Sayyid Ahmad Barelwi adalah seorang mujaddid atau pembaharu pada abad ke-13 hijriyah yang hidup di India. Beliau tokoh dan pemipin umat Islam dan salah satu pejuang kemerdekaan Muslim awal India. Beliau gugur di medan pertempuran ketika melawan kaum Sikh.

Kehidupan Awal

Sayyid Ahmad Barelwi atau dikenal juga Sayyid Ahmad Syahid, lahir 29 November 1786 di Rae Bareli, dekat kota Locknow, Provinsi Agra – Oudh, sekarang masuk Negara Bagian Uttar Pradesh, India. Julukan Barelwi atau Barelvi berasal dari Rae Bareli, tempat asalnya.

Beliau dilahirkan dalam keluarga Muslim yang taat beribadah. Pendidikan dasarnya beliau dapatkan di rumah. Kemudian beliau pergi ke Lucknow untuk mencari pekerjaan.

Sekitar tahun 1222 H/1807 M, saat beliau berusia 18 tahun, beliau pergi ke Delhi untuk melanjutkan pendidikan di Delhi College. Di sinilah beliau berjumpa dengan Syah Abdul Aziz, seorang tokoh sufi, yang kemudian menjadi gurunya. Selama dua tahun beliau belajar Al-Qur’an dan hadits di bawah bimbingan putra dari Syah Waliullah Dehlawi itu.

Saat Sayyid Ahmad Barelwi dilahirkan saat umat Islam di India sedang mengalami kemuduran dan kejatuhan karena adanya tekanan dari Sikh, Hindu dan juga Inggris.

Menjadi Pejuang

Sekitar tahun 1812, saat Sayyid Ahmad Barelwi berusia 25 tahun, beliau bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh Nawab Amir Khan Tonak sebagai prajurit kavleri di India Utara.

Dari situ beliau banyak memperoleh pengalaman dan pengetahuan militer yang berharga, sebagai modal baginya kelak dalam memipmpin gerakan perjuangannya.

Setelah sekitar enam tahun bertugas, beliau meninggalkan milisi, karena Amir Khan memilih berdamai dengan Inggris dengan imbalan kekuasaan sebuah perkebunan kecil. Sayyid Ahmad Barelwi merasa kecewa, karena hal itu sama dengan menghianati perjuangan.

Pada tahun 1817, Beliau kemudian kembali ke Delhi dan mengunjungi gurunya, Syah Abdul Aziz, yang sangat terkesan dengan karisma dan kedewasaan Sayyid Ahmad Barelwi selama bertahun-tahun sehingga ia menasehati keponakannya, Syah Ismail, dan menantunya, Maulvi Abdul Hayy, agar baiat kepada Sayyid Ahmad Barelwi dan menjadi pengikutnya.

Keduanya kemudian menjadi murid Sayyid Ahmad Barelwi yang paling tepercaya. Pengesahan Syah Abdul Aziz ini menambah reputasi Sayyid Ahmad Syahid, dan popularitasnya menyebabkan ribuan pengikutnya berbondong-bondong mendatanginya.

Baca juga: Biografi Syah Waliullah Dehlawi, Mujaddid Abad Ke-12 Hijriyah

Kondisi Umat Islam India

Kesultanan Moghul merupakan kerajaan Islam di anak benua India yang didirikan oleh Zahiruddin Muhammad Babur pemimpin Mongol dari cabang Dinasti Timuriyah pada tahun 1526, ketika ia mengalahkan Ibrahim Lodi, Sultan Delhi terakhir dalam Pertempuran Panipat I.

Di bawah Akbar yang agung (Abu’l-Fath Jalal ud-Din Muhammad Akbar) Moghul menjadi kerajaan yang besar, dan terus mengalami kemajuan sampai akhir pemerintahan Aurangzeb.

Pada masa kejayaanya, Moghul merupakan kerajaan yang luas dan kaya di India. Juga sebagai salah satu negara Islam yang memiliki pengaruh yang kuat di wilayah Asia Selatan.

Setelah kematian Aurangzeb pada tahun 1707 M, kesultanan Moghul mulai mengalami kemunduran. Para penerusnya saling berebut kekuasaan.

Muncul pemberontakan dari kaum Hindu juga Sikh, juga serangan dari kerajaan Persia membuat Moghul melemah. Ditambah lagi dengan datangnya penjajah bangsa Eropa, seperti Inggris yang berusaha memperoleh daerah kekuasaan di India terutama di Bengal.

Kesultanan Moghul pun akhirnya musnah, seiring dengan itu bangkit dengan cepat kerajaan Sikh dengan maharaja pertanya Ranjit Singh.

Dalam keadaan suram seperti itu, umat Islam di India dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Tidak hanya lemah dan bercerai berai juga dalam keadaan miskin ditambah lagi lemah dari sisi ilmu pengetahuan.

Pengaruh Syah Waliullah Dehlawi

Syah Waliullah Dehlawi atau Syah Wali Allah adalah salah seorang mujadid pada abad ke-12 hijriyah atau abad ke-18 masehi. Mengenai beliau selengkapnya dapat dibaca di sini.

Meskipun telah tiada, ketokohan dan pengaruhnya terus tumbuh di tengah-tengah kaum Muslimin yang saat itu telah terpuruk dan mengalami masa kemunduran.

Karya dan ide-ide pemikirannya tentang pembaharuan dalam Umat menjadi landasan bagi tokoh-tokoh berikutnya. Salah satu penerusnya yang menonjol yaitu putra beliau sendiri, Syekh Abdul Aziz yang kemudian menjadi guru dari Sayyid Ahmad Syahid.

Sehingga Sayid Ahmad Barelwi dalam menjalankan misi dan pergerakkanya sangat terpengaruh oleh ide dan pemikiran Syah Waliullah Dehlawi.

Baca juga: Biografi Syekh Ahmad Sirhindi, Sang Mujaddid Alfi Tsani

Memulai Perjuangan

Sayyid Ahmad Syahid mulai menyampaikan dakwah agar umat Islam menjalankan keimanannya dengan benar.

Beliau berkeliling India dengan maksud menjelaskan dan mengajak kaum Muslimin bangkit membela agamanya. Dimana pada masa itu umat Islam dalam kondisi tertekan dan teraniaya oleh kekuasaan Sikh.

Karena kepandaian dan pastinya juga karena jiwa kepemimpiannya, usaha-usaha yang beliau lakukan menarik simpati kaum Muslimin. Sehingga beliau banyak mendapat dukungan dan pengikut.

Melaksanakan Ibadah Haji

Pada tahun 1821, Sayyid Ahmad Barelwi bersama sejumlah pendukungnya pergi menunaikan ibadah haji ke Makkah.

Dua tahun lamanya beliau tinggal di Makkah. Di sana beliau berjumpa dengan para ulama dan berguru kepada mereka.

Sehingga kemunginan besarnya beliau terpengaruh oleh adanya ide-ide perubahan yang yang terjadi di dunia Islam, khusunya tentang pergerakan yang terjadi di Arab dengan adanya Wahabi.

Pada 6 Agustus 1823, beliau kembali ke India. Sepertinya beliau kembali dengan banyak ide dan pengetahuan baru tentang gerakan Islam yang terjadi di seluruh dunia.

Sayid Ahmad barelwi kemudian berkeliling India untuk menyampaikan dakwah. Beliau mengajak umat Islam untuk menjalankan agamanya sesuai dengan syariat Islam. Beliau medesak agar kaum Muslimin meninggalkan hal-hal yang bid’ah.

Beliau berusaha untuk menghidupkan kembali kejayaan Islam, seperti yang pernah terjadi di masa kesultanan Islam Moghul.  Lebih jauh beliau ingin menerapkan syariah Islam di India.

Baca juga: Biografi Imam Jalaludin As-Suyuthi, Mujaddid Abad Ke-9 Hijriyah

Jihad Melawan Kerajaan Sikh

Tujuan utama dari Sayyid Ahmad Barelwi adalah mengembalikan kejayaan Islam di India, yaitu mendirikan negara Islam seperti pada masa kejayaan kerajaan Islam Moghul.

Untuk mewujudkan keinginanya itu, Sayyid Ahmad Syahid menyeru kepada umat Islam untuk bangkit melaksanakan jihad.

Beliau mengajak umat Islam untuk berjihad melawan kerajaan Sikh yang didirikan oleh Maharaja Ranjit Singh yang telah merebut kekuasaan dari kesultanan Islam Moghul. Kerajaan Sikh telah menganiaya dan menindas kaum Muslimin India di masa itu.

Untuk mewujudkan cita-citanya itu Sayyid Ahmad Barelwi kemudian medirikan sebuah gerakan Islam revolusioner yang disebut Tahriq-i-Muhhamdiyah (Gerakan Muhammadiyah) dan oleh para pengikutnya beliau dijadikan sebagai Amir-al-Muminin (Pemimpin orang-orang beriman).  

Meraih Dukungan Luas

Sayyid Ahmad Syahid telah berkeliling Afghanistan dan daerah-daerah yang diduduki oleh Sikh, beliau mengajak dan menggalang suku-suku Pashtun bergabung bersamanya. Sehingga beliau banyak meraih simpati dan dukungan.

Pendukung Sayyid Ahmed Barelwi memiliki basis yang kuat di Sithana dan di Patna, tetapi juga hadir di Hyderabad, Madras, Bengal, Uttar Pradesh, dan Bombay. Gerakannya menyebar sangat cepat di Bihar, Bengal, Uttar Pradesh, dan India Barat Laut.

Sayyid Ahmad Barelwi mengajarkan agar suku-suku Pashtun meninggalkan kebiasaan dan ada istiadat suku mereka yang bertentangan dengan syariat Islam dan mengamalkan syariat sepenuhnya.

Baca juga: Biografi Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani, Amirul Mu’minin Fil Hadist

Memulai Perjuangan di Peshawar

Pada bulan Desember tahun 1826, Sayyid Ahmad Barelwi pergi ke Peshawar, di sana bersama seribuan orang pengikutnya membuat basis perjuanganya di desa Charsadda di Hasnagar. Di tempat itulah perjuangannya yang sebenarnya dimulai.

Beliau bermaksud untuk mendirikan negara Islam di antara suku-suku Pashtun di daerah itu dengan dukungan jaringannya.

Pada tahun 1829, beliau memperoleh persetujuan dari para Khan (ketua atau kepala suku) dan masyarakat umum untuk mengelola wilayah mereka sesuai dengan hukum Syariah dan akan melepaskan praktik-praktik adat.

Kemudian pada tahun 1830, beliau mulai mengumpulkan pajak tanaman sebesar 10% dari total produksi, banyak Khan yang enggan membayar pajak tersebut. Mereka pun kemudian membentuk aliansi untuk melawan Sayid Ahmad Barelwi, namun aliansi itu dapat dikalahkan oleh beliau. Sayyid Ahmad Syahid pun akhirnya secara resmi memerintah Peshawar.

Sayyid Ahmad Barelwi juga menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk melatih fisik pasukannya seperti lomba gulat, panahan, dan lomba menembak.

Pertempuran Melawan Sikh

Selama Sayyid Ahmad Syahid bersama pasukannya berjuang, terjadi beberapa kali pertempuran dengan pasukan Sikh.

Pada tahun 1826 saat Sayyid Ahmad Barelwi dan para pengikutnya ada di Peshawar,  terjadi bentrok dengan pasukan Sikh di Akora, namun tanpa hasil yang jelas.

Perjuangan yang dilancarkan oleh Sayyid Ahmad Syahid tidaklah mudah, penduduk desa Pakhtun lokal yang menjadi kekuatan militernya tidak sepenuhnya disiplin dan efektif dalam mendukung beliau.

Selama bentrokan berikutnya dengan pasukan Sikh di selatan Akora, para penguasa Peshawar menarik diri, meninggalkan Sayyid Ahmad Barelwi dan para pengikutnya setianya.

Sehingga memaksa beliau dan pasukannya mundur ke bukit-bukit di utara Peshawar. Peristiwa yang menentukan bagi Sayyid Ahmad Barelwi itu terjadi pada tahun 1830, dimana beliau dan pasykan loyalnya diserang oleh pasukan Sikh.

Baca juga: Biografi Syekhul Islam Ibnu Taimiyah

Gugur Dalam Pertemuran di Balakot

Pemerintahan yang dibangun Sayyid Ahmad Barelwi di Peshawar tidak dapat bertahan lebih dari beberapa bulan karena munculnya pemberontakan dari internalnya sendiri yang melemahkan kekuatannya.

Beliau dan pengikut setiannya kemudian berlindung di perbukitan Balakot, distrik Manshera (sekarang di Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan). Di sana beliau dan pasukanya bertempur menghadapi serangan dari tentara Sikh.

Pertempuran menghadapi pasukan Sikh itu terjadi pada tahun 1831, dimana dikabarkan beliau gugur dalam pertempuran itu bersama dengan ratusan pengikutnya.

Diperkirakan, Sayyid Ahmad Barelwi wafat pada 6 Mei 1831, saat itu beliau berusai 44 tahun.

Sementara itu sejumlah pengikutnya lari menyelamatkan diri. Mereka kemudian terus berjuang, mengambil bagian dalam pemberontakan di provinsi barat laut pada akhir sebagai 1897.

Para pendukungnya memanggilnya Amir al-Mu’minin dan setelah kewafatnnya dalam Pertempuran Balakot itu beliau dikenal juga sebagai Syahid. Sehingga namanya kadang Sayyid Ahmad Syahid.

Ajaran dan Gagasan Sayid Ahmad Barelwi

Dalam dakwahnya Sayyid Ahmad Barelwi mengajarkan agar, umat Islam India harus kembali pada ajaran Islam yang murni, yaitu kembali kepada pada Al-quran dan Hadits.

Dengan kembali kepada kedua sumber asli ini, bid’ah yang melekat dalam tubuh Islam dapat dihilangkan. Seperti kebiasaan membaca tahlil dan menghiasi kuburan adalah bidah yang menyesatkan dan harus dijauhi.

Selain itu, faham animisme dan adat istiadat Hindu yang masih terdapat dalam kalangan umat Islam India harus dihilangkan.

Hanyalah Allah Ta’ala yang wajib disembah, tanpa perantara dan tanpa upacra yang berlebih-lebihan.

Makhluk tidak boleh diberikan sifat-sifat tuhan, malaikat, roh, wali dan lain-lain, serta tidak mempunyai kekuasaan apa-apa untuk menolong manusia dalam mengatasi kesulitan-kesulitan. Mereka sama lemahnya dengan manusia dan sama terbatas pengetahuannya mengenai tuhan.

Sunnah yang diterima hanyalah sunnah nabi dan sunnah yang timbul pada zaman khalifah yang empat (Khulafaaurrasyidin).

Selain itu, Sayyid Ahmad Syahid juga menentang adanya taqlid terhadap pendapat ulama termasuk pendapat empat imam mujtahid. Berpegang pada salah satu mazhab bukanlah hal yang penting sungguhpun beliau sendiri menganut Mazhab Hanafi.

Ijtihad sangat diperlukan untuk memperoleh interprestasi baru terhadap ayat-ayat al-quran dan hadits.

Baca juga: Biografi Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Seorang Ulama, Wali dan Sufi

Penutup

Sayyid Ahmad Barelwi adalah seorang mujaddi atau pembaharu abad ke-13 di anak benua India. Beliau tokoh dan pemipin umat Islam dan salah satu pejuang kemerdekaan Muslim awal India.

Beliau dianggap sebagai tokoh pertama yang menyadari perlunya gerakan agama, militer dan politik sekaligus. Beliau juga diyakini sebagao tokoh yang menyerukan jihad kepada umat Islam dari semua lapisan.

Baca juga: Biografi Nabi Muhammad, Nabi Paling Mulia Dan Pembawa Syariat Terakhir


0 Komentar

Tinggalkan Balasan