Cara Sholat Istikharah, Manfaat Dan Hikmahnya

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

sholat-istikharah-bewaramulia

Sholat Istikharah adalah sholat meminta petunjuk atau keputusan Allah Ta’ala dari keragu-raguan atas dua atau beberapa pilihan atau persoalan yang sedang kita hadapi.

Baik dalam masalah agama maupun urusan dunia. Dalam hal agama, misalnya memohon ketetapan hati dalam keimanan. Sedang untuk masalah keduniaan misalnya, megenai jodoh, pekerjaan, juali beli dan lain sebagaianya.

Ajaran Rasulullah

Rasulullahsaw selalu mengerjakan istikharah dalam menghadapi suatu urusan. Ini jugalah kebiasaan orang-orang saleh terdahulu. Karena angin atheism menyebar maka manusia memulai pekerjaan dengan merasa bangga akan ilmu dan kebijaksanaannya.

Sebenarnya istikharah ini diajarkan untuk menggantikan adat-adat buruk orang-orang musyrik sebelum memulai suatu pekerjaan, mereka biasanya mengundi.

Sholat istikharah telah diajarkan oleh Rasulullahsaw, jika kita hendak melakukan suatu pekerjaan atau memutuskan sesuatu hal, maka sangatlah baik untuk terlebih dahulu sholat istikharah dan berdoa.

Rasulullahsaw bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan sholat dua rakaat selain sholat fardu” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya)

Rasulullahsaw juga bersabda: “Tidaklah rugi orang yang beristikharah, dan tidaklah menyesal orang yang bermusyawarah.” (HR.Thabrani).

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ

Jabir bin Abdullahra berkata, “Rasulullah mengajarkan kepada kami cara mengerjakan shalat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana Rasulullah mengajarkan kami Surat Al Qur’an. Beliausaw bersabda: ‘Jika salah satu dari kalian bimbang akan suatu keputusan yang akan diambil, maka sholat lah dua rakaat dan berdoa (doa istikhoroh).'” (HR. Bukhari, Buku 19, Bab 25, Hadits No. 1162)

Istikharah merupakan sarana memohon petunjuk kepada Allah Ta’ala agar memberikan pilihan terbaik kepada kita. Sebagaimana diajarkan oleh Rasulullahsaw, hendaknya istikharah ini menjadi kebiasaan atau rutin dikerjakan dalam memutuskan atau ketika hendak mengerjakan sesuatu.

Baca juga: Tata Cara Mengerjakan Sholat Witir Dan Penjelasannya

Doa Istikharah

Saat duduk, setelah membaca tasyahud, shalawat dan doa-doa sunah, disunahkan membaca doa dibawah ini dengan penuh kerendahan hati :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ. اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي فَاقْدُرْهُ لِي وَ يَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيْهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمّ ارضنِي بِهِ

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadlikal ‘aziimi fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul guyuub.”“Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro (…..) khairul lii fii diinii wa ma’aasyi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fii hi wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii wa ‘aajlihii fashrifhu ‘annii wasrifnii ‘anhu waqdurhu liyal-khaira haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bihi.

“Ya Allah aku mengharapkan kebaikan yang ada dalam ilmu Engkau, dan mengharapkan kekuatan yang dapat diperoleh dengan taufik Engkau, dan aku meminta karunia Engkau yang besar sebab Engkau berkuasa dan aku tidak berkuasa, aku tidak mengetahui dan Engkau mengetahui segala hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan yang aku hadapi ini (bisa juga menyebutkan nama urusan  tersebut) lebih baik bagiku dari segi agama, dunia dan kesudahannya, maka tetapkanlah itu untukku dan mudahkanlah untukku. Dan turunkanlah berkat di dalamnya untukku. Jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini merugikan untukku dari segi agama, dunia, dan kesudahannya, maka jauhkanlah itu dariku, dan jauhkanlah aku darinya dan tetapkanlah kebaikan bagiku dimanapun itu, kemudian anugerahkanlah ketenteraman dan keridhaan kepadaku mengenai itu.” (Bukhari kitab Al-Da’waat bab doa dalam istikharah; Tirmidzi jilid 1 hal. 63; Ibnu Majah kitab shalat bab shalat istikharah hal. 98)

Jika belum hafal doa istikharah diatas, bisa juga membaca doa berikut ini:

 اللّهُمَّ خِرلِي واختَرلِي

“Ya Allah, berikanlah kepadaku apa-apa yang baik dan pilihlah bagiku apa-apa yang baik.”

Doa yang pendek ini diriwayatkan oleh Hadhrat Aisyarha dari Hadhrat Abu Bakarra dan terdapat dalam Hasyiah Tafsir Al-Jalain karya Syekh Ahmad Shawi (Hasyiah juz 3, surah Al-Qashasah dari kata Al-Khiyarah, ayat: 68)

Baca juga: Cara Sholat Tahajud Dan Manfaatnya

Waktu Sholat Istikharah

Waktu sholat Istikharah bisa dikerjakan di waktu kapanpun baik siang maupun malam selain waktu yang dilarang untuk mengerjakan sholat. Waktu yang dilarang untuk sholat sunnah itu adalah selepas sholat Subuh sampai matahari meninggi dan sesudah sholat Ashar sampai matahari tenggelam.

Sedangkan waktu terbaik untuk mengerjakan sholat Istikharah adalah, di waktu malam hari atau sekurang-kurangnya setelah mengerjakan shalat wajib Isya, hingga sebelum masuk waktu shalat wajib shubuh.

Karena di saat tersebut Allah sedang dekat dengan kita dan setiap permohonan yang dipanjatkan di waktu tersebut pasti dikabulkan.

Rasulullahsaw bersabda: “Di setiap malam Allah Subhanahu wa ta’ala turun ke Langit dunia sampai tersisa sepertiga malam terakhir. Dan Allah SWT berkata, ‘Adakah hambaku yang meminta sehingga pasti akan Aku berikan apa yang ia pinta. Adakah hambaku yg berdoa hingga pasti Aku akan kabulkan doa nya. Adakah Hambaku yang memohon ampunan (Beristighfar) sehingga aku akan ampuni dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullahsaw juga bersabda: “Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (HR. Muslim no. 757).

Baca juga: Cara Sholat Dhuha Dan Manfaatnya

Cara Sholat Istikharah

Sholat Istikharah sama seperti shalat sunnah lainnya, yakni dengan jumlah dua rakaat. Sebelum itu, hendaknya bersikap senetral mungkin terhadap pilihan-pilihan yang ada. Kemudian, memantapkan hati dengan kepasrahan sepenuhnya kepada kehendak Allahswt.

Pada umumnya sholat istikharah dikerjakan malam hari setelah sholat Isya. Setelah sholat istikharah dikerjakan diupayakan untuk langsung tidur tanpa mengerjakan kegiatan-kegiatan lain semisal bercerita atau bergurau dengan orang lain.

Pada dasarnya gerakan atau amalan dalam sholat istikharah sama seperti sholat-sholat lainnya, diawali dengan takbiratul ihrom dan diakhiri dengan salam.

Secara khusus, yang membedakakan dengan sholat-sholat lainnya adalah pembacaan doa istikharah pada waktu tahiat akhir sebelum salam.

Berikut ini cara mengerjakan sholat istikharah:

  1. Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  2. Membaca surat Al Fatihah
  3. Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun
  4. Ruku
  5. I’tidal
  6. Sujud
  7. Duduk di antara dua sujud
  8. Sujud kedua
  9. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  10. Membaca surat Al Fatihah
  11. Membaca Surat Al Ikhlas bisa juga yang lainnya
  12. Ruku
  13. I’tidal
  14. Sujud
  15. Duduk di antara dua sujud
  16. Sujud
  17. Tahiyat akhir
  18. Salam

Hikmah dan Manfaat Istikharoh

Karena sejatinya manusia adalah makhluk yang lemah dan memiliki keterbatasan kemampuan dan ilmu sehingga perlu adanya petunjuk langsung dari Allahswt.

Ditambah lagi dengan kebimbangan dan kebingungan untuk menetukan pilihan-pilihan yang ada, maka untuk mengatasi masalah tersebut, dalam Islam telah diberikan solusinya yaitu memohon petunjuk dan keputusan dari Yang Maha Mengetahui yaitu Allahswt melalui sholat istikharah.

Petunjuk yang didapat dari istikharah dapat berupa mimpi, dengan isyarat dan simbol-simbol tertentu. Istikharah dapat dilakukan dua atau tiga kali jika dirasa hati masih ada keraguan. Setelah sholat istikharah, biasanya akan timbul rasa tenang dan mantap di hati untuk menentukan pilihan yang ada.

Baca juga: Doa Dan Dzikir Setelah Shalat


0 Komentar

Tinggalkan Balasan