Cara Sholat Tahajud Dan Manfaatnya

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

sholat-tahajud-bewaramulia

Sholat Tahajud adalah sholat sunnah atau nafal (tambahan) yang dikerjakan pada waktu malam hari. Karena itu sholat tahajud disebut juga sholatu lail atau sholat malam.

Perintah Sholat Tahajud Dalam Al-Quran

Berikut ini beberapa ayat Al-Quran yang memberi penekanan terhadap pentingnya sholat tahajud:

Surat Bani Israil/Al-Isra, 17: 80

Dan pada sebagian malam, maka tahajudlah engkau dengan membaca-nya, suatu ibadah tambahan bagi engkau. Semoga Tuhan engkau akan mengangkat engkau ke tempat yang sangat terpuji.

Surat Al-Muzzammil, 73: 2-5

“Wahai, orang yang berselimut. Berdirilah untuk  shalat waktu malam, kecuali sedikit. Setengahnya, atau kurangi sedikit darinya, Atau tambakan atasnya dan bacalah Alquran dengan pembacaan yang baik.”

Surat Al-Furqan, 25: 64-65

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. Dan orang yang melewati malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.”

Surat Az-Zariyat: 18-19

 “Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di waktu subuh mereka memohon ampunan.”

Mengerjakan sholat tahajud sangat dianjurkan secara rutin setiap malam karena Allah akan memberikan pahala yang berlimpah bagi seorang mukmin yang melaksanakan sholat malam.

Baca juga: Panduan Ringkas Tata Cara Ibadah Haji Dan Umrah

Hadits-hadits Tentang Sholat Tahajud

Rasulullahsaw telah memerintahkan kita untuk melaksanakan sholat tahajud, beliausaw bersabda:

“Hendaklah kalian sholat malam, karena sholat malam adalah kebiasaan yang dikerjakan orang-orang sholeh sebelum kalian, ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

Rasulullahsaw juga bersabda: “Dirikanlah shalat malam, karena sesungguhnya shalat malam itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kamu, mendekatkan kamu kepada Tuhanmu, sebagai penebus perbuatan buruk, mencegah berbuat dosa dan menghindarkan diri dari penyakit yang menyerang tubuh.” (HR. Ahmad)

Rasulullahsaw bersabda: “Hai sekalian manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturahmi, tegakkan lah sholat malam saat manusia lainnya sedang tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

أَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ قِيَامُ اللَّيْلِ

“Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR. An Nasa’i)

“Allah merahmati seorang suami yang bangun dimalam hari lalu dia sholat dan membangunkan isterinya, jika sang istri enggan, ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu dia sholat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

Kemudian Hadhrat Aisyahrha berkata: “Rasulullahsaw apabila mengerjakan sholat (malam) maka beliau berdiri sampai pecah-pecah kedua kakinya. Aisyahrha bertanya : Wahai Rasulullah mengapa engkau melakukan seperti ini, padahal dosa-dosamu yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni? Rasulullahsaw menjawab “Wahai ‘Aisyah, apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur ” (Mutafaq alaih)

Dalam hadits yang lain, disebutkan bahwa kaki Rasulullah menjadi bengkak karena lama berdiri melaksanakan sholat malam. (HR Imam Nasa’i)

Hadhrat Aisyahrha juga meriwayatkan bahwa Rasulullahsaw selalu mengerjakan sholat malam. Bahkan jika sedang sakit, beliau melaksanakan sholat tahajud sambil duduk. Aisyahrha mengatakan:

“Hendaklah kalian tetap mengerjakan qiyamul lail. Sesungguhnya Rasulullah tidak pernah meninggalkannya. Bila sakit beliau membacanya dengan duduk. Aku sudah mengetahui bahwa di antara kalian akan mengatakan “Cukup bagiku untuk mengerjakan shalat yang diwajibkan saja, dan akupun akan mengatakan demikian” (HR Imam Ahmad).

Baca juga: Doa Dan Dzikir Setelah Shalat

Waktu Mengerjakan Sholat Tahajud

Kapan waktunya shalat tahajud bisa dikerjakan? Sholat tahajud dikerjakan setelah bangun tidur dimalah hari.

Waktunya yaitu sepertiga malam, kira-kira jam 1 malam hingga menjelang tibanya waktu subuh. Atau dari ketika bangun tidur setelah sholat Isya sampai terbit fajar.

Ringkasnya, kapanpun bangun dari tidur, maka sholat tahajud bisa dikerjakan. Tapi yang lebih baik adalah, segera tidur di awal malam lalu bangun di sepertiga malam yang akhir dan mengerjakan sholat malam ini.

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa sholat tahajud bisa dilaksanakan pada waktu malam meskipun belum tidur sebelumnya.

Amr bin Abasahra meriwayatkan: “Aku berkata, Wahai Rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)? Beliausaw bersabda: “Pertengahan malam yang terakhir, maka sholatlah sesukamu, karena sholat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu sholat subuh.” (HR. Abu Dawud)

Rasulullahsaw bersabda: “Perintah Allah turun ke langit dunia di waktu tinggal sepertiga akhir dari waktu malam, lalu berseru: Adakah orang-orang yang memohon, pasti akan Kukabulkan, adakah orang-orang yang meminta, pasti akan Kuberi dan adakah yang mengharap ampunan, pasti akan Kuampuni baginya. Sampai tiba waktu Subuh.” (Bukhari dan Muslim)

Jumlah Rakaat Sholat Malam

Berapa jumlah rakaat sholat tahajud? Sholat tahajud bisa dikerjakan mulai 2 rakat, bisa juga 4 rakat, atau 8 rakaat, atau bahkan hingga 12 rakaat.

Jadi sholat tahajud dikerjakan sekurang-kurangnya dua rakaat, dilanjutkan dengan witir sebagaimana Rasulullahsaw mengerjakannya.

Setelah sholat tahajud kemudian ditutup denga 3 rakaat sholat witir, sehingga jika sholat tahajudnya 8 rakaat ditambah 3 rakaat sholat witri maka jumlahnya menjadi 11 rakaat.

Diriwayatkan oleh ibnu Ibnu Abbasra bahwasanya Rasulullahsaw mengerjakan sholat malam sebanyak 13 rakaat. “Nabi Muhammadsaw biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kemudian, diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar, Rasulullahsaw bersabda: “(Salat malam) didirikan dua dua (rakaat), dan bila kamu khawatir sudah masuk waktunya salat Subuh dirikanlah salat Witir satu rakaat.” (HR. Bukhari, No. 1069)

Ibnu Umarra juga meriwayatkan tentang bagaiman Rasulullahsaw melakasanakan sholat tahajud. Rasulullahsaw bersabda:

”Sholat Malam atau sholat tahajud itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah lakukan sholat sunah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup yang menjadi sholat yangg sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Gerakan Dan Doa-doa Shalat Lengkap

Cara Rasulullah Mengerjakan Sholat Tahajud

Rasulullahsaw selama hidup beliau senantiasa mengerjakan sholat-sholat nafal, diantaranya adalah sholat tahajud.

Bagaimana cara Rasulullahsaw melaksanakan sholat tahajud? Banyak riwayat yang menceritakan cara sholat tahajudnya Rasulullahsaw

  1. Rasulullahsaw selalu mengerjakan sholat tahajud.
  2. Biasanya beliausaw mengerjakan sholat tahajud sebanya 8 rakaat
  3. Beliausaw umumnya mengerjakan sholat tahajud dua rakaat-dua rakaat.
  4. Membaca ayat-ayat Al-Quran yang panjang
  5. Ruku dan sujud yang lama
  6. Banyak berdoa
  7. Diakhiri 3 rakaat sholat witir
  8. Dengan begitu umumnya pada bagian akhir malam beliau mengerjakan seluruhnya 11 rakaat.
  9. Kadang Rasulullahsaw mengerjakan sholat tahajud dalam satu waktu. Kadang beliau mengerjakannya dengan cara seperti ini yakni mengerjakan dua rakaat lalu tidur, kemudian bangun dan mengerjakan dua rakaat kemudian tidur lagi, begitu seterusnya hingga selesai.
  10. Saat beliausaw letih atau lemah, beliausaw mengerjakan sholat tahajud sambil duduk

Apabila mengerjakan sholat tahajud 12 rakaat setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Dianjurkan saat sholat malam ditambah dengan 1 sholat witir sebagai penutup agar sholat lebih sempurna.

Ada juga riwayat lain yang menyebutkan tentang bagimana cara Rasulullahsaw melaksanakan sholat tahajud.

كَانَ يُصَلِّى ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَة يصلى ثمان ركعات ثُمَّ يُوْتِرُ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ وَ هُوَ جَالِسٌ  فَاِذَا اَرَادَ اَنْ يَرْكَعَ قَامَ فَرَكَعَ ثُمَّ يُصَلِّى رَكْعَتَيْنِ بَيْنَ النِّدَاءِ وَ الْاِقَامَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ

“Yakni Rasulullahsaw pada waktu tahajud mengerjakan 13 rakaat seluruhnya seperti ini. Pertama beliau mengerjakan dua dua sampai delapan rakaat. Kemudian mengerjakan witir tiga rakaat. Lalu mengerjakan dua rakaat dengan duduk. Setelah itu, ketika adzan dikumandangkan mengerjakan sunah Subuh dua rakaat.” (Muslim jilid 1 hal. 243)

Terlewat Sholat Tahajud

Bagaimana jika terlewat, tidak bisa mengerjakan sholat tahajud disebabkan terlambat bangun atau ada halangan lain?

Jika sholat tahajud atau shalat witid terlewat maka bisa diqadha setelah itu diwaktu tertentu. Qadha ini dibolehkan dan mendapatkan pahala, (tapi) tidak harus. (Nailul Autar bab mengqadha witir dan sunah yang terlewat jilid 3 hal. 47; Nailul Autar mengenai qyamul lail hal 56)

Ada juga keterangan yang menyebutkan, barang siapa tidak dapat bangun untuk melaksanakan sholat tahajud pada malam hari, maka ia boleh melaksanakan sholat 12 rakaat disiang hari. (Hadits Muslim dan Misykat, hal. 111 – Tuntunan Ibadah Shalat, Muhammad Sadiq HA bin Barakatullah)

Jika ada orang yang sakit atau ada suatu sebab tertentu sehingga dia tidak bisa mengerjakan nafal tahajud, maka ketika bangun teruslah membaca istighfar, shalawat, dan Hamdalah.

Baca juga: Panduan Tata Cara Adzan Dan Iqamah

Cara Mengerjakan Sholat Tahajud

Pada udasarnya mengerjakan sholat tahajud sama dengan sholat lainnya, diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dan dikerjakan dua rakat-dua rakat.

Cara melaksanakan sholat tahajud urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Takibartul Ihram (Mengangkat kedua tangan sambil menyerukan takbir [Allahu Akbar])
  2. Membaca Doa Iftitah
  3. Membaca Surat Al-Fatihah
  4. Membaca Surat atau aya-ayat Al-Qur’an
  5. Ruku dan menbaca doa rukuk
  6. I’tidal dan membaca doa i’tidal
  7. Sujud pertama dan membaca doa sujud
  8. Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud
  9. Sujud Kedua dan membaca doa sujud
  10. Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua
  11. Membaca Surat Al Fatihah
  12. Membaca Surat atau ayat-ayat Al-Qur’an
  13. Ruku dan menbaca doa rukuk
  14. I’tidal dan membaca doa i’tidal
  15. Sujud pertama dan membaca doa sujud
  16. Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud
  17. Sujud Kedua dan membaca doa sujud
  18. Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir
  19. Terakhir salam

Manfaat Dan Keutamaan Sholat Tahajud

Diantara shalat-shalat nafal, sholat tahajud adalah shalat yang paling mulia dan paling banyak penekanannya. Rasulullahsaw mengerjakannya secara dawam/teratur. Allah Taala memberikan berkah yang tidak terhitung di dalamnya. Mengenai penting dan manfaat sholat tahajud ini berkali-kali disebutkan dalam Al-Quran.

Berikut ini beberapa manfaat dan keutamaan sholat tahajud:

Meningkatkan derajat kerohanian dan merupakan karunia khas dari Tuhan.  Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran Surat Bani Israil/Al-Isra, 17: 80

“Dan pada sebagian malam, maka tahajudlah engkau dengan membaca-nya, suatu ibadah tambahan bagi engkau. Semoga Tuhan engkau akan mengangkat engkau ke tempat yang sangat terpuji.”

Rasulullahsaw bersabda: “Jibril mendatangiku dan berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu, karena engkau akan mati, cintailah orang yang engkau suka, karena engkau akan berpisah dengannya, lakukanlah apa keinginanmu, engkau akan mendapatkan balasannya, ketahuilah bahwa sesungguhnya kemuliaan seorang muslim adalah shalat waktu malam dan ketidakbutuhannya dimuliakan orang lain.” (HR. Al Baihaqi)

Sebagai sarana atau cara untuk mengendalikan jiwa dan kekuatan dalam berbicara. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran surah Al-Muzzammil, 73: 7

“Sesungguhnya bangun di malam hari (untuk melakukan shalat) adalah lebih ampuh untuk mengendalikan jiwa  dan  paling ampuh dalam berbicara.”

Bagian akhir malam adalah sarana sangat besar dalam pengabulan doa dan mendekatkan diri pada Allah. sebab manusia meninggalkan tidur nyenyak dan tempat tidurnya yang nyaman lalu bersujud dihadapan Tuannya yang sejati.

Dari Jabirra berkata, bahwa Rasulullahsaw bersabda, “Sesungguhnya di malam hari ada satu saat yang ketika seorang muslim meminta kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah memberinya, Itu berlangsung setiap malam.” (HR. Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullahsaw juga bersabda: “Tengah malam terakhir, maka shalat-lah sebanyak yang engkau inginkan, sesungguhnya shalat waktu tersebut adalah maktubah masyudah (waktu yang apabila bermunajat maka Allah menyaksikannya dan apabila berdoa maka didengar doanya).” (HR. Abu Daud)

Sebagai sarana untuk memohon ampunan kepad Allah Ta’ala dan menghapuskan dosa-dosa.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, seraya mengambil apa yang Allah berikan kepada mereka. Sebelumnya mereka telah berbuat baik (di dunia), mereka adalah orang-orang yang sedikit tidurnya di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah.” (QS. Az Zariyat: 15-18).

Rasulullahsaw bersabda: “Tuhan kita turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia (Allah) berfirman: Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya. Barangsiapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku akan memberinya. Dan barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya.” (HR. Bukhari).

Rasulullahsaw juga bersabda: “Biasakanlah dirimu untuk sholat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

Sebagai sarana untuk memperoleh ganjaran

Rasulullahsaw bersabda: “Hai sekalian manusia! Sebarkanlah salam, dan bagikanlah makanan serta sambunglah silaturahmi dan tegakkan lah sholat malam saat manusia yang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah).

Tentu saja banyak sekali manfaat dan faedah sholat tahajud lainnya, karena sholat nafal ini begitu sangat mendapat penekanan untuk dikerjakan.

Baca juga: Cara Sholat Dhuha Dan Manfaatnya


0 Komentar

Tinggalkan Balasan