ‘lam naku minal musolliin’ yakni ‘Kami tidak biasa mendirikan shalat.’ ”

Beliausaw bersabda bahwa meninggalkan shalat akan mendekatkan manusia kepada syirik dan kekufuran. Beliau bersabda juga, “Pada hari kiamat, hal yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba adalah shalat. Jika hisab ini baik maka ia telah berhasil dan memperoleh keselamatan. Jika hisab ini buruk maka ia telah gagal dan akan tinggal di dalam kerugian.”

Rasulullahsaw bersabda, “Sebagaimana debu tidak akan tersisa pada tubuh orang yang mandi lima kali sehari. Seperti itu pula shalat lima waktu adalah penjamin kebersihan ruhani.”

Satu hadits yang sangat indah dimana Rasulullahsaw bersabda, “Seseorang yang suka berada di masjid. Allah Ta’ala akan memberikan tempat kepadanya di bawah naungan rahmat-Nya yang pada hari itu tidak ada naungan lain selain naungan-Nya.”

Dalam suatu hadits beliausaw bersabda, “Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang suatu perkara yang dengannya Allah Ta’ala menghapuskan dosa dan meninggikan derajat seseorang?.” Para sahabat memohon, “Wahai Rasulullah! Tolong sampaikanlah!” Beliausaw bersabda, “Meskipun kurang enak hati, tetaplah berwudhu dengan baik dan pergilah ke masjid meski jauh dan dirikanlah shalat sunnah lalu tunggulah shalat fardhu!”

Rasulullahsaw bersabda: “Sesungguhnya malaikat mendoakan orang yang berada di tempat duduknya (untuk menunggu datangnya salat berjemaah) selama belum berhadats (batal wudhunya) dan malaikat berdoa: “Ya Allah, ampunilah segala dosanya ya Allah, sayangilah dia”.” (HR. Muslim no. 469)

Rasulullahsaw bersabda: “Sesungguhnya Allah bersama malaikat mendoakan kepada orang-orang yang shalat di shaf (barisan) pertama.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullahsaw bersabda: “Berikanlah khabar gembira orang-orang yang rajin berjalan ke masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, Turmudzi dan Hakim)

Rasulullahsaw bersabda: “Barangsiapa yang shalat Isya dengan berjamaah maka seakan-akan ia mengerjakan shalat setengah malam, dan barangsiapa yang mengerjakan shalat shubuh berjama’ah maka seolah-olah ia mengerjakan shalat semalam penuh. (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Demikianlah penjelasan tetang hikmah dan manfaat shalat berjamaah, Semoga Allahswt menganugerahkan taufik kepada kita supaya kita menyukai masjid dan selalu mendirikan shalat berjamaah.

Baca juga: Tafsir Singkat Dan Isi Kandungan Surah Al Hajj


0 Komentar

Tinggalkan Balasan