Fakhruddin Ar Razi: Ulama dan Cendikiawan Hebat di Masanya

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

fakhruddin ar razi

Fakhruddin Ar Razi seorang ulama, cedikiawan, teolog dan filsuf juga ahli tafsir hebat di masanya. Menulis ratusan buku yang meliputi banyak bidang, mulai dari tafsir Al-Qur’an, kalam, fikih, usul fikih, mantik, kedokteran, astronomi, matematika hingga fisika.

Biografi

Fakhruddin Ar Razi atau Imam Ar Razi, juga biasa dipanggil Abu ‘Abdillah atau juga Ibnu Khatîb Al-Raiy (Putra sang khatib kota Ray), sebab ayahnya, Diya al-Din Umar al-Makki  seorang khatib yang terkemuka di kota itu.

Nama lengkapnya Abu Abdullah Muhammad bin Umar ibn al-Husayn at-Taymi al-Bakri at-Tabaristani Fakhr al-Din al-Razi, lahir pada 25 Ramadhan 544 H atau 1149 M di Rey, Tabaristan, Provinsi Mazandaran, Iran.

Pada masa itu Ray merupakan salah satu kota ilmu yang melahirkan banyak tokoh di berbagai bidang selama berabad-abad lamanya.

Fakhruddin Ar Razi berasal dari suku Quraish yang hijrah dari Arab ke Rey, silsilah keturunannya sampai kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq ra.

Baca Juga: Kareem Abdul-Jabbar: Bintang NBA Muslim

Menuntu Ilmu

Fakhruddin Ar Razi memiliki semangat yang sangat hebat dalam menuntut ilmu. Beliau tidak suka menyia-nyiakan waktunya, selain hanya untuk belajar.

Beliau sangat menghormati dan memuliakan ayahnya. Darinya Fakhruddin Ar Razi mempelajari ilmu-ilmu hadis, fiqih, dan ushul fiqih.

Setelah ayahandanya wafat, beliau belajar kepada sejumlah ulama terkemuka, antara lain, Ahmad bin Zarinkum al-Kamal al-Simnani, Majdin al-Jilly, Muhammad al-Baghawi dan Kamaluddin As Samawi.

Sejak masa muda beliau telah hafal Al-Quran, menyukai ilmu sains, juga ilmu pengobatan, dan ilmu pengetahuan lainnya.

Pada usia 35 tahun Imam Ar Razi sudah memahami seluk-beluk kitab fenomenal dalam bidang kedokteran, Al-Qanun fil Tibb (the Canon of Medicine) karya Ibnu Sina.

Dalam rangak menimba ilmu Imam Ar Razi mengembara hingga ke Bukhara, Khawarizm, dan Mawara an-Nahar (Transoksiana), Asia Tengah. Khurasan, Bukhara, Samarkand, dan India. Di tempat-tempat itu beliau menjumpai guru-guru untuk belajar dan berdiskusi dengan mereka.

Dengan multi-telenta yang dimilikinya, beliau mampu menguasai berbagai bidang ilmu, seperti tafsir, teologi, filsafat, sejarah, matematika, astronomi, dan kedokteran. Bahkan di setiap bidangnya, Imam Ar Razi mampu mengungguli para ahli lainnya.

Karena kecerdasan dan ketekunan dalam menuntu ilmu, menjadikan beliau seorang menguasai ilmu pengetahuan yang luas dalam berbagai bidang. Beliau merupakan salah seorang ensiklopedis Islam terbesar di sepanjang masa.

Hujjatul Islam

Karena kepakarannya beliau menjadi guru dan menjadi rujukan utama atas persoalan-persoalan yang dihadapi orang-orang. Sehingga beliau memiliki banyak murid dari berbagai latar belakang dan keahlian.

Beliau pernah mengajar di Rey, di Ghazni ( Afghanistan timur), dan juga menjadi kepala universitas yang didirikan oleh Mohammed ibn Tukush di Herat (Afghanistan barat).

Sikapnya sangat kritis, akan tetapi dalam menyampiakan pendapatnya selalu disertai argumen-argumen yang jelas dan benar.

Beliau dianggap sebagai seorang Hujjatul Islam (argumentator Islam) yang hebat setelah Imam Al Ghazali.

Baca Juga: Hazanah Al-Qur’an: Kisah Nabi Musa as dan Tongkatnya

Fakhruddin Ar Razi by Elements Media

Karya Fakhruddin Ar Razi

Imam Ar-Razi merupakan salah satu ilmuwan paling cemerlang dalam sejarah peradaban Islam. Karyanya berjumlah ratusan buku yang meliputi banyak bidang, mulai dari tafsir Al-Qur’an, kalam, fikih, usul fikih, mantik, kedokteran, astronomi, matematika hingga fisika.

Karya magnum-opusnya antara lain: Mafatih al-Ghaib atau At-Tafsir al-Kabir li Alquranul Karim. Kitab tafsir yang sangat luas dan mendalam. Banyak dikutip oleh kitab-kitab tafsir dari berbagai mazhab seperti Syiah, Sunni dan sebagainya.

Salah satu prestasi Imam Razi yang luar biasa adalah karya interpretatifnya yang unik tentang Al-Quran yang disebut Mafātiḥ al-Ghayb ( Kunci untuk Yang Tak Terlihat ) dan kemudian dijuluki Tafsir al-Kabir (The Great Commentary ), sebanyak 32 volume. Karya ini mengandung banyak minat filosofis. Salah satu “keprihatinan utamanya adalah kemandirian intelek.” “Pengakuannya akan keutamaan Al-Qur’an tumbuh seiring dengan usianya.” Rasionalisme Al-Razi tidak diragukan lagi “memegang tempat penting dalam perdebatan dalam tradisi Islam tentang harmonisasi akal dan wahyu.”

Karya-karya utamanya meliputi: ‘Ilm al-Akhlaq (Ilmu Etika); Kitab al-Firasa (Buku tentang Firasa); Kitab al-Mantiq al-Kabir (Buku Utama tentang Logika); Kitab al-nafs wa’l-ruh wa sharh quwa-huma (Buku tentang Jiwa dan Roh dan Fakultas-fakultasnya); Mabahith al-mashriqiyya fi ‘ilm al-ilahiyyat wa-‘l-tabi’iyyat (Studi Timur dalam Metafisika dan Fisika); Matalib al-‘Aliya (Masalah Tinggi). Sharh Asma ‘Allah al-Husna (Komentar tentang Asma’ Allah al-Husna); Sharh Kulliyyat al-Qanun fi al-Tibb (Komentar tentang Canon of Medicine);

Karya-karyanya merupakan hazanah kekayaan yang tak ternilai harganya, berupa pengetahuan dan hikmah-hikmah yang bermanfaat bagi kepentingan orang banyak.

Baca Juga: Hazanah Al-Quran: Nabi Musa as dan Nasib Firaun

Wafat

Imam Ar Razi merupakan tokoh yang sangat terkemuka di zamannya. Beliau seorang peneliti dan pengkaji yang sempurna dan digelari juga sebagai Syeik al-Islam.

Pada tahun 606 H atau 1209 M beliau wafat pada usia sekitar 63 di Herat (Afganistan). Hingga akhir hayatnya pun beliau masih tetap berkarya, beliau wafat pada masa penulisan kitab Al-Matalib dan Al-Tafsir. [madj]


0 Komentar

Tinggalkan Balasan