Dzikir secara bahasa artinya mengingat, yaitu mengingat Allah. Dzikir ilahi dikatakan kepada cara mengingat Allah. Yakni, menghadirkan di muka kita gambaran sifat-sifat Allah Ta’ala; menyebut sifat-sifat dengan mulut berulang kali; mengungkapkan sifat-sifat itu dan dalam lubuk hati, dan mengkaji kekuatan-kekuatan-Nya serta kekuasaan-kekuasaan-Nya itulah dzikir Ilahi.

Dzikir Itu Amal yang Besar sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an Allah Ta’ala berfirman:

“Bacakanlah apa yang diwahyukan kepada engkau dari kitab Alquran  dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat mencegah dari kekejian dan kemungkaran. Dan sesungguhnya mengingat Allah adalah perkerjaan  yang lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut, 29:46)

Tiga hal telah disebut dalam ayat ini, yaitu, menablighkan dan membacakan Alquran, men-dirikan shalat, dan zikir Ilahi.

Tujuan ketiga hal itu ialah menyelamatkan manusia dari ceng-keraman dosa dan membantu manusia untuk bangkit dan membuat kemajuan dalam aakhlak dan kerohanian. Keimanan yang hidup kepada Dzat Yang Mahaluhur adalah, asas pokok bagi semua agama yang diwahyukan, sebab keimanan inilah yang dapat memegang peranan sebagai suatu hambatan yang kuat lagi ampuh terhadap kecenderungan-kecenderungan dan perbuatan-perbuatan buruk manusia.

Itulah sebabnya mengapa Alquran berulang kali kemba li kepada masalah adanya Tuhan, dan membicarakan kekuasaan, keagungan, dan kecintaan-Nya yang besar, lalu memberi tekanan keras pada kepentingan zikir Ilahi dalam bentuk shalat secara Islam yang bila dikerjakan dengan memenuhi segala syarat yang diperlukan, maka kebersihan pikiran dan perbuatan, merupakan hasilnya yang pasti.

Pentingnya Dzikir

Mengenai pentingnya Dzikir ini, Allah Ta’ala dalam ayat-ayat lainnya berfirman, “Wahai, hamba-hamba-Ku ingatlah akan Tuhan-mu waktu pagi dan petang.” (QS. Ad-Dahr/Al-Insan, 76: 26)

“Hai, orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu serta anak-anakmu menyimpangkanmu dari berdzikir Ilahi.” (QS. Al-Munafiqun, 63: 10).

“Hai, orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah sebanyakbanyaknya. Dan sanjunglah kemuliaan-Nya pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab,33: 42-43)

Baca juga: Panduan Tata Cara Adzan Dan Iqamah

Petunjuk Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, seperti diriwayatkan oleh Abu Musa Asy’ari radliallahu ‘anhu:

“Tamsil orang yang mengingat Tuhan-nya dan orang yang tidak mengingat-Nya adalah tak ubahnya seperti orang hidup dan orang mati. Tiada suatu kaum duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan para malaikat mengitari mereka.” (Shahih al-Bukhari, Kitaab ad-Da’waat, Bab Fadhl Dzikrullah/Bab tentang Keutamaan Dzikrullah)

Jadi orang yang berdzikir kepada Allah mereka itu hidup dan siapa yang tidak berdzikir ia mati.

Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Darda ra dimana Rasulullah saw bersabda:

“Wahai sahabat-sahabatku, tidakkah harus kusampaikan berita tentang sesuatu yang lebih baik dan paling disukai daripada segala sesuatu dan lebih baik dan lebih disukai daripada segala sesuatu dan lebih baik pula daripada membelanjakan emas dan perak serta lebih baik daripada pergi berjihad — membunuh musuh dan dirinya sendiri syahid.

Para sahabat bertanya, “apakah itu?” Rasulullah saw bersabda, “itulah dzikir Ilahi.” (Tirmidzi, Abwaabud Da‘wat, Baab Maa Jaa-a Fadhludz Dzikr)

Pada sebuah hadits lain tercantum bahwa Rasulullah saw bersabda bahwa dzikir Ilahi itu sangat tinggi derajatnya. Sahabat bertanya: “Ya, Rasulullah, apakah itu lebih tinggi pula derajatnya daripada jihad? Beliau bersabda, ya! Lebih tinggi daripada itu. Sebabnya ialah dzikir Ilahi merangsang manusia untuk berjihad.”

Baca juga: Mengapa Ketika Shalat Harus Menghadap Kabah?

Waktu Berzikir

Pada dasarnya dzikir yang terbaik dan paling penting adalah shalat itu sendiri. Sebab, di dalam shalat kita berdzikir, baik saat berdiri tegak, waktu ruku, waktu sujud, dan waktu duduk.

Kemudian di dalam shalat itu kita membaca Al-Qur’anul Karim. Selain itu kita pun membaca wirid-wirid. Pendek kata shalat adalah perpaduan dari segala dzikir.

Kemudian, selain saat shalat, kapan saja kita hendaknya melakukan dzikir. Memang seyogianya kita harus berdzikir kepada Allah setiap saat, sebagaimana kesakisan Sitti Aisyah rah tentang Rasulullah saw:

“Rasulullah saw biasa berdzikir kepada Allah setiap saat.” (Sunan at-Tirmidzi, Kitab ad-Da’waat, bab maa jaa-a an da’watul muslimi mustajabah)

Namun demikian, salah satu waktu terbaik untuk dzikir, mengingat Allah Ta’ala adalah setelah melaksanakan shalat fardu lima waktu. Sebagaimana difirmankan Allah Ta’ala:

“Dan apabila kamu telah selesai mengerjakan shalat maka berdzikirlah kepada Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring di atas rusukmu.” (QS. An-Nisa,4: 104)

Jadi, dzikir di waktu sesudah melaksanakan shalat mempunyai martabat yang sangat tinggi, sehingga setelah melaksanakan shalat hendaknya tidak langsung beranjak dari tempat shalat sebelum berdzikir.

Baca juga: Panduan Cara Mengetahui Waktu shalat

Doa Dan Dzikir Setelah Shalat

Berikut ini adalah beberapa dzikir dan doa setelah shalat yang biasa dilakukan oleh Rasulullah saw yang terdapat dalam hadits-hadits shahih.

1 Istighfar tiga kali

أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ , أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ , أَسْتَغْفِرُ اللًّهَ

Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah

“Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah, Aku mohon ampun kepada Allah.”

2 Doa Memohon Keselamatan

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Allohumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikrom

“Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan dan keselamatan hanyalah dari-Mu, Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.” (HR. Muslim)

3 Membaca Dzikir

لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Membaca dzikir ini berdasar hadits shahih riwayat Muslim dan Abu Daud, lanjutan dari hadits tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 33 kali di atas

4 Membaca Dzikir

 اَللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Laa ilaha illalloh wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir. Allohumma laa maani’a limaa a’thoyta wa laa mu’thiya limaa mana’ta wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jadd

“Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Kerajaan dan pujian hanyalah milik-Nya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menolak apa yang Engkau berikan dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau tolak. Juga tidak bermanfaat orang kaya (tanpa amal), dari-Mu segala kekayaan.” (HR. Bukari dan Muslim)

5 Membaca Ayat Kursi

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Alloohu laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum laa ta’khudzuhuu sinatuuw walaa naum lahuu maa fiis samaawaati wamaa fil ardhi man dzaal ladzii yasyfa’u ‘indahuu illaa bi-idznih ya’lamu maa baina aidiihim wamaa kholfahum walaa yuhiithuuna bisyai-in min ‘ilmihii illaa bimaasyaa-a wasi’a kursiyyuhus samaawaati wal ardho walaa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal ’aliyyul azhiim.

“Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang meraka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah, 2: 255). Berdasarkan hadits shahih riwayat An Nasa’i.

Baca juga: Panduan Dan Tata Cara Tayamum

6 Membaca Tasbih, Tahmid Dan Takbir

سُبْحَانَ اللَّه

Subhaanallah (33x)

“Maha suci Allah”

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Alhamdulillah (33x)

“Segala puji bagi Allah”

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar (33x)

“Allah Maha Besar”

7 Doa minta dzikir, syukur, ihsan

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik

“Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.” (HR. An Nasa’i dan Abu Dawud)

Demikianlah penjelasan ringkas tetentang doa dan dzikir yang bersumber dari buku Dzikir Ilahi karya Hadhrat Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Gerakan Dan Doa-doa Shalat Lengkap


0 Komentar

Tinggalkan Balasan