Cara Rasulullah Menghadapi Wabah Penyakit

Dipublikasikan oleh Muhammad Akram pada

rasulullah-bewaramulia.com

Wabah Virus Covid-19 yang pertamakali muncul di Wuhan, China. Saat ini telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

Termasuk di Indonesia, dalam waktu yang singkat sudah belasa orang menjadi korban keganasan virus ini dan telah menyebar ke beberapa daerah.

Pada dasarnya, munculnya penyakit yang kemudian mewabah kerap muncul sejak ribuan tahuna lalu dan memakan korban ribuan jiwa hingga  jutaan orang.

Baca juga: 7 Virus Paling Mematikan di Dunia

Wabah Penyakit Dimasa Rasulullah saw

Dimasa kehidupan Rasulullah saw juga ternyata pernaha terjadi wabah penyakit menular yang mematikan.

Wabah yang terjadi pada zaman Rasulullah saw diantaranya penyakit kusta atau lepra dan pes atau taun, yang bisa menular melalui sentuhan kulit, juga menyebabkan kematian. Proses penyebarannya pun sangat cepat kala itu.

Dikisahkan oleh Hadhrat Aisyah radiyallahu anha, “Ketika Rasulullah saw tiba di Madinah, kota itu adalah sarang wabah penyakit demam. Banyak dari sahabat Rasulullah saw yang tertimpa wabah tersebut. Namun Allah Ta’ala menghindarkan Rasul-Nya dari penyakit itu. Ketika Abu Bakar, Amir bin Fuhairah, dan Bilal tinggal di dalam satu rumah, mereka semua terserang penyakit demam. Maka aku pun datang untuk menjenguk mereka. Hanya Allah yang tahu tentang beratnya sakit yang mereka alami. Aku pun datang dan menemui Abu Bakar dan menyapanya, ‘Bagaimana kabarmu, wahai ayahku?’.

“Kukatakan kepada beliau saw, ‘Mereka tidak menyadari apa yang mereka ucapkan karena parahnya demam yang menyerang mereka,’. Mendengar itu, Rasulullah saw pun menjawab, ‘Ya Allah, jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kami mencintai Makkah atau bahkan lebih dari itu. Berkahilah mud dan sha-nya (barang-barang yang ditimbang dengan mud dan sha/bahan makanan), serta pindahkanlah wabah yang menimpanya ke Mahya’ah, yaitu Juhfah (tempat yang jauh) yang merupakan miqat penduduk Syam.”

Bagaimana Cara Rasulullah Ketika Menghadapi Wabah Penyakit? Beliau sebagai pemimpin umat sekaligus juga penguasa negara, orang yang paling bertanggungjawab  atas keselamatan umat dan seluruh masyarakat Madinah telah mengajarkan upaya-upaya pencegahan penyebaran wabah penyakit.

Baca juga: Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap coronavirus baru

Lockdown

Dalam mengatasi wabah-wabah penyakit Rasulullah saw menginstruksikan agar umat Islam untuk tidak keluar dan masuk suatu kawasan demi mengurangi proses penularan wabah atau yang populer saat ini disebut  lockdowen.

Hal itu telah diajarkan oleh Rasulullah saw, dimana beliau saw bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Krisis Coronavirus: Refleksi tentang Islam dan Kebersihan

Social Distancing

Rasulullah juga mengaajarkan agar umat Islam menerapkan social distancing, yaitu membuat jarak dengan orang yang sakit atau menghindari keramaian dan kerumunan.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda; “Larilah dari orang yang sakit lepra, sebagaimana kamu lari dari singa.” (Bukhari dan Muslim)

Hal itu jauh hari sudah diajarkan oleh Rasulullah saw ketika menghadapi wabah penyakit yang melanda masyarakat.

Rasulullah saw juga menganjurkan agar umatnya untuk bersabar dan memohon pertolongan dari Allah Ta’ala juga tidak panik ketika menghadapi wabah penyakit.

Wabah Dimasa Khalifah Umar bin Khattab

Sekitar tahun 18 Hijriyah, Negeri Syam dilanda wabah kolera yang dahsyat. Diperkirakan wabah tersebut menelan korban jiwa sebanyak 25 ribu kaum muslimin.

Secara kebetulan Khalifah Umar bersama rombongan  saat itu dalam perjalanan menuju Syam. Umar pun meminta pendapat kaum muhajirin dan kaum anshar untuk memilih melanjutkan perjalanan atau kembali ke Madinah. Sebagian dari mereka berpendapat, tetap melanjutkan perjalanan dan sebagian lagi ingin agar khalifah kembali ke Madinah.

Sahabat Abdurrahman bin Auf ra menceritakan satu pengalaman, bahwa suatu ketika Rasulullah melarang seseorang untuk memasuki suatu wilayah yang terkena wabah penyakit. Begitupun masyarakat yang terkena wabah tersebut untuk tidak meninggalkan atau keluar dari wilayahnya. 

Mendengar hal itu Khalifah Umar pun memutuskan, membatalkan kunjungannya ke Syam dan kembali ke Madinah.

Akibat dari ganasnya wabah kolera yang melanda Syam, terdapat beberapa sahabat mulia Nabi saw yang meninggal akibat wabah tersebut, mereka yaitu, Muadz bin Jabbal, Abu Ubaidah, Syarhbil ibn Hasanah, Al-Fadl ibn Al-Abbas ibn Abdul Muthallib.

Kesimpulan

Belajar dari apa yang terjadi di masa Rasulullah saw dan para sahabat dulu dalam menghadapi wabah penyakit, penting bagi setiap orang untuk mengikuti saran pemerintah dan pihak yang berwenang dalam mencegah penyebaran virus dan selalu memohon perlindungan Allah Ta’ala.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan