Gerakan Dan Doa-doa Shalat Lengkap

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

doa-doa-shalat

Shalat merupakan ibadah yang didalamnya terdapat gerakan-gerakan disertai bacaan atau doa-doa. Berikut ini gerakan dan bacaan dalam shalat lengakap dengan beragam pilihan:

Takbiratul Ihram

Shalat dimulia dengan Takbiratul Ihram, berdiri dengan sempurna kemudian mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga, sambil membaca takbir:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allaahu akbar

“Allah Maha Besar”

Apabila imam mengucapkan “Allaahu akbar” maka ucapkanlah “Allaahu akbar”. (HR. Ahmad dan Baihaqi) Rasulullah saw juga bersabda, “shalat seseorang tidak sempurna hingga ia bertakbir, memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian membaca Al Quran yang mudah baginya.” (HR. Abu Dawud dan Hakim)

Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, kemudian melipat tangan di antara dada dan perut kemudian membaca salah satu dari doa-doa iftitah ini:

1 Doa Iftitah

Subhanaka Allahumma wa bihamdika wa tabaarak smuka wa ta’alaa jadduka walaa ilaaha gairuka

“Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-MU, dan Maha Beberkah nama-Mu dan Maha Tinggi kemulyaan-Mu, serta tiada sembahan lain yang patut disembah selain Engkau.” (HR. Tirmizi dan Ibnu Majah)

2 Doa Iftitah

Allahumma baid bayini wa bayina khatayaya kamaa ba’adta bayinal masriki walmagribi. Allahumma nakinii min khatayaya kama yunakkas saubul abyadu minadanasi. Allahumma agsilnii min khatayaya bisalji walmai walbaradi

“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dengan kesalahan-kesalahanku, sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan-kesalahanku, sebagaimana baju putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahan-kesalahanku dengan salju, air dan es.” (HR. Bukhari dan Muslim)

3 Doa Iftitah

 اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً

Allahu akbar kabiiraw wal hamdu lillaahi katsiiroo wasubhaanallahi bukrataw wa-ashiilaa.

“Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad)

4 Doa Iftitah

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros samaawaati wal ardlo haniifaa wamaa ana minal musyrikiin. Inna sholaatii wa nusukii wamahyaa wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana awwalul muslimiin. Allahumma antal maliku laailaha illa anta anta rabbi wa anaa a’bduka dzolamtu nafsii wa taraftu bi dzanbi fagfirlii dzunubii jamian innahu laa yagfiru udzunuba illa anta

“Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam keadaan tunduk dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Dan dengan yang demikian itu lah aku diperintahkan. Dan aku adalah orang yang pertama berserah diri. Ya Alla, Engkau adalah Raja, tiada Tuhan (yang patut disembah) keculai Engkau, Engkau adalah Tuhan-ku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menganiaya diriku, dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunillah dosa-dosaku semuanya, sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. (HR. Muslim)

Membaca Surah Al-Fatihah

Setelah membaca doa Iftitah, Kemudian wajib membaca surat Al-Fatihah:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn

“Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”

الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

ar-raḥmānir-raḥīm

“Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

māliki yaumid-dīn

“Yang menguasai di Hari Pembalasan.”

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

iyyāka na’budu wa iyyāka nasta’īn

“Hanya Egkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

 “ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm

“Tunjukkanlah kami jalan yang lurus.”

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

ṣirāṭallażīna an’amta ‘alaihim gairil-magḍụbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn

“ (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Setelah membaca Al-Fatihah kemudian membaca surat lainnya dalam Al-Qur’an pada rakaat pertama dan kedua. Pada rakaat ketiga dan keempat cukup membaca surat Al-Fatihah saja.

Ruku

Setelah membaca Al-Fatihah dan membaca ayat-ayat lain, selanjutnya adalah ruku, yaitu membungkukan badan dengan sempurna. Kemudian membaca salah satu dari doa berikut:

1 Bacaan Ruku

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

Subhaana rabbiyal ‘adhiimi (dibaca 3 kali)

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad dan Thabrani)

2 Bacaan Ruku

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih (dibaca 3 kali)

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagiNya” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni)

3 Bacaan Ruku

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Subhaanaka alloohumma robbanaa wa bihamdika alloohummaghfirlii

“Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw banyak membaca doa ini dalam ruku dan sujud beliau, dalam rangka mengerjakan perintah Allah di Surat An Nashr ayat 3.

4 Bacaan Ruku

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh

“Mahasuci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh.” (HR. Muslim)

5 Bacaan Ruku

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِى وَبَصَرِى وَمُخِّى وَعَظْمِى وَعَصَبِى

Alloohumma laka roka’tu wabika aamantu wa laka aslamtu khosya’a laka sam’ii wa bashorii wa mukhkhii wa ‘adhmii wa ‘ashobii

“Ya Allah, hanya kepadaMu aku ruku’, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Hanya kepadaMulah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk.” (Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad)

6 Bacaan Ruku

اللَّهُمَّ لَكَ رَكَعْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ أَنْتَ رَبِّي خَشَعَ سَمْعِي وَبَصَرِي وَدَمِي وَلَحْمِي وَعَظْمِي وَعَصَبِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالِمِينَ

Alloohumma laka roka’tu wabika aamantu wa laka aslamtu khosya’a laka sam’ii wa bashorii wa mukhkhii wa ‘adhmii wa ‘ashobii lillaahi robbil ‘aalamiin

“Ya Allah, hanya kepadaMu aku ruku’, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (An Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad)

7 Bacaan Ruku

سُبْحَانَ ذِى الْجَبَرُوتِ وَالْمَلَكُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Subhaana dzil jabaruuti wal malakuuti wal kibriyaa-i wal ‘adhiimah

“Mahasuci Dzat yang memiliki kekuasaan, kerajaan, kebesaran dan keagungan.” (Abu Dawud, Ahmad dan An Nasa’i)

Baca juga: Panduan Tata Cara Adzan Dan Iqamah

I’tidal

Setelah ruku, kemudian I’tidal yaitu bangkit atau berdiri tegak dengan membaca:

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Sami’alloohu liman hamidah

“Allah Maha Mendengar orang yang memujiNya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dilajutkan dengan membaca beberapa pilihan doa berikut:

1 Bacaan I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Robbanaa walakal hamdu

“Wahai Tuhan kami, bagiMu segala puji.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jika menjadi makmum, cukup membaca yang terakhir ini tanpa mengulangi “sami’allahu liman hamidah”. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sesungguhnya imam itu diangkat untuk diikuti… jika imam mengucapkan sami’allaahu liman hamidah, maka ucapkanlah Robbanaa walakal hamdu…” (HR. Muslim)

2 Bacaan I’tidal

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Robbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi’ta min syai’in ba’du

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.” (HR. Muslim)

3 Bacaan I’tidal

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ مُعْطِىَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Allohumma robbanaa lakal hamdu mil’as samaawaati wal ardli wa mil-a maa syi’ta min syai’in ba’du, ahlats tsanaa’i wal majdi laa maani’a limaa a’thoita wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd

“Wahai Allah Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau yang layak menerima sanjungan dan kemuliaan. Engkaulah yang berhak atas apa yang diucapkan oleh hambaMu. Kamis semua adalah hambaMu. Tiada yang bisa menghalangi apa saja yang Engkau berikan dan tiada yang bisa memberikan apa yang Engkau tahan. Kemuliaan seseorang tidaklah menghalangi tindakanMu.” (HR. Muslim)

4 Bacaan I’tidal

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ، حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

Robbanaa walakal hamdu hamdan katsiiron thoyyiban mubaarokan fiih

“Ya Tuhan kami, segala puji hanyalah bagimu, aku memujiMu dengan pujian yang banyak, yang baik dan penuh berkah” (Bukhari dan Muslim)

Awalnya bacaan shalat ini dibaca oleh salah seorang sahabat saat i’tidal. Selesai shalat, Rasulullah saw bersabda bahwa bacaan ini mengundang 30 malaikat untuk berebut mencatatnya.

5 Bacaan I’tidal

لِرَبِّيَ الْحَمْدُ لِرَبِّيَ الْحَمْدُ

Lirobbiyal hamdu, lirobbiyal hamdu

“Segala puji hanyalah bagi Tuhanku, Segala puji hanyalah bagi Tuhanku.” (Nasa’i dan Abu Dawud). Sesekali Rasulullah saw membacanya dalam shalat malam.

Baca juga: Mengapa Ketika Shalat Harus Menghadap Kabah?

Sujud

Setelah i’tidal, kemudian dilajutkan dengan sujud, berikut beberapa pilihan doanya:

1 Bacaan Sujud

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى

Subhaana robbiyal ‘a’la (dibaca 3 kali)

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi” (Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Thabrani)

2 Bacaan Sujud

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih (dibaca 3 kali)

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagiNya.” (Abu Dawud, Ahmad, Baihaqi, Thabrani, Daruquthi)

3 Bacaan Sujud

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى

Subhaanaka alloohumma rabbanaa wa bihamdika alloohummaghfirlii

“Mahasuci Engkau, ya Allah Tuhan kami dan segala puji bagiMu. Ya Allah ampunilah aku.” (Bukhari dan Imam Muslim)

4 Bacaan Sujud

سُبُّوحٌ قُدُّوسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ

Subbuuhun qudduusun robbul malaa-ikati war ruuh

“Mahasuci Engkau dan Mahakudus Tuhan para malaikat dan ruh.” (HR. Muslim)

5 Bacaan sujud

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ خَشَعَ لَكَ سَمْعِى وَبَصَرِى وَمُخِّى وَعَظْمِى وَعَصَبِى

Alloohumma laka sajadtu wabika aamantu wa laka aslamtu khosya’a laka sam’ii wa bashorii wa mukhkhii wa ‘adhmii wa ‘ashobii

“Ya Allah, hanya kepadaMu aku sujud, hanya kepadaMu aku beriman dan hanya kepadaMu aku berserah diri. Hanya kepadaMulah pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku, dan syarafku tunduk.” (Muslim, Abu Dawud, An Nasa’i, Tirmidzi, Ahmad)

6 Bacaan Sujud

Subhana dziil jabaruuti walkibriyaai wal a’dzamati

“Maha Suci (Allah) Pemilik Kekuasaan, Kerajaan, kebesaran dan Keagungan.” (HR. Abu Dawud, an-Nasai dan Ahmad)

7 Bacaan Sujud

Allahumma innii au’dzu biridzaka min sakhatika wa bimuafatika min u’kubatika wa au’dzubika minka laa uhsii tsanaaan a’laika anta kamaa itsnaita a’la nafsika

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridaan Engkau dari kemurkaan Engkau dan dengan pemaafan Engkau dari hukuman Engkau. Dan aku berlindung kepada Engkau dari azab Engkau. Aku tidak mampu memberikan puji-pujian kepada Engkau. Engkau adalah seperti pujian Engkau kepada diri Engkau.” (HR. Muslim)

8 Bacaan Sujud

Allahummag firlii dzanbii kulluhu diqahu wa awwalahu wa aakhirahu wa alaniyatahu wa sirrahu

“Ya Allah, ampunkanlah bagiku dosa-ku semuanya, yang kecilnya dan yang besarnya, yang terdahulu dan yang akan datang, yang kulakukan dengan terang-terangan dan tersembunyi.” (HR. Muslim)

Baca juga: Panduan Cara Mengetahui Waktu shalat

Duduk Di Antara Dua Sujud

Dari sujud kemudian duduk, berikut beberapa pilihan doanya:

1 Doa Duduk Diantara Dua Sujud

ربِّ اغفِرلي ربِّ اغفِرلي 

Rabbig firlii rabbig firli

“Wahai Tuhan-ku ampunilah dosaku-wahai Tuhan-ku ampunilah dosaku” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

2 Bacaan Duduk Di Antara Dua Sujud

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَعَافِنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

Allohummaghfirlii warhamnii a’aafinii wahdinii warzuqnii

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, lindungilah aku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki.” (HR. Abu Dawud)

3 Bacaan Duduk Di Antara Dua Sujud

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَاهْدِنِى وَارْزُقْنِى

llohummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilahkebutuhanku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rezeki.” (Abu Dawud)

4 Bacaan Duduk Di Antara Dua Sujud

رَبِّ اغْفِرْ لِى وَارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْزُقْنِى وَارْفَعْنِى

Robbighfirlii warhamnii wajburnii warzuqnii warfa’nii

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilahkebutuhanku, berilah aku petunjuk dan tingikanlah aku.” (Abu Dawud).

Tahiyat atau Tasyahud Awal

Adapun sewaktu duduk tasyahud, bacaannya adalah sebagai berikut:

1 Bacaan Tasyahud Awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullooh.

“Segala penghormatan, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.” (HR. Muslim)

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyatu lillaah wash sholawaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna ‘abduhu warosuuluh

“Segala penghormatan, shalawat dan kebaikan-kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tahiyat Atau Tasyahud Akhir

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Attahiyyatu lillaah wash sholawaatu wath thoyyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatulloohi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallooh wa asyhadu anna ‘abduhu warosuuluh

“Segala penghormatan, shalawat dan kebaikan-kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkahNya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasulNya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Alloohumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.” (HR. Bukhari)

Doa Sebelum Salam

Setelah Tahiyyat akhir dan shalawat kemudian membaca doa-doa, diantaranya:

1 Doa Sebelum Salam

Allahumma inni audzu bika min adzabil kabri wa audzu bika min fitnatil masihid dajjal wa audzubika min fitnatil mahya wal mamati. Allahumma innii audzubika minal matsami wal magram.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur. Dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah Almasih Dajjal. Dan aku berlindung kepada Engkau dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Ya Allah, seungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari perbuatan dosa dan kerugian.” (HR. Bukari dan Muslim)

2 Doa Sebelum Salam

Allahumma ini dzalamtu nafsii dzulman katsiran walaa yagfiru dzunuba illa anta fagfirlii magfiratan min indika warhamni innaka antal gafuru rahiim.

“Ya Allah, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku dengan keaniayaan yang banyak dan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan pengampunan dari sisi Engkau dan berilah aku rahmat. Sesungguhnya hanya Engkau-lah Tuhan Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.” (HR. Bukari dan Muslim)

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Tayamum

Salam

Terakhir adalah salam, yakni usai tasyahud, shalawat dan doa-doa. Kemudian menoleh ke kanan dibarengi dengan mengucap salam dan juga menoleh ke kiri dengan mengucap salam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Assalaamu’alaikum warahmatullaah

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah limpahkan kepada kalian.” (HR. Muslim)

Demikian uraian mengenai gerakan-gerakan disertai bacaan atau doa-doa dalam Shalat, semoga bermanfaat, utamanya untuk saya sendiri.

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Mandi Wajib


0 Komentar

Tinggalkan Balasan