Syah Waliullah Dehlawi adalah seorang ulama besar pada masa imperium Islam Moghul, India. Karena ketokohan dan jasa-jasanya beliau dianggap sebagai mujaddid atau pembaharu Islam pada abad ke-12 hijriyah.

Kehidupan awal

Nama lengkapnya Qutbuddin Ahmad Waliullah Ibn Abdur Rahim Ibn Wajihuddin Ibn Muʿazzam Ibn Mansur Al-Umari Ad-Dehlawi, kemudian dikenal sebagai Syah Waliullah Dehlawi atau Syah Wali Allah.

Syah Waliullah Dehlawi lahir pada 4 Syawal 1114 H/21 Februari 1703 M di Delhi, India. Beliau berasal dari keluarga terpandang dan terpelajar.

Ayahanda beliau bernama Syah Abdur Rahim, seorang ulama dan sufi terkemuka di Delhi. Ia pendiri Madrasah Rahimiyah. Karena ketokohannya ia termasuk anggota komite yang ditunjuk oleh Maharaja Moghul, Aurangzeb untuk menyusun undang-undang atau hukum kerajaan, Fatawa-e-Alamgiri.

Sementara itu kake Syah Waliullah Dehlawi, Syekh Wajihuddin adalah seorang perwira penting pada masa pemerintahan Muhammad Shihabuddin Shah Jahan. Maharaja Shah Jahan, terkenal karena membangun Taj Mahal antara 1630-1653 di Agra, India.

Silsilah nasabnya dikatakan sampai pada Hadhrat Umar ibn al-Khatab radiallahu anhu, sementara garis ayahandanya sampai pada Hadhrat Ali ibn Abi Thalib ra. Beliau juga merupakan keturunan dari ulama besar Mujaddid Alfi Sani Syeikh Ahmad Sirhindi.

Masa Menimba Ilmu

Syah Waliullah Dehlawi dari sejak kanak-kanak sudah terlihat menonjol, beliau memiliki bakat dan kecerdasan yang tinggi. Pada usia 7 tahun beliau sudah hafal Al-Qur’an.

Mula-mula beliau mendapat pendidikan dari ayahandanya, Syah Abdur Rahim di madrasahnya sendiri, Madrasah Rahimiyah.

Kemudian beliau juga banyak menimba ilmu dari guru-guru yang ada di Delhi. Hingga akhirnya beliau menguasai sastra Arab dan Persia, tafsir, aqaid, sejarah Islam, filsafat, fiqih Mazhab Hanafi dan ilmu mantik.

Beliau juga mempelajari ilmu sosial dan mengkaji Muqadimah Ibnu Khaldun termasuk juga mempelajari politik. Sehingga menjadikan beliau seorang ulama yang memiliki wawaan yang luas.

Pada usia 16 atau 17 tahun Syah Waliullah Dehlawi telah menyelesaikan kurikulum standar fiqih Mazhab Hanafi, kalam, geometri, aritmatika, dan ilmu mantik. Beliau telah menjadi seorang pakar dalam bidang hadits, sehingga beliau dipercaya untuk mengajar di Madrasa Rahimiyah yg didirikan oleh ayahnya.

Pada satu kesempatan beliau pergi melaksanakan ibadah haji ke Mekkah, sekaligus juga berguru kepada ulama-ulama yang ada di Mekkah dan Madinah, seperti Syah Abu Tahir. Pada tahun 1730, beliau kembali ke Delhi dan melanjutkan kegiatannya mengajar di Madrasah Rahimiyah, saat itu umur beliau sekitra 27 tahun.

Baca juga: Biografi Imam Jalaludin As-Suyuthi, Mujaddid Abad Ke-9 Hijriyah

Gambaran Umum India Masa Syah Waliyullah

Kesultanan Moghul merupakan kerajaan Islam di anak benua India yang didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur pemimpin Mongol dari cabang Dinasti Timuriyah pada tahun 1526, ketika ia mengalahkan Ibrahim Lodi, Sultan Delhi terakhir dalam Pertempuran Panipat I.

Di bawah Akbar yang agung (Abu’l-Fath Jalal ud-Din Muhammad Akbar) Moghul menjadi kerajaan yang besar, dan terus mengalami kemajuan sampai akhir pemerintahan Aurangzeb.

Pada masa kejayaanya, Moghul merupakan kerajaan yang luas dan kaya di India. Juga sebagai salah satu negara Islam yang memiliki pengaruh yang kuat di wilayah Asia Selatan.

Setelah kematian Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan Moghul mulai mengalami kemunduran. Para penerusnya saling berebut kekuasaan.

Muncul pemberontakan dari kaum Hindu juga Sikh, juga serangan dari kerajaan Persia membuat Moghul melemah. Ditambah lagi dengan datangnya penjajah bangsa Eropa, seperti Inggris yang berusaha memperoleh daerah kekuasaan di India terutama di Bengal.

Dalam keadaan suram seperti itu, umat Islam di India dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Tidak hanya lemah dan bercerai berai juga dalam keadaan miskin ditambah lagi lemah dari sisi ilmu pengetahuan.

Suasana tersebut menyadarkan pemimpin Islam di India akan kelemahan umat Islam. Salah satu dari pemuka Islam itu adalah Syah Waliyullah Dehlawi yang berusaha membela dan menyelamatkan kepentingan umat Islam.

Baca juga: Biografi Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani, Amirul Mu’minin Fil Hadist

Sepak Terjang Syah Wailullah Dehlawi

Syah Waliullah Dehlawi memulai karirnya dengan menerjemahkan karya dari Syekh Ahmad Sirhindi, radd-e-rawafiz, ke dalam bahasa Arab dengan judul al-muqaddima as-saniyyah fil intisar al-firqa ti-sunniyah.

Kemudian beliau melanjutkan upaya-upayanya dengan menyampaikan khutbah-khutbah, surat-menyurat dan menulis buku-buku.

Berjuang Melawan Maratah

Salah satu kontribusi Syah Waliullah Dehlawi yang paling penting bagi umat Islam di anak benua India adalah perjuangannya melawan kerjaan Hindu Maratha.

Maratha telah merebut sebagian besar India dari kendali Kekaisaran Mughal dan telah mengurangi kekuasaan kaisar Mughal menjadi boneka semata.

Syah Waliullah Dehlawi berhasil membujuk Ahmed Shah Abdali dari Afghanistan untuk membantu perjuangan umat Islam di India. Sehingga Maratha dapat dikalahakan dalam perang Panipat pada tahun 1761.

Memurnikan Ajaran Islam

Syah Waliyullah Dehlawi berusaha keras menyelematkan akidah umat Islam di anak benua India. Beliau berupaya memurnikan ajaran Islam dari sinkretisme.

Pembaharuan utama Syah Waliyullah adalah menolak penyelewengan moral masyarakat India, beliau menolak sinkretisme yang berlebihan dalam paham sufi dan menyerukan pemurnian Islam.

Dalam menyampaikan dakwahnya, Syah Waliullah bersikap lemah lembut dan bijaksana, tidak seperti Muhammad Abdul Wahab dengan gerakan Wahabinya di Jazirah Arab yang ekstrim.

Syah Waliullah Dehlawi merangkul dan menghargai kelompok Sufi dalam upaya mereka menyebarkan Islam di seluruh India. Beliau menciptakan hubungan yang harmonis antar para sufi dan para ulama.

Syah Waliullah Dehlawi melalui suratnya menyampaikan kepada para nawab (penguasa wilayah) muslim:

“Perintah ketat harus dikeluarkan di semua kota Islam yang melarang upacara keagamaan yang dipraktikkan secara terbuka oleh umat Hindu seperti kinerja Holi dan ritual mandi di Sungai Gangga. Pada tanggal 10 Muharram, Syiah tidak boleh melampaui batas-batas moderasi, mereka tidak boleh kasar atau mengulangi hal – hal bodoh di jalanan atau bazar”.

Baca juga: Biografi Syekhul Islam Ibnu Taimiyah

Karya Tulis Syah Waliullah Dehlawi

Syah Waliullah Dehlawi telah menjadi teladan dan panutan bagi kaum Muslimin. Dengan ilmu yang dikuasainya dan kesalehannya beliau membimbing Umat kepada ajaran Islam yang benar.

Dalam menyampaikan misi dakwahnya Syah Waliullah Dehlawi menggunakan keahliannya dalam menulis, sehingga tulisan-tulisannya memberinya ketenaran dan prestise yang besar dan memiliki pengaruh yang luas.

Menerjemahkan Al-Qur’an Kedalama Bahasa Parsi

Salah satu karya penting dari Syah Waliullah Dehlawi adalah penterjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Persia.

Sehingga beliau dianggap sebagai orang pertama yang menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Persia di anak benua India.

Beliau melihat bahwa umat Islam di India membaca Al-Qur’an, namun tidak memahami isi kandungannya. Oleh karena itu beliau memandang sangat perlunya penerjemahan Al-Qur’an sehingga dapat dipahami orang awam.

Bahasa yang dipilihnya adalah bahasa Persia, yang memang saat itu banyak dipakai di kalangan terpelajar Islam India.

Padahal pada masa itu – karena sempit dan lemahnya pengetahuan umat Islam – penerjemahan Al-Qur’an masih dianggap sesuatu yang terlarang. Beberapa ulama menentang Syah Waliullah Dehlawi. Karena itu beliau terpaksa meninggalkan Delhi untuk sementara waktu.

Penerjemahan al-Qur’an ke dalam bahasa Persia diselesaikan Syah Waliyullah Dehlawi pada tahun 1758.

Disusul kemudian putra beliau, Abdul Qadir menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Urdu, bahasa yang lebih umum dipakai muslim India. Berdasarkan terjemahan Urdu inilah Girish Chandra Sen dari Bengal menterjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Bengal untuk pertama kalinya.

Baca juga: Biografi Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Seorang Ulama, Wali dan Sufi

Hujjatullah Al-Balaghah

Salah satu karya terbaiknya adalah Hujjatullah Al-Balighah (Argumen Tuhan yang Konklusif). Pertama kali diterbitkan di Rae Bareily, India pada tahun 1286 H.

Kitab ini berisikan penjelasan bagaimana Islam merupakan ajaran yang cocok dan sesuai untuk semua ras, budaya dan umat manusia di seluruh dunia. Ajaranya berhasil memecahkan masalah sosial, moral, ekonomi dan politik manusia.

Beberapa Karya Tulis Syah Waliullah Dehlawi

Selain Hujjatullah Al-Balighah, Syah Walliullah Dehlawi berhasil menulis 50 buku dalam bahasa Persia dan Arab. Beberapa diantaranya adalah:

  • Izalah al Khifa
  • Al-Khayr al-kathir (The Abundant Good)
  • Sata’at (Manifestasi)
  • Lamahat (Kilatan Petir), Salah satu tulisan penting tentang Sufisme
  • Fuyud al-haramayn ( Emanasi atau Visi Spiritual Mekkah dan Madinah )
  • Al-Tafhimat (Instruksi atau Pemahaman yang Jelas), Salah satu karya metafisik paling komprehensif
  • Al-Budur al-bazighah (Bulan Penuh Meningkat dengan Kemegahan)

Baca juga: Biografi Imam Al-Ghazali, Mujaddid Abad Ke-5

Penutup

Syah Waliullah Dehlawi hidup pada masa kemunduran kekaisaran Mughal. Beliau kemudian dikenal sebagai waliullah atau Wali Allah karena kesalehan dan jasa-jasnya dalam membina umat Islam.

Ketokohannya diakui dan menjadi rujukan bagi para sarjana dan pemikir Islam baik dari kalangan garis keras maupun moderat.

Syah Waliyullah Dehlawi merupakan salah satu mujadid atau pembaharu Islam pada abad ke-12 hijriyah.

Beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk kepentingan umat Islam. Tidak mengharapkan ketenaran atau kedudukan dari pemerintah Moghul. Beliau tidak mendatangi penguasa untuk mendapatkan jabatan dan keuntungan bagi diri pribadinya.

Tetapi beliau tidak peduli pada popularitas, keuntungan duniawi atau harta, yang beliau lakukan adalah mengabdikan dirinya dengan memberikan bimbingan ruhani pada para pengikutnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Beliau tidak menghendaki popularitas namun orang-orang selalu berdatangan ke hadapan beliau dari mulai para raja, bangsawan, kalangan Sufi, ulama dan orang-orang biasa hingga pengemis. untuk mendapatkan nasihat, bimbingan dan doa-doanyanya.

Akhirnya, Syah Waliullah Dehlawi wafat pada hari Jumat tanggal 29 Muharram 1186 H/20 Agustus 1762 pada waktu Zuhur di Delhi. Beliau mencapai usia 59 tahun.

Baca juga: Biografi Nabi Muhammad, Nabi Paling Mulia Dan Pembawa Syariat Terakhir


0 Komentar

Tinggalkan Balasan