Cara Sujud Sahwi, Jika Lupa Atau Ragu Dalam Shalat

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

sholat-dhuha-bewaramulai

Sujud Sahwi adalah dua kali sujud di akhir shalat sebelum salam, sebagai penganti atau penyempurna shalat seseorang karena lupa atau ragu-ragu. Bagaimana cara sujud sahwi? Berikut ini penjelasan lengkapnya:

Secara bahasa, Sahwi artinya lupa. Jadi disebut sujud sahwi, karena sujud ini dilakukan ketika lupa dalam shalat. Untuk itulah, sujud sahwi disyariatkan dalam rangka menutup kekurangan ketika shalat yang disebabkan karena lupa.

Penyebabnya dilakukannya Sujud sahwi ada tiga yaitu menambahkan sesuatu (az-ziyaadah), menghilangkan sesuatu (an-naqsh), dan dalam keadaan ragu-ragu (asy-syak) di dalam Salat.

Apabila terjadi kesalahan di dalam shalat yang karenanya sangat merusak shalat. Misalnya secara tidak sengaja tertibnya fardhu berubah atau ada hal  yang wajib seperti duduk tahiyat awal tertinggal atau ragu berapa jumlah raka’at yang sudah dikerjakan, maka untuk mengganti kesalahan itu harus mengerjakan 2 sujud tambahan, yang disebut dengan sujud sahwi. Yakni sujud pengganti kealpaan.

Baca juga: Tata Cara Sholat Jumat Dan Penjelasannya

Contoh Sujud Sahwi dari Rasulullah

Suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lupa jumlah rakaat ketika shalat. Seusai shalat, beliau ditanya para sahabat, apakah ada perubahan jumlah rakaat shalat?

Jawab Nabisaw, “aku hanyalah manusia biasa. Aku bisa lupa sebagaimana kalian lupa. Jika aku lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat shalat kalian, pilih yang paling meyakinkan, dan selesaikan shalatnya. Kemudian lakukan sujud sahwi.” (HR. Bukhari & Muslim).

Contoh cara melakukan sujud sahwi sebelum salam dijelaskan dalam hadits ‘Abdullah bin Buhainah,

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

“Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

“Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudia beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari no. 1229 dan Muslim no. 573)

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ.

“Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim no. 574)

Dari Al Mugirah, Rasulullahsaw telah bersabda: “Apabila salah seorang dari kamu berdiri sesudah dua rakaat tetapi ia belum sampai sempurna berdiri, hendaklah ia duduk kembali (untuk tasyahud pertama); dan jika ia sudah berdiri betul, maka ia jangan duduk kembali, dan hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi). “ (Riwayat Ahmad)

Dari Ibnu Masud, “Sesungguhnya Nabi saw telah shalat Zuhur lima rakaat. Maka orang bertanya kepada beliau, Apakah shalat ditambah? beliausaw menjawab: tidak. Mereka yang mengetahui beliau shalat berkata, Engkau telah shalat lima rakaat. Mendengar keterangan mereka demikian, maka beliau melaksanakan sujud dua kali.” (Hadits Riwayat Bukahri dan Muslim)

Dari Abu Said Al Khudri. Nabisaw berkata, “Apabila salah seorang dari kamu ragu dalam shalat, apakah ia sudah mengerjakan tiga atau empat, maka hendaklah dihilangkannya keraguan itu, dan diteruskan shalatnya menurut yang diyakini, kemudian hendaklah sujud dua kali sebelum salam.” (Riwayat Ahmad dan Muslim)

Baca juga: Hikmah Ditetapkannya Waktu-waktu Sholat

Cara Mengerjakan Sujud Sahwi

Pada dasarnya ini terdiri dari 2 sujud yang dikerjakan pada saat duduk terakhir setelah membaca shalawat dan do’a-do’a sunah, lalu ketika do’a terakhir selesai maka setelah mengucapkan Allahu Akbar dikerjakanlah 2 sujud dan di dalamnya dibaca tasbih-tasbih sujud. Setelah itu duduk lalu salam.

Mengerjakan sujud ini pada dasarnya mengisyarahkan pada ikrar bahwa hanya  Dzat Allah Ta’ala  sajalah yang suci dari ke alpaan dan segala jenis kekurangan. Dengan begitu dia diampuni dari kesalahannya dan diselamatkan dari dampak-dampak buruk kesalahan itu.

Singkatnya, sujud sahwi harus dilakukan jika lupa mengerjakan hal yang wajib atau rukun. Misalnya seseorang karena lupa meninggalkan ruku atau sujud, lalu ketika shalat atau setelahnya dia ingat, maka hendaknya sebelum tasyahud dia menyempurnakan rukun itu terlebih dahulu lalu membaca tasyahud, shalawat dan sebagainya. Setelah itu mengerjakan sujud sahwi sebagai pengganti dari kelupaan itu. 

Begitu pula, sujud ini juga harus dilakukan jika hal yang wajib tertinggal. Misalnya, pada raka’at-raka’at yang dia harus membaca qira’at dengan suara keras dia tidak membacanya dengan suara keras, atau setelah Surah Al Fatihah dia tidak membaca surah lain atau beberapa bagian surah lain,

Lupa mengerjakan duduk tahiyat awal atau mengerjakan raka’at lebih dari raka’at yang telah ditetapkan maka dalam semua keadaan itu wajib mengerjakan sujud sahwi. Dan sujud sahwi akan menjadi pengganti kekurangan atau kesalahan ini.

Seseorang mengira bahwa shalatnya telah sempurna lalu dia salam. Tapi ketika masih di masjid atau masih di tempat shalat, kemudian ia menyadari ada raka’at atau bagian raka’at yang tertinggal.

Maka pertama-tama dia harus menyempurnakan bagian itu. Kemudian setelah membaca tasyahud dan sebagainya lalu mengerjakan sujud sahwi. Dengan begitu shalatnya akan sempurna.

Begitu pula, apabila dia ragu akan jumlah raka’at. Misalnya, dia tidak  mengetahui bahwa telah mengerjakan satu, dua, tiga atau empat raka’at, maka hendaknya dia memperhatikan dari segi kekurangannya dan sesuai dengan itu dikerjakan raka’at tambahan. Setelah itu pada akhir shalat dikerjakan sahwi.

Apabila imam melakukan kesalahan yang karenanya sujud sahwi harus dilakukan, maka makmum yang bersamanya juga harus mengerjakan sujud sahwi.

Tapi jika hanya makmum yang melakukan kesalahan maka disebabkan mengikuti imam maka kesalahannya tidak diperhitungkan dan baginya tidak wajib mengerjakan sujud sahwi.

Baca juga:


0 Komentar

Tinggalkan Balasan